10.SEDIKIT PRIHATIN

“Manusia tentu ada hati, bagaimana dengan mu? Apa kau memiliki nya?”

†★†

Caroline menatap dalam ke arah Lucifer yang tengah terbaring di tempat tidur. Ia mengetahui satu fakta yang diberitahu Argon jika Lucifer menjadi seperti ini karna kutukan yang ia miliki. Argon mengatakan jika, hati Lucifer sedingin es juga karna kutukan itu. Caroline tidak tahu mengapa Argon menceritakan hal itu pada nya, Argon merasa caroline adalah orang yang dapat di percaya.

Caroline mengambil kain basah yang berada di kening Lucifer dan memeras nya lagi. Caroline merasa jika Lucifer tertidur seperti ini dia terlihat sangat polos seperti pantat bayi. Hehehe!

"Setiap manusia memiliki hati? Bagaimana dengan mu Baginda? Apa kau juga memiliki nya?" Ucap caroline berbicara dengan Lucifer yang masih tetap tertidur itu.

Caroline tersenyum. "Aku tidak tahu apa yang membuat mu sekejam ini? Apa karna kutukan mu itu?..jika benar kau benar benar memprihatinkan Baginda." Lirih caroline. Caroline menghembuskan nafas nya dan melihat sekeliling nya.

Dari sini ia dapat melihat hari yang mulai gelap, seperti nya sang bulan akan muncul sebentar lagi. Teringat jika Lucifer belum makan malam, caroline pun pergi dari sana untuk menyiapkan makanan untuk Lucifer tidak lupa ia menyelimuti tubuh Lucifer.

"Carol!!" Panggil Argon yang melihat caroline keluar dari kamar Lucifer.

"Ya ada apa?" Tanya caroline.

"Untuk malam ini, seperti nya kau tidak harus merawat Baginda lagi!"

Caroline menyerit heran.

"Kenapa?" Tanya caroline kembali.

"I-itu karna? Karna.."

Caroline menantikan kalimat lanjutan dari Argon.

"Karna a-aku yang akan merawat Baginda." Ucap Argon. Caroline terdiam cukup lama, namun ia pun mengangguk.

"Baiklah kalau begitu, aku permisi.."

"Selamat malam." Ucap caroline

"Ya selamat malam.." Jawab Argon. Melihat caroline yang mulai menjauh.

"Kunci rapat pintu kamar Baginda, dan jangan biarkan siapa pun masuk!! Ingat!!.." Ucap Argon tegas kepada prajurit yang menjaga kamar Lucifer. Para prajurit mengangguk dan mulai melaksanakan perintah Argon. Tanpa argon ketahui, caroline tidak benar benar pergi dari sana. Ia bersembunyi di balik tiang yang berada dekat dari kamar Lucifer.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap caroline dalam hati. Dengan perlahan caroline mengamati Argon dan para prajurit yang mulai pergi dari kamar Lucifer. Caroline berjalan mendekati pintu tersebut dan berusaha membuka nya.

"Benar benar terkunci.." gumam caroline. Namun caroline tidak kehabisan akan, ia mencari beberapa besi kecil yang terdapat di sekitaran sana untuk membobol pintu itu. Hah! Gini gini caroline pembobol handal tau!!

Dengan konsentrasi dan kehati hatian yang tinggi, caroline mengutak Atik pintu tersebut.

'Cklek' caroline tersenyum bahagia.

"Yes bisa! Hehehe aku kira bakal gak bisa!" Seru caroline. Dengan gerakan cepat ia masuk dan menutup pintu itu dengan pelan, sepelan mungkin.

Caroline mendekat ke arah tempat tidur Lucifer, namun sayang ia tidak melihat siapapun disana.

"Astaga dimana Lucifer?" Panik caroline.

'GRRRR' suara Geraman yang sangat menakutkan menarik atensi Caroline. Ia mencari Geraman tersebut namun tetap tidak menemukan nya.

"Lucifer!!" Panggil caroline namun tidak ada sahutan.

"Lucifer!!"

"Luci—, akhh agh!" Ucapan caroline terhenti karna sekarang leher nya lagi dan lagi di cengkram oleh seseorang yang caroline tidak nampak dengan jelas karna faktor ruangan yang gelap.

"Si-siapa akh agh?" Tanya caroline dengan sulit.

"Cari mati ha?" Seru seseorang itu dengan dingin. Caroline mengenal suara ini, ia sangat kenal benar benar kenal.

"Luc- Lucifer akhh?"

"Lancang memasuki kamar seorang kaisar? Kau ingin mengantarkan nyawa Hem?" Tanya Lucifer dingin dengan semakin mencengkram leher caroline.

"A-aku akh ha-hanya khawatir aghh!" Ucap caroline terputus putus.

"Aku tidak perlu rasa khawatir mu!" Ucap Lucifer sarkas.

"Akhhhhhh, grrr!!! Akhhhhhh hentikan, aghhhhhh!" Teriak Lucifer menekan kedua telinganya kuat sehingga cengkraman itu terlepas yang membuat caroline terjatuh dan memegang leher nya sakit.

"Aghhhhhh!!" Teriak Lucifer kembali.

"Lucifer kau? Kau kenapa?" Tanya caroline berusaha menenangkan Lucifer.

"PERGI!! PERGI DARI SINI PERGIII!!"

Teriak Lucifer pada caroline. Caroline menggeleng.

"Tidak! Aku tidak akan pergi hingga kau baik baik saja!!" Tegas caroline. Lucifer menatap caroline dengan tajam, terlihat di mata caroline netra milik Lucifer mula menghitam.

"Kau keras kepala!" Ucap Lucifer lalu mendorong kuat caroline hingga terjatuh.

"AKU BILANG PERGI!! KAU INI BODOH ATAU TOLOL HAA??" Teriak Lucifer lagi.

"Iya aku bodoh! Aku bodoh karna penasaran dengan mu!! Kenapa kau tidak suka? Apa kau kira aku perduli ha? Aku tidak akan pernah pergi dari sini!!" Ucap caroline menatap Lucifer tajam. Wajah Lucifer memerah menahan marah.

"Akhhhhh!! Akh kutukan sialan akhhhh!" Teriak Lucifer. Penampilan Lucifer mulai berubah. Sayap hitam mulai keluar dari punggung nya, tanduk runcing mencuat dari atas kepalanya nya. Mata Lucifer semakin menghitam bersamaan rambutnya yang memanjang menyentuh hingga ke tanah. Gigi bersama dengan kuku mulai memanjang tajam. Caroline yang melihat itu berusaha membuang rasa takut nya.

Orang terbodoh itu adalah Caroline? Benar? Jika ada katagori orang terbodoh mungkin caroline lah yang pertama. Ia takut, takut setengah mati melihat penampilan Lucifer, dia ingin pergi ingin kabur saja rasanya. Tapi di hati kecil nya ia bersama prihatin melihat Lucifer, ia tidak terima jika Lucifer merasakan kutukan semengerihkan ini.

"Apakah ini hari di mana bulan darah muncul?" Gumam caroline lalu berlari ke jendela. Ya benar saja! Bulan darah telah muncul. Sebagai penerus dark angel tentu Lucifer akan mengalami kesakitan seperti ini.

"Aghhhhhhh!!" Teriak Lucifer lagi. Caroline berbalik dan mendapati Lucifer telah terduduk dengan sayap yang sudah membentang lebar dengan begitu menawan nya. Caroline berjalan mendekati Lucifer perlahan dan ikut duduk di depan nya.

"Lucii.." Panggi caroline. Lucifer mengangkat pandangan nya dan menatap caroline seakan dia adalah mangsa yang enak. Dengan secepat kilat ia menerjang caroline hingga mereka berdua terbaring di lantai murmer yang sangat dingin itu.

Lucifer menatap caroline tajam. Ia menjilat bibir nya sendiri dan tersenyum miring. "Makanan." Ucap Lucifer dengan kepala yang sedikit ia miring kan ke kanan. Tak dapat di pungkiri caroline jika saat ini dia benar benar takut. Dia merasa sudah masuk ke kandang macan ah lebih tepat nya singa. Singa yang mengamuk di atas nya ini menatap caroline seakan caroline adalah makanan yang lezat.

"Tidak Lucifer! Aku buka makanan!" Ucap caroline memberanikan diri.

"Kau? Bukan makanan?" Tanya Lucifer datar. Caroline mengangguk.

"Aku bukan makanan! A-aku temanmu!" Ucap caroline kembali.

"Teman? Aku tidak pernah memiliki teman!" Jawab Lucifer dingin menatap caroline dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Kalau begitu kau punya satu sekarang!" Lucifer menyerit heran.

"Aghhhhh!! Akhhhh!" Teriak Lucifer sambil memegang kepala nya.

"Lucifer!! Lucifer!!" Panggil caroline panik yang tidak digubris oleh Lucifer.

"Aghhhh akhhhh!! Hentikan sakittt!!!" Teriak Lucifer. Caroline yang kalut pun tanpa pikir panjang membawa lucifer kepelukkan nya. Ya caroline memeluk Lucifer yang berada di atas nya dengan sesekali membisikkan kalimat penenang. Sekilas dilihat pemandangan ini sangat lah intim, namun caroline tidak perduli, ia malah mengelus rambut panjang Lucifer dan menyanyikan lagu pengantar tidur yang biasa nya mama nyanyikan untuk nya sewaktu kecil.

"Tidak apa! Ada aku sini!" Ucap caroline pelan. Rasa sakit yang Lucifer rasakan perlahan-lahan menghilang hanya penampilan nya saja yang belum kembali seperti semula.

Lucifer merasakan kehangatan yang selama ini tidak pernah ia rasakan, ia memejamkan matanya dan semakin merapatkan diri ke leher caroline. Menghirup sesuatu yang sangat candu bagi nya selain wangi darah.

Caroline tidak melarang Lucifer, dia malah masih asik mengelus rambut panjang Lucifer yang sangat halus itu.

"Kenapa kau tidak takut?" Tanya Lucifer lirih.

"Aku takut, tapi aku tidak bisa melihat mu kesakitan!" Jawab caroline dengan masih mengelus rambut Lucifer. Hem seperti nya dia akan ada hobi baru sekarang, sangat menyenangkan mengelus rambut yang sehalus sutra itu.

"Kenapa tidak bisa?" Tanya Lucifer yang sekarang mengangkat kepala nya yang awal di perpotongan leher caroline menjadi menatap caroline dingin.

"Entah lah!! Mungkin karna kau tampan!" Canda caroline. Lucifer hanya diam, dia kembali menyembunyikan kepala nya di leher caroline lagi.

"Aku mengantuk." Ucap lucifer dengan nada yang ekhem agak sedikit manja. Tunggu dulu Lucifer bisa mengeluarkan suara seperti ini? Wah luar biasa?

"Tidurlah jika mengantuk." Ucap caroline dengan sabar.

"Tidur di atas mu?" Caroline mendelik tidak setuju mendengar perkataan Lucifer.

"Ya tidak! Tidur di tempat tidur maksud ku!" Seru caroline.

"Tidak! Aku ingin tidur di atas mu!" Jawab Lucifer dengan keras kepala.

"Kau..hah yang benar saja!" Gerutu caroline. Lucifer mengangkat caroline dan mengepakkan sayapnya ke tempat tidur. Caroline yang takut jatuh hanya mampu mengeratkan pegangannya.

"Hei hei , tempat tidur hanya beberapa langkah dari sini? Kenapa harus dengan terbang si?" Protes caroline yang sama sekali di hiraukan oleh Lucifer. Lucifer hanya diam dan meletakkan Caroline di atas tempat tidurnya.  Dia menaiki tubuh caroline dan memeluk nya, kepala yang masih terdapat tanduk itu ia letakkan di leher caroline.

"Lucifer kau ini berat tahu gak si?" Ucap caroline berusaha melepaskan pelukan Lucifer.

"Hem." Balas Lucifer hanya dengan deheman.

"Tidur lah yang benar Lucifer!"

"Ini sudah benar Carol! Tidak ada yang salah!" Jawab Lucifer. Caroline ingin memprotes namun mendengar suara nafas teratur Lucifer ia menjadi urung.

"Seperti nya dia benar benar tidur?" Gumam caroline.

"Lalu? Bagaimana dengan aku?? Hiss ini gila! Masak iya dia tidur di atas tubuh ku gini? Sesak dong aku.."

"Luci! Agak menyamping, aku sesak!!" Bisik Caroline ditelinga Lucifer. Tidak ada sahutan namun perpindahan badan Lucifer cukup membuat caroline yakin bahwa Lucifer mendengar apa yang dia katakan.

"Hah lihat lah?..dia tertidur dengan penampilan nya yang masih mengerikan seperti ini..?"

Caroline menatap ke arah sayap Lucifer yang seakan mengering mereka berdua di dalam. Caroline memegang sayang tersebut.

"Ini lembut." Gumamnya pelan.

"Hoamm." Kantuk menyerang caroline, dengan mata yang kian memberat ia pun tertidur di kamar Lucifer dengan Lucifer yang berada di samping nya, memeluk caroline kuat takut kehilangan.

†★†

Tidak terasa lagi pun datang, seperti nya cahaya matahari itu tidak segan segan menembus ke jendela kamar milik Lucifer. Karna silau Caroline pun terbangun dan melihat ke sisi tempat tidur yang telah kosong.

"Hah ngilang dah tu bocah." Gumam caroline. Caroline bangun dan mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur, ya biasalah rutinitas mengumpulkan kesadaran setelah mimpi panjang.

'Cklek' suara pintu kamar mandi terbuka. Tampak Lucifer yang baru selesai mandi menggosok rambut nya yang basah.

"Astaga nikmat pagi yang luar biasa." Ucap caroline dalam hati melihat Lucifer yang masih setengah basah itu. Terlihat penampilan nya telah kembali seperti semula, apa efek pelukan nya seluar biasa itu?

Lucifer hanya menatap caroline datar, tidak ada sedikit pun niat untuk membuat obrolan. Sedangkan caroline hanya misuh misuh malu di depan Lucifer. Heleh!! Malu malu taik kucing.

"Cepat buka pintu nya, kita harus mengecek keadaan Baginda!" Ucap Argon dari luar sana.

"Penasihat pintu nya tidak terkunci!" Jawab prajurit satu nya.

"Apa? Tidak mungkin!! Ayo kita cek kedalam!" Tegas Argon yang membuka pintu dan masuk kedalam di ikuti oleh beberapa prajurit.

Sesampainya di dalam Argon kaget melihat caroline berada di sana, duduk ditempat tidur sang kaisar?

"Caroline apa yang kau lakukan disini? Mengapa kau bisa masuk?" Tanya Argon beruntun. Caroline menggaruk kepalanya bingung sedangkan Lucifer hanya acuh dan mulai memakai pakain kebesaran kaisar milik nya.

"Emm gini penasihat! Tadi malam Baginda melakukan telepati kepada ku!!... Dia tadi malam ingin aku datang dan menidurkan dia seperti seorang bayi." Ngarang caroline. Lucifer berbalik dan menatap caroline tajam seakan mengatakan 'omong kosong apa itu'.

"Hah?" Bingung Argon. Lucifer mendengus kesal. "Dia menerobos masuk." Ucap Lucifer dingin.

"Apa?? Bagaimana bisa?" Tanya Argon kaget. Lucifer hanya diam tidak menjawab.

"E-em Baginda kau ini! Benar benar ya? Kau yang menyuruh ku datang tapi kau juga yang mengkambinghitamkan aku." Protes caroline berusaha membela diri.

Argon semaki bingun dengan kebenaran yang sebenarnya, kedua nya terlihat sangat menyakinkan ketika berbicara.

"Oh benarkah?" Tanya Lucifer yang dibalas anggukan caroline cepat.

"Iya tentu saja benar!"

Lucifer tersenyum miring menatap caroline dalam. Dan itu bukanlah hal yang baik untuk caroline.

"Aku benar benar tidak ada menyuruh mu datang Caroline Jane!" Ucap Lucifer datar.

"Tapi, tidak masalah.." lanjut Lucifer.

"Argon! Siapkan perjalanan ku menuju daerah radon!" Ucap lucifer tegas.

"Siap Baginda!"

"Dan satu lagi! Caroline akan ikut dengan ku!" Caroline mengkaget uy. Dia cengoh dan bingung di saat yang bersamaan.

"Jika ini benar! Aku yang memang menyuruh mu caroline, tapi tadi malam seperti nya kau yang sangat terobsesi bertemu dengan ku." Lanjut Lucifer dengan tersenyum miring dan tatapan yang mengunci ke arah caroline.

"Baginda kau benar benar menyebalkan!!!" Teria Caroline. Lucifer mengacuhkan teriakan caroline dan berbalik keluar dari kamar nya.

Tanpa ada yang tahu senyum tipis keluar dari bibir Lucifer. Ia ia tersenyum walaupun sangat lah tipis. Tipis sekali bahkan hanya dia saja yang tahu jika ia tadi baru saja tersenyum.

Bersambung...

[On Going]

BOOK STORY FANTASI 1

Chapter spesial because 2025 kata...

Terpopuler

Comments

Jasmine Flow

Jasmine Flow

kapan kelanjutannya thor...bagi pecinta dunia fantasi...ini udah menghalu halu...

2023-07-30

0

Jasmine Flow

Jasmine Flow

lanjut thor...ak suka bgt dg petualangan fantasi.gimna kelanjutannya jdi penasaran thor...

2023-07-30

0

kokichi.oma.panta

kokichi.oma.panta

Aku nggak sabar nunggu chapter berikutnya, cepet update ya thor!

2023-07-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!