Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna

"Mbak Santi? Tangannya sudah balik lagi?" tanya Yumna mencoba menyentuhnya dengan perlahan.

"Teimakasih ya, berkat kalian aku jadi bisa menemukan tulang lenganku. Tadi keluargaku sudah dihubungi. Mereka langsung datang untuk segera menguburkannya bersama badanku yang lainnya."

"Syukurlah kalau begitu, sekarang sudah tenang dong? Eh, dimana Toni?" tanya Yumna sambil celingukan mencari.

"Sudah tenang sih, tapi kami mau minta ijin untuk mengadakan pesta bersatunya kembali aku dan Toni di restoranmu. Gimana, boleh nggak?" pinta Santi terus memohon.

"Bilang bosnya, dong. Aku sih cuma ngikut aja. Memang acara seperti apa itu?" tanya Yumna yang baru tahu.

"Ya kalau masih jadi manusia, semacam acara pernikahan gitu. Gimana, Bos?" tanya Santi menghadap Rey yang hanya melihat pembicaraan Santi dan Yumna dari tadi.

"Sudah jadi hantu aja minta acara pernikahan. Terserahlah, asal gak ganggu tamu yang lain!" ucap Rey kaku seperti biasa.

"Ya sudah, mbak Santi sekarang ke resto aja. Di sana sudah ada mbak Shema yang bisa membantu persiapan acaranya. Oh iya, tolong bilang ke dia buat mempersiapkan meja spesialnya ya," jelas Yumna.

"Gak perlu yang spesial lah, aku cuma pengen standing party aja nanti," jawab Santi merasa tersanjung.

"Bukan buat kalian. Ada tamu spesial lainnya yang tadi bantuin temukan tulangmu," jawab Rey sebelum Yumna sempat menjawabnya.

"Wah, terlanjur GR nih. Tapi gak apalah, sekalian nanti berterimakasih sama dia. Kalau gitu, nanti ketemu di sana ya. Daaahh.....!!" ucap Santi langsung menghilang menembus tembok rumah sakit.

Mereka melanjutkan menyusuri lorong lagi. Tak lama kemudian, sampailah mereka di depan pintu kamar nenek Yumna. Segera salam terucap setelah Yumna membuka pintunya.

"Nek, gimana keadaannya?" kata Yumna masuk ke dalamnya.

"Ini sudah boleh pulang kok," jawab nenek Kip segera memeluk cucu kesayangannya, saat sudah mulai mendekat ke arahnya.

"Tadi ibu mau telepon kamu. Eh, ternyata ibu lupa belum memasukkan nomornya ke sini," sahut bu Nuri menunjukkan telepon genggam miliknya.

Yumna dan bu Nuri saling bertukar nomor, sebelum membereskan semua barang untuk dibawa pulang.

"Kita pesan taksi online saja ya. Kan nenek Kip juga baru aja sembuh," usul bu Nuri.

"Trus sepeda motor ibu gimana?" tanya Yumna.

"Ya nanti biar ibu yang membawanya pulang, kamu naik taksi sama nenek."

"Kalau nenek Kip naik ke mobil saya boleh gak?" ucap Rey mencoba menawarkan diri.

Semua menyetujui usul Rey, agar bisa segera pulang sampai ke rumah. Sedangkan Yumna berencana menemani bu Nuri mengendarai motor matic nya, karena suasana sudah mulai gelap dan senyap.

Saat keluar menuju koridor rumah sakit, Yumna dan Rey melihat Tina yang masih menunggu di sana.

"Rey, gimana? Aku baru inget kalau janji mau bantu dia," bisik Yumna setelah menarik telinga Rey agar bisa mendekat ke arah mulutnya.

"Aduh, sakit tau! Iya juga ya, sebentar!" jawab Rey ikut berbisik.

"Maaf semuanya, boleh kita duduk sini sebentar? Kakiku sedikit kram," alasan Rey agar bisa berkomunikasi melalui batinnya sejenak.

Tak lama dia memejamkan mata, hantu Tina sudah berjalan mengesot mendekat ke arahnya. Rey membantu Tina agar segera naik ke troli rumah sakit, yang berisi barang pasien untuk di bawa ke arah parkiran. Sedangkan Yumna, mengalihkan pembicaraan bu Nuri dan nek Kip agar tak melihat usaha Rey.

"Sudah, ayo kita langsung ke parkiran mobil saja," ucap Rey yang lupa sama alasan kakinya yang sebenarnya tak pernah merasa sakit.

"Sudah sembuh kakinya?" tanya bu Nuri.

"Sudah, Bu."

Yumna hanya tersenyum geli memandang wajah Rey yang kelabakan lupa beralasan.

Perjalanan malam ini bisa dilewati tanpa ada hambatan apapun sampai ke rumah. Dan bu Nuri segera pamit, setelah nenek Kip sudah dibaringkan untuk istirahat di dalam kamarnya.

"Aku pulang ya, nanti ku jemput seperti biasa," kata Rey yang sudah mulai lembut pada Yumna.

"Rey, boleh ku tanya sesuatu?"

"Apa?" tanya Rey menghentikan langkah kakinya.

"Kenapa kamu baik sama aku? Sama nenekku juga?"

"Gak usah GR, aku tak pernah baik sama siapapun," jawabnya singkat dan segera pergi meninggalkan Yumna, sebelum dia sempat mengucapkan rasa terimakasihnya.

Seperti biasa, Yumna memanfaatkan waktunya untuk istirahat sejenak sebelum waktu berangkat bekerja. Dan tepat setelah alarm kerjanya berbunyi, dia harus segera bersiap agar Rey tak terlalu lama menunggunya.

Panggilan di handphone milik Key berdering. Dan tertera nama "Rey" di sana.

"Iya, sebentar lagi aku keluar!" ucap Yumna berbisik sebelum Rey berkata apapun dalam panggilannya.

Yumna mengintip nenek Kip yang masih tertidur pulas di tengah malam ini. Mungkin itu salah satu efek dari obat yang tadi diminumnya.

Pelan-pelan, Yumna menyelinap keluar dari rumahnya.

"Hayooo, mau kemana? Ihiiihiiii.......," tanya mbak Susi penunggu pohon nangka.

"Kerja, Mbak. Aku nitip nenek, ya. Kalau ada yang punya niat jahat, ketawa aja di sebelah telinganya. Okey!" kata Yumna mengarahkan jempol tangan kanannya.

"Bereslah, tapi jangan lupa bawakan makanan dari sana ya."

"Terimakasih," jawab Yumna mengerlingkan sebelah matanya tanda setuju.

"Maaf Rey, agak lama soalnya harus cek nenek dulu."

Yumna sedikit merasa takut, kalau Rey akan marah karena menunggu dia terlalu lama.

"Nenek gimana? Sudah sehat?" perhatian Rey pada nenek, yang sempat membuat Yumna lebih kagum lagi padanya.

"Kamu gak marah?"

"Ditanya malah balik tanya!" jawab Rey melajukan mobilnya.

"Oh, nenek sudah lebih sehat. Beliau keluarga satu-satunya dan paling berharga untukku. Jadi aku akan berusaha menjaganya, agak bisa lebih lama bersamanya," ucap Yumna membuat Rey sedikit terharu.

"Jaga nenekmu, jangan buat beliau kecewa sedikitpun!" jawab Rey.

"Ehmm, boleh aku tanya sama kamu?" tanya Yumna yang sudah tak tahan memendam rasa penasarannya.

"Tanya apa?"

"Kenapa kamu sepertinya peduli sekali sama nenekku. Apa kamu juga punya nenek?" tanya Yumna pelan-pelan berusaha menata kata.

'Ciiiiiiiiiitttt........'

Suara rem mobil Rey berdecit keras, tanda bahwa mobil dihentikan secara mendadak.

"Rey!! Kamu kenapa? Untung jalanannya sepi, coba kalau ramai pasti.....," kata Yumna terputus saat Rey memeluk tubuhnya.

Terdengar suara seseorang yang dengan sengaja menahan tangisannya. Ada sebuah usapan yang dirasakan Yumna di pelupuk mata milik Rey.

"Rey, kamu gak apa-apa?" tanya Yumna kaku, tak berani bergerak sedikitpun.

"Pinjam pundaknya sebentar!" ucap Rey melanjutkan posisi diamnya dalam pelukan Yumna.

Setelah beberapa saat, Rey melepas pelukan itu. Dan segera mengambil tisu yang selalu ada di dashboard mobil miliknya.

Meski tak nampak tangisan Rey oleh Yumna, tapi Yumna merasa kalau Rey sudah mengeluarkan air mata di pundaknya.

"Kenapa? Kamu baik-baik saja kan?" tanya Yumna memberanikan diri mengusap punggung Rey.

"Kamu tahu, kenapa aku susah payah membuka restoran khusus para makhluk tak kasat mata?"

"Entahlah, mungkin karena uang keluargamu terlalu banyak dan bingung buat menghabiskannya," jawab Yumna.

"Itu mungkin bisa jadi alasan ke sekian. Tapi nenekku lah penyebab utamanya," jawab Rey membuat Yumna semakin tak mengerti.

Terpopuler

Comments

Bunda Silvia

Bunda Silvia

inget key mulu thor kalau salah ketik nama peran hehehe

2024-05-08

2

Yatmi Sugiarti

Yatmi Sugiarti

seru menghibur saling tolong menolong bagus...

2022-12-09

0

aflanufi

aflanufi

Yumna Thor bukan Key,
kalo Key emaknya Aish, nanti dimarahin sama Haikal.
lanjut thor

2022-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 Tawaran Kerja Untuk Yumna
2 Pilihan Yang Berat
3 Hari Pertama Bekerja
4 Perjalanan Membantu Risma
5 Penemuan Jasad Risma
6 Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7 Pertemuan Santi dan Toni
8 Perpisahan Risma
9 Pencarian di Rel Kereta
10 Penemuan Tangan Santi
11 Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12 Kisah Lampau Rey
13 Keisengan Brodi
14 Kecelakaan Brodi
15 Menjenguk Brodi
16 Bertemu di Alam Lain
17 Permintaan Maaf Brodi
18 Ke Rumah Korban Kecelakaan
19 Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20 Menemui Keluarga Meyta
21 Ke Bank Mayara
22 Penjebakan Bimo
23 Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24 Saingan Rey Untuk Yumna
25 Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26 Penemuan Mayat Leila
27 Hubungan Rey dan Yumna
28 Kakek Tua Misterius
29 Penemuan Mayat Kakek
30 Suami Kinan ke Restoran
31 Pertemuan Kinan dan Suaminya
32 Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33 Pencarian Rey ke Makam
34 Pengakuan Orang Tua Canda
35 Kematian Aneh Robert
36 Mencari Tahu Kasus Robert
37 Ungkapan Perasaan Rey
38 Kisah Tragis Robert
39 Pertolongan Untuk Novi
40 Penangkapan Ravon
41 Perpisahan Robert
42 Rumah Sakit Misterius
43 Pencarian Kamar Bersalin
44 Makhluk Dari Kamar Mayat
45 Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46 Kedekatan Rey dan Yumna
47 Kepindahan Novi
48 Gangguan Rumah Baru Novi
49 Rumah Baru Penuh Misteri
50 Penemuan Di Rumah Novi
51 Perjalanan Mimpi Yumna
52 Pertolongan Om Barjo
53 Menjenguk Bu Mey
54 Pengakuan Kepada Nek Kip
55 Rencana Perlawanan 1
56 Rencana Perlawanan 2
57 Pasukan Tak Kasat Mata
58 Malam Keramat
59 Penumbalan Oleh Praja
60 Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Tawaran Kerja Untuk Yumna
2
Pilihan Yang Berat
3
Hari Pertama Bekerja
4
Perjalanan Membantu Risma
5
Penemuan Jasad Risma
6
Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7
Pertemuan Santi dan Toni
8
Perpisahan Risma
9
Pencarian di Rel Kereta
10
Penemuan Tangan Santi
11
Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12
Kisah Lampau Rey
13
Keisengan Brodi
14
Kecelakaan Brodi
15
Menjenguk Brodi
16
Bertemu di Alam Lain
17
Permintaan Maaf Brodi
18
Ke Rumah Korban Kecelakaan
19
Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20
Menemui Keluarga Meyta
21
Ke Bank Mayara
22
Penjebakan Bimo
23
Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24
Saingan Rey Untuk Yumna
25
Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26
Penemuan Mayat Leila
27
Hubungan Rey dan Yumna
28
Kakek Tua Misterius
29
Penemuan Mayat Kakek
30
Suami Kinan ke Restoran
31
Pertemuan Kinan dan Suaminya
32
Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33
Pencarian Rey ke Makam
34
Pengakuan Orang Tua Canda
35
Kematian Aneh Robert
36
Mencari Tahu Kasus Robert
37
Ungkapan Perasaan Rey
38
Kisah Tragis Robert
39
Pertolongan Untuk Novi
40
Penangkapan Ravon
41
Perpisahan Robert
42
Rumah Sakit Misterius
43
Pencarian Kamar Bersalin
44
Makhluk Dari Kamar Mayat
45
Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46
Kedekatan Rey dan Yumna
47
Kepindahan Novi
48
Gangguan Rumah Baru Novi
49
Rumah Baru Penuh Misteri
50
Penemuan Di Rumah Novi
51
Perjalanan Mimpi Yumna
52
Pertolongan Om Barjo
53
Menjenguk Bu Mey
54
Pengakuan Kepada Nek Kip
55
Rencana Perlawanan 1
56
Rencana Perlawanan 2
57
Pasukan Tak Kasat Mata
58
Malam Keramat
59
Penumbalan Oleh Praja
60
Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!