9.SIKSAAN

“Tatapan mata yang kosong itu, sangat menggangu ku! Kenapa dia terlihat menyedihkan?"

†★†

Dengan amarah yang menguasai nya, Lucifer dengan sadis membunuh semua para serigala yang sudah tertangkap dan dibawa ke penjara bawah tanah. Tanpa ampun, kejam dan sadis. Lucifer tidak mementingkan lolongan para serigala serigala yang badannya sudah terpisah satu persatu karna Lucifer menarik dan memelintir kali tangan mereka.

Argon tidak dapat menghentikan perbuatan Lucifer yang kehilangan kendali itu. Walaupun sudah lama mengabdi dengan Lucifer, tidak menutup kemungkinan jika Argon masih belum terbiasa melihat sisi iblis milik Lucifer yang sangat menakutkan.

"Beritahu aku!! Siapa yang menyuruh kalian!!..katakan!!" Ucap lucifer dingin.

"Cepat katakan atau kalian benar benar akan mati!" Lanjut Lucifer dengan mata yang sudah memerah menahan amarah. Salah satu serigala yang tidak lagi memiliki satu tangan nya, berubah menjadi seorang pemuda.

Dengan menahan sakit, ia memegang tangannya yang bercucuran darah. Ia menatap Lucifer seakan menantang. "Kau tidak perlu tahu, dasar kaisar bodoh!! Kau tidak pantas menjadi kaisar!" Teriak pemuda itu. Lucifer yang sudah tidak lagi bisa menahan amarahnya dengan sekali tebas pemuda itu pun mati tak bernyawa.

Penampilan Lucifer tampak lebih mengerikan dari biasanya, amis darah di baju dan tangan nya serta sorot mata yang gelap membuat Argon tidak berani menegur kaisar nya itu.

"Buang mayat mereka!" Ucap lucifer dingin dengan mencampakkan pedang yang ia pegang dan pergi meninggalkan penjara bawah tanah itu.

†★†

Caroline merapihkan sedikit bunga bunga di depan kamar Lucifer dengan telaten. Ya sejujurnya dia hanya sedikit bosan, ingat ya BOSAN! Bukan karena dia rajin, oh tidak itu bukan lah caroline sekali. Dia membersihkan bunga bunga yang sudah layu dan merapikan bunga lain nya yang terlihat tidak simetris.

"Apa yang kau lakukan Carol?" Tanya liodra yang datang menghampiri caroline. Caroline menoleh dan tersenyum.

"Sedikit merapikan bunga ini Lio, aku rasa aku tadi sudah keterlaluan dengan luci-, em.. maksudku Baginda! Jadi aku ingin mengucapkan permintaan maaf dengan merapikan bunga bunga miliki nya ini." Ucap caroline menjelaskan.

"Tapi Carol..mereka bukanlah bunga milik Baginda!" Caroline menghentikan kegiatan nya dan menyerit heran.

"Lalu? Milik siapa?" Tanya caroline. liodra tidak menjawab, ia hanya diam tampak ragu mengatakan nya.

"Lio beritahu aku..!" Paksa caroline yang geram melihat diam nya liodra.

"Maaf Carol, aku tidak memiliki hak untuk menjelaskan." Ucap liodra jujur, caroline menghembuskan nafas nya pelan. Jika boleh jujur si Lucifer ini terlalu banyak menyimpan rahasia, kan caroline jadi kepo ingin tahu. Rasanya tidak puas jika belum menyusut nya dengan tuntas hingga ke akar.

"Apa yang kalian lakukan disini!" Caroline dan liodra menolehkan kepala mereka dan mendapati Argon disana, oh bukan itu fokus caroline sekarang. Caroline menatap ke arah Lucifer yang berada di samping Argon dengan berbagai macam pertanyaan yang sudah bersarang di kepala nya.

Hei!! siapa yang tidak penasaran melihat keadaan Lucifer yang jauh dari kata baik itu, em maksudnya penampilan nya yang sangat kotor dengan darah dimana mana. Caroline melihat penampilan Lucifer dengan pandangan ngeri namun tidak berani berkomentar.

"Ah tuan kami hanya sedikit mengobrol." Ucap liodra menimpali. Argon hanya mengangguk.

"Pergilah kembali bekerja! Dan caroline bantu Baginda menyiapkan air mandi nya!" Ucap Argon. Caroline hanya mengangguk dan mengikuti mereka layaknya seekor anjing.

Sesampainya di kamar tidur Lucifer, dengan cekatan caroline menyiapkan air mandi untuk nya. Kadang ia bernyanyi kecil selama menunggu air itu terisi penuh.

"Hoo hiyee.. my love is on fire huuuuu... EVERY BODY!!" Teriak caroline di kamar mandi dengan dunianya sendiri.

"Buljangnan..!! Okey let's go!!"

"Oh no na imi Nani babadanegol one se ah i Nani babananegel..."

Aneh? Iya memang, caroline merupakan salah satu dari banyak orang yang tau nada lagu nya tapi lirik nya nya nihil. Alhasil dia membuat lirik versi nya sendiri yang tentu membingungkan.

Caroline yang tidak sadar di perhatikan Lucifer, terus bernyanyi dengan suara fals dan lirik yang sangat sangat aneh ditelinga bagi siapa yang mendengar nya. Ekhem! Dan tidak lupa dengan gerakan yang seperti goyang bebek itu.

Lucifer menatap caroline dengan datar, tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya melihat caroline dengan segala tingkah aneh nya. Jika di pikir pikir baru satu hari caroline disini sudah sangat merepotkan nya.

"Ekhem!" Deheman Lucifer yang membuat caroline seketika menegang dan berbalik dengan pandangan meringis.

"Ai alamak! Malu banget!! Sejak kapan dia disitu?" Ucap caroline dalam hatinya. Lucifer hanya melihat caroline dengan pandangan biasa miliknya. Tanpa menghiraukan caroline ia berjalan mendekati bak mandi miliknya dan mulai melucuti satu persatu pakaian nya.

Caroline mendelik melihat tingkah kaisar satu ini dengan cepat menutup matanya nya dan mengumpat pelan.

"Sialan! Dia kira itu badan anak bayi apa ha? Masih ada perempuan disini woyy!!" Ucap caroline pelan.

"Daripada kau mengumpati ku, lebih baik kau membantuku menghilang noda darah ini." Ucap lucifer dingin. Caroline berbalik dengan mata yang masih ia tutup dengan tangan nya.

"Kau memiliki tangankan? Lakukan lah sendiri!" Sarkas Caroline. Lucifer tersenyum miring dan menatap caroline angkuh.

"Kau pelayan ku! Dan kau harus menuruti semua kemauan ku!" Tegas Lucifer seakan mengatakan bahwa Caroline itu hanyalah budak milik nya, milik nya seorang. Caroline membuka mata nya dan menatap Lucifer kesal, sedangkan yang ditatap dengan santainya mengadahkan kepalanya ke atas sehingga tampak lah leher yang putih berurat yang sangat menggiurkan dan menggoda iman itu.

"Astaga dasar iblis!" Ucap caroline dengan susah payah menelan ludah nya karna pemandangan yang indah di depan nya ini.

Dengan langkah ragu Caroline mendekat ke arah Lucifer dan duduk di pinggiran bak. Satu tangan nya mengambil sabun dan mulai menggosokkan nya ke badan Lucifer. Keras dan halus, itulah yang caroline rasakan ketika menyentuh badan Lucifer. Tampak Lucifer menikmati pelayanan dari caroline tanpa banyak berkomentar, ia hanya memejamkan matanya dan membiarkan caroline membersihkan badan miliknya.

"Apa kau tidak takut aku mencekik mu Baginda?" Tanya caroline dengan tangan yang tidak berhenti menggosok badan Lucifer.

"Apa kau akan membunuh ku?" Tanya balik Lucifer yang sekarang menatap caroline dalam. Caroline salah tingkah melihat tatapan Lucifer dan dengan segera mengalihkan pandangan nya.

"Ekhem! Belum kepikiran..gak tau kalau nanti!" Jawab caroline berusaha tenang. Aduh duh ni jantung tidak akan bisa bertahan lama jika terus terusan begini. Caroline sang pencinta pria tampan tentu merasa ini merupakan ujian terberat nya. Bahkan caroline melupakan Nick, Nick pemeran series culpa mia yang sangat ia minati itu.

Lucifer tersenyum miring, ia menangkap tangan caroline dan menarik nya mendekat. Netra mereka bertabrakan, caroline mengedip kan matanya berusaha menenangkan dirinya.

"Aku menunggu jika begitu." Ucap Lucifer dingin. Caroline dapat merasakan hembusan nafas Lucifer. Caroline juga dapat melihat dengan jelas mata milik Lucifer yang kelam itu. Dengan gerakan cepat caroline bangun menarik diri dan pergi meninggalkan Lucifer.

Lucifer membiarkan caroline begitu saja, dengan tatapan datar ia kembali melanjutkan membersihkan badannya. Lain hal nya caroline yang berlari dengan kekuatan seribu bayangan miliknya, ia berhenti memegang dadanya yang sesak akibat berlari dengan sangat kencang.

"Kaisar gila! Jika bisa benar benar sudah kubunuh dia!" Ucap caroline tersengal.

Caroline yang berusaha menenangkan deru nafas nya, tanpa sengaja melihat banyak para prajurit yang berlarian kesana kemari dengan panik, beberapa pelayan juga menjerit ketakutan. Sekalian melihat Argon yang berlari dengan wajah yang cemas ke arah kamar Lucifer.

"Ada apa ini?" Batin caroline heran. Dengan tekad ia bertanya kepada salah satu prajurit yang melewati nya

"Apa yang terjadi?" Tanya caroline.

"Kita diserang!! Diserang iblis selatan!!" Ucap prajurit tersebut panik dan langsung berlari entah kemana.

"Diserang?....Iblis?" Gumam caroline pelan. Ia pun berlari berlawanan dengan para pelayan lain yang berusaha menyelamatkan diri nya masing masing.

"AAAAAA TOLONG!!" Caroline menghentikan langkah nya melihat seseorang yang sangat ia kenal tidak berdaya di bawah sang iblis yang sangat errr mengerikan.

"Liodra!!" Teriak caroline panik. Tidak peduli dengan iblis, setan atau apalah yang terpenting sekarang bagaimana caranya agar liodra bisa lepas dari iblis itu.

Caroline berlari dan mengambil pedang yang ya ampun!! Berat sekali!! Ingin patah tangan caroline rasanya, tapi melihat liodra yang hampir setengah mati itu dengan cepat caroline mengayunkan pedang nya.

'SRING' Tepat sasaran tidak meleset sedikit pun, caroline berhasil menusuk jantung iblis itu dengan tepat. Caroline hanya menebak jika itu titik kelemahan iblis itu, karna menurut film film action yang dia tonton di dunia nya, jantung merupakan bagian vital yang paling cepat membuat seseorang mati apabila berhasil melukai nya. Dan ya itu berhasil! Tidak sia sia paket internet caroline habis kan untuk melihat film film itu.

"Ayo liodra!!" Tarik caroline membantu liodra berdiri.

Mereka berlari melewati beberapa mayat prajurit yang tidak bernyawa, dengan caroline yang mana sebelah tangannya memegang liodra dan sebelah nya lagi memegang pedang.

Namun sialnya langkah mereka harus berhenti karena tepat di depan mereka berdiri beberapa iblis dengan penampilan yang sangat menakutkan.

Di kepala mereka terdapat tanduk, dengan gigi yang runcing dan badan yang tinggi besar serta berwarna merah. Memiliki kuku yang panjang berwarna hitam dan jangan lupakan air Lius yang menetes dari sela mulut mereka. Iuhhh menjijikkan!!

"Carol aku takut!" Bisik liodra memegang erat tangan caroline.

"Jangan khawatir, kau akan aman!" Seru caroline menenangkan. Caroline berusaha memutar otak ketika para iblis itu mulai jalan mendekati mereka.

"Pergilah bersembunyi Lio! Cari tempat yang aman!"

Liodra menggeleng. "Bagaimana dengan mu?" Tanya liodra.

"Aku akan mengalihkan perhatian mereka!!..cepat lah Lio!" Desak caroline, dengan kuda kuda yang sudah ia pasang. Walaupun pedang yang ditangan nya ini cukup berat tapi caroline tetap memaksa diri untuk bisa beradaptasi dengan pedang itu.

Liodra yang kalut pun mengikuti perkataan caroline dan berlari mencari tempat persembunyian. Salah satu iblis yang melihat itu berusaha mengejar liodra namun di tahan oleh caroline.

"Tidak akan ku biarkan!" Ucap caroline tegas. Para iblis itu pun menyerang caroline bersamaan. Caroline kewalahan, tentu bayangkan saja satu banding empat! Hah ini hal gila yang pernah caroline lakukan sepanjang dia hidup. Ayolah!! Berhadapan dengan iblis? Yang benar saja. Caroline dengan gerakan amatir nya berusaha melukai iblis iblis tersebut.

Nafas caroline tersengal setelah berhasil membunuh satu iblis. Lelah uy! Lelah! Tapi caroline harus bertahan. Dapat caroline rasakan ketiga iblis itu tidak terima teman mereka mati di tangan caroline. Mereka menatap caroline penuh dendam.

"Apa? Kau kira aku takut dengan mata jelek kalian itu ha?" Tantang caroline.

Salah satu iblis terpancing mendengar perkataan caroline dan menyerang caroline dengan dadakan. Caroline kaget berusaha menangkis namun ia sudah terlebih dahulu tercampak jauh.

"Aduh duh duh!! Badan ku remuk!" Ucap caroline memegang pinggang nya. Pandangan caroline mulai kabur, namun dia berusaha tetap fokus. Karna melihat caroline yang terdiam seperti itu, satu iblis lainnya mulai berlari dengan cepat mengangkat kuku jari tangan nya yang tajam bermaksud membunuh caroline.

Caroline tidak bisa bergerak, ia terpaku. "Apa kematian ku akan begini?" Batin caroline. Iblis itu semakin dekat, caroline menutup matanya pasrah. Namun selang beberapa menit ia tidak merasakan apa pun, dengan perlahan ia membuka matanya dan melihat leher iblis tersebut di tangan seorang pria yang caroline amat mengenal nya. Lucifer, ya itu dia.

"Lucifer.." Cicit caroline pelan. Lucifer yang sedang memegang leher iblis itu semakin mengeratkan cengkraman nya hingga bunyi patahan tulang terdengar. Dengan kilatan amarah Lucifer membuang iblis itu dengan keras menghantam dinding hingga dinding tersebut retak.

"Iblis bodoh! Kalian mencari mati dengan datang kemari!" Ucap Lucifer dingin, Caroline yang mendengar itu juga tidak kalah merinding.

Iblis iblis itu berusaha menyerang Lucifer, namun sebelum itu Lucifer mengeluarkan sayap nya. Sayap? Iya sayapnya? Tatapan mata Lucifer menghitam, tanduk di kepala nya mencuat keluar serta kuku tangan nya yang memanjang. Caroline kaget melihat Lucifer yang seperti ini. Kali ini ia benar benar terlihat seperti dark angel.

Dengan gerakan cepat, Lucifer berdiri di depan para iblis itu dengan sangat dekat, ia menghirup jiwa para iblis itu dengan sadis, terdengar suara iblis iblis itu meraung kesakitan namun seakan acuh Lucifer tetap menghirup jiwa mereka hingga tersisa tulang belulang.

Caroline menatap ngerti peristiwa itu. Ia menatap ke arah Argon yang juga menatap ke arah Lucifer dengan pandangan khawatir. Lucifer menjilat mulut nya dan tersenyum miring.

"Enak sekali." Ucap Lucifer. Mata nya semakin menghitam dan ia berbalik menatap ke arah caroline yang masih terduduk di tanah. Lucifer tersenyum miring. Astaga penampilan Lucifer kali ini benar benar berbanding balik dengan yang biasanya caroline lihat.

"Carol pergi dari sana!" Teriak Argon. Caroline seakan tersadar jika Lucifer kali ini benar benar sangat berbahaya. Dengan tertatih ia bangun, namun caroline kalah cepat. Lucifer dengan secepat kilat telah berada di depan caroline dan mencekik lehernya.

"Baginda tenang kan dirimu!!" Teriak Argon panik ingin mendekat namun sudah terhempas jauh karna aura yang Lucifer keluar kan.

"A-akh uhuk uhuk..b-baginda, le-paskan uhuk uhuk akh!" Ucap caroline menahan sakit dileher nya.

"Mati!" Ucap Lucifer dengan pandangan kosong. Caroline mendelik kaget, ia menggeleng. Cengkraman itu semakin kuat, caroline sulit bernapas.

Dengan sedikit keberanian yang tersisa ia mengelus kepala Lucifer yang terdapat tanduk runcing disana dengan lembut. "Tenang Lucy.." Ucap caroline lembut. Lucifer yang merasakan elusan itu pun luluh, sayap nya menghilang begitu juga dengan tanduk, kuku serta mata nya yang kembali normal.

Lucifer melepaskan cengkraman nya dan jatuh ke tanah. Argon yang melihat itu langsung berlari dan membantu sang kaisar kembali beristirahat. Sedangkan caroline? Ia masih menetralkan pernapasan nya yang hampir saja berhenti karna cekikikan kuat Lucifer.

"Nasib baik aku masih bisa selamat." Ucap caroline tersengal sengal. Caroline berusaha bangun dan berjalan mengikuti Argon ke kamar Lucifer.

Jika di ingat ingat bukankah tadi ia hampir mati karna Lucifer? Tapi kenapa sekarang ia penasaran dengan kondisi pria itu? Hah benar benar caroline, dia seakan lupa jika nyawanya hampir melayang karna pria itu.

Bersambung...

[On Going]

BOOK STORY FANTASI 1

Chapter spesial, because 2195 kata....

Terpopuler

Comments

Người này không tồn tại

Người này không tồn tại

Dijamin ngakak mulu!

2023-07-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!