Pertemuan Santi dan Toni

"Mbak Santi, kemana aku harus cari tanganmu? Gini aja ya, aku mau berangkat kerja sekarang. Aku kerja di restoran yang khusus menyajikan makanan untuk para hantu yang masih berkeliaran di dunia. Silahkan kalau mau ikut, tapi kalau mau cari tanganmu aku gak janji ya," kata Yumna mencoba membuatnya lega.

"Tapi aku tak akan bisa tenang, kalau tanganku belum dikubur bersama ragaku yang lain," ucapnya bersikeras.

Belum sempat menjawab, telepon genggam Yumna mulai berbunyi. Masih dengan nama Rey yang tertera, karena cuma dialah kontak yang dia punya.

"Share lokasi, sekarang!" perintah Rey langsung menutup sambungan, tanpa menunggu jawaban dari Yumna.

"Hiiiihhh! Coba kalau aku gak butuh duit, pasti dah menjauhi makhluk mengerikan seperti dia," gumam Yumna.

"Apa ada makhluk yang lebih mengerikan daripada saya?" tanya Santi.

"Bosku itu, makhluk paling mengerikan yang pernah aku temui!" ucap Yumna kesal, sambil mengirim lokasi rumahnya.

"Tubuhnya hancur juga kayak saya?" tanya Santi lagi.

"Tubuhnya sih utuh, tapi hatinya yang hancur. Selalu bikin orang sebel," jawab Yumna.

'Tiiiiiinn......'

Suara mobil terdengar di luar. Membuat Yumna segera berlari, padahal lokasi baru saja dikirim.

"Cepet banget?" tanya Yumna masuk ke dalam mobil, setelah mengunci semua pintu dan jendela rumah.

"Masuk mobil! Siapa itu?" tanya Rey tanpa basa basi.

"Oh, itu nama ya mbak Santi. Dia nempel saat kita melewati rel kereta api tadi. Katanya mau minta tolong buat cari tangannya, gimana? Boleh ikut ke resto dulu gak, terus besok kita cari tangannya?" tanya Yumna meminta ijin.

"Kita? Kamu sendiri ajalah! Daripada disuruh bayar uang lemburmu lagi," kata Rey memandang ke hantu wanita yang masih berdiri di depannya.

"Gak usah dibayar lembur gak masalah, daripada dia ngikut terus!" sahut Yumna cepat.

"Terserah dia mau ikut ke resto atau nggak, cepat kamu masuk!" perintah dingin Rey seperti biasa.

Mobil berjalan menuju restoran milik Rey, dan Santi pun mengikuti dari belakang.

"Waaaoow, bagus juga restorannya!" kata Santi takjub.

"Berisik, kalau mau makan nanti jam dua belas," ucap Rey masuk ke dalam.

"Ayo masuk, Mbak. Itu Rey bos aku, memang kayak gitu orangnya," kata Yumna mengajak Santi.

"Itu yang kamu maksud makhluk paling mengerikan?" tanya Santi.

"Iya bener, dia makhluk paling dan sangat mengerikan dari semua makhluk yang pernah aku temui," jawab Yumna tak sadar kalau Rey berdiri di belakangnya.

"Siapa maksudmu? Ayo cepat kerja, jangan kebanyakan ngobrol!" perintah Rey mengejutkan Yumna.

"Menu hari ini apa?" tanya Yumna saat akan mengganti tulisan di papan menu harian.

"Rendang daging sapi, sesuai request tamu spesial malam ini!" ucap Rey dari dalam.

"Oh iya, hari ini mas gondrong mau datang ya?" tanya Yumna, tapi tak ada jawaban.

"Mas gondrong siapa?" tanya Shema mendekati Yumna yang masih membersihkan tempat duduk pelanggan.

"Ow, makhluk berambut hitam lebat di sekujur tubuhnya. Aku panggilnya mas gondrong aja, he....," jawab Yumna tertawa garing.

"Cakep nggak? Kok sampai jadi tamu spesial?" tanya Shema masih penasaran.

"Dia nanti datang sama pasangannya. Dia dah nolong aku sama Rey saat membantu Risma tadi. Eh, Risma dah akrab sama mbak Santi?" tanya Yumna saat melihat mereka berdua duduk di kursi paling ujung, dekat tempat piano klasik berdiri.

"Mbak Santi ini dulu tetanggaku. Dia menabrakkan dirinya di atas rel kereta api, saat baru putus sama mantan pacarnya trus ditinggal menikah," jelas Risma.

"Yaelah, mbak. Kalau putus mah cari lagi, jangan terlalu bucin sama cowok!" kata Shema.

"Sebentar lagi makanan siap, beberapa menit lagi buka pintunya. Jangan ngobrol terus!" kata Rey pelan saat lewat di sebelah Yumna untuk mengecek persiapan tempat.

Jam dua belas teng persiapan selesai, dan makanan segera disajikan untuk semua tamu yang sudah datang.

"Toniii???" ucap Santi mendekati seseorang.

"Santi???" jawab laki-laki bernama Toni itu mendekat.

Mereka saling berpelukan dalam tangis, di depan semua makhluk di dalam restoran. Kami yang menunggu para tamu menikmati sajian, ikut tercengang melihatnya. Sampai Boni mengikutinya dengan memeluk Shema yang ikut dramatis melihatnya.

"Trus aku peluk siapa?" kata Jodi hendak memeluk Yumna, tapi segera dihalangi oleh Rey yang memasang badan di depannya.

"Yaahh, pak bos. Kalau gitu aku gak berani deh!" ucap Joni mengurungkan niatnya.

"Beda alam, jangan coba-coba!" ucap Rey singkat.

Ada rasa haru di mata Yumna, saat melihat Santi dan Toni bertemu. Meski sebenarnya dia belum tahu maksudnya. Tapi lebih terharu lagi saat melihat Rey peduli padanya.

"Itu yang namanya mas gondrong?" tanya Shema yang baru melihatnya dan melepas pelukan Boni.

Dia datang bersama pasangannya, berjalan masuk mencari tempat spesial yang sudah disediakan. Setelan jas hitam menutupi sebagian rambut lebatnya yang menempel di tubuh. Begitu juga dengan pasangannya yang mengenakan gaun hitam.

"Iya, cakep gak?" tanya Yumna menyenggol Shema dengan pundaknya.

"Lumayan keren sih, tapi sayangnya sudah ada gandengan," kata Shema sedikit kecewa.

"Kamu juga ada Boni kan," kata Yumna melirik Boni yang sedang berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan hidangan tamu spesial.

"Ya buat cadangan gitu, biar gak kayak si mbak yang hancur sebelah itu," jawab Shema menunjuk, dengan tatapan matanya yang selalu cetar membahana walau tanpa maskara.

"Yumna!" panggil Santi melambaikan tangannya.

Yumna menghampiri Santi, setelah mempersilahkan tamu spesialnya, menempati tempat yang sudah dihias sebelumnya.

"Kenapa? Oh iya, ini siapa?" tanya Yumna pada laki-laki pucat dengan lingkaran darah di lehernya.

"Dia Toni, mantan kekasih yang membuatku nekat ke tengah rel kereta api," ucap Santi.

"Trus, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Yumna.

"Aku menikah karena perjodohan. Tapi aku tak bisa menolaknya. Karena orangtuaku, terutama ayahku tidak pernah mau mendengar penolakan sedari aku kecil," jelas Toni.

"Lalu?" tanya Yumna, saat Toni berhenti sejenak sambil menerawang ke langit-langit ruangan.

"Sehari setelah pernikahan, aku mendengar kabar kematian Santi yang tragis. Aku terus merasa bersalah, sampai belum pernah ku sentuh sedikitpun istriku. Tepat hari ke tujuh, aku memberanikan diri mengikuti Santi," cerita Toni.

"Berarti dah lama juga kamu mati?" tanya Santi masih menggenggam jari Toni, dengan tangan yang hanya sebelah saja.

"Iya, tapi ternyata aku tak dapat mememukanmu. Sampai akhirnya kita ketemu di sini sekarang," kata Toni memeluk tubuh Santi yang sangat mengerikan.

"Kamu gak jijik melihatku seperti ini?" tanya Santi merasa minder.

"Tujuanku masih penasaran di dunia ini, hanya karena ingin bisa menemukan kamu. Ayo kita bersama menuju ke alam selanjutnya," ajak Toni.

"Tapi aku masih belum bisa tenang, sampai aku menemukan tanganku untuk dikubur bersama bagian tubuh yang lain," ucap Santi.

"Besok ku bantu mencarinya, biar kalian berdua tak lagi penasaran dan cepat melanjutkan perjalanan ke dunia kalian yang semestinya," janji Yumna.

Terpopuler

Comments

Yoke Febrianti

Yoke Febrianti

like this puol wes... ga serem critanya tp bener2 bs kuikuti,, secara q tkt setan heheehhe

2024-10-22

0

julius

julius

imajinasi yg hebar, thor. menyatukan dua alam yg berbeda. blm pernah baca yang seperti ini. walaupun dgn bahasa yg sederhaba 👍👍👍

2024-09-06

0

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

😃😄 kereen

2024-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Tawaran Kerja Untuk Yumna
2 Pilihan Yang Berat
3 Hari Pertama Bekerja
4 Perjalanan Membantu Risma
5 Penemuan Jasad Risma
6 Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7 Pertemuan Santi dan Toni
8 Perpisahan Risma
9 Pencarian di Rel Kereta
10 Penemuan Tangan Santi
11 Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12 Kisah Lampau Rey
13 Keisengan Brodi
14 Kecelakaan Brodi
15 Menjenguk Brodi
16 Bertemu di Alam Lain
17 Permintaan Maaf Brodi
18 Ke Rumah Korban Kecelakaan
19 Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20 Menemui Keluarga Meyta
21 Ke Bank Mayara
22 Penjebakan Bimo
23 Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24 Saingan Rey Untuk Yumna
25 Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26 Penemuan Mayat Leila
27 Hubungan Rey dan Yumna
28 Kakek Tua Misterius
29 Penemuan Mayat Kakek
30 Suami Kinan ke Restoran
31 Pertemuan Kinan dan Suaminya
32 Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33 Pencarian Rey ke Makam
34 Pengakuan Orang Tua Canda
35 Kematian Aneh Robert
36 Mencari Tahu Kasus Robert
37 Ungkapan Perasaan Rey
38 Kisah Tragis Robert
39 Pertolongan Untuk Novi
40 Penangkapan Ravon
41 Perpisahan Robert
42 Rumah Sakit Misterius
43 Pencarian Kamar Bersalin
44 Makhluk Dari Kamar Mayat
45 Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46 Kedekatan Rey dan Yumna
47 Kepindahan Novi
48 Gangguan Rumah Baru Novi
49 Rumah Baru Penuh Misteri
50 Penemuan Di Rumah Novi
51 Perjalanan Mimpi Yumna
52 Pertolongan Om Barjo
53 Menjenguk Bu Mey
54 Pengakuan Kepada Nek Kip
55 Rencana Perlawanan 1
56 Rencana Perlawanan 2
57 Pasukan Tak Kasat Mata
58 Malam Keramat
59 Penumbalan Oleh Praja
60 Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Tawaran Kerja Untuk Yumna
2
Pilihan Yang Berat
3
Hari Pertama Bekerja
4
Perjalanan Membantu Risma
5
Penemuan Jasad Risma
6
Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7
Pertemuan Santi dan Toni
8
Perpisahan Risma
9
Pencarian di Rel Kereta
10
Penemuan Tangan Santi
11
Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12
Kisah Lampau Rey
13
Keisengan Brodi
14
Kecelakaan Brodi
15
Menjenguk Brodi
16
Bertemu di Alam Lain
17
Permintaan Maaf Brodi
18
Ke Rumah Korban Kecelakaan
19
Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20
Menemui Keluarga Meyta
21
Ke Bank Mayara
22
Penjebakan Bimo
23
Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24
Saingan Rey Untuk Yumna
25
Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26
Penemuan Mayat Leila
27
Hubungan Rey dan Yumna
28
Kakek Tua Misterius
29
Penemuan Mayat Kakek
30
Suami Kinan ke Restoran
31
Pertemuan Kinan dan Suaminya
32
Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33
Pencarian Rey ke Makam
34
Pengakuan Orang Tua Canda
35
Kematian Aneh Robert
36
Mencari Tahu Kasus Robert
37
Ungkapan Perasaan Rey
38
Kisah Tragis Robert
39
Pertolongan Untuk Novi
40
Penangkapan Ravon
41
Perpisahan Robert
42
Rumah Sakit Misterius
43
Pencarian Kamar Bersalin
44
Makhluk Dari Kamar Mayat
45
Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46
Kedekatan Rey dan Yumna
47
Kepindahan Novi
48
Gangguan Rumah Baru Novi
49
Rumah Baru Penuh Misteri
50
Penemuan Di Rumah Novi
51
Perjalanan Mimpi Yumna
52
Pertolongan Om Barjo
53
Menjenguk Bu Mey
54
Pengakuan Kepada Nek Kip
55
Rencana Perlawanan 1
56
Rencana Perlawanan 2
57
Pasukan Tak Kasat Mata
58
Malam Keramat
59
Penumbalan Oleh Praja
60
Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!