“Tidak ada hal yang menyenangkan di dunia ini selain darah, darah dan darah”
†★†
Caroline dengan langka seribu bayangan tanpa banyak ha hi hu langsung pulang kerumah. Sesampainya dihalaman rumah dapat caroline lihat banyak warga desa yang berkumpul disana. Caroline heran? Tentu!? Bukannya dia pergi tadi tidak ada orang yang berkumpul disini, itulah yang dia ucap dalam hati.
Caroline mendekat dan sekilas mendengar pembicaraan beberapa warga yang menutup jalan masuk ke pintu rumah.
"Mereka memiliki anak yang terkutuk, kesian anak nya! Karna perbuatan orang tua nya yang melawan hukum alam, anak yang menderita." Seru seorang warga pada warga satunya yang merupakan temannya.
"Ya namanya cinta, apa pun bisa di lakukan jika cinta!" Jawab temannya.
Caroline yang tidak paham pembicaraan kedua warga tadi hanya terus berjalan melewati kerumunan yang ada. Netra caroline terbelalak terkejut melihat Cleo, bibi ane dan sang suami sedang berlutut di tanah dengan genangan air mata di pelupuk mereka.
"Apa apaan ini!" Terbaik Caroline berlari mendekati mereka dan membantu berdiri.
Cleo yang mendengar suara Caroline mengangkat pandangan nya dan langsung bertatapan dengan mata caroline. Caroline melihat mata Cleo yang memerah seakan menahan Isak tangis dengan begitu keras nya.
"Apa yang terjadi Cleo?" Tanya caroline pelan. Cleo hanya diam dan malah meneteskan air matanya.
Tak caroline sangka akan berada di situasi yang membingungkan seperti ini. Padahal sebelum dia pergi, Cleo dan keluarganya baik baik saja.
"Hei anak muda, menjauh lah kamu dari keluarga terkutuk ini!" Caroline mengangkat pandangan mata yang awalnya melihat Cleo beralih ke seorang pria tua yang berdiri dengan bantuan sebuah tongkat.
"Jaga ucapan mu kakek tua!" Geram caroline.
"Hei!! Jaga mulut mu! Dasar perempuan tidak beretika.." seru pria lainnya.
"Apa kau tahu dia siapa ha? Dia adalah ketua adat di sini! Tidak seharusnya kau berkata tidak sopan kepada nya!" Sambung pria tersebut.
"Terus kenapa? Kenapa jika ketua adat? Apa seorang ketua adat memperlakukan manusia seperti seekor binatang ha?" Ucap caroline yang sudah berdiri dan membalas perkataan pria tersebut.
"Kau—!" Dapat caroline lihat pria tersebut marah dengan kalimat nya. Namun caroline acuh dengan hal itu.
"Gadis muda aku tidak tahu siapa kau, tapi mereka benar benar keluarga terkutuk.." ucap ketua adat tenang.
"Ane dan Rey mereka adalah sepasang kekasih yang melanggar hukum alam untuk tetap bersama, walaupun mereka tahu itu salah." Lanjut ketua adat itu.
"Maksudmu? Apa yang mereka lakukan hingga melanggar hukum alam yang kau maksud itu?" Tanya caroline penasaran.
"Rey adalah bangsa serigala sedangkan ane adalah bangsa manusia, yang mana menurut hukum alam nya, bangsa serigala dan manusia tidak boleh bersatu..!" Ketua adat menjelaskan nya kepada caroline yang tentu di dengar oleh banyak warga
"Itu adalah hukum yang sudah diterapkan nenek moyang kami! Bangsa manusia." Lanjut ketua adat tersebut.
"Lalu? Bukankah kau sebagai ketua adat sudah mengetahui hubungan mereka dari lama? Tapi kenapa?..Kenapa baru ini kau berkata hal yang sama sekali menurut ku tidak lah penting.."
"Karna kau tau kenapa?..Karna kau membongkar nya di saat mereka sudah memiliki Cleo sebagai buah hati mereka? Kenapa tidak di saat mereka baru tinggal disini tanpa ada kehadiran Cleo ha? Kenapa baru sekarang kau menghakimi mereka ha?" Tanya caroline berani. Ketua ada hanya diam dan menghela nafas panjang.
"Kau tidak paham gadis muda! karna kau pendatang baru yang kebetulan menumpang dirumah ane, tentu saja kau akan membela mereka.." jawab ketua ada itu.
"Aku sudah mengetahui tentang ane dan Rey yang melanggar hukum alam itu, tapi pada saat itu aku tidak mempermasalahkan nya karna menurut ku tidak akan ada yang sadar bahwa Rey adalah bangsa serigala!" Ujar ketua adat dengan menatap ane dan Rey dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Karna menurut ku! Cinta memang tidak bisa dihalangi.. dia dapat datang dan pergi sesuka hati! Dan cinta juga tidak mengenali dimana dia akan berdetak." Lirih ketua adat. Caroline yang mendengar itu lantas bungkam namun masih dengan perasaan yang teramat dongkol dengan ketua adat ini.
"Lalu? Kenapa kau menghakimi mereka? Padahal kau tidak mempermasalahkan mereka bersama?" Tanya caroline tajam. Ketua adat itu menatap ke arah caroline.
"Akhir akhir ini kawana serigala pemberontak sangat meresahkan desa nikel, jadi aku mengambil keputusan untuk melakukan ritual yang selalu dilakukan setiap tahun nya di desa ini." Jawab ketua adat.
"Ritual? Ritual apa?" Caroline yang penasaran pun kembali bertanya.
"Ritual nya adalah menumbalkan seseorang untuk kedamaian desa agar—"
"Kau gila ha? Menumbalkan?..Heii!! Mereka memiliki hak hidup, dan tentunya hak untuk menentang hal yang merugikan mereka!" Emosi caroline langsung berada di ubun ubun.
"Aku tahu! Aku tahu! Tapi apa daya ku gadis muda? Aku juga terbebani dengan ini semua." Dapat caroline lihat mata milik ketua adat itu mulai berkaca kaca.
"Ritual apa itu?" Tanya caroline datar. Cleo langsung menggeleng kan kepalanya seakan memberi isyarat jangan lakukan, ya entah lah Cleo seakan paham dengan apa yang akan di perbuat caroline dengan menanyakan pertanyaan seperti itu.
"Ritual ini sebenarnya selalu dilakukan setiap tahun, namun beberapa tahun belakangan ini tidak kami lakukan karna hati kami sakit melihat keluarga, teman, anak dan sanak saudara yang ditumbalkan.."
"Mungkin ini peringatan dari dark angel untuk kamu." Lanjut ketua adat itu.
"Apa ritual ini untuk si dark angel yang kau maksud itu?" Tanya caroline yang dibalas anggukan oleh ketua adat.
Dengan menarik nafas caroline pun mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan agar keluarga ane tetap selamat dari ritual itu. Namun seakan otak ya buntu tidak dapat menemukan jalan keluar apa pun.
"Aku tidak bisa membiarkan Cleo, ane dan suaminya menjadi tumbal ritual ini." Ucap caroline di dalam hati. Keheningan terjadi di sana hingga suara ledakan besar terjadi yang menimbulkan suara gemuruh yang amat mengerikan.
Para warga semakin ketakutan dengan kelangsungan hidup mereka. Begitu juga dengan ketua adat yang semakin terbebani dengan banyak nya teror yang terjadi.
"Apa itu tadi?" Tanya caroline.
"Itu adalah peringatan kepada kami! Karna kami sudah sangat jauh melanggar perjanjian..dulu sewaktu kami rajin melakukan ritual, desa nikel sangat aman dan tentram namun sekarang.."
Ucap ketua adat tidak mampu melanjutkan perkataannya.
Caroline yang mendengar itu semakin merasa bingung di kepalanya. Hingga angin segar dapat kembali ia hirup ketika mengingat sesuatu.
"Jangan tumbalkan ane, suaminya maupun Cleo!" Seru caroline dengan perasaan mantab.
"Lalu siapa? Siapa yang harus menjadi tumbal ritual?" Tanya ketua adat mulai frustasi.
Cleo menarik nafas nya dan kembali meyakinkan dirinya. "Aku yang akan menjadi tumbalnya." Ucap caroline
"TIDAKKK! JANGAN LAKUKAN ITU CAROL!" Teriak Cleo. Ane dan sang suami alias Rey pun terkejut dengan perkataan caroline. Begitu juga dengan ketua adat dan warga warga disana.
"AKU CAROLINE MENYERAHKAN DIRIKU SEBAGAI TUMBAL UNTUK DARK ANGEL, AGAR DESA NIKEL KEMBALI MENJADI AMAN DAN TENTRAM." Ucap Cleo lantang. Cleo yang mendengar itu semakin histeris menangis begitu juga dengan ane.
"Kau siapkan saja ritual nya! Jangan takut aku akan lari, karna aku selalu menepati janji ku!" Ucap caroline tenang. Ketua adat itu mengucapkan banyak banyak terimakasih dan mulai berlalu untuk segera menyiapkan ritual yang akan caroline lakukan.
Cleo yang semula berlutut langsung berdiri ketika pada warga mulai pada pergi meninggalkan halaman mereka.
"Apa yang kau lakukan Carol?"
Tangis Cleo turun tanpa bisa di tahan dengan memegang pundak teman nya itu.
"Aku melakukan yang memang harus aku lakukan Cleo! Anggap saja ini merupakan balas budi ku kepada kau dan keluarga mu yang sudah mau menampung ku." Jawab Carol memegang tangan Cleo.
"Lalu aku dengan siapa Carol? Siapa teman ku nanti?" Isak Cleo semakin Caroline dengar.
"Dengar Cleo! Jika kita suatu hari nanti ditakdirkan untuk bertemu lagi, kita pasti akan bertemu! Aku yakin itu, dan kau juga harus yakin!" Caroline mencoba menenangkan Cleo yang masih berderai air mata.
Hati ane teriris melihat itu, dan dengan perasaan sedih ia memeluk caroline dan Cleo seakan itu adalah pelukan pertama dan terakhir mereka. Rey yang juga berada disana hanya diam tidak tahu harus berbuat apa.
"Mungkin dengan cara ini aku bisa kembali ke dunia ku, mudah mudahan aku tidak salah mengambil langkah." Ucap caroline dalam hati.
†★†
"Seperti nya teror dari serigala pemberontak itu ada manfaat nya, benarkan adik?"
"Diam lah nathan! Kau sangat berisik." Ucap pria yang tak lain adalah lucifer dengan dingin.
"Baiklah baiklah! Seperti nya kau akan mendapatkan persembahan yang istimewa kali ini." Seru Nathan.
"Tidak ada yang istimewa! semua manusia sama! Kotor! Licik! Bahkan mereka lebih parah dari iblis sekali pun." Ucap lucifer datar.
"Hah kau seperti mengatai dirimu sendiri." Lucifer tidak melanjutkan pembicaraannya dengan Nathan, ia menghilang pergi entah kemana, bahkan Nathan pun tidak dapat mengetahui apa yang berada di dalam pikiran adik nya itu.
"Hah dasar!" Ucap Nathan.
Di satu sisi lain, tampak sudah banyak orang yang berkumpul dengan api yang besar berada di tengah mereka. Di samping api tersebut terdapat palang berbentuk salib, dan tali di setiap sisi palang tersebut.
Caroline yang baru saja datang mulai menatap ke arah palang salib yang akan menjadi tempat dia berada nanti. Ia juga melihat banyak cairan berwarna merah pekat di lima gelas yang melingkar dan di tengah nya terdapat simbol yang caroline tidak tahu maksud kegunaan simbol tersebut.
"Silahkan gadis muda, naiklah ke atas!" Ujar ketua adat. Ritual akan segera di laksanakan namun sebelum itu ia kembali menatap Cleo yang berada disampingnya.
"Bisakah sebelum aku menjadi tumbal meminta permohonan?" Tanya caroline.
"Tentu boleh, sangat boleh? Permohonan apa yang ingin kau katakan?" Tanya ketua adat tersebut.
"Aku ingin, ketika aku sudah tidak ada...kalian semua menghargai keluarga ane, dan juga jangan pernah mengungkit masa lalu mereka lagi.."
"Serta jangan jauhi Cleo!! temani dia layaknya manusia pada umumnya!" Ucap caroline. Cleo menatap caroline kaget dan merasa terharu secara bersamaan. Ia tidak menyangka caroline akan meminta permintaan seperti itu di akhir hayatnya.
"Baik akan kami lakukan." Jawab ketua adat dengan yakin. Caroline mengangguk dan kembali menatap Cleo tersenyum. Dengan langkah yang tegas ia berjalan menaiki plang salib tersebut.
Beberapa warga membantu caroline mengikat tangan nya di kanan kiri plang tersebut. Cleo yang tak sanggup melihat itu semua lagi dan lagi meneteskan air mata. Teman nya? Teman pertama nya? haruskah mati untuk melindungi keluarga nya? Seketika ia merasa menjadi pengecut. Ia malu dengan keberanian milik caroline yang tidak pernah memikirkan resiko apa pun.
"Dzum zagelaya Laya si hum, zrage halaya hu a ni ki re, eywa hazlu heregah matiry je angel dark—"
Caroline mendengar ketua adat yang mulai membacakan entah apa caroline pun tidak mengetahui nya.
Sangat aneh dan panjang uy sulit dicerna otak minim miliknya.
"Yang pasti bukan bahasa Korea kan ya?" Ucap caroline dalam hatinya. Setelah ketua adat membacakan kalimat itu, angin pun berhembus kencang.
Daun daun berterbangan. Api yang semula besar mati karna tiupan angin. Suara gemuruh terdengar menggetarkan telinga. Awan hitam mulai menutupi sang bulan.
Dari atas sini caroline dapat melihat sesuatu yang besar datang menghampiri nya, semakin dekat dan mendekat angin pun semakin kencang. Rambut caroline berterbangan. Matanya menyipit karna hembusan angin yang menerpa wajahnya.
Ketua adat yang melihat dark angel sudah datang tidak berani menatap dan hanya menundukkan kepalanya, begitu juga dengan warga desa yang berada di sana.
Caroline mulai perlahan menjelaskan penglihatan nya. Dan tampak lah seorang pria yang sedang berada didepan nya, menatap tajam layak seekor singa, dan hal yang mengejutkan adalah sayap? Pria ini memiliki sayap? Dimata caroline sayap itu indah walaupun hitam pekat, caroline menatap pria yang ia rasa adalah dark angel dengan tatapan penilaian.
Ingin rasa nya caroline melepaskan topeng yang pria itu kenakan, untuk melihat dengan jelas wajah milik nya. Saling tatap itu tidak terjadi lama, karna pria si dark angel itu melepaskan tali yang mengikat tangan caroline hanya dengan tatapan nya. Caroline yang hampir saja terjatuh langsung pinggang nya ditangkap oleh pria tersebut.
Caroline malu? Tentu saja? Ia merasa bahagia dan takut secara bersamaan? Bahagia di peluk oleh pria tubuh berotot, kenapa dia tahu? Hei caroline dapat merasakan nya dari luar sini. Dan takut karna mungkin hidup nya yang tidak akan lama lagi. Seperti nya misi dia untuk tetap bertahan hidup akan berhenti sampai disini.
Pria itu menatap caroline dingin, namun yang di tatap malah bersemu merah. Dengan gerakan cepat pria tersebut mengangkat caroline ala ala bridal style kalau kata gaul nya. Dan membawa nya terbang dengan secepat kilat.
"AAAAA.." teriak caroline yang merasa kaget tak siap dengan gerakan mendadak itu. Hah ini gara gara otot sialan pria ini, bikin caroline gagal fokus.
Pria tersebut tidak terpengaruh dengan teriakan caroline, dan semakin cepat melebarkan sayapnya. Dari bawah sini dapat caroline lihat rahang pria tersebut yang tegas dan hidung yang mancung, walaupun tertutup topeng caroline yakin pria ini, si dark angel ini pasti sangat tampan.
Jika seperti ini menjadi tumbal pria tampan, caroline dengan senang hati melakukan nya hehe. Aneh? Caroline memang benar seaneh itu geys, jika pada umumnya jika seseorang menjadi tumbal tentu dia akan takut dan menangis tersedu sedu karna akan meninggalkan dunia, tapi tidak dengan caroline. Dia mengakui jika ditakut tapi dia tetap menikmati nikmat Tuhan yang ia rasakan ini.
Bersambung...
[On going]
BOOK STORY FANTASI 1
Sepesial chapter karna lebih dari 2000 kata..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Grecia Amiel
Buat gak bisa berhenti baca!
2023-07-25
0