Buukkk!
Sebuah hantaman keras mengenai kepala perampok itu membuat satu perampoknya terjatuh dan tumbang, ia memegang kepalanya yang berdarah itu.
Temannya terkejut, dan ia pun menyerang Grizelda. Grizelda menahan serangan pria itu dengan kayu yang ia pegang.
Pria itu pun memegang kayu tersebut dan mereka saling tarik menarik.
Grizelda melihat ke bawah, ia sedang berpikir apa yang harus ia lakukan.
Grizelda punya ide, ia pun menendang bagian utama pria dengan kuat seketika membuat pria itu terdiam sejenak dan tumbang.
Pria yang kepalanya berdarah itu kembali berdiri dan ingin menyerang Grizelda, Grizelda pun memukulnya sekali lagi dan membuatnya pingsan.
"Rasakan itu," ucap Grizelda membuang kayunya.
Ia pun mengambil ponselnya dan menelpon polisi.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" tanya polisi yang mengangkat panggilan dari Grizelda.
"Pak, di sini saya ingin melaporkan bahwa ada 2 orang perampok, akan tetapi perampoknya sudah babak belur. Bisakah Anda datang menangkapnya?" tanya Grizelda.
"Baiklah, kami akan ke sana sekarang, berikan alamat Anda sekarang," ucap polisi itu.
"Baik Pak." Grizelda pun menyebutkan alamatnya saat ini.
Setelah panggilan di putuskan, Grizelda melihat sejenak kedua pencuri itu diam tak bergerak.
"Lebih baik aku pergi saja, aku harus mendapatkan tempat tinggal segera," ucap Grizelda kembali menyusuri jalan dengan membawa dua buah kopernya.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah laptop canggih hologram]
[Saldo 5.000.000]
[Penampilan:12]
[Pesona:12]
[Kekuatan:12]
[Kecepatan:12]
[Kelincahan:12]
[Pertahanan:12]
[Kecerdasan:12]
[Keberanian:12]
Grizelda melihat sebuah laptop dari Systemnya.
"Hm … ini sangat bagus, tapi apa yang harus aku lakukan dengan laptop ini ya agar aku dapat uang tambahan?" tanya Grizelda berpikir.
Tak lama Grizelda pun sampai di sekolahnya yang sepi, ia pun kembali berjalan beberapa meter lagi ke depan dan terlihat sebuah kostan putri di sana.
Ia pun masuk ke dalam dan menemui pemilik kost.
Tok! Tok! Tok!
"Permisi!" panggil Grizelda.
"Iya, bentar." terdengar suara seorang ibu-ibu dari dalam rumah yang menuju keluar.
Cklek!
Terlihat seorang ibu-ibu yang memakai daster keluar.
"Ada apa?" tanyanya.
"Oh ya Buk, di kost ini apa masih terima orang?" tanya Grizelda.
"Oh ya, masih ada sisa 2 kamar lagi, kamu mau ngekos?" ibu itu balik bertanya.
"Iya, perbulannya berapa ya Buk?"
"Satu bulan 400 ribu, kalau mau ngekost kamu harus bayar di muka dulu," jawab pemilik kost.
"Oh baiklah, sebentar ya Buk," ucap Grizelda.
Saat ini ia tidak membawa uang cash dan ia pun mencari tempat sedikit tersembunyi.
"Hm … Kemana dia pergi?" tanya ibu itu menekuk alisnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Grizelda pun mengambil uangnya sekitar 1 juta dari Systemnya dan memasukkan ke dalam saku celananya.
"Ini Buk uangnya." Grizelda mengulurkan yang 400 ribu itu.
"Terima kasih ya, tapi kamu jangan sampai tepat bayar ya," ucap ibu itu tersenyum.
"Iya Buk," jawab Grizelda mengangguk.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di potong 400 ribu]
[Sisa saldo Anda 4.600.000]
"Ya udah ayo, Ibu bawakan ke tempatnya." mereka pun pergi dan menuju tempat kost putri.
Di sana ternyata cukup banyak juga yang ngekost karena jarak rumah mereka cukup jauh.
Tatapan mereka melihat ke arah Grizelda tajam, seolah-olah mereka tidak menyukai atas kedatangan Grizelda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
kenapa anak anak kos tidak suka dg grizel padahal blm kenal juga
2025-02-19
0
Shinta Dewiana
ni salah nominal saldo uang sisa sebelumnya kemana..
2025-02-19
0
Mas Bos
tempat kost yg penuh dg tatapan
wanita bertato kupu kupu
/Grin//Grin//Grin/
2024-04-23
3