“Sebegitu kah kamu menyayangi mereka, hingga berniat membunuh ku?”
†★†
Sepanjang jalan, pria yang sudah caroline ketahui namanya adalah Argon, sang penasihat kaisar, dengan panjang lebar menceritakan hal yang akan di lakukan caroline selama menjadi pelayan pribadi Lucifer. Mulai dari hal yang Lucifer suka bahkan tidak suka ia beritahu semua.
"Apa kau paham?" Tanya Argon yang berhenti di depan pintu yang tidak terlalu besar. Seperti nya ini akan menjadi kamar tidur milik caroline selama disini, itulah yang berada di pikiran caroline.
"Paham paham." Jawab caroline setengah malas.
"Masuklah! Ini kamar mu selama berada disini!" Seru Argon. Caroline hanya mengangguk malas menjawab. Menurut nya Argon ini sangat lah cerewet.
Setelah melihat caroline masuk ke kamarnya, Argon dengan segera pergi meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke pekerjaan nya yang tidak ada habis nya.
"Tidak buruk." Ucap caroline ketika melihat kamar nya yang cukup untuk dirinya. Ya setidaknya disini tidak segelap di kamar yang caroline tidak tahu itu milik siapa. Apa mungkin milik Lucifer? Karna menurut caroline kamar itu sangat sesuai dengan kepribadian Lucifer yang hidup nya selalu datar dan sorot matanya yang dingin.
"Hah !! Caroline caroline...jalani saja dulu! Kau harus bersabar jika ingin pulang.." ucap caroline membaringkannya badannya di tempat tidur.
†★†
Tidak terasa pagi datang begitu cepat, matahari dengan sinarnya mulai memenuhi setiap sudut ruangan yang gelap, kicauan burung yang terdengar dan juga beberapa suara langkah kaki membuat caroline terbangun dari tidurnya.
"Hoamm sudah pagi ya..?" Seru caroline dengan setengah nyawa yang dia miliki nya, ya biasa efek bangun tidur. Rambut caroline acak acakan seperti rambut singa, serta mata nya yang masih tampak sayup sayup.
Hampir jatuh tertidur lagi, caroline teringat dengan satu hal. Satu hal penting yang benar benar sangat penting.
"Astaga aku harus menyiapkan air mandi Lucifer!!!" Panik caroline. Mata nya langsung terbuka lebar, tanpa memikirkan penampilan nya ia berlari ke arah kamar Lucifer. Sepanjang jalan kenangan banyak pelayan yang melihat ke arah caroline dengan tatapan aneh. Caroline sadar, namun ah dia tidak perduli.
Caroline dengan kasar membuka pintu kamar Lucifer, caroline bahkan tidak memperdulikan penjaga di depan kamar Lucifer yang mencoba menghentikan nya.
Setelah berhasil masuk caroline langsung menutup pintu kamar Lucifer dan menguncinya agar para penjaga itu tidak dapat masuk.
"Hah.. caroline dilawan!" Seru caroline dengan berkacak pinggang.
Dia berbalik, netra nya melihat Lucifer yang masih tertidur tenang tanpa ada gangguan sedikit pun. Dengan langkah perlahan layaknya seorang pencuri ia berjalan ke arah kamar mandi milik lucifer dan mulai menyiapkan air.
"Hoamm astaga ngantuk sekali..!" Ucap caroline lirih.
Setelah dirasanya air mandi Lucifer sudah cukup, ia pun mulai beranjak ingin pergi. Namun belum sampai ia menyentuh pintu keluar tanpa sengaja caroline melihat buku yang familiar di matanya terletak begitu saja di meja yang dikelilingi beberapa sofa.
Caroline mendekat untuk memastikan. Secara perlahan dia mengambil buku itu dan mengamati nya.
"Astaga ini buku tua yang buat aku berada di dunia ini.." ucap caroline dengan pelan. Karna takut Lucifer terbangun, dengan cepat caroline pergi dari kamar itu tentu dengan membawa buku yang sebagai biang keladi nya ia berada di dunia aneh ini.
Tanpa caroline tahu, Lucifer ternyata sudah bangun sebelum caroline datang, ia hanya berpura pura tidur hingga caroline pergi dari kamar nya. Lucifer bangun dari tempat tidur nya dan menyandarkan badannya di kepala tempat tidur.
Ia menatap tajam ke arah meja yang mana ada tadinya terdapat buku disana. Lucifer tahu jika caroline yang mengambil dan tidak melarang nya, ia hanya ingin tahu apa yang akan di lakukan gadis itu oleh buku tua membosankan tersebut.
Sesampainya dikamar caroline langsung membersihkan badannya dan merapikan tempat tidur nya, ia tahu sebentar lagi dia harus membawa sarapan ke kamar Lucifer, karna itu sudah menjadi salah satu tugasnya sekarang.
Caroline sebenernya sudah membaca beberapa bagian buku tua yang ia curi dari kamar Lucifer tadi, dan hasilnya? Tidak ada yang bagus? Semua mengecewakan, ia tidak menemukan cara untuk pulang di dalam buku tua itu. Namun satu keuntungan caroline, ia jadi tahu seluk beluk sejarah dark angel. Caroline mengetahui bahwa mereka sangat anti dengan bulan darah, dan caroline tahu jika bulan darah terjadi, biasanya keturunan dark angel akan mengurung dirinya di dalam kamar dan menahan rasa sakit bagai di cambuk oleh seribu petir.
Ugh bahkan caroline tidak mampu membayangkan nya. Karna merasa kamar tidur nya sudah rapi, caroline pun langsung pergi menyiapkan sarapan pagi milik Lucifer.
†★†
Lucifer duduk santai membaca buku dengan ditemani satu peliharaan kecil miliknya nya. Tatapan tajam dan dingin lah yang menyambut caroline ketika masuk ke dalam kamar Lucifer.
"Permisi Baginda..?" Ucap caroline dengan nampan yang berada ditangan nya. Lucifer tidak menyahut hanya berfokus kembali kepada buku nya. Caroline berjalan mendekat dan mulai meletakkan sarapan pagi milik Lucifer.
Tanpa sengaja caroline melihat ke arah hewan peliharaan milik Lucifer yang melilit indah di lengan nya.
"Ah ular kecil!!!" Ucap caroline terkejut dengan menunjukan ke arah ular yang pernah ia selamat kan.
Lucifer menatap caroline diam. Dan mengamati mimik caroline yang sangat beraneka ragam menurutnya.
"Kenapa dia ada bersamaan mu?" Tanya caroline heran.
"Dia hewan peliharaan ku." Balas Lucifer datar. Caroline kembali terkejut.
"Kau tahu? Aku menyelamatkan ular kecil ini dua kali lo..!" Ucap caroline lagi yang seperti nya melupakan tutur katanya di depan Lucifer alias sang kaisar.
"Lalu?" Tanya Lucifer singkat.
"Lalu? Ya lalu apa? Tidak ada lalu lalu..aku hanya tidak menyangka dia hewan peliharaan mu!! ASTAGA!!! apa kau pemuda yang aku temui ketika melepaskan ular ini dari jeratan penjual gila itu?" Tanya caroline yang semakin menjadi.
"Hah kau ini benar ben—" ucap lucifer terhenti.
"Ampun Baginda! Hamba menyela..hamba ingin melaporkan bahwasanya desa nikel diserang kembali oleh para serigala pemberontak." Ucap Argon yang datang terburu buru dengan nafas yang tidak teratur.
"Apa? Desa nikel? Kenapa diserang lagi? Bukannya ketika aku menjadi tumbal desa itu akan aman?" Tanya caroline dengan sama panik nya. Argon tidak berani menjawab, ia hanya melirik ke arah kaisar nya dengan kebingungan.
Merasa tidak di jawab Argon, caroline berbalik bertanya kepada Lucifer dengan pandangan garang.
"Kenapa mereka diserang lagi? Seharusnya kau melindungi desa nikel bukan?.. mereka sudah memberikan tumbal untuk mu dalam bentuk aku? Lalu kenapa kau masih santai ketika tahu desa nikel diserang? Dimana tanggung jawab mu Lucifer?" Tanya caroline beruntun dengan nafas yang sudah naik turun menahan amarahnya.
"Sebegitu pentingnya kah kau dengan desa itu?" Tanya Lucifer datar.
"TENTU!!! Tentu penting..disana aku memiliki teman yang sudah ku anggap keluarga, karna mereka lah aku rela berada disini!" Ucap caroline dengan suara yang mulai serak menahan tangis nya.
"Aku mohon hiks! Aku mohon Lucifer!! Lindungi lah mereka.." runtuh sudah pertahan caroline, ia menangis memohon kepada Lucifer untuk keselamatan penduduk yang berada di desa nikel.
"Mereka bahkan tidak perduli dengan mu? Kenapa kau sangat perduli dengan mereka?" Tanya Lucifer lagi. Dia tidak habis pikir dengan gadis muda yang sudah berlutut seakan memohon kepada nya itu. Lucifer tahu bahwa gadis ini tidak lah orang yang dengan mudah nya berlutut di hadapan orang lain. Namun sekarang?
"Mereka hikss, mereka keluarga ku disini, Aku memiliki keluarga baru disana, jadi...hiks aku mohon Baginda!! Aku mohon!!"
"Bukan urusan ku, jika mereka memang sudah menjadi santapan para serigala itu." Ucap lucifer yang malah meminum teh nya dengan santai. Naik darah caroline dengan berdiri dia menunjukkan jari nya ke arah Lucifer.
"KAU KEJAM!! IBLIS YANG TIDAK PUNYA HATI!! MEMBUSUK LAH KAU DI NERAKA LUCIFER!!." Teriak caroline geram. Argon yang melihat itu bingung ingin melakukan apa, sedangkan Lucifer hanya diam menatap ke arah caroline yang sudah lepas kendali.
"APA KAU TIDAK DI AJARKAN ORANG TUA MU SEDIKIT KEBAIKAN HA? APA KAU TIDAK PERNAH DI AJARKAN UNTUK MEMAHAMI KEADAAN ORANG HA?? APA ORANG TU—"
"DIAM!!" Bentak Lucifer yang mana sekarang lebih mengerikan dari pada biasanya. Mata nya menghunus tajam. Ia menarik tangan caroline kasar dan mencengkram nya erat, dengan rahang yang mengeras menahan amarah.
Caroline diam dan terkejut dengan bentakan itu namun tidak membuat ia takut untuk membalas tatapan tajam Lucifer.
"Kau tidak tahu apa apa tentang aku, jadi tutup mulut sialan mu itu.." ucap lucifer dengan amarah yang berada di ubun ubun mencengkram rahang caroline.
"Bagiamana perilaku ku tidak ada sangkut pautnya dengan orang tua ku, kau paham!!" Tekan Lucifer pada rahang nya caroline. Caroline meringis kesakitan.
"Maaf!! A-aku akh hanya khawatir dengan akh mereka." Ucap caroline menahan sakit di rahang nya yang serasa ingin hancur karna cengkraman tangan Lucifer. Lucifer menatap caroline bengis lalu melepaskan cengkraman nya dengan kasar.
Caroline berusaha untuk nafas dengan normal, masih dengan sisa air mata di pinggir mata nya ia menatap ke arah Lucifer yang sudah berdiri melihat nya dengan tatapan tajam.
"Aku hanya ingin kau melindungi mereka sesuai dengan perjanjian yang ada.."
Ucap caroline dengan tersengal.
"Aku hanya ingin kau bertanggung jawab dengan perkataan mu Lucifer itu saja! Maaf, jika perkataan ku menyinggung mu." Lanjut caroline. Tidak ada balasan dari Lucifer.
"A-aku tahu kau marah, aku sama marah nya dengan kau Lucifer! Jadi aku harap kau mau menepati janjimu! Jika tidak.."
"Jika tidak apa?" Tanya Lucifer dingin.
"Jika tidak..! Mungkin aku bisa membunuhmu." Ucap caroline lantang.
"Hahaha serius kau ingin membunuh ku?" Tanya Lucifer. Lucifer kembali berjongkok den menatap ke arah mata caroline dalam.
"Jika aku melindungi mereka? Apa yang aku dapat kan?" Ucap lucifer dingin, yang mulai sudah bisa mengontrol emosi nya.
"Bukannya kau sudah mendapatkan ku sebagai tumbal mu?" Heran caroline.
Lucifer tersenyum miring. "Itu hal yang berbeda! Aku ingin hal yang lebih berarti!" Ucap lucifer.
"Kau benar benar iblis, Lucifer!" Bisik caroline yang masih di dengar oleh Lucifer.
"Ya itu aku!! Dan selamat, sekarang kau akan semakin terjerat dengan iblis ini CAROLINE JANE." Tekan Lucifer pada nama caroline.
"Dari mana dia mengetahui nama ku?" Ucap caroline dalam hatinya.
Seakan paham yang berada di pikiran caroline Lucifer mendekat.
"Tidak ada yang tidak ku ketahui di dunia ini, Carol!" Bisik Lucifer di telinga caroline. Lucifer bangkit dan menatap caroline yang terdiam dengan sekilas.
"Turunkan pada hewan pelacak dan para prajurit hitam untuk membunuh para serigala serigala itu!" Ujar Lucifer pada Argon dengan raut yang masih sama datar nya.
"Baik Baginda..!"
Argon langsung pergi dan melaksanakan perintah Lucifer. Tinggal lah Lucifer dan caroline di dalam ruangan tersebut. Keheningan pun terjadi.
"Terimakasih.." cicit Caroline pelan namun masih dapat didengar oleh Lucifer.
"Aku janji akan membalas perbuatan mu!" Lanjut caroline. Lucifer hanya diam, dengan kedipan mata ia menghilang entah kemana dan hanya menyisakan caroline sendiri diruang itu dengan terduduk lemah serta bekas air mata yang masih terlihat di pipi nya.
"Ma carol ingin pulang!" Lirih caroline pelan, dengan air mata yang lagi lagi turun tanpa diminta.
Bersambung....
[On Going]
BOOK STORY FANTASI 1
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Fu Jinlee
Terimakasih thor, bikin hari jadi lebih berwarna! 💕
2023-07-28
0
Fushito UwU
Wuih, plot twistnya nggak ada yang bisa tebak deh. Top deh, 👍!
2023-07-28
0