9

Jinan melajukan mobilnya kembali ke cafe setelah mengantar Alexa dengan selamat. Jinan memasuki cafenya dengan memutar-mutar kunci mobil ditangannya sembari bersenandung ria.

"Bahagia banget kayaknya bro." goda Rio melihat Jinan yang senyum-senyum sendiri sedari tadi.

"Sirik aja lo." ucap Jinan lalu duduk di meja kasir.

Jinan memainkan jemari ke telepon genggamnya. Nampaknya ia sedang mengetik sesuatu.

"Nanti malam nonton mau gak?" ketik Jinan pada layar handphone nya. Lalu ia mengirimkan pesan tersebut kepada Alexa.

Tak berselang waktu lama, handphone milik Jinan berdering tanda ada pesan masuk.

"Boleh." isi chat balasan dari Alexa yang sontak membuat Jinan tersenyum riang.

Rio yang penasaran pun mengintip dari belakang Jinan.

"Gercep amat lu bro, baru juga kenal." ledek Rio kepada Jinan.

"Karena hidup itu maju bro, bukan mundur." ujar Jinan dengan PD nya.

"Inget bro, dia bukan Alana. Gue harap lo deketin dia bukan karna dia punya wajah yang mirip dengan Alana." ucap Rio menasehati Jinan.

"Berisik lo. Gue mau cabut, urus aja cafenya." ucap Jinan lalu berdiri meninggalkan cafe.

...***...

Jinan sedang berdiri di depan ruangan bioskop menunggu Alexa sambil membawa 2 tiket di tangannya.

Dia terlihat bahagia karena bisa jalan berdua dengan Alexa. Alexa baru saja tiba di depan bioskop dengan dress berwarna cream dan rambut tergerai panjang. Langkahnya terhenti saat dia melihat Jinan yang berjarak cukup jauh sedang berdiri menunggunya.

Dia mengamati Jinan untuk waktu yang lumayan lama. Sejenak Alexa tiba-tiba berfikir apakah langkahnya dekat dengan Jinan adalah hal yang benar. Seperti yang dia tau, Jinan adalah kekasih Alana, saudara kembaranya.

Apakah Jinan mendekatinya karna benar tertarik dengannya, atau hanya karena Alexa mempunyai wajah yang sangat mirip dengan Alana, gadis yang sangat di cintai Jinan.

Bahkan Alexa tau seperti apa Jinan mencintai Alana hanya dari cerita Alana selama ini. Bagaimana mungkin seorang Jinan dengan mudah melupakan Alana lalu berpaling mendekati Alexa.

Tiba-tiba telepon genggam milik Alexa berdering, tertera nama Jinan di layarnya. Bukannya segera memencet tombol hijau, ia malah kembali memperhatikan Jinan dari tempatnya.

Merasa tak ada jawaban dari Alexa, Jinan pun memutuskan mengirim pesan kepada Alexa.

"Kamu di mana? Apa sudah sampai?"

Begitulah isi pesan dari Jinan yang tertera di notifikasi pesan whatsapp milik Alexa.

Alih-alih menghampiri Jinan, Alexa memutuskan berbalik arah dan pergi jauh meninggalkan bioskop tersebut.

"Apa terjadi sesuatu?"

"Apa perlu ku jemput?

"Kamu baik-baik saja kan?"

Sederet isi pesan dari Jinan untuk Alexa sebab film sudah di mulai tapi Alexa tak juga menampakkan dirinya.

Antara khawatir dan sedih lah perasaan Jinan saat ini. Jika Alexa tak bisa datang, mengapa Alexa tak membalas pesan nya?

Apakah terjadi sesuatu? Atau Alexa sengaja menghindarinya?

Setelah 2 jam Jinan menunggu, dengan perasaan sedikit kesal pun akhirnya Jinan memutuskan pergi dari tempat pemutaran film tersebut.

...***...

Keesokan paginya Jinan memutuskan pergi ke kampus Alexa untuk menemuinya. Setelah ia melihat chat yang ia kirim semalam tak mendapat respon apapun dari wanita yang baru ia kenal beberapa hari itu.

Jinan mencari ke sekeliling kampus yang lumayan besar itu, namun tak juga menemui apa yang ia cari.

"Permisi. Apa kamu kenal Alexa?" tanya Jinan kepada salah satu mahasiswi kampus tersebut.

"Alexa? jurusan seni?" mahasiswi tersebut malah balik nanya kepada Jinan.

"Saya kurang tau, tapi mungkin memang dia." jawab Jinan sedikit ragu.

"Coba kamu cek di ruang musik di sebelah sana." ujar mahasiswi menunjuk salah satu ruangan yang tak jauh dari tempat Jinan berdiri.

"Terimakasih." balas Jinan lalu berjalan menuju tempat yang di maksud.

Jinan berhenti bersandar pintu saat melihat Alexa dengan serius memainkan jemarinya menekan not piano di depannya.

Jinan mendengarkan dengan sesekali mata terpejam menikmati musik sendu yang di mainkan oleh Alexa.

Saat permainan selesai, Jinan bertepuk tangan untuk Alexa. Alexa sontak melihat ke sumber suara tepuk tangan tersebut. Betapa kagetnya dia saat melihat Jinan berdiri di depan pintu lalu mulai jalan perlahan ke arahnya.

Mata Jinan dan Alexa saling bertemu hingga Jinan berdiri tepat di depan Alexa.

"Permainan yang luar biasa." ucap Jinan memuji tangan lihat Alexa.

Tak ada respon apapun dari Alexa, bahkan sekedar ucapan terimakasih pun tak terlontar dari mulut mungilnya itu.

Alexa kemudian berdiri dan berniat ingin meninggalkan Jinan. Namun langkahnya terhenti saat tangan Jinan menahan tangannya.

"Apa kamu menghindariku?" tanya Jinan tanpa basa basi lagi.

"Apa aku ada salah sama kamu?" tanya Jinan kembali.

"Kita bahkan belum terlalu dekat, kenapa kamu terlihat begitu marah denganku?" ucap Jinan kembali saat tak mendapat jawaban dari semua pertanyaannya.

Alexa sontak menoleh dan melepas genggaman tangan Jinan.

"Kamu bahkan tau kita gak dekat, tapi kamu bertindak seolah-olah kita pernah mengenal sebelumnya." ucap Alexa.

Namun jawaban Alexa membuat Jinan menjadi semakin bingung.

"Aku tidak tau apakah ini perasaanku saja, atau memang ini yang sebenarnya terjadi." lanjut Alexa lagi.

"Aku gak tau apa niatmu mendekatiku. Apakah semata ingin mengenalku atau hanya karena aku punya wajah yang mirip dengan saudara kembarku." ucap Alexa sedikit menahan sesak di dadanya.

"Aku meyakinkan diriku sendiri untuk melangkah mendekatimu kemarin. Tapi sekeras apapun aku berfikir, aku tidak paham dengan isi hati dan otak kamu." lanjut Alexa kembali.

"Jika kamu ingin mengenalku lebih karena diriku sendiri, silahkan. Tapi jika kamu hanya melihat dari wajahku, tolong pergi dari hidupku. Karena aku tak mau hidup sebagai bayang-bayang siapapun, sekalipun itu saudara kembarku sendiri." ucap Alexa dan berlalu pergi meninggalkan Jinan yang masih terpaku dengan perkataan Alexa.

Jinan sendiri bahkan saat ini tidak yakin apa maksud dia mendekati Alexa. Jinan berusaha merenungkan apa yang Alexa katakan.

Apakah semuanya benar? Apakah di hati Jinan masih terukir nama Alana?

Terpopuler

Comments

tae Yeon

tae Yeon

Beberapa hari sudah bersabar, tolong update sekarang ya thor!

2023-07-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!