"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan ku? Tapi aku benar benar khawatir melihat kau terluka karna aku"
†★†
Dengan rasa terpaksa setengah mati setengah hidup, caroline pun ikut Lucifer untuk pergi ke daerah radon. Daerah yang caroline dengar dari Cleo, dihuni oleh para bangsa serigala dan vampir? Ah yang benar saja, caroline serasa mengantarkan nyawanya secara percuma jika datang kesana.
Mereka pergi dengan menggunakan kuda, selama di perjalanan tidak terlalu banyak perkataan dari caroline maupun Lucifer. Caroline hanya berusaha menikmati perjalanan ini, ingat ya!! BERUSAHA MENIKMATI! Bukan karna dia benar benar menikmati.
"Cih menyebalkan! Boleh gak si dia ku santet?" Gumam caroline memandang lucifer dengan tatapan permusuhan.
Lucifer yang memang selalu peka dengan keadaan, tahu jika caroline menatapnya, namun Lucifer hanya acuh.
"Baginda sebentar lagi kita akan sampai di perbatasan daerah radon!" Lapor Argon. Lucifer hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan nya kepada Argon.
"Bagaimana dengan surat? Apa mereka sudah menerima nya?" Tanya Lucifer datar. Ya benar! Sebelum mereka pergi ke daerah radon, Lucifer memerintahkan kepada Argon untuk membuat surat kunjungan, agar alpha disana dapat mempersiapkan kedatangan mereka.
"Sudah Baginda, dan mereka membalas tidak masalah, dan dengan senang hati menerima kunjungan anda." Jawab Argon.
"Emm Argon bisa kau kemari sebentar?" Ucap caroline.
Argon menyerit heran.
"Mau ngapain gadis aneh ini?" Ucap Argon dalam hati. Tapi walaupun begitu ia tetap mendekat ke arah kuda caroline.
"Ada apa?" Ucap Argon sarkas.
"Heh aku bicara bagus bagus Lo? Kok kamu ngegas!" Balas caroline tak kalah ganas.
"Nge- apa kau bilang?" Tanya Argon heran.
"Ah sudah lah lupakan! Kapan kita sampai?" Tanya caroline mengalihkan pembicaraan nya.
"Sebentar lagi." Ucap Argon cuek. Caroline ingin rasanya mengumpati Argon. Tapi dia harus sabar! Ingat anak perempuan gak boleh ngumpat! Tapi masalahnya si Argon ini memang bener bener!!! Hah sudah lah!
Hening kembali, tidak ada yang memulai pembicaraannya. Lucifer melirik ke arah caroline yang hanya diam dengan wajah cemberutnya.
"Dasar!" Ucap lucifer dalam hati. Jujur Lucifer bingung, kenapa dia mengajak caroline untuk pergi ke daerah radon menemani nya. Dia hanya sedikit tidak rela, jika caroline hidup nyaman di kastil nya tanpa melaksanakan pekerjaan sebagai pelayan pribadi nya.
Tidak terasa mereka pun telah sampai di daerah radon, setelah melewati perbatasan dan menunjukkan identitas diri, mereka pun langsung dituntun oleh para penjaga perbatasan untuk langsung menuju ke mansion milik alpha mereka.
Caroline menatap sekeliling nya dengan perasaan takut. Hei siapa pula yang tidak takut jika berada di daerah yang mana penduduk nya rata rata bukan manusia normal pada umumnya!! Bisa gila lama lama caroline di dunia ini.
"Berhentilah menatap mereka seperti itu! Jika kau tidak ingin di mangsa." Tegur Argon yang melihat mata caroline jelalatan tidak jelas.
"Ekhem! Hei hei..anjir Argon! Kau mengganggu konsentrasi kau tahu!?" Ucap caroline. Em maksud mengganggu konsentrasi itu ya begini, melihat celah untuk bisa kabur. Caroline berusaha untuk menghapal setiap jalan yang kira nya bisa dijadikan tempat pelarian nanti.
"Apa kau bilang? Anjir?" Heran Argon. Jujur saja!! Sudah berapa kali uy si caroline ini kebablasan menyebutkan kalimat biasa dari dunianya.
Ide cemerlang lewat dari otak nya yang terkoneksi. Dengan senyum jahil ia menatap Argon. "Anjir itu, arti nya kau manis Argon!" Ucap caroline dengan senyum yang sedikit di paksakan.
Lucifer yang mendengar itu menyerit tidak suka. Namun dia berusaha tetap dalam wajah datar dan flat nya itu.
"Ma-manis? Heh aku memang manis, kau baru tahu ya?" Pede Argon. Caroline hanya melongo tidak percaya.
"Wah jika dia tahu artinya mungkin aku langsung di penggal!" Ucap caroline dalam hati.
"Bisakah kalian diam! Suara kalian mengganggu ku!" Ucap lucifer dingin dengan mata yang menatap caroline tajam lalu beralih menatap ke arah Argon.
"Ma-maaf Baginda." Ucap Argon menunduk. Lucifer mendengus kesal dan kembali menatap caroline.
"Hei manusia!" Seru Lucifer memanggil caroline, mungkin?
"Y-ya Baginda? Tapi maaf saya ada nama!" Balas caroline.
"Kau kira aku perduli?"
'Mak Jleb' perkataan Lucifer benar benar menembus hingga ke tulang sumsum nya. Jika ada saja sedikit keberanian dari caroline ingin rasanya dia menjambak rambut Lucifer yang sialnya sangat lembut itu.
"Ah ya benar! Anda kan memang selalu tidak perduli dengan saya!" Sarkas caroline. Lucifer menatap caroline dalam yang sedang menunjukkan wajah cemberutnya.
Sudut bibir Lucifer terangkat dengan sangat tipis, Lucifer tersenyum? Luar biasa bukan? Namun bagi siapapun yang melihat senyuman itu tentu akan salah paham. Ya bagiamana tidak salah paham, senyuman Lucifer sangat menakutkan uy, seperti monster yang sedang mencari santapan untuk di mangsa.
"Kau anjir caroline." Ucap lucifer dengan santai. Caroline mendelik kaget begitu juga dengan Argon. Jika Argon beranggapan ucapan Lucifer itu sangat hal yang luar biasa karena memuji caroline lain hal nya dengan caroline yang sekarang mulai menyesal memeleset kan arti dari kata 'anjir' itu.
Caroline menggigit bibirnya. Dan terpaksa memberikan tersenyum manis. Ingat ya? TERPAKSA! Bukan kemauan.
"Ahaha te-terimakasih pujian nya Baginda." Ucap caroline dengan setengah hati.
"Salah siapa? Ya salah kau Carol? Hah senjata makan tuan ni namanya atuu we." Ucap caroline meringis dalam hati.
'JDUAR' bunyi ledakan kuat, yang membuat situasi yang tadinya tenang langsung berubah menjadi suara suara kepanikan dari setiap penduduk radon yang berlarian.
Lucifer yang melihat itu menatap tajam ke arah suara ledakan itu. Caroline panik sebenarnya tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Sedangkan Argon dan pasukan nya sudah mengelilingi Lucifer untuk memberikan perlindungan.
"Baginda berikan perintah!" Ucap Argon tegas.
"Sebentar! Kita tidak tahu siapa yang menyerang kita saat ini." Balas Lucifer dingin.
Caroline hanya diam dan memegang tali kekang kudanya dengan erat.
"Ya tuhan ya tuhan aku masih mau bernafas." Ucap nya dalam hati.
Dari kejauhan mereka mendengar suara derap langkah mendekat. Suara nya sangat bergemuruh hingga membuat tanah sedikit bergetar. Lucifer dengan tatapan tajam nya tersenyum miring melihat kawanan para serigala pemberontak yang hendak menyerang nya.
"Baginda?" Tanya Argon seakan menunggu apa perintah yang akan Lucifer keluarkan.
"Habisi mereka!" Jawab Lucifer dengan sorot yang sangat mengerikan.
Argon mengangguk dan mengangkat senjata nya. "HABISI MEREKA!!" teriak Argon menggelegar. Argon dan pasukan nya mulai menghadapi kawanan serigala itu yang sayang nya sangat lah banyak.
Lucifer hanya menatap pertempuran itu dengan santai. "Ini orang gila! Benar benar gila! Bisa nya dia sesantai ini?" Ucap caroline dalam hati kesal dengan Lucifer yang hanya diam tidak berniat membantu apa pun.
'HUSH' hembusan angin dengan cepat membuat rambut caroline tertiup oleh nya. Caroline terdiam kaku. Lucifer melempar pisau tepat di samping caroline. Jantung caroline serasa ingin lepas dari tempatnya. Dengan perlahan dia melirik ke arah pisau yang ternyata sudah menghabisi satu ekor serigala berwarna hitam.
"Astaga aku hampr mati." Gimana caroline memegang dadanya.
"Perhatikan dirimu!" Ucap Lucifer dingin.
Pertempuran itu sangat sengit. Yang mengharuskan Lucifer juga ikut andil dalam pertempuran itu. Kawanan serigala pemberontak semakin banyak, dan terus bertambah.
"Aduh kenapa jadi gini si? Aku harus ngapain sekarang?" Gumam caroline menggaruk kepala nya bingung.
Caroline melihat ke arah Lucifer dan argon yang berusaha untuk menghabisi para serigala serigala bangsat itu.
"Hah, ayo Carol! Kau tidak boleh lemah! Kau harus membantu mereka!! Jangan jadi beban!" Ucap caroline pada dirinya sendiri. Dengan tekad yang bulat caroline turun dari kudanya dan mengambil pedang yang tergeletak di tanah.
"Hiyattt" teriak nya yang sudah bertarung dengan serigala serigala itu. Lucifer melihat ke arah caroline yang sedang bertarung dengan serigala itu mengerang.
Dengan sekali tebasan serigala yang menjadi lawan tarung caroline mati di tangan Lucifer. "APA YANG KAH LAKUKAN?" Teriak Lucifer pada caroline.
"Hanya berusaha melindungi diri ku sendiri." Balas caroline berusaha santai dengan tatapan tajam yang Lucifer layangkan.
"Apa kau mengira aku selemah itu tidak bisa melindungi seorang perempuan ha?"
"Ti-tidak bukan itu maksud ku!" Panik caroline. Lucifer menatap caroline dengan amarah yang luar biasa. Entah lah dia sendiri pun bingung kenapa dia harus marah dengan caroline.
'AUUUUUU' lolongan serigala yang lagi lagi berdatangan entah dari mana.
"Kau lihat? Bukan maksud ku meremehkan mu, hanya saja mereka terlalu banyak!" Jelas caroline menatap para serigala mulai menyerang mereka lagi.
"Terserah padamu!" Ucap lucifer dingin dan kembali bertarung dengan para serigala. Begitu juga dengan caroline.
Caroline mulai terbiasa menggerakkan pedang yang ia pegang ini, ya walaupun tidak maksimal. Selama itu berhasil membuat serigala serigala itu mati kenapa tidak?
"Hah hah hah kau hebat caroline wah!" Ucap caroline dengan nafas yang tersengal karna berhasil membunuh satu lagi serigala.
Tanpa sengaja caroline menatap ke arah Lucifer yang sedang bertarung dengan indah nya. Ekhem maksudnya, dengan kerennya!!
"Dia benar benar ahli ya?" Gumam caroline yang masih menatap Lucifer.
"T-tunggu it-itu kan?" Ucap caroline lagi berusaha menajamkan penglihatan nya. Dengan raut terkejut ia berlari mendekati lucifer.
"LUCIFER DI BELAKANG MU!!" Teriak caroline dengan berlari mendekati ke arah Lucifer. Lucifer yang baru saja membunuh serigala itu pun terkejut dengan teriakan itu dan berbalik.
Terlihat seekor serigala sudah melompat dengan kuku nya yang luar biasa tajam berusaha menyakiti lucifer. Caroline yang melihat itu mempercepat langkah nya.
'BRUK'
"Aghh..."
Lucifer terdorong jatuh karna perbuatan caroline. Lucifer memegang lengannya yang terluka karna menghantam batu yang tidak terlalu besar.
"CAROL!!" Teriak Lucifer yang melihat caroline tergeletak tidak berdaya di tanah dengan simbahan darah di tubuhnya. Lucifer berlari mendekat berusaha anak dengan sakit di lengannya itu.
"Carol? Carol bangun!! Caroll??"
"Carol bangun!! Dengar kau tidak diizinkan mati sebelum aku puas menjadikan kau pelayan pribadi!!! CAROL!! CAROL BANGUN KUBILANG!!" teriak Lucifer dengan mata yang menggelap.
Awan berubah menjadi gelap, petir mulai terdengar. Getaran hebat terjadi dari tanah yang membuat Argon dan pasukan nya berhenti menyerang.
"Astaga Baginda!" Panik Argon mulai mencari keberadaan lucifer. Sesampainya di sana Argon terbelalak kaget melihat Carol yang berada di pangkuan lucifer dalam keadaan yang jauh dikatakan baik.
Lucifer menatap para kawanan serigala dengan mata yang mulai menghitam. Tanduk, taring dengan cepat keluar, disusul dengan cakar dan sayap hitam di belakang punggung lucifer. Rambut yang awal nya hanya sebatas punggung sekarang memanjang hingga menyentuh tanah.
Aura gelap keluar dari tubuh nya membuat para kawanan serigala bahkan Argon sekali pun kesulitan bernafas.
"Gawat Baginda lepas kendali!" Ucap Argon.
Dengan kecepatan kilat tanpa bisa di lihat oleh mata, Lucifer mulai menghabisi para kawanan serigala itu dengan tangan nya sendiri. Dia mencabut kepala serigala serigala itu dan melemparkannya jauh entah kemana. Tidak ada pengampunan itu lah yang dapat dibaca dari sorot matanya yang haus akan darah.
Lucifer mencengkram leher para serigala itu hingga remuk, dan membanting tubuh mereka ke tanah. Semua itu dia lakukan hanya sendiri tanpa bantuan dari Argon maupun pengawalnya nya.
Tidak terkendali? Ya! Dua kata yang cukup menggambarkan Lucifer sekarang. Karna para kawanan serigala sudah pada mati, Lucifer malah dengan sadisnya membunuh para pengawal nya. Lucifer gelap mata, saat ini dia tidak bisa membedakan mana orang yang berada di pihak nya dan mana orang yang tidak berada di pihak nya.
"Baginda tenang kan dirimu!" Panik Argon yang melihat pengawal nya mulai mati satu persatu karna Lucifer. Seakan tuli, Lucifer sama sekali tidak mendengar kan ucapan Argon dan malah sibuk dengan kegiatan nya.
Caroline yang masih ada sedikit kesadaran mengetahui Lucifer yang saat ini kehilangan kendali. Dengan menahan sakit di dada nya ia bangun dan berjalan tertatih ke arah Lucifer.
Caroline melihat keganasan dari seorang Lucifer Levi'd Xenon tepat di depan matanya. Caroline menggeleng dan berusaha menghentikan Lucifer.
'GREB' Caroline memeluk Lucifer dari belakang.
"Tenang kan dirimu Lucy!" Ucap caroline lembut. Lucifer yang merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang melepas kan cengkraman leher pada salah satu pengawal nya dan berbalik.
Caroline menatap Lucifer lembut. "Jangan bunuh mereka Lucy! Mereka orang mu!" Ucap caroline dengan memegang lembut pipi Lucifer. Lucifer hanya diam. Lucifer memegang tangan caroline yang berada di pipinya, perlahan lahan mata Lucifer pun kembali normal hanya saja penampilan nya yang belum, dan Carol yang melihat itu mendengus tenang.
"Kau terluka." Ucap lucifer lirih dengan menatap caroline lembut. Caroline tersenyum, dan mengelus pipi Lucifer dengan salah satu jari miliknya.
"Aku baik baik saja." Jawab caroline menenangkan Lucifer. Lucifer tersenyum dan memejamkan matanya merasakan kehangatan dari jari milik caroline yang mengusap di pipinya.
Tapi tidak dengan caroline, perlahan demi perlahan kesadaran nya mulai menghilang. "Ah aku mengantuk?" Batin caroline dengan mata yang mulai membayang. Lucifer yang merasakan jari caroline berhenti membuka matanya.
"Carol? Carol?" Panggil Lucifer yang melihat caroline mulai menutup matanya.
"Tidak! Tidak akan kubiarkan kau mati!" Ucap Lucifer tegas, menggendong caroline dengan bridal style dan membawanya pulang kembali ke kastil miliknya.
"Panggil kan orang yang bisa membuat carol sadar Argon!" Perintah Lucifer dengan dingin. Argon mengangguk dan melihat Lucifer mulai pergi membawa caroline dengan jalur langit, alias terbang.
"Tidak akan ku biarkan kau mati Caroline!"
"Hidup mu dan mati mu hanya di tangan ku, ditangan ku! Kau harus tetap bernafas apa pun yang terjadi!" Lanjut Lucifer yang berusaha cepat dengan mengepakkan sayapnya untuk mencapai kastil miliknya nya.
Bersambung...
[On Going]
BOOK STORY FANTASI 1...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Jasmine Flow
l love this
2023-07-31
0