“Ma, pa tunggu Caroline pulang..
Caroline pasti akan kembali.”
†★†
Caroline tidak tahu dia berada dimana lagi sekarang, yang dapat dia lihat hanyalah sebuah kamar tidur yang cukup besar untuk dirinya seorang, dengan tirai berwarna merah yang berada di setiap tiang tempat tidur tersebut. Oh dan jangan lupakan lilin lilin yang minim pencahayaan nya.
Caroline hanya melihat kegelapan. Dia tidak dapat melihat dengan jelas keadaan sekitar nya. Ia bangun dan melangkah perlahan menuju jendela yang terbuka. Hembusan angin caroline rasakan, dia memejamkan matanya menikmati hawa dingin malam itu.
"Nona sudah bangun?" Caroline menoleh dan mendapati seorang perempuan yang umurnya lebih tua dari dia sedang menunduk hormat.
"Kau bertanya padaku?" Tanya caroline balik, dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Iya nona, mari ikut saya menemui Baginda! Dia sudah menunggu!"
Ucap pelayan tersebut.
"Tunggu! Sebelum nya boleh aku tahu siapa namu mu?" Tanya caroline lagi. Ya bukan caroline namanya jika tidak selalu menimbulkan pertanyaan pertanyaan yang kadang aneh, dan kadang waras.
"Saya liodra nona, saya adalah ketua pelayan di kastil ini." Jawab liodra anggun. Tunggu apa kata nya tadi? Kastil? Ini di kastil? Heran caroline.
"Kastil? Pfut—" Caroline menahan tawanya. "Kastil apa yang kau maksud? Hahaha jangan bercanda! Kau tahu, tadi aku di jadikan tumbal ke pria tampan, dan seharusnya aku sudah mati.." dengan
"Aku kira ini di dunia akhirat! Disini suram seperti tidak ada kehidupan." Lanjut caroline.
"Nona tidak seharusnya mengatakan seperti itu! Jika Baginda tahu nona akan di hukum!" Panik liodra, caroline yang masih tertawa berusaha menenangkan dirinya.
"Baiklah baiklah, siapa tadi? Em liodra kan ya?" Liodra mengangguk.
"Jangan panggil aku nona okey? Panggil aku Carol, kalau kata Cleo biar lebih akrab." Seru caroline lagi. Hah dia jadi merindukan teman nya itu, mau bagaimana pun dia adalah teman caroline yang kedua setelah mily, si elf kecil yang bisa terbang itu.
"T-tapi nona.."
"Eitsss no! Jangan panggil nona! C.A.R.O.L remember?" Ucap caroline yang tanpa sadar menyebut kan kalimat yang tentu membuat liodra bingung setengah hidup dan setengah mati.
"N-no? Apa itu non—, ah maksud mu Carol? Apa itu n-no?" Tanya liodra.
Caroline yang sadar langsung memukul jidat nya pelan. Ya dia sayang jidat euy mana mau dia mukul keras keras, licet jidat membahana nya nanti.
"Ah tidak tidak lupakan! Jangan kau pikirkan? Emm lebih baik kita bertemu Baginda yang kau maksud tadi!" Ucap caroline yang berusaha mengalihkan keadaan.
"Ah benar! Ayo Carol!" Ajak liodra yang menuntun caroline untuk keluar dari ruangan super gelap itu. Hah jika di ingat ingat, caroline sangat bodoh dan gegabah seharusnya dia tadi lompat dari jendela saja sebelum si liodra ini masuk.
†★†
Di ruangan yang gelap, dan hanya di sinari oleh cahaya bulan tampak seorang pria yang duduk di kursi kebesaran nya dengan gaya angkuh dan arogan. Hawa dingin menguap dari ruangan tersebut. Hening dan mencengkam semakin menambah kesan ya mengerikan di sana.
"Ayo masuk!" Teriak Argon yang mendorong beberapa pria yang sudah paru baya untuk berlutut di depan sang kaisar dari para raja raja yang berada di setiap daerah.
"Baginda! mereka ini adalah orang orang yang termasuk kelompok pemberontak yang ingin menggulingkan mu." Ucap Argon dengan santai nya meletakkan pedang milik nya di leher salah satu pria paru baya itu.
"Menggulingkan ku? Hah? Bodoh." Ucap lucifer datar. Ya benar, Lucifer adalah kaisar dari para raja raja di setiap daerah kekuasaan miliknya. Namun meskipun begitu masih ada saja tikus tikus kecil yang sangat suka mengusik dirinya.
"Bunuh mereka! Jangan ada sisa!" Ucap lucifer dengan tatapan yang dingin, penuh dendam dan sadis.
'SRING' bunyi sebuah pedang yang sudah memakan satu korban jiwa. Terlihat dengan jelas darah korban tersebut lengket di pedang yang tajam dan bersinar itu. Kepala dan badan terlepas menggelinding entah kemana, darah dimana mana. Lucifer yang melihat itu tersenyum menutup mata dan menghirup harum darah darah para penghianat yang berani melawannya.
'AAAAA' teriakan yang begitu memekakkan telinga, hingga membuat lucifer memegang telinga nya sakit. Berharap saja gendang telinga nya tidak pecah.
"LANCANG!! siapa yang tidak sopan berteriak di ruang kaisar!" Ucap argon murka dan berbalik menatap sang pelaku yang teriak teriak tidak tahu tempat.
Hening, tidak ada satu suara pun yang keluar. Argon dapat melihat di daun pintu terdapat dua orang wanita yang melihat kejadian itu dengan tatapan yang berbeda. Jika wanita satu bersikap biasa saja, beda hal nya dengan yang disamping wanita tersebut.
"Seperti nya dia yang berteriak." Batin Argon.
"Kamu! Yang berteriak, kemari! Lancang sekali!" Ucap Argon tegas.
Kedua wanita itu saling bertatapan sebentar lalu. "Apa aku akan dipenggal juga?" Tanya wanita ah tidak maksudnya tanya gadis muda yang tidak lain adalah caroline kepada liodra.
"Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk bersikap tenang Carol? Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan mu." Jawab liodra. Caroline menelan ludah nya kasar. Dan kembali menatap ke arah pria yang menyuruh nya mendekat.
"Aku tidak masalah dengan pria yang memanggil ku itu Lio, hanya saja..! Pria yang duduk di singgasana itu sangat mengerikan." Ucap caroline memucat.
"Kau dapat melihat wajah nya dikegelapan seperti ini Carol?" Tanya liodra.
"Y-ya tidak, tapi hawa nya gak enak banget!!" Seru caroline jujur.
"Apa lagi yang kau tunggu? Perlu aku menyeret rambut mu hingga kemari?" Seru pria itu lagi dengan lebih sarkas.
"Ah t-tidak tidak!! Aku akan kesitu sendiri, tenang tuan aku masih memiliki kaki..!" Ucap caroline yang mulai berjalan mendekati pria tersebut.
Argon dapat melihat dengan jelas penampilan caroline saat ini. Dalam benak nya ia berpikir tidak pernah bertemu dengan gadis semuda ini di kastil ini selama dia hidup bersama Lucifer.
"Kau yang berteriak?" Tanya Argon berusaha pasang wajah datar.
"I-iya.. habisnya kamu memenggal kepala orang gak kira kira si, emang mau di kurban kan kemana?" Tanya caroline dengan polos. Argon ternganga melihat jawaban gadis muda ini dan langsung menatap ke arah Lucifer yang hanya diam memandang dingin percakapan mereka berdua.
"Kau tidak takut? Kau lihat! Banyak darah disini, kepala mereka terlepas dan tidak kaget?" Tanya Argon heran.
"Hei, aku kaget!! Tapi lebih ke penasaran untuk apa mereka kepalanya di penggal? Untuk jatah kurban ke warga kah?" Tanya caroline. Wah hebat Argon tidak bisa berkata kata. Baru kali ini dia melihat ada seorang gadis aneh seperti caroline ini.
"Kau ini benar ben—"
"Hentikan Argon!" Ucap lucifer dingin. Caroline yang awal nya berfokus kepada pria yang sok sok an berwajah datar itu mengalihkan perhatian nya ke arah pria yang duduk di singgasana mewah dan indah itu dengan tatapan yang berbinar.
"Ya tuhan!!! Manusia tampan lainnya!!" Ucap caroline dalam hati memandang takjub ke arah parah Lucifer.
"Kau tampan! Boleh aku tahu nama mu?" Tanya caroline agak genit dengan mengedip kan salah satu matanya, alias mata nakal.
"Lancang mulut mu gadis muda!!" Geram Argon. Caroline tidak memperdulikan omongan Argon dan masih menatap Lucifer seakan minta jawaban.
Lucifer tersenyum miring, dan menyilangkan kakinya menatap caroline dingin tidak terbaca tanpa berminat berbicara sedikit pun.
"Kau tahu..aku hanya ingin tahu nama mu saja? Dan mengapa aku berada disini? Seharusnya kan aku tadi bersama dark angel dark angel itu!" Ucap caroline.
"Lucifer Levi'd Xenon." Ucap lucifer datar dengan tatapan yang tidak beralih dari caroline.
"Lucifer..?" Gumam caroline pelan.
"Astaga namanya mengerikan seperti orang nya..! Eh tunggu tunggu namanya tidak asing ditelinga ku?" Ucap caroline dalam hati berusaha mengingat. Argon yang melihat itu tersenyum remeh.
"Hah pasti dia takut." Batin Argon.
"ITU DIA!!" Teriak caroline yang lagi lagi membuat Argon menutup telinga nya, sedangkan Lucifer hanya menutup matanya, memudarkan rasa sakit dikepalanya akibat teriakan itu.
Caroline ingat sekarang, ingat dengan nama itu. Nama yang selalu lewat di beranda tok tik miliknya. Dulu sewaktu di dunia nya caroline selalu mendengar kan cerita cerita mantan para pemuja satanic yang selalu mengatakan Lucifer itu beginilah begitulah. Hingga caroline pun tahu dengan cerita perempuan yang hampir menjadi pengantin Lucifer.
"K-kau dark angel itu ya?" Tanya caroline memastikan. Ia ingat dulu di dunianya, nama Lucifer selalu di kaitkan dengan the dark angel. Dan mungkin saja dark angel yang di maksud ketua adat adalah Lucifer yang berada didepannya ini.
"Ya itu aku." Jawab Lucifer singkat.
"B-bukan seharusnya kau memakan ku? Atau membunuh ku?" Tanya caroline yang mulai dilanda rasa takut dalam dirinya. Tampan ia caroline akui dia tampan. Tapi mengingat pria yang di depan nya ini memiliki sayap ketika mengambil nya dari persembahan ritual membuat caroline merinding.
"Lucifer benar benar ada uy." Ucap caroline dalam hatinya.
"Awal nya iya, namun..! Dilihat lihat seperti nya aku ingin sedikit bermain main dengan mu." Caroline yang mendengar itu hanya bisa meringis meratapi nasib nya yang aduhai.
"Iss ngapain coba main main? Seperti anak kecil! Langsung aja bunuh aku gitu kek..! Ucap caroline tanpa sadar. Lucifer mengangkat alisnya dengan pandangan yang tidak lepas dari caroline. Dia bangun dari singgasananya yang indah itu dan turun melangkah mendekat ke arah caroline.
"Ya tuhan ya tuhan!! Kuat kan jantung hamba mu ini." Ucap caroline dalam hati yang semakin jelas melihat ketampanan lucifer.
Lucifer yang sekarang berada tepat didepan nya, hanya tersenyum miring melihat bagaimana takjub nya caroline melihat paras nya yang menawan itu.
"Aku menemukan satu manusia aneh, yang ingin dirinya sendiri dibunuh?" Ucap lucifer datar.
"Kau ingin kematian? Aku bisa memberikan nya? Tapi ingat! Kematian yang aku berikan dapat membuat mu lupa dengan nama mu sendiri." Caroline menelan ludah nya. Dan mulai memikirkan hal hal buruk yang akan terjadi jika dia dibunuh oleh Lucifer.
"Iya juga si!! jika aku mati aku bisa kembali ke dunia ku sih gak masalah, tapi iya kalau bener kedunia ku? Kalau enggak gimana.." ucap caroline dalam hatinya meragu.
"Hehe lucy...damai kita ya damai?" Ucap caroline dengan cengengesan santai nya membentuk jari nya menjadi huruf v.
"Hei kau ini benar benar tidak di ajarkan sopan santun sama orang tua mu ya? Dia itu kaisar !! Kaisar disini!!Seenaknya aja manggil nama begitu..!" Sudah habis kesabaran Argon yang melihat caroline dari tadi.
Bagai banteng yang lepas dari kandang, ingin rasanya Argon menerjang caroline lalu di buang ke kolam peliharaan dibelakang kastil.
"E-eh i-iya Baginda..! Maaf maaf saya udah lancang." Ucap caroline. Lucifer tidak berkata apa apa, dan jujur dia kaget ada orang yang sangat berani memanggil nya hanya dengan nama saja. Lucifer merasa ini merupakan penghinaan terbesar yang pernah ia alami. Apa tadi? Lucy? Hei dia bukan perempuan okey?
"Kau keterlaluan! Aku tidak bisa mengampuni mu..!" Ucap lucifer datar, caroline mulai gemetar ketakutan.
"Aduh caroline cari mati bener ah." Ucap caroline dalam hati yang saat ini sedang ketar ketir. Lain hal nya dengan Argon yang sudah mengucapkan kata 'rasakan' berulang kali dalam hatinya.
"Am-ampun luc-, eh Baginda!! Maksudku ku Baginda yang terhormat dan tergagah serta manusia paling tampan yang pernah aku temui!!.. ampuni lah aku yang hanya seekor kelinci kecil ini." Mohon caroline.
"Kelinci kecil? Kau merasa dirimu selucu itu kah?" Ucap lucifer pedas.
'Jleb' perkataan itu masuk ke hati caroline.
"Aduh kenak mental..!!" Batin caroline menjerit.
"Tapi sepertinya aku memang membutuhkan kelinci kecil ini sebagai pelayan pribadi ku.." ucap lucifer. Caroline langsung menatap Lucifer dengan pandangan cengoh.
"A-apa? Pelayan pribadi?" Tanya caroline tidak percaya.
Lucifer tidak menyahut dan menatap ke arah Argon yang sudah ternganga tidak percaya dengan perkataan yang keluar dari mulut Lucifer, kaisar nya itu benar benar tidak dapat di baca pikiran nya.
"Argon, dengar!! Mulai sekarang gadis ini adalah pelayan pribadi ku..kau beritahu apa saja tugas nya!!" Ucap lucifer menurunkan titah tanpa bisa di bantah.
"Ba-baik Baginda." Tegas Argon.
Setelah mengatakan itu Lucifer pergi meninggalkan ruangan yang masih terdapat caroline serta mayat yang sudah tidak berkepala di dalam nya.
Argon menatap ke arah caroline dengan tajam. Dan menghembuskan nafas nya pelan.
"Kenapa kerjaan ku semakin bertambah!! Pasti ini akan sangat merepotkan!" Gumam Argon yang frustasi dengan titah Lucifer. Argon merasa ia lebih baik membunuh seribu penghianat dari pada mengajari gadis yang ia sendiri tidak tahu siapa namanya.
Sedangkan caroline? Iya tarpaku, tidak bisa berkata kata. Niat nya ingin pulang malah semakin terjerat di dunia antah berantah ini. Apakah tuhan sebercanda itu dengan nya sekarang? Ya ampun dia benar benar bingung.
Bersambung...
[On going]
BOOK STORY FANTASI 1
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Ning Dhiroh
Karakternya hidup banget!
2023-07-26
0
𝑪𝒉𝒆𝒓𝒓𝒚🍒✨_
Thor pasti punya hati yang indah karena karya ini sangat emosional dan menyentuh. 🥺😭
2023-07-26
0