Perjalanan Membantu Risma

"Iya, bu. Hari ini lihat nenek sudah terlihat sehat, jadi membuat aku ikut semangat," jawab Yumna.

"Yumna, sini! Nenek kangen sama Yumna," sahut nek Kip segera memeluk cucu kesayangannya itu.

"Oh iya, bu Nuri. Ini ada uang tabungan Yumna untuk biaya rumah sakit nenek. Trimakasih sudah banyak membantu kami," sahut Yumna menyerahkan amplop coklat berisi gajinya selama satu bulan ke depan.

"Kan ibu sudah bilang, Yumna tidak usah kawatir perawatan nenek Kip. Uangnya untuk biaya Yumna sekolah dulu saja," kata bu Nuri menolak.

"Bu, Yumna sangat berterimakasih saat ibu mau membantu Yumna. Tapi biarlah Yumna membayar rumah sakit nenek, agar tak terlalu merasa bersalah. Ibu sudah membantu menjaga nenek di rumah sakit saja, Yumna sudah sangat merasa bersalah telah merepotkan ibu," jelas Yumna bersikeras menyerahkan amplop itu.

"Baiklah, ibu terima saja. Tapi biarkan ibu merawat nenek dan kamu juga ya. Ibu juga kesepian juga soalnya," sahut bu Nuri akhirnya mau menerima amplop itu dengan senyum melegakan untuk Yumna.

"Sekali lagi terimakasih banyak. Yumna bisa ke sekolah dengan tenang kalau begitu. Oh iya, Yumna ingin pamit juga. Nanti sepulang sekolah tidak bisa langsung ke sini karena ada kerja part time di restoran teman Yumna. Sekali lagi maaf telah merepotkan bu Nuri."

"Iya, kalau ibu sih senang sekali bisa di sini. Ada teman ngobrol juga dari pada di rumah sendiri. Biasanya juga kalau di rumah, ibu ngobrolnya sama nek Kip. Kalau sekarang nenek di sini, ibu sama siapa di rumah?" kata bu Nuri membuat Yumna semakin tenang meninggalkan neneknya.

"Sudah, gak usah berterimakasih lagi. Cepat berangkat ke sekolah sebelum terlambat," sahut bu Nuri lagi, sebelum Yumna sempat memulai ucapannya lagi.

****

Jam pelajaran sudah selesai. Yumna sudah menunggu di depan gerbang sekolah, menaiki motor matic keluaran lama yang belum dihidupkannya.

"Eh, si Yuyu Kangkang lagi nangkring di sini. Gaya bener pake motor segala, ngambil punya siapa tuh?" ucap Martha mengolok Yumna seperti biasa.

"Ini dikasih pinjem sama bu Nuri," jawab Yumna singkat.

"Owalah, pinjem to ternyata! Kalau mau gaya tuh, pinjemnya yang bagus sekalian. Kayak punya aku nih, motor matic keluaran terbaru lo," sahut Martha mulai menyombongkan diri.

Yumna hanya memgangguk dan tak mau menjawab, agar tak membuat perdebatan lebih panjang. Martha pun berniat meninggalkan Yumna yang sudah tak melawan ucapannya.

Namun sebelum Martha berhasil menyebrang, datanglah mobil Bugatti Divo. Mobil dengan harga fantastis, dan hanya terdapat puluhan unit saja di seluruh dunia. Hingga semua mata langsung tertuju pada mobil yang terparkir di halaman sekolahnya.

Seorang laki-laki tampan mulai turun dari dalamnya, dan membuat semua semakin terkesima. Rey, laki-laki yang langsung berjalan menghampiri Yumna.

Martha yang melihat dari jauh, segera memutarkan kendaraannya. Niat menyebrang langsung diurungkannya, karena takjub melihat seseorang yang menggetarkan hatinya.

"Ayo!" kata lelaki itu langsung menarik tangan Yumna, yang masih duduk di atas sepeda motornya.

"Eh, sebentar deh. Trus ini motornya gimana?" tanya Yumna.

"Tinggalkan saja di sini," sahut Rey singkat seperti sebelumnya.

"Enak aja! Ini motor pinjem punya orang, main tinggal aja. Gini aja, beberapa meter lagi ada rumah sakit tempat nenekku di rawat. Kamu ikuti aku dari belakang, untuk parkir motor di sana!" usul Yumna yang hanya di jawab anggukan oleh Rey.

Mereka berdua meninggalkan area sekolah Yumna, masih dengan tatapan mata semua siswa yang ada di sana, termasuk Martha.

Sesampainya di rumah sakit, Yumna minta ijin sebentar untuk menemui neneknya.

"Ternyata banyak juga penghuni rumah sakit ini," ucap Rey yang bersedia mengikuti Yumna bertemu neneknya.

"Namanya juga rumah sakit, pasti banyaklah penunggunya. Dari yang kasat mata, sampai yang tak kasat mata seperti mereka ini," sahut Yumna menunjuk gerombolan anak berkepala besar.

"Kenapa wajah mereka aneh seperti itu ya?" tanya Rey yang hampir membuat tawa Yumna meledak seketika.

"Kamu setiap hari ketemu makhluk aneh, termasuk Risma yang ada di belakangmu itu. Kok masih heran sama makhluk seperti mereka?"

"Lihat aja bentuknya. Kayak boneka mampang di perempatan jalan kota besar," jawab Rey menjelaskan.

"Hussh, gak boleh gitu. Mereka berasal dari anak-anak yang digugurkan orangtuanya sebelum dilahirkan. Kamu juga waktu masih dalam kandungan bentuknya seperti mereka, cuma lebih kecil aja," jelas Yumna.

"Nenek, gimana keadaannya?" tanya Yumna setelah masuk ke ruang perawatan neneknya.

"Sudah mendingan, mungkin besok sudah boleh pulang. Kamu sama siapa?" tanya nek Kip memandang lelaki tampan yang mengikuti di belakang Yumna.

"Syukurlah kalau begitu. Oh, ini kenalkan bos Yumna pemilik restoran yang Yumna ceritakan tadi pagi. Yumna juga gak bisa lama-lama, cuma mau taruh sepeda motor saja di parkiran rumah sakit," jawab Yumna memperkenalkan Rey.

Rey segera pamit menunggu di luar, setelah memperkenalkan dirinya dengan sopan.

"Bos apa pacar?" tanya bu Nuri menggoda.

"Bos, Bu. Dia mah orangnya nyebelin, amit-amit punya pacar kayak dia. Membeku nanti Yumna ngadepin sikap dinginnya," bisik Yumna pada bu Nuri, agar tak terdengar oleh Rey yang duduk di kursi tunggu.

"Jangan gitu, kalau namanya jodoh tuh gak ada yang tau. Lagian anaknya sopan dan baik juga kok," ucap bu Nuri yang hanya disambut senyuman oleh nenek Yumna.

"Baik dan sopannya tu kalau sama orangtua atau anak kecil. Tapi kalau sama anak buahnya mah, hemmmm.....kayak es batu! Ya sudah, ini kunci dan surat motornya. Yumna pamit dulu," kata Yumna segera mencium punggung tangan bu Nuri dan nek Kip bergantian.

"Oiya, nanti Yumna langsung pulang ke rumah saja bu. Kalau ibu tidak keberatan menginap di sini lagi," timpal Yumna memelas.

"Iya, ibu dengan senang hati temenin nek Kip di sini. Lagian suami ibu sedang tugas ke luar kota juga kok," senyum bu Nuri menunjukkan ketulusan hatinya.

Yumna naik ke mobil mewah milik Rey. Tak membutuhkan waktu lama untuknya tertidur di dalamnya.

"Waduh, tidur lagi nih cewek. Percuma dong ku ajak dia cari mama kamu!" gumam Rey melihat ke Risma yang hanya menunjuk ke depan menuju daerah tempat tinggal mamanya.

Sementara Yumna, dia merasa seperti berada di lokasi saat Risma diculik seorang pria sepulang membeli kembang gula di bazar dekat rumahnya. Pria itu sempat menyiksa Risma dengan api rokoknya. Semakin Risma menjerit, semakin puas laki-laki itu melakukannya.

Laki-laki itu mengambil sebilah parang, dan langsung menghorok leher Risma. Yumna berusaha menolong, tapi tak dapat tersentuh olehnya. Sampai dia terbangun dari mimpi buruknya.

"RISMAAAA," teriak Yumna membuka mata.

Terpopuler

Comments

dhani satria

dhani satria

walahhhh rey kui wadon tah jebule

2024-06-16

0

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Kasihan Risma meninggalnya di siksa to😌😌

2024-05-12

2

damia khalishah

damia khalishah

aduhhh.... kesian banget risma..

2023-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 Tawaran Kerja Untuk Yumna
2 Pilihan Yang Berat
3 Hari Pertama Bekerja
4 Perjalanan Membantu Risma
5 Penemuan Jasad Risma
6 Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7 Pertemuan Santi dan Toni
8 Perpisahan Risma
9 Pencarian di Rel Kereta
10 Penemuan Tangan Santi
11 Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12 Kisah Lampau Rey
13 Keisengan Brodi
14 Kecelakaan Brodi
15 Menjenguk Brodi
16 Bertemu di Alam Lain
17 Permintaan Maaf Brodi
18 Ke Rumah Korban Kecelakaan
19 Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20 Menemui Keluarga Meyta
21 Ke Bank Mayara
22 Penjebakan Bimo
23 Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24 Saingan Rey Untuk Yumna
25 Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26 Penemuan Mayat Leila
27 Hubungan Rey dan Yumna
28 Kakek Tua Misterius
29 Penemuan Mayat Kakek
30 Suami Kinan ke Restoran
31 Pertemuan Kinan dan Suaminya
32 Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33 Pencarian Rey ke Makam
34 Pengakuan Orang Tua Canda
35 Kematian Aneh Robert
36 Mencari Tahu Kasus Robert
37 Ungkapan Perasaan Rey
38 Kisah Tragis Robert
39 Pertolongan Untuk Novi
40 Penangkapan Ravon
41 Perpisahan Robert
42 Rumah Sakit Misterius
43 Pencarian Kamar Bersalin
44 Makhluk Dari Kamar Mayat
45 Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46 Kedekatan Rey dan Yumna
47 Kepindahan Novi
48 Gangguan Rumah Baru Novi
49 Rumah Baru Penuh Misteri
50 Penemuan Di Rumah Novi
51 Perjalanan Mimpi Yumna
52 Pertolongan Om Barjo
53 Menjenguk Bu Mey
54 Pengakuan Kepada Nek Kip
55 Rencana Perlawanan 1
56 Rencana Perlawanan 2
57 Pasukan Tak Kasat Mata
58 Malam Keramat
59 Penumbalan Oleh Praja
60 Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Tawaran Kerja Untuk Yumna
2
Pilihan Yang Berat
3
Hari Pertama Bekerja
4
Perjalanan Membantu Risma
5
Penemuan Jasad Risma
6
Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7
Pertemuan Santi dan Toni
8
Perpisahan Risma
9
Pencarian di Rel Kereta
10
Penemuan Tangan Santi
11
Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12
Kisah Lampau Rey
13
Keisengan Brodi
14
Kecelakaan Brodi
15
Menjenguk Brodi
16
Bertemu di Alam Lain
17
Permintaan Maaf Brodi
18
Ke Rumah Korban Kecelakaan
19
Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20
Menemui Keluarga Meyta
21
Ke Bank Mayara
22
Penjebakan Bimo
23
Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24
Saingan Rey Untuk Yumna
25
Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26
Penemuan Mayat Leila
27
Hubungan Rey dan Yumna
28
Kakek Tua Misterius
29
Penemuan Mayat Kakek
30
Suami Kinan ke Restoran
31
Pertemuan Kinan dan Suaminya
32
Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33
Pencarian Rey ke Makam
34
Pengakuan Orang Tua Canda
35
Kematian Aneh Robert
36
Mencari Tahu Kasus Robert
37
Ungkapan Perasaan Rey
38
Kisah Tragis Robert
39
Pertolongan Untuk Novi
40
Penangkapan Ravon
41
Perpisahan Robert
42
Rumah Sakit Misterius
43
Pencarian Kamar Bersalin
44
Makhluk Dari Kamar Mayat
45
Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46
Kedekatan Rey dan Yumna
47
Kepindahan Novi
48
Gangguan Rumah Baru Novi
49
Rumah Baru Penuh Misteri
50
Penemuan Di Rumah Novi
51
Perjalanan Mimpi Yumna
52
Pertolongan Om Barjo
53
Menjenguk Bu Mey
54
Pengakuan Kepada Nek Kip
55
Rencana Perlawanan 1
56
Rencana Perlawanan 2
57
Pasukan Tak Kasat Mata
58
Malam Keramat
59
Penumbalan Oleh Praja
60
Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!