12.PENAWAR RACUN

“Bukan tanpa alasan aku ingin kamu hidup! Aku hanya ingin kau selalu berada di pandangan ku”

†★†

Panik, kalut, khawatir menyatu menjadi satu kesatuan. Entah sihir apa yang caroline berikan kepada Lucifer hingga Lucifer berlari dengan tergesa gesa membawa tubuh yang tidak berdaya itu ke kamar milik nya. Kamar milik nya dong!!!

"ARGON!!" Teriak Lucifer setelah meletakkan tubuh caroline di atas tempat tidur nya.

"Y-ya Baginda, ini saya sudah membawa orang yang baginda suruh." Jawab Argon.

"Siapa nama mu?" Tanya Lucifer menatap ke arah lelaki muda yang berada di samping Argon. Yang ditatap hanya bisa menundukkan kepala takut, hell! Siapa yang tidak was was jika dilihat setajam itu oleh kaisar besar ini.

"S-saya verno Baginda...saya pemilik sihir penyembuh." Jelas pria muda itu.

Lucifer mengerang. "Apa tidak bisa kau mencari kan orang yang berjenis kelamin sama seperti caroline Argon?" Tanya Lucifer dingin.

"M-maaf Baginda!! Saya panik, jadi saya asal tarik aja.." Lucifer semakin geram mendengar penjelasan Argon.

Namun ia berusaha menahan nya, dan menatap lirih tubuh tidak beradaya yang berada di tempat tidur nya.

"Periksa dia, dan sembuhkan!! Jika tidak nyawamu dalam masalah." Ucap Lucifer datar tanpa menatap ke arah verno. Verno menggigil ketakutan dan hanya bisa mengangguk pasrah, ia mendekat dan memeriksa caroline dengan sihir yang ia punya.

"Baginda, nona ini terkena racun raflesia yang berada di cakaran serigala itu!! Ini sangat gawat, jika tidak segera di cari penawar racunnya maka nona ini tidak akan selamat!!" Ucap verno. Lucifer terdiam dan hanya menatap caroline dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.

"Dimana?" Tanya Lucifer. Argon menatap ke arah Lucifer dengan pandangan tidak percaya.

"Ba-baginda? Tidak mungkin kan?" Tanya Argon berusaha menepis rasa ragu nya.

Lucifer hanya diam, namun dia menatap ke arah verno dengan datar. "Dimana penawar racun itu?" Tanya lucifer tanpa mengindahkan perkataan Argon.

"Di daerah hiven Baginda." Argon mendelik kaget.

"Apa? Yang benar saja? Tidak mungkin Baginda kesan—"

"Aku pergi! Argon jaga kastil ini selama aku pergi!" Ucap lucifer. Lucifer mendekat ke arah caroline dan duduk di pinggiran tempat tidur nya. Dengan sangat pelan ia mengelus rambut caroline, takut seakan gadis itu terganggu.

"Aku akan kembali! Kau harus selamat!" Lirih Lucifer menatap caroline sendu.

"Baginda hanya memiliki waktu hingga matahari terbenam! Jika tidak nona ini.."

"Aku akan kembali sebelum matahari terbenam, selama aku belum kembali kau rawat lah dia!" Seru Lucifer datar kepada verno, sangat berbeda ketika ia berbicara dengan caroline.

"Baginda! Daerah hiven adalah daerah yang tidak bisa kau datangi!!..disana bulan daerah mu Baginda!! Terlebih lagi yang menja—"

"Sudah di putuskan!" Potong Lucifer yang bangun dari duduk nya dan berbalik menatap Argon.

"Kau tahu sendiri? Aku tidak pernah sebaik ini dengan seseorang, apa lagi dia adalah seorang perempuan.."

"Jangan khawatir! Aku akan kembali, karna aku harus tetap hidup jika ingin meminta carol membalas budi ini."

Ya Lucifer tetaplah Lucifer. Dia tidak pernah ingin merasa rugi dalam hal apapun, bahkan nyawa sekali pun. Argon mengerti sekarang mengapa Lucifer masih mempertahankan caroline, ya tentu saja karna dia belum puas menjadikan caroline budaknya. Padahal jika Lucifer ingin dia bisa saja mengabaikan caroline hingga mati.

"Baik Baginda." Seru Argon menunduk.

Lucifer pun pergi dengan sekali kedipan matanya. "Aku harap kau benar benar menganggap nya sebagai budak pelayan mu Baginda." Ucap Argon pelan dengan menatap ke arah caroline.

†★†

Disini Lucifer sekarang. Ya benar ia sudah sampai di perbatasan antar daerah hiven dengan daerah arsenik. Lucifer mengepakkan sayapnya yang hitam menawan itu untuk melewati perbatasan, agak sulit dan sakit namun sekuat tenaga Lucifer menahan nya.

"Siapa kau? Berani masuk ke daerah hiven?" Ucap tegas seseorang yang menghadang Lucifer. Lucifer menatap datar orang yang berada di depan nya ini. Penampilan mereka sangat lah berbanding balik, jika Lucifer memiliki sayap yang berwarna hitam menawan dengan jubah hitam ke emasan yang ia gunakan, tanpa ada tanduk, taring,ataupun kuku yang panjang di tubuh nya.

lain hal nya dengan pria yang didepan nya. Pria tersebut juga memiliki sayap yang berwarna putih bersih dengan sedikit warna ke abu abuan, juga baju besi berwarna silver tertutupi oleh jubah berwarna putih yang melekat di tubuhnya, dan pedang di samping pinggang nya.

"Aku tidak ada urusan dengan mu." Jawab Lucifer datar.

"Segala sesuatu yang berhubungan dengan daerah hiven tentu menjadi urusan ku." Jawab pria itu.

"Menyingkir Lah, atau kau akan menyesal!" Pria itu tertawa mendengar perkataan Lucifer yang sangat angkuh itu.

"Aku dewa perang krikey, ancaman mu tidak berlaku untuk ku dark angel.." Lucifer hanya diam. Tanpa ingin banyak basa basi ia menyerang krikey, krikey pun menerima serangan itu dengan senang hati. Pertarungan itu sangat lah sengit, mereka berdua terlihat saling melukai satu sama lain dan tidak ada yang ingin mengalah satu pun.

Lucifer memberikan serangan cakaran yang mampu ditangkis oleh krikey dengan pedang nya. Sayap yang melekat di tubuh mereka tidak menjadi penghalang dalam pertarungan itu. Lucifer yang lengah berhasil di lukai krikey tepatnya di pergelangan tangan. Darah mulai menetes dari tubuh Lucifer. Mau bagaimana pun kekuatan dewa tidak lah bisa diremehkan.

"Kau terlihat lemah dark angel? Apa kau kekurangan darah?" Senyum mengejek krikey keluarkan ketika melihat Lucifer yang memegang pergelangan tangan nya dengan nafas yang tidak teratur.

Lucifer menatap krikey dingin. "Kau menyulit kan aku! Aku tidak pernah berpikir untuk menginjakkan kaki ku kesini jika bukan hanya menyelamatkan seseorang." Sarkas Lucifer. Krikey menarik salah satu alis nya seperti tertarik dengan ucapan Lucifer.

"Seorang dark angel mementingkan nyawa seseorang? Wah bukan kah ini berita yang mengejutkan?" Tanya krikey yang lebih ke arah mengolok Lucifer. Lucifer mendengus kesal dan menatap krikey tajam.

"Aku tidak pernah berniat membuat kerusuhan disini, aku hanya ingin penawar racun raflesia." Ucap lucifer yang akhirnya memberi tahu maksud kedatangan nya.

"Penawar racun?" Tanya krikey memastikan. Lucifer hanya mengangguk membenarkan.

"Apa yang aku dapat kan jika memberikan penawar racun itu pada mu?" Tantang krikey.

"Apapun!" Jawab Lucifer.

"Hem menarik." Ucap krikey dalam hati.

"Baiklah akan aku berikan! Aku menjadi penasaran siapa orang yang berhasil membuat mu terbang kesini dan melewati perbatasan suci hanya demi sebuah penawar racun." Ucap krikey.

"Kau tidak perlu tahu!" Krikey hanya tertawa melihat raut datar milik Lucifer. Krikey mengulur kan tangan nya dan sedikit membaca kan mantra atau apapun itu, yang kurang di pahami oleh Lucifer. Lucifer memperhatikan tangan krikey yang sekarang terdapat botol kecil sebesar kelingking.

"Ini!..ambilah!!" Lempar krikey pada Lucifer, dengan satu tangan Lucifer mengambil botol kecil itu dan menatap ke arah krikey.

"Kau jangan lupakan janji mu tadi dark angel! Untuk sekarang aku tidak ingin apa apa..tidak tahu jika suatu saat nanti!" Ucap krikey. Lucifer hanya diam dan tanpa pamit pergi meninggalkan krikey dengan sayapnya.

"Hah dasar! Benar benar tidak tahu sopan santun! Ya setidaknya dia berterima kasih gitu!!" Kesal krikey. Jujur krikey penasaran untuk siapa penawar racun itu.

"Hem nathan, seperti nya adik mu ini mulai ada hati ya? Walaupun hanya sebesar kuku jari kelingking." Gumam krikey.

Matahari hampir terbenam, Lucifer benar benar kalut dan berusaha dengan cepat mengepakkan sayapnya. Jika saja dia bisa menggunakan kekuatan menghilang nya, pasti sudah dia lakukan. Masalahnya sekarang dia benar benar lemah. Dua kali melewati perbatasan suci membuat banyak luka di tubuhnya.

"Tuan tubuh nona Carol semakin dingin." Ucap verno khawatir. Argon pun juga jadi khawatir.

"Buat dia tetap hangat! Baginda pasti akan datang!! Selama itu kita harus memastikan caroline tetap hangat!" Perintah Argon kepada verno. Verno hanya mengangguk dan menggenggam tangan caroline untuk menyalurkan sihir penyembuh nya.

"Baginda dimana anda." Gumam Argon kecil menatap ke arah pintu dengan raut khawatir.

"Tuan!! Badan nona Carol!!" Panik verno melihat tubuh caroline yang kejang kejang.

Argon tidak bisa berkata apa pun, dan tetap menyuruh verno mengalirkan sihir penyembuh nya.

'BRUK' Argon dan verno menatap ke arah sumber suara yang ternyata adalah Lucifer. Lucifer langsung masuk dari jendela besar yang terbuka di kamar nya. Argon yang melihat banyak luka di tubuh Lucifer dengan panik mendekat.

"Baginda!!" Panik Argon. Lucifer menahan sakit di tubuh dan sayap nya yang seakan mati rasa karna ia paksa untuk terbang dengan cepat.

"Aku tidak apa!" Ucap nya datar berusaha untuk bangun dan mendekat ke arah caroline.

"Ini penawar nya!" Lucifer memberikan verno botol kecil yang ia dapat dari krikey. Dengan cepat verno mengambil botol tersebut dan meminum kan semua penawar itu ke caroline tanpa tersisa.

Lucifer yang berada di samping caroline menatap penuh harap, sebelah tangan nya yang terluka ia abaikan, bahkan dadanya ikut nyeri sekarang karna sangking lemahnya dia.

"Bagaimana?" Tanya lucifer. Verno memeriksa keadaan caroline lagi, dan menghela nafas lega.

"Penawar nya bereaksi." Ucap verno. Lucifer yang mendengar itu akhirnya tenang, dia menatap teduh ke arah caroline.

"Tinggal kan kami!" Seru Lucifer memberikan perintah.

"Tapi Baginda! Luka anda?" Sela Argon yang tidak tenang melihat luka di tubuh Lucifer.

"Tinggal kan kami!" Ucap lucifer lagi tanpa mau dibantah, Argon hanya dapat menghela nafas dan ijin pamit begitu juga dengan verno. Pintu kamar tertutup, hanya menyisakan Lucifer dan caroline yang badannya mulai menghangat.

"Aghh." Ringis Lucifer memegang dadanya. Dengan perlahan sayap yang berada di belakang tubuhnya menghilang. Lucifer membaring kan badannya perlahan di samping caroline.

"Kau tahu? Aku tidak pernah terluka karna seseorang!" Lirih Lucifer menatap caroline dari samping.

"Tapi sekarang aku terluka hanya karna perempuan seperti mu." Lanjut nya. Lucifer mendekatkan badannya ke caroline dan memeluknya. Dia menutup matanya, merasakan kehangatan yang sangat tidak pernah dia dapatkan. Lancang sekali? Jika caroline sadar, lucifer yakin dia akan marah marah tidak jelas dengan kalimat kalimat aneh yang keluar dari mulutnya itu.

"Aku suka dengan darah, tapi aku tidak suka jika kau yang berdarah!...Aku suka melihat kematian seseorang tapi aku tidak ikhlas jika kau mati!"

"Carol...Apa yang terjadi dengan ku? Kenapa aku bisa seperti ini?" Lanjut Lucifer lirih. Tidak ada jawaban Lucifer tahu jika ia hanya berbicara sendiri dari tadi. Karna merasa lelah, Lucifer pun tertidur lelap dengan posisi memeluk tubuh caroline dari samping.

†★†

Di tengah malam yang sepi, caroline sadar dari tidur panjang nya, ah tidak! Maksudnya selamat dari jurang kematian yang sudah dia rasakan. Uh, menakutkan! Caroline bertekad untuk tidak akan pernah sama sekali mengalami hal yang sama seperti itu.

Caroline yang merasakan badan seperti tertindih sesuatu pun menoleh, ingin teriak tapi masih lemah. Jujur caroline kaget dengan posisi seperti ini, tangan Lucifer memeluknya dengan erat seakan tidak ingin di lepas. Salah satu kali Lucifer yang juga sudah berada di atas tubuh caroline. Em bukankah itu terlalu intim? Hei caroline hanya pelayan? Kenapa dia dipeluk peluk gini si sama kaisar resek ini.

"Ah badan ku tidak bisa bergerak." Ucap caroline dengan suara yang sepelan mungkin. Lagi dan lagi caroline berusaha mencari celah agar keluar dari pelukan itu, namun hasilnya? Gagal!!

"Tidur lah lagi, kau baru sadar!" Ucap lucifer yang semakin mengeratkan pelukannya, caroline terkejut dan menatap ke arah Lucifer yang masih menutup matanya.

"B-baginda?" Lucifer membuka matanya perlahan dan mendapati caroline yang menatap ke arah nya.

Tangan Lucifer terulur menyelipkan rambut milik caroline ke telinga.

"Syukurlah kau sadar!" Caroline panik uy panik, semenjak kapan Lucifer bisa selembut ini? Apakah dia bermimpi? Aduh ni jantung kumat lagi! Caroline ini memang sangat lemah iman nya jika dihadapi pria yang sangat sangat tampan ini.

"Emm ya?" Hanya itu yang dapat caroline ucapkan. Lucifer yang melihat caroline gugup tersenyum tipis, setipis tisu di bagi dua, lalu di bagi lagi.

"Kau tahu? Kau berhutang budi padaku!" Ucap Lucifer yang kembali lagi menjadi dia yang biasa nya.

"Hutang Budi? bukannya kau yang seharusnya berhutang budi?" Tanya caroline.

"Haha yang benar saja! Aku dengan susah payah mencari penawar racun mu!"

"Kalau begitu kita impas? Tidak ada yang berhutang." Balas caroline.

"Tidak! Kau berhutang padaku!" Tegas Lucifer. Caroline memutar matanya malas.

"Jangan memutar mata mu begitu! Lancang sekali!! Aku tidak suka!" Ucap lucifer datar.

"Baiklah baiklah aku mengalah baginda kaisar terhormat! Sekarang beri tahu aku apa hutang ku Hem?" Caroline berusaha sabar menghadapi kelakukan Lucifer yang agak lain malam ini. Posisi mereka masi sama, saling berpelukan tanpa ada yang berniat untuk menjauh. Ya sebenernya caroline sudah coba tadi, tapi Lucifer memeluknya sangat erat jadi ya susah deh.

"Pertama kau membuat ku panik, sedangkan aku belum pernah merasakan panik karna seseorang!" Ucap Lucifer datar.

"Yang kedua, kau hampir mati dan aku tidak suka itu.."

Hei hei hei, kok hutang caroline agak aneh ya? Ini lebih ke arah rasa khawatir dari pada hutang.

"Yang ketiga, kau membuat ku harus terluka karna mencari penawar itu."

"Hei? Bukannya aku tidak ingin berterimakasih, tapi itu semua bukan kemauan ku oke.." Ucap caroline menyangkal.

"Lagi pula kau tidak harus berusah payah menyelamatkan ku, bukankah aku hanya pela—"

"Aku tidak perduli! Sekarang aku ingin imbalan!" Ucap Lucifer menatap caroline tajam.

"Hah..apa yang kau ingin kan dari manusia kecil tidak punya apa apa ini, B.A.G.I.N.D.A?" Ucap caroline mengeja kata baginda dengan penuh penekanan.

Lucifer diam menatap caroline dalam. "Dirimu." Ucap nya singkat.

"Ha?" Bingung Caroline.

"Aku ingin dirimu!" Ucap lucifer dengan jelas.

"A-aku? Bukankah aku memang sudah menjadi milikmu?" Tanya caroline gugup. Menjadi milik Lucifer dalam artian caroline adalah tumbal dan juga pelayan pribadi milik nya.

"Bukan! Bukan hal itu..dalam hal lain." Caroline menyerit bingung.

"Aku tidak mengerti?" Ya caroline jujur jika dia tidak paham dengan apa yang Lucifer mau.

Tanpa banyak bicara Lucifer menarik caroline lebih dekat, dan memegang tekuk lehernya. Dengan santai Lucifer menempelkan bibir nya ke bibir caroline. Caroline terbelalak kaget, tapi dia tidak bisa bergerak. Otak dan tubuh nya tidak sinkron.

Dengan pelan Lucifer ******* bibir caroline, badan caroline bergetar ingin rasanya mendorong tubuh Lucifer tapi tidak bisa, ia terlalu lemah dengan ekhem ciuman Lucifer.

Lucifer masih asik ******* bibir caroline dan perlahan membuka matanya.

"Balas!" Satu kata yang berhasil membuat caroline ingin sekali terjun bebas ke jurang apa pun itu.

Lucifer kembali ******* bibir caroline, dan caroline berusaha membalas nya dengan sedikit kaku. Mereka hanyut dalam ******* dan decapan itu, Lucifer menggerakkan kepalanya ke kiri ke kanan untuk mencari tempat yang paling nyaman agar lebih leluasa merasakan bibir caroline.

Ma!! Bibir anak mu sudah tidak perawan! Itulah teriakan hati seorang caroline yang malah sialnya mengikuti permainan lidah lucifer di mulut nya. Hah dasar caroline saja yang iman nya lemah!! Tangan caroline yang menganggur di bawa Lucifer untuk melingkar di leher nya.

Tubuh mereka sangat dekat, tidak ada sejengkal pun penghalang. Lucifer semakin menekan tubuh caroline untuk lebih menikmati ******* itu. Caroline yang mulai kehabisan nafas memberikan kode kepada Lucifer, Lucifer yang paham melepaskan ******* nya dengan nafas yang tersengal sengal dan mata yang menatap tajam ke arah caroline.

"Hah nafas ku ya tuhan, hampir mati!" Ucap caroline menepuk dadanya.

Lucifer tertawa pelan mendengar apa yang caroline ucapkan. "Kau tidak akan mati hanya karna ciuman Carol!" Ucap Lucifer yang kembali memeluk caroline.

"Kau gila!" Sarkas caroline menatap Lucifer galak, yang sayang nya malah membuat Lucifer gemas.

"Ya! Aku gila! Terimakasih pujian nya!" Balas Lucifer dengan masih memeluk caroline tenang.

"Astaga ya tuhan!! Aku lebih suka Lucifer yang seperti biasanya.." batin caroline menjerit.

Ya caroline tertekan! Benar benar tertekan dengan sikap aneh Lucifer malam ini, dia benar benar berharap besok pagi Lucifer tidak menghiraukan nya lagi seperti biasa nya.

Bersambung...

[On Going]

BOOK STORY FANTASI 1

Chapter spesial because 2480 kata...

Terpopuler

Comments

Jasmine Flow

Jasmine Flow

suka banget ma kegilaan lucifer...tp adakah cerita dlm hutan huma hutan para mahkluk elf dn lainnya...? lanjut thor jgn lama lama up nya ak nunggu hsmpir karatan nih...wkkkkk😂😂😂

2023-08-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!