Bab 19

Karina yang baru saja kembali dari luar, ingin berjalan-jalan sebentar ke taman untuk merilekskan pikirannya yang penat sebelum masuk ke dalam rumah. Namun, tanpa disangka dia melihat seorang wanita dan anak laki-laki  sedang duduk di ayunan khusus yang dibuatkan untuk anaknya.  Setaunya dia tidak pernah melihat wanita itu ataupun anak laki-laki itu di sekitaran rumah.

Karena penasaran Karina melangkahkan kakinya ke arah mereka. Semakin dekat jaraknya, semakin jelas Karina mendengar suara ceria anak anak. Setelah sampai di dekat mereka  karina bisa melihat rupa wanita itu yang sangat cantik, rambut hitamnya yang panjang terurai di belakang punggungnya, sosok tubuhnya yang sempurna dibaluti gaun putih selutut yang membuatnya terlihat lembut dan elegan. Terutama wajahnya yang oval sangat cantik, kulitnya yang putih terlihat lembut dan tanpa pori-pori yang terlihat.

Setelah cukup mengaguminya, akhirnya karina bertanya .

"Siapa kamu?"

Keira mengangkat kepalanya, menatap wanita asing yang tengah berdiri di depannya. Dia merasa wajah di depannya sangat tidak asing, seperti pernah melihat di suatu tempat.

"Tapi di mana?" pikir Keira sambil mengusap dagunya mengingat-ingat kembali ingatanya.

"Oh iya bukannya wanita itu yang duduk di sampingnya saat di sekolahan Shaka, tapi kenapa dia bisa ada di sini, apa ini rumahnya? Setahu ku di keluarga Chester tidak ada anak perempuan." Batin Keira setelah mengingat wajah wanita di depannya.

"Nyonya Karina," sambut pelayan itu sopan, saat menyadari keberadaan nyonya Karina di depan mereka.

Karina hanya mengangguk sebagai tanggapan, lalu dia melirik Keira sebentar sebelum bertanya pada pelayanan itu.

"Siapa dia?"

"Dia istri tuan muda Xavier, Nyonya Keira."

"Istri kak Xavier?" ucap Karina tak percaya, dia sekali lagi menelisik Keira dari atas ke bawah, dan tatapannya saat melihat Keira berubah sinis. Berbeda dari tatapan tadi yang terlihat biasa saja saat melihatnya.

Ditatap seperti itu, Keira merasa bingung.

"kenapa? apa aku pernah berbuat salah padanya."

Mengesampingkan pikirannya, dengan senyum sopan Keira segera memperkenalkan dirinya dan berkata lembut, "Halo, saya Keira."

"Oh," jawab Karina tanpa minat, dan langsung melengos pergi dari taman.

Melihat kepergiannya Keira merasa heran, dia kemudian menatap pelayan itu yang mungkin sangat mengetahui alasannya. Kenapa dia sangat memusuhi nya setelah dia tau istri Xavier.

"Ada apa dengannya?" tanya Keira heran.

"Mungkin nyonya Karina merasa anda merebut Tuan muda Xavier darinya," jawab pelayan itu tersenyum canggung. Ini juga pertama kalinya dia melihat nyonya karina yang selalu lembut menunjukan ekspresi seperti itu.

"Merebut? Mengapa? Sepertinya dari cara kamu memanggilnya nyonya bukankah dia nyonya rumah di sini?" tanya Keira sangat penasaran lalu dia menoleh dan melihat pelayan itu.

"Em… itu… anu… nyonya…." bagaimana caranya dia menjelaskan pada nyonya ya. Menggaruk kepalanya yang tidak gatal pelayan itu menatap perempuan itu yang juga tengah menatapnya.

Melihat kegugupan pelayan itu, Keira membawanya untuk duduk di kursi dekat ayunan.

"Siapa namamu?"

Dilihat dari wajahnya yang sangat muda dan cara dia memperkenalkan lingkungan di sini seolah sangat akrab, seharusnya dia sudah bekerja lama di keluarga Chester.

"Nama saya Mila, Nyonya," jawab Mila sangat sopan.

"Apa kamu sudah lama bekerja di sini?"

"Tidak, saya hanya menggantikan ibu saya yang sedang sakit Nyonya."

"Jadi ibu mu juga kerja di sini?"

"Iya, sejak kecil saya selalu mengikuti ibu ke sini. Semenjak ayah pergi meninggalkan kami, saya dan ibu saya hidup berdua saling bergantung. Ibu yang banting tulang mencari nafkah untuk makan  dan menyekolahkan saya. Dan setelah saya beranjak dewasa saya selalu ingin membantu ibu dan mencari kerja untuk meringankan beban ibu namun ibu melarangku, katanya dia hanya ingin aku untuk fokus saja belajar sampai menjadi sarjana dan menggapai cita citaku" jelas Mila tanpa sadar menceritakan kondisi keluarganya. 

Dia menatap ke pohon besar di depannya sambil mengenang masa lalu bersama ibunya di sana. 

Keira hanya mendengarkannya dengan seksama tanpa menyela pembicaraannya. Sambil memantau Shaka yang sedang bermain sendiri.

Seolah tersadar apa yang dia katakan, Mila buru-buru menoleh dengan panik.

"Maaf Nyonya tanpa sadar saya malah curhat," sesal Mila menundukan kepalanya takut melihat Keira.

Meski baru kenal entah kenapa dia merasa nyaman berada di dekatnya dan tanpa sengaja menceritakan masa lalunya. 

Dengan senyum lembut Keira mengusap kepala Mila.

"Tidak papa, ibumu sangat hebat," puji Keira.

"Te-terima kasih,"gumamnya gugup. 

Mila menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang tersipu.

"Ibu juga hebat," teriak Shaka tiba-tiba lalu memeluk Keira.

"Benarkah?"

"Ya ibu adalah ibu terhebat di dunia," ucap Shaka seraya menatapnya dengan mata berbinar dan kekaguman seolah dia benar-benar adalah yang terhebat.

"Terima kasih sayang," ucap Keira tersenyum senang.

Mila yang melihat keharmonisan mereka juga ikut tersenyum hangat. Apa tidak papa kalau dia menjelaskan hubungan tuan muda dan nyonya Karina? Setelah pemikiran yang matang akhirnya Mila menjelaskannya. 

"Em…sebenarnya nyonya Karina dan tuan muda Xavier adalah teman masa kecil. Nyonya Karina sudah naksir pada tuan dari kecil, dia selalu mengikuti tuan ke mana saja. Setiap ada wanita yang mendekati tuan, nyonya Karina langsung bertindak dengan cara memperingatinya atau membalasnya sampai wanita yang mendekati tuan muda merasa takut dan tidak pernah berani lagi mendekati tuan muda. Meski tuan muda tau apa yang telah dilakukan nyonya Karina, tapi respon tuan muda hanya acuk tak acuh dan tak terlalu peduli."

"Semenjak itu nyonya Karina selalu melakukan berbagai cara untuk bisa bersama tuan muda Xavier. Ada juga cara yang paling ekstrim yang pernah dilakukan oleh nyonya karina…"

"Apa itu?" tanya Keira semakin penasaran.

"Pada saat berada di perjamuan makan para eksekutif tinggi, nyonya Karina secara diam-diam memasukan obat afrodisiak di minuman tuan muda dan meminta pelayan untuk memberikannya pada tuan muda secara diam-diam."

"Namun, yang nyonya Karina tidak tau adalah kalau tuan muda sudah mengetahui semua rencananya. Dan kemudian tuan muda menukar gelasnya dengan tuan Alaric, adik tiri tuan muda. Dan menyuruh para pengawalnya untuk menempatkan tuan Alaric di kamar eksklusif tuan muda yang di mana di sana sudah ada nyonya Karina yang sudah menunggunya," lanjut Mila. 

Bagaimana dia bisa tahu? Karena dia mempunyai salah satu teman dari kalangan atas dan kebetulan berada di tempat kejadian itu. Selain itu juga, ada ibu yang memberitahunya. 

"Aku tidak percaya dia akan melakukan hal  licik seperti itu hanya untuk mendapatkan pria yang tidak mencintainya sama sekali,"ucap Keira merasa prihatin.

"Setelah itu apa yang terjadi?"

"Setelah itu…"

Terpopuler

Comments

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Jeng jeng apa jadi

2024-11-01

0

Bastard_🗡️

Bastard_🗡️

haha rasain

2024-02-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!