Kecelakaan Brodi

"Ya, mungkin juga anak itu. Salahnya sendiri pakai cari gara-gara segala," kata Rey sedikit kesal.

"Kok sewot sih?"

"Aku kesel aja sama orang yang sok pemberani, tanpa mikir panjang akibatnya," sahut Rey.

Tak terasa mereka sudah tiba di depan Restoran milik Rey.

"Terserah kamu ajalah, yang penting besok aku mau cari tahu tentang keadaan Brodi. Kasihan tau!" seru Yumna segera turun dari mobil Rey.

"Anak kayak gitu dikasihani, dia sendiri yang cari masalah kan?" sahut Rey tak mau kalah.

"Hei... Heiii.... Ada apa nih? Sudah datang telat, pakai bertengkar lagi!" ucap Shema yang baru keluar menemui mereka berdua.

"Abisnya nih orang jahat banget. Kayaknya ikut puas kalau lihat Brodi temanku celaka," jawab Yumna semakin kesal melangkah masuk ke dalam.

"Eh, Rey. Mana belanjaannya?" tanya Shema saat melihat Rey tak membawa apapun untuk dimasak.

"Waduh, jadi lupa kan gara-gara gak pulang ke rumah. Ya sudah, pake bahan seadanya aja!" sahut Rey ikut melangkah masuk.

"Kayaknya bakal tutup cepet nih," teriak Shema girang.

"Kenapa? Apa ada yang mau adain pesta lagi?" tanya Yumna mendekat ke arah Shema, masih dengan menggenggam kemoceng di tangannya.

"Pak bos lupa gak ambil belanjaan dari rumah. Jadi kita masak bahan seadanya aja, sisa bahan kemarin yang di kulkas."

"Kok bisa? Tumben pak bos jadi pelupa?" tanya Boni yang memunculkan badannya menembus tembok seperti biasa.

"Tanya tuh sama Yumna. Kayaknya gara-gara bertengkar sama dia tuh!" jawab Shema asal.

"Enak aja gara-gara aku. Tanya aja ke pak bos sendiri, memangnya siapa suruh gak pulang ke rumah dulu?"

"Kalau tanya pak bos, ya kita gak berani. Kayaknya cuma kamu yang berani nantangin pak bos berdebat, kita mah iya-iya aja daripada panjang ceritanya," sahut Jodi yang masih membereskan meja pemesanan.

"Tapi memangnya kalian dari mana? Kok sampai pak bos gak pulang?" Shema mulai mengintrogasi Yumna.

"Jadi, tadi tuh......."

"Sudah, ayo kerjakan yang bisa dikerjakan. Selain cuma ngomongin orang," kata Rey yang tiba-tiba nongol di balik pintu dapur.

"Tuh, pak bos mulai keluar taringnya," tunjuk Yumna ke arah Reyhan berada.

Mereka melanjutkan pekerjaannya sendiri-sendiri, tanpa berani membantah perintah Rey.

Benar perkiraan Shema sebelumnya, bahwa restoran akan tutup sebelum waktunya. Stok makanan sudah habis, sehingga para hantu banyak yang kecewa.

"Memang biasanya yang belanja Rey?" tanya Yumna saat membersihkan meja.

"Ya nggak mungkinlah. Pembantu di rumahnya yang belanja sesuai catatan yang dia berikan, trus baru dia bawa ke sini."

"Memangnya kalau kalian para hantu digaji nggak sih? Kok kalau pas akhir bulan, cuma aku aja yang terima gaji?" tanya Yumna lagi.

"Kita para hantu mah, dah gak butuh duit kali. Kita cuma butuh teman, dan melakukan kegiatan sambil menunggu waktu kita untuk menuju alam selanjutnya," jelas Shema.

"Memang kenapa kalian masih tertahan di dunia ini?"

"Kalau aku..... , karena korban pembunuhan. Dulu mayatku dibuang ke sungai, setelah mereka berhasil menodaiku. Jadi gak tau dimana sekarang aku bisa menemukannya," jawab Shema tertunduk sedih.

"Lalu kenapa bisa ketemu Rey?"

"Aku menyusuri aliran sungai itu, lalu aku bertemu Rey kecil yang sedang asik bermain di pinggirnya."

"Terus?"

"Waktu itu baby sister nya lengah, saat Rey melihatku di seret oleh makhluk besar penunggu sungai itu. Rey kecil dengan berani menantangnya, dan kemudian berhasil mengalahkannya."

"Kok bisa?"

"Padahal dia cuma mengancam aja dengan logat cadel khas anak-anak. Tapi entah kenapa si makhluk besar itu mundur dan melepaskan aku," cerita Shema menerawang mengingat awal pertemuannya dengan Rey dahulu.

"Dapur sudah selesai. Ayo pulang!" ajak Rey menarikku pelan yang masih mengelap meja.

"Shema, tolong ya!"

"Tapi pak bos?"

"Kamu ingat nggak kenapa mulutmu bisa sobek?"

"Ingatlah, karena aku terlalu banyak ngomong sampek pembunuhnya geram dan menyobeknya," jelas Shema.

"Nah, tuh inget. Karena kamu banyak omong, jadinya Yumna ikutan belum selesai. Sekarang lanjutkan ya!" perintah Rey.

"Yahh, kok gitu."

"Kamu pulang dulu aja, Rey. Aku bantu mbak Shema dulu," sahut Yumna merasa tak enak kalau Shema menanggung sendiri perbuatan mereka berdua.

"Sudah, Yumna. Kamu pulang saja! Aku lega bisa punya teman cerita, jadi biar aku saja yang menyelesaikannya," kata Shema tersenyum menunjukkan deretan gigi yang berlumuran darah.

"Jangan tersenyum, Mbak. Ngilu lihatnya, kayak lagi kena gusi berdarah kurang vitamin C aja," jawab Yumna meringis.

"Ah, bisa aja kamu tuh. Dah pulang sana, tuh dah ditungguin pak bos. Sebelum keluar lagi taringnya," bisik Shema agar tak terdengar Rey yang berdiri di depan pintu masuk.

"Iya deh, makasih ya. Maaf!" seru Yumna sambil berlari menghampiri Rey.

****

Pagi ini Yumna sudah berdandan rapi untuk menemui Rey yang menjemputnya ke rumah. Dia berusaha tampil maksimal, dan tak mau terlihat kusut meskipun matanya masih terasa ngantuk.

"Pagi, Rey!"

"Hemm," jawab Rey dingin seperti biasanya.

"Nanti pulang sekolah, aku mau cari tahu tentang keadaan Brodi. Kalau kamu gak berminat, gak usah jemput gak apa-apa," kata Yumna.

"Hemm," jawab Rey lagi.

Sudah tak ada percakapan apapun sampai mereka tiba di sekolah.

Baru menginjakkan kaki masuk ke kelas, Yumna melihat Brodi masih duduk di tempatnya. Dia sedang menunduk, dan tak ikut bergabung dengan para kelompok bandelnya.

Tapi Yumna cukup lega, dan segera menganggap pandangan Rey salah tentang anak yang mengalami kecelakaan kemarin.

Seperti biasa, Yumna duduk di kusinya, dan langsung mengeluarkan buku untuk dibaca sejenak. Waktunya di rumah tak cukup banyak untuk belajar, jadi sebisa mungkin saat ada waktu kosong dipakainya untuk belajar.

Selesai semua pelajaran, Yumna hendak beranjak untuk pulang. Karena dia merasa tak ada yang harus dicari tahu tentang Brodi. Meskipun sebenarnya, dia sedikit asing dengan sikap Brodi yang terus diam dan menunduk dari pagi.

Brodi anak yang iseng, dan tak akan membiarkan kesempatan sedikitpun untuk menjahili teman-temannya. Yumna masih mengamati Brodi, saat tiba di depan pintu kelas.

"Eh, Yumna ikutan nggak? Kita mau menjenguk Brodi nih!" seru Mifta mengagetkannya.

"Brodi? Memang dia kenapa? Bukannya dari tadi dia di si....tu?" tunjuk Yumna pada bangku yang terlihat kosong, saat pandangan matanya sempat teralihkan oleh panggilan temannya.

"Di situ dimana? Orang dari tadi Brodi gak masuk kok. Dia kecelakaan parah kemarin," seru Mifta yang sempat membuat Yumna sedikit terkejut.

"Trus gimana keadaannya?" tanya Yumna ingin segera menjenguknya, karena merasa ada sesuatu yang tak wajar.

"Dia lagi koma di rumah sakit, makanya ayo kita ke sana," ajak Mifta.

Terpopuler

Comments

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Owalah Koma belum miniggal,apakah bisa sehat lagi si Brodi

2024-05-12

1

Isni Nursery

Isni Nursery

jd inget drakor hotel del luna, keren

2021-11-29

2

Diana Sujito

Diana Sujito

bagus thor cerita ny

2021-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 Tawaran Kerja Untuk Yumna
2 Pilihan Yang Berat
3 Hari Pertama Bekerja
4 Perjalanan Membantu Risma
5 Penemuan Jasad Risma
6 Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7 Pertemuan Santi dan Toni
8 Perpisahan Risma
9 Pencarian di Rel Kereta
10 Penemuan Tangan Santi
11 Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12 Kisah Lampau Rey
13 Keisengan Brodi
14 Kecelakaan Brodi
15 Menjenguk Brodi
16 Bertemu di Alam Lain
17 Permintaan Maaf Brodi
18 Ke Rumah Korban Kecelakaan
19 Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20 Menemui Keluarga Meyta
21 Ke Bank Mayara
22 Penjebakan Bimo
23 Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24 Saingan Rey Untuk Yumna
25 Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26 Penemuan Mayat Leila
27 Hubungan Rey dan Yumna
28 Kakek Tua Misterius
29 Penemuan Mayat Kakek
30 Suami Kinan ke Restoran
31 Pertemuan Kinan dan Suaminya
32 Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33 Pencarian Rey ke Makam
34 Pengakuan Orang Tua Canda
35 Kematian Aneh Robert
36 Mencari Tahu Kasus Robert
37 Ungkapan Perasaan Rey
38 Kisah Tragis Robert
39 Pertolongan Untuk Novi
40 Penangkapan Ravon
41 Perpisahan Robert
42 Rumah Sakit Misterius
43 Pencarian Kamar Bersalin
44 Makhluk Dari Kamar Mayat
45 Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46 Kedekatan Rey dan Yumna
47 Kepindahan Novi
48 Gangguan Rumah Baru Novi
49 Rumah Baru Penuh Misteri
50 Penemuan Di Rumah Novi
51 Perjalanan Mimpi Yumna
52 Pertolongan Om Barjo
53 Menjenguk Bu Mey
54 Pengakuan Kepada Nek Kip
55 Rencana Perlawanan 1
56 Rencana Perlawanan 2
57 Pasukan Tak Kasat Mata
58 Malam Keramat
59 Penumbalan Oleh Praja
60 Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Tawaran Kerja Untuk Yumna
2
Pilihan Yang Berat
3
Hari Pertama Bekerja
4
Perjalanan Membantu Risma
5
Penemuan Jasad Risma
6
Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7
Pertemuan Santi dan Toni
8
Perpisahan Risma
9
Pencarian di Rel Kereta
10
Penemuan Tangan Santi
11
Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12
Kisah Lampau Rey
13
Keisengan Brodi
14
Kecelakaan Brodi
15
Menjenguk Brodi
16
Bertemu di Alam Lain
17
Permintaan Maaf Brodi
18
Ke Rumah Korban Kecelakaan
19
Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20
Menemui Keluarga Meyta
21
Ke Bank Mayara
22
Penjebakan Bimo
23
Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24
Saingan Rey Untuk Yumna
25
Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26
Penemuan Mayat Leila
27
Hubungan Rey dan Yumna
28
Kakek Tua Misterius
29
Penemuan Mayat Kakek
30
Suami Kinan ke Restoran
31
Pertemuan Kinan dan Suaminya
32
Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33
Pencarian Rey ke Makam
34
Pengakuan Orang Tua Canda
35
Kematian Aneh Robert
36
Mencari Tahu Kasus Robert
37
Ungkapan Perasaan Rey
38
Kisah Tragis Robert
39
Pertolongan Untuk Novi
40
Penangkapan Ravon
41
Perpisahan Robert
42
Rumah Sakit Misterius
43
Pencarian Kamar Bersalin
44
Makhluk Dari Kamar Mayat
45
Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46
Kedekatan Rey dan Yumna
47
Kepindahan Novi
48
Gangguan Rumah Baru Novi
49
Rumah Baru Penuh Misteri
50
Penemuan Di Rumah Novi
51
Perjalanan Mimpi Yumna
52
Pertolongan Om Barjo
53
Menjenguk Bu Mey
54
Pengakuan Kepada Nek Kip
55
Rencana Perlawanan 1
56
Rencana Perlawanan 2
57
Pasukan Tak Kasat Mata
58
Malam Keramat
59
Penumbalan Oleh Praja
60
Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!