Diikuti Hantu Rel Kereta Api

"Sepertinya dia mengalami gangguan jiwa, terimakasih ya anak-anak. Nanti biar kepolisian yang akan mengusut kasusnya," ucap pak komandan satpam memborgol tangan pria itu ke pagar besi rumah kosong.

"Iya sama-sama, Pak. Kalau begitu kami permisi dulu," pamit Rey karena hari sudah mulai gelap.

"Baiklah, nanti akan saya hubungi saat kalian diperlukan menjadi saksi. Hati-hati di jalan ya!" kata pak komandan satpam lagi yang hanya dijawab anggukan oleh mereka berdua.

Yumna dan Rey segera kembali masuk ke dalam mobil bersama Risma.

"Aku gak yakin kalau dia benar-benar gila. Tuh lihat saja ekspresinya saat mas gondrong mengerjainya!" sahut Yumna.

"Iya, bener. Ya sudah biarkan polisi yang bekerja selanjutnya," timpal Rey.

"Trimakasih ya, Kak! Aku sudah lega kalau mama sudah menemukanku, meskipun hanya jasadku saja," ucap Risma terlihat sedih.

"Risma, kamu anak yang baik. Kakak yakin, nanti jalanmu lebih mudah menuju dunia selanjutnya. Mamamu juga pasti bangga sudah pernah memilikimu," kata Yumna mencoba membuatnya lebih tenang.

"Iya, Kak. Terimakasih! Sebelum aku melanjutkan perjalanan, bolehkan aku mencoba makanan di restoran milik kakak?" tanyanya memohon.

"Dengan senang hati, gadis cantik," jawab Rey tersenyum menoleh sebentar ke belakang.

****

Yumna minta diturunkan di rumah sakit, untuk melihat kondisi neneknya terlebih dahulu. Semua mata memandang ke arahnya, saat pintu mobil mulai terbuka.

"Trimakasih ya, Rey. Kamu langsung pulang saja, nanti ketemu di restoran," pamit Yumna dari jendela mobil yang terbuka.

"Nanti aku jemput ke rumah, tepat jam sebelas malam," ucap Rey membuat Yumna tertegun.

"Memang kenapa? Tumben mau jemput!"

"Kalau gak mau ya sudah, kamu berangkat sendiri. Tapi nanti jangan salahkan kalau ada orang jahat seperti pria tadi," ucap Rey memandang ke depan, tanpa mau melihat ke arah Yumna.

"Oh, baiklah. Trimakasih atas tawarannya," jawab Yumna tak ingin melanjutkan perdebatan, setelah kembali melihat sikap dingin Rey.

Yumna masuk ke rumah sakit untuk menengok neneknya. Dia juga berniat meminjam kembali sepeda motor milik bu Nuri untuk ke sekolah besok pagi.

'tulilitt....tuliliiitttt......'

Suara handphone berbunyi saat Yumna sudah sampai di kamar neneknya, masih bersama bu Nuri yang setia menemani.

"Yumna, kok gak diangkat?" tanya bu Nuri.

"Suara apa itu, Yumna?" nenek Kip ikut bertanya.

"Yumna juga gak tau, Nek! Kayaknya suaranya berasal dari dalam tas," jawab Yumna membongkar isi tas sekolahnya.

Ada sebuah smartphone keluaran terbaru di sana. Yumna semakin heran, karena dia merasa tidak pernah memilikinya. Jangankan untuk beli benda pipih itu, untuk membayar sekolahnya saja dia harus mencarinya sendiri.

Yumna melihat ada sebuah nama pada panggilan telepon yang terus berbunyi itu.

"Rey?" tanya Yumna saat mulai menjawab panggilan, menuju luar ruangan.

"Lama banget sih!" ucap suara dari seberang.

"Ini handphone kamu ketinggalan? Kok bisa ada dalam tas ku sih?" tanya Yumna masih bingung.

"Kamu pakai saja, biar aku lebih mudah hubungi kamu," jawab Rey.

"Tapi aku gak sanggup kalau harus ganti benda ini. Soalnya gajiku kan buat bayar sekolah, bukan buat gantiin handphone mahal ini," jelas Yumna.

"Tenang aja, anggap itu bonus! Nanti malam kamu share lokasi rumah, aku jemput!" perintahnya tanpa basa basi.

"Oh, iya. Terimakasih banyak, Pak Bos!" kata Yumna sumringah, saat panggilan telepon diakhiri tanpa ucapan sedikitpun dari Rey.

"Makhluk aneh apa ini, bahkan lebih aneh dari makhluk-makhluk yang pernah ku temui sebelumnya!" gerutu Yumna pada sikap Rey yang terasa sangat kaku padanya, tak seperti saat Rey berhadapan dengan hantu kecil kemarin atau pada orang tua.

"Siapa, Nak?" tanya Nek Kip saat Yumna membuka pintu kamar perawatan.

"Bos Yumna, nek. Dia minjemi hp ke Yumna biar mudah dihubungi," jelasku agar tak ada pertanyaan lagi.

"Apa bos mu suka sama kamu? Sudah baik, ganteng lagi," goda bu Nuri.

"Ih, baik dari mana? Menyebalkan sih iya, dah ah tak perlu dibahas lagi. Nenek gimana keadaannya?" ucap Yumna mengalihkan pembicaraan.

"Benci sama cinta itu deket lo rasanya, hati-hati kalau terlalu benci nanti jatuhnya ke cinta, he.....," tawa bu Nuri bersama nenek saat melihat Yumna semakin sebal dengan bos gantengnya.

"Aduuuhh, amit-amit bener kalau sampai aku jatuh cinta sama dia. Bisa jadi es batu nanti menghadapi sikap dinginnya," sahut Yumna semakin sebal.

Yumna menyempatkan diri mengerjakan tugas sekolah sebelum pulang ke rumah. Bu Nuri juga ikut dengan Yumna pulang untuk mengambil keperluannya di rumah. Sedangkan nenek Kip dititipkan pada suster untuk sementara waktu.

"Yumna, mumpung masih jam segini ibu berangkat ke rumah sakit naik taksi online saja ya?" pamit bu Nuri di depan rumah Yumna.

"Kalau ibu mau pake sepeda motornya gak apa-apa, bu. Besok biar Yumna dianter sama Rey kalau mau ke rumah sakit," kata Yumna.

"Lhah itu juga ada sepeda motor bapak, kan masih di luar kota juga jadi gak terpakai. Tapi kalau kamu memang mau sama Rey, nanti sepeda motornya taruh saja dalam rumahmu ya. Sekalian ajak kencan gitu," goda bu Nuri yang selalu senang melihatku sebal saat dipasangkan dengan Rey.

"Ibu gak tahu sih, seberapa dinginnya sikap Rey. Ibu mau saya antar naik taksi online- nya?"

"Gak usahlah, nanti kamu pulang lagi. Trus ibu antar lagi. Kapan selesainya," canda bu Nuri, yang selalu membuatku nyaman dekat dengannya.

"Bisa aja, eh itu mobilnya?" tanya Yumna saat ada sebuah mobil berhenti di depan rumah bu Nuri.

"Iya bener, ya sudah ibu berangkat dulu ya. Kamu hati-hati di rumah sendiri. Jangan lupa tutup semua pintu dan jendela dengan rapat!" perintah bu Nuri mengkhawatirkan Yumna yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.

"Siap, Bu. Terimakasih!" Yumna mencium punggung tangan bu Nuri sebelum beliau pergi.

Masih ada dua jam untuk Yumna tidur sebentar, sebelum jam kerjanya dimulai. Alarm sudah dipasang satu jam sebelum waktu berangkat kerja, agar tak mendapat teguran dari Rey.

Baru memejamkan mata, dia seperti melihat seorang wanita muda berdiri di depan pintu kamarnya. Wanita itu hanya mondar mandir tanpa berani mendekatinya. Yumna semakin heran, tapi tak bisa bergerak mendekat ke arahnya.

"Hyaaaa.......!" teriak Yumna yang membuat dia terbangun dari mimpi anehnya.

"Sii.. Siiiapa kamu?" ucap Yumna saat melihat wanita dalam mimpinya itu nyata ada di depannya.

"Namaku Santi. Tolong aku!" ucap wanita dengan badan sebelah kirinya hampir remuk, bahkan tangan kirinya hilang dari pangkal pundak.

"Sejak kapan kau di situ?" tanya Yumna.

"Maaf, tadi aku mengikuti kalian saat melintasi rel kereta api. Aku merasa tertarik pada kalian, karena aura yang berbeda dengan kebanyakan orang lainnya. Aku yakin salah satu diantara kalian bisa melihatku, jadi aku memilih mengikutimu saja. Ternyata benar kamu bisa melihatku," jelas Santi, hantu wanita itu.

"Lalu apa yang kau inginkan dariku?" tanya Yumna.

"Tolong aku, carikan tangan kiriku!" ucapnya.

Terpopuler

Comments

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Ga bisa apa tu hantu dimnta cantik kalo menampakan dirina

2024-09-04

1

Biah Kartika

Biah Kartika

astaga hantu hantu 🤦‍♀️

2024-08-23

0

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Disuruh cri Tangan Kiri nya yang hilang😱😱😅

2024-05-12

1

lihat semua
Episodes
1 Tawaran Kerja Untuk Yumna
2 Pilihan Yang Berat
3 Hari Pertama Bekerja
4 Perjalanan Membantu Risma
5 Penemuan Jasad Risma
6 Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7 Pertemuan Santi dan Toni
8 Perpisahan Risma
9 Pencarian di Rel Kereta
10 Penemuan Tangan Santi
11 Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12 Kisah Lampau Rey
13 Keisengan Brodi
14 Kecelakaan Brodi
15 Menjenguk Brodi
16 Bertemu di Alam Lain
17 Permintaan Maaf Brodi
18 Ke Rumah Korban Kecelakaan
19 Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20 Menemui Keluarga Meyta
21 Ke Bank Mayara
22 Penjebakan Bimo
23 Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24 Saingan Rey Untuk Yumna
25 Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26 Penemuan Mayat Leila
27 Hubungan Rey dan Yumna
28 Kakek Tua Misterius
29 Penemuan Mayat Kakek
30 Suami Kinan ke Restoran
31 Pertemuan Kinan dan Suaminya
32 Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33 Pencarian Rey ke Makam
34 Pengakuan Orang Tua Canda
35 Kematian Aneh Robert
36 Mencari Tahu Kasus Robert
37 Ungkapan Perasaan Rey
38 Kisah Tragis Robert
39 Pertolongan Untuk Novi
40 Penangkapan Ravon
41 Perpisahan Robert
42 Rumah Sakit Misterius
43 Pencarian Kamar Bersalin
44 Makhluk Dari Kamar Mayat
45 Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46 Kedekatan Rey dan Yumna
47 Kepindahan Novi
48 Gangguan Rumah Baru Novi
49 Rumah Baru Penuh Misteri
50 Penemuan Di Rumah Novi
51 Perjalanan Mimpi Yumna
52 Pertolongan Om Barjo
53 Menjenguk Bu Mey
54 Pengakuan Kepada Nek Kip
55 Rencana Perlawanan 1
56 Rencana Perlawanan 2
57 Pasukan Tak Kasat Mata
58 Malam Keramat
59 Penumbalan Oleh Praja
60 Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Tawaran Kerja Untuk Yumna
2
Pilihan Yang Berat
3
Hari Pertama Bekerja
4
Perjalanan Membantu Risma
5
Penemuan Jasad Risma
6
Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7
Pertemuan Santi dan Toni
8
Perpisahan Risma
9
Pencarian di Rel Kereta
10
Penemuan Tangan Santi
11
Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12
Kisah Lampau Rey
13
Keisengan Brodi
14
Kecelakaan Brodi
15
Menjenguk Brodi
16
Bertemu di Alam Lain
17
Permintaan Maaf Brodi
18
Ke Rumah Korban Kecelakaan
19
Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20
Menemui Keluarga Meyta
21
Ke Bank Mayara
22
Penjebakan Bimo
23
Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24
Saingan Rey Untuk Yumna
25
Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26
Penemuan Mayat Leila
27
Hubungan Rey dan Yumna
28
Kakek Tua Misterius
29
Penemuan Mayat Kakek
30
Suami Kinan ke Restoran
31
Pertemuan Kinan dan Suaminya
32
Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33
Pencarian Rey ke Makam
34
Pengakuan Orang Tua Canda
35
Kematian Aneh Robert
36
Mencari Tahu Kasus Robert
37
Ungkapan Perasaan Rey
38
Kisah Tragis Robert
39
Pertolongan Untuk Novi
40
Penangkapan Ravon
41
Perpisahan Robert
42
Rumah Sakit Misterius
43
Pencarian Kamar Bersalin
44
Makhluk Dari Kamar Mayat
45
Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46
Kedekatan Rey dan Yumna
47
Kepindahan Novi
48
Gangguan Rumah Baru Novi
49
Rumah Baru Penuh Misteri
50
Penemuan Di Rumah Novi
51
Perjalanan Mimpi Yumna
52
Pertolongan Om Barjo
53
Menjenguk Bu Mey
54
Pengakuan Kepada Nek Kip
55
Rencana Perlawanan 1
56
Rencana Perlawanan 2
57
Pasukan Tak Kasat Mata
58
Malam Keramat
59
Penumbalan Oleh Praja
60
Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!