Hari Pertama Bekerja

Yumna mulai menyalakan motor matic, menuju gedung bergaya Eropa yang kemarin sempat didatanginya.

Sepanjang perjalanan dia melihat beberapa hantu sedang asik membicarakan restoran itu. Bahkan ada hantu berbungkus kain putih, dengan ikat di atas kepalanya, mengajak kencan sesama jenis bentuknya. Mereka terlihat melompat bersama sepanjang jalan.

"Ah, hantu aja punya pasangan. Masak aku kalah sih? Jomblo terus dari lahir! Sampai belum pernah merasakan yang namanya pacaran itu seperti apa?" gumam Yumna mengendarai motornya.

"Mikir apa sih? Masak harus iri sama makhluk kayak gitu! Semangat Yumna, yang penting sekarang adalah kesehatan nenek!!" lanjut Yumna bergumam sendiri.

Sebenarnya jaraknya tak terlalu jauh dari rumah. Tapi karena arah yang berlawanan dengan jalan menuju kota, membuat sepanjang perjalanan sangat sepi manusia. Itupun harus melewati semak belukar dulu sebelum sampai di gedung tua.

"Halooowww! Aku datang nih," kata Yumna setelah tiba di depan gedung restoran, tepat pukul sebelas malam.

Dari jauh di belakangnya, nampak beberapa makhluk berbagai bentuk mulai berdatangan. Dia terus berusaha menguatkan hatinya, agar bisa bekerja dan mendapat upah untuk biaya neneknya.

'Kriiieeeeeett......'

Suara pintu terdengar lagi, setelah terbuka sendiri.

"Haaaalloooouuuww," ucap Yumna sedikit berteriak.

"Biasa aja, gak usah teriak juga denger," sahut Rey dari belakangnya.

"Lhoh, kamu naik mobil? Ada leasing mobil juga di dunia hantu ya?" tanya Yumna polos, karena baru pertama melihatnya.

"Heh, hati-hati kalau ngomong. Kalau pak bos marah, lebih ngeri dari hantu lo! Lagian mana kenal pak bos dengan leasing, karena uangnya segudang gak akan pernah habis tujuh turunan," celetuk Shema dari belakangku sambil menutup pintu lagi.

"Ma... Maksudnya? Pak bos bukan hantu?" tanya Yumna sambil menunjuk bos tampan dihadapannya.

"Sembarangan kalau ngomong!" ucap Rey singkat, kemudian pergi ke arah dapur untuk mempersiapkan semuanya.

"Tuh, dah mulai kelihatan tanduknya kan kalau marah!" sahut Jodi yang sudah muncul di sampingku.

"Kok aku gak lihat dia punya tanduk ya? Memangnya dia hantu jenis apa sih? Siluman kerbau atau sapi gitu?" tanya Yumna polos dan membuat kedua hantu itu menepuk jidatnya sendiri-sendiri.

"Itu cuma perumpamaan, Cantik. Pak bos itu manusia, sama sepertimu," timpal Boni yang kembali menghampiri dengan menembus dinding dapur.

"Boni, kamu gimana sih? Katanya aku yang paling cantik!" sungut Shema tak terima.

"Iyalah, mbak Shema yang paling cantik di sini. Eh, tapi beneran pak bos manusia? Kenapa dia mendirikan restoran hantu?" tanya Yumna masih belum yakin.

"Ehem... Ehem.... Waktunya kerja, sebentar lagi sudah harus dibuka. Di depan sudah banyak yang mengantri!" perintah Rey yang melongok dari jendela penghubung ruangan dapur dan meja pemesanan.

"Lah kan aku belum bilang mau kerja, kok sudah disuruh kerja?" tanya Yumna berpura-pura jual mahal.

"Pulang saja kalau tak mau!" ucap Rey semakin menyebalkan.

"Oke, aku kerja di sini. Tapi aku minta gajiku dimuka gimana?" tanya Yumna memberi syarat.

"Nih gajimu! Cepat Kerja!" sahut Rey sambil melempar amplop coklat berisi uang ke atas meja pemesanan.

Yumna mengambil uang itu, meski perlakuan bosnya begitu menyebalkan. Tapi setelah menghitung jumlah uangnya, dia begitu bersemangat melakukan pekerjaannya.

Beberapa saat kemudian, terdengar lonceng jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam. Secara otomatis, pintu juga membuka dengan sendirinya.

Banyak makhluk berwajah aneh memenuhi kursi di ruangan restoran. Yumna dan Shema berlomba menenuhi semua meja dengan hidangan spesial hari ini. Steak daging dengan siraman saus barbeque sudah tersaji di semua meja.

Sedangkan pak bos dan Boni memasak di dalam dapur. Jodi menata garnish di meja pemesanan, untuk diserahkan langsung kepada Shema dan Yumna sebagai pelayannya.

Semua hantu terlihat sangat menikmati sajian hari ini, termasuk sepasang kekasih berbungkus kain putih yang tadi sempat bertemu dengan Yumna di jalan.

Tak terasa dua jam sudah berlalu, dan para hantu mulai pergi satu per satu. Yumna dan Shema bergegas membereskan meja, dan membawa piring-piring kotor ke tempat pencucian yang sudah ada Jodi di sana.

Semua membersihkan sesuai tugas masing-masing, yang sudah diatur oleh Rey sebagai bos nya.

"Hik... Hik... Hik...," suara tangis anak kecil mulai terdengar.

"Tuh, pasti ada yang kayak gitu. Makanya kami butuh bantuanmu untuk hal semacam itu!" sahut Shema menunjuk hantu anak kecil yang berjongkok di pojok luar gedung.

Yumna, Shema, dan Rey menghampiri gadis kecil itu. Seorang anak dengan banyak luka sulutan api rokok disekujur tubuhnya. Bahkan sayatan panjang di lehernya.

"Dek, ada yang bisa kakak bantu?" tanya Rey mendekatinya.

"Mama, aku ingin mamaaa.......," jawabnya.

"Mamanya dimana?" tanya Yumna ikut mendekat, sedangkan Shema kembali bekerja membereskan sisanya.

"Mamaaa......," teriak anak itu sambil menangis, tanpa bisa menunjukkan keberadaan orang yang dicarinya.

"Gini saja, kamu ikut kakak dulu. Besok kita cari mamamu ya!" ucap Rey lembut, dan sempat membuat Yumna takjub.

"Namanya siapa gadis cantik?" tanya Yumna.

"Namaku Risma, hu....hu...hu....," jawabnya masih dengan meneteskan air mata berwarna merah dari kelopak matanya yang cekung.

"Untuk kali ini, aku yang akan membawanya pulang. Tapi kamu besok harus membantuku mencari mamanya!" kata Rey tegas.

"Ta... Tapiii.....kalau malam gimana cara mencarinya?" tanya Yumna sedikit gugup karena takut.

"Besok siang sepulang sekolah!"

"Lhoh, kemarin kamu cuma bilang jam kerjaku 2 jam saja di restoran?" sahut Yumna mengingatkan.

"Tenang, aku akan membayar uang lembur untukmu!" tegas Rey lagi.

"Sip kalau gitu, aku setuju!" seru Yumna berniat mengarahkan tangannya ke Rey agar dijabat tanda persetujuan, tapi ternyata tak ada balasan darinya.

"Besok sepulang sekolah, aku jemput kamu! Di sekolah Marga Utama bukan?"

"Dari mana kamu tahu? Wah, jangan-jangan kamu sudah pernah memata-matai aku ya?" celetuk Yumna yang tak mendapat balasan, dan malah ditinggal menjauh oleh Rey.

Jam tangannya sudah menunjukkan pukul setengah tiga dini hari saat dia beranjak pamit untuk pulang. Tapi untungnya tak perlu menempuh perjalanan lama untuk Yumna sampai di rumah.

Kurang dari sepuluh menit, perjalanan yang dilalui dengan mengendarai sepeda motor milik bu Nuri. Mungkin kalau berjalan kaki, Yumna memerlukan waktu setengah jam baru bisa menginjak halaman rumahnya lagi.

"Aaahhh, pekerjaan yang lumayan melelahkan meskipun cuma sebentar," gumam Yumna sendiri saat merebahkan dirinya ke atas tempat tidur usang miliknya.

Tak memerlukan waktu lama untuknya bisa segera terlelap. Memasuki dunia mimpi yang sangat nyaman saat malam hari.

****

'Kriiiiiiiinggggg..........'

Suara alarm berbunyi keras. Yumna dengan bersemangat mengunjungi neneknya sebentar sebelum berangkat ke sekolah. Meski letak rumah sakit membuatnya memutar untuk menuju ke sekolah nantinya.

"Pagi, nenek!" sahut Yumna bersemangat saat melihat neneknya yang sudah bisa setengah duduk, meski bersandar dengan bantal di belakang punggungnya.

"Pagi, semangat sekali Yumna?" tanya bu Nuri yang menyambut jabatan tangan Yumna, untuk dicium di punggung tangannya.

****

**ILUSTRASI TOKOH

YUMNA & REYHAN**

Terpopuler

Comments

Cristin Huta soit

Cristin Huta soit

🥰

2024-10-31

0

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Kaya cerita flm Hotel De Luna

2024-09-04

0

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Owalah Rey manusia to,kirain hantu sudh mikir Yumna masak nanti pacaran sama hantu🤭

2024-05-12

2

lihat semua
Episodes
1 Tawaran Kerja Untuk Yumna
2 Pilihan Yang Berat
3 Hari Pertama Bekerja
4 Perjalanan Membantu Risma
5 Penemuan Jasad Risma
6 Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7 Pertemuan Santi dan Toni
8 Perpisahan Risma
9 Pencarian di Rel Kereta
10 Penemuan Tangan Santi
11 Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12 Kisah Lampau Rey
13 Keisengan Brodi
14 Kecelakaan Brodi
15 Menjenguk Brodi
16 Bertemu di Alam Lain
17 Permintaan Maaf Brodi
18 Ke Rumah Korban Kecelakaan
19 Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20 Menemui Keluarga Meyta
21 Ke Bank Mayara
22 Penjebakan Bimo
23 Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24 Saingan Rey Untuk Yumna
25 Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26 Penemuan Mayat Leila
27 Hubungan Rey dan Yumna
28 Kakek Tua Misterius
29 Penemuan Mayat Kakek
30 Suami Kinan ke Restoran
31 Pertemuan Kinan dan Suaminya
32 Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33 Pencarian Rey ke Makam
34 Pengakuan Orang Tua Canda
35 Kematian Aneh Robert
36 Mencari Tahu Kasus Robert
37 Ungkapan Perasaan Rey
38 Kisah Tragis Robert
39 Pertolongan Untuk Novi
40 Penangkapan Ravon
41 Perpisahan Robert
42 Rumah Sakit Misterius
43 Pencarian Kamar Bersalin
44 Makhluk Dari Kamar Mayat
45 Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46 Kedekatan Rey dan Yumna
47 Kepindahan Novi
48 Gangguan Rumah Baru Novi
49 Rumah Baru Penuh Misteri
50 Penemuan Di Rumah Novi
51 Perjalanan Mimpi Yumna
52 Pertolongan Om Barjo
53 Menjenguk Bu Mey
54 Pengakuan Kepada Nek Kip
55 Rencana Perlawanan 1
56 Rencana Perlawanan 2
57 Pasukan Tak Kasat Mata
58 Malam Keramat
59 Penumbalan Oleh Praja
60 Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Tawaran Kerja Untuk Yumna
2
Pilihan Yang Berat
3
Hari Pertama Bekerja
4
Perjalanan Membantu Risma
5
Penemuan Jasad Risma
6
Diikuti Hantu Rel Kereta Api
7
Pertemuan Santi dan Toni
8
Perpisahan Risma
9
Pencarian di Rel Kereta
10
Penemuan Tangan Santi
11
Perhatian Rey Terhadap Nenek Yumna
12
Kisah Lampau Rey
13
Keisengan Brodi
14
Kecelakaan Brodi
15
Menjenguk Brodi
16
Bertemu di Alam Lain
17
Permintaan Maaf Brodi
18
Ke Rumah Korban Kecelakaan
19
Cerita Meyta, Hantu Rumah Angker
20
Menemui Keluarga Meyta
21
Ke Bank Mayara
22
Penjebakan Bimo
23
Kisah Kinan, Hantu Wanita Hamil
24
Saingan Rey Untuk Yumna
25
Leila, Hantu Ruang Bawah Tanah
26
Penemuan Mayat Leila
27
Hubungan Rey dan Yumna
28
Kakek Tua Misterius
29
Penemuan Mayat Kakek
30
Suami Kinan ke Restoran
31
Pertemuan Kinan dan Suaminya
32
Canda, Sosok Anak Tanpa Orang Tua
33
Pencarian Rey ke Makam
34
Pengakuan Orang Tua Canda
35
Kematian Aneh Robert
36
Mencari Tahu Kasus Robert
37
Ungkapan Perasaan Rey
38
Kisah Tragis Robert
39
Pertolongan Untuk Novi
40
Penangkapan Ravon
41
Perpisahan Robert
42
Rumah Sakit Misterius
43
Pencarian Kamar Bersalin
44
Makhluk Dari Kamar Mayat
45
Perjalanan Keluar Rumah Sakit
46
Kedekatan Rey dan Yumna
47
Kepindahan Novi
48
Gangguan Rumah Baru Novi
49
Rumah Baru Penuh Misteri
50
Penemuan Di Rumah Novi
51
Perjalanan Mimpi Yumna
52
Pertolongan Om Barjo
53
Menjenguk Bu Mey
54
Pengakuan Kepada Nek Kip
55
Rencana Perlawanan 1
56
Rencana Perlawanan 2
57
Pasukan Tak Kasat Mata
58
Malam Keramat
59
Penumbalan Oleh Praja
60
Pertemuan Singkat Rey dan Neneknya (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!