Pada saat ini mereka berada di kediaman keluarga Chester yang berada di kawasan perumahan elit yang ada di jakarta. Rumahnya sangat mewah dan megah dengan bangunan dua lantai dan halaman depan yang sangat luas. Yang dijaga oleh beberapa penjaga yang mengawasi gerbang depan dan beberapa pelayan yang berlalu lalang untuk membersihkan rumah besar ini.
Entah kenapa sejak tadi pagi saat mendengar berita itu, Keira merasa kedua orang ini dalam suasana hati yang buruk. Dia tidak tau alasannya kenapa, tapi yang pasti suasana di ruang tamu sangat tegang, duduk di hadapan Keira adalah tuan James ayah kandung Xavier dan nyonya Bella ibu tiri Xavier.
Yang Keira tau semenjak nyonya Isabella, ibu kandung Xavier meninggal pasca melahirkan William karena kehilangan banyak darah. Tuan James secara terang-terangan membawa wanita simpanannya bersama seorang anak laki-laki yang berumur 13 tahun ke dalam rumah Chester, yang diketahui sebagai anak hasil dari hubungan gelap yang selama ini mereka tutupi.
Semua orang yang mendengar berita itu sangat terkejut sehingga menjadi perbincangan panas di kalangan para istri sosialita. Karena yang mereka tau pasangan itu sangat romantis saat berada di acara perjamuan atau di depan publik.
Yang mana membuat mereka sangat iri setiap kali melihat tuan James menunjukan kasih sayangnya pada nyonya Isabella di hadapan mereka. Namun, setelah mendengar berita itu, mereka semua tau, ternyata keharmonisan di antara mereka hanyalah topeng belaka untuk menutupi kebusukan tuan James.
Keira tak habis pikir, bagaimana bisa tuan James yang mempunyai istri spek bidadari malah selingkuh sama mak lampir di depannya. Apa matanya buta atau ketutup dosa, tidak bisa membedakan antara serbuk berlian sama butiran debu.
Lihatlah dandannya yang sangat menor, berbeda dengan nyonya Isabella yang sangat cantik dan lembut dari luar dan dalam. Kenapa dia tau? Ya karena nyonya Isabella sangat terkenal dikalangan atas karena kebaikannya dalam membantu mereka orang-orang yang kurang mampu dan anak yatim.
Dasar pasangan brengsek, sudah tua juga malah mesra mesraan. Jijik banget. Batin Keira seraya memutar bola matanya malas saat melihat mak lampir bergelayut manja pada tuan James.
Xavier hanya memasang wajah acuh tak acuh, pupil matanya yang gelap menatap pasangan itu dengan dingin.
"Ada apa anda memanggil kami?" tanya Xavier malas, dia mengetuk jari-jarinya di sandaran kursi roda, lalu melirik pria paruh baya di depan dengan sorot mata dingin seperti penguasa yang melihat bawahannya.
James menggertakkan giginya kesal, dia sangat membenci sorot mata putranya yang terlihat merendahkan dirinya. Sama seperti wanita ****** itu saat melihat dirinya dengan tatapan seperti itu.
"Apakah begitu caramu menyapa ayahmu sendiri!" bentak tuan James sambil memukul meja kaca di depannya.
Sehingga membuat semua orang yang ada di sana sangat terkejut, terutama Shaka yang langsung menggenggam tangan ibunya erat. Melihat putranya ketakutan Keira segera merangkulnya dan menenangkannya.
"Sayang sabar, bagaimana jika jantungnya kumat lagi," kata nyonya Bella dengan nada lembut yang di buat buat.
Setelah menenangkan suaminya, nyonya Bella menoleh ke arah mereka.
"Nak, bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu pada ayahmu. Kita adalah keluarga bukan orang asing, memangnya salah kalau kita memanggilmu datang ke sini? Kami hanya ingin tahu bagaimana kondisimu selama ini sekaligus ingin mengenal istri barumu," ucap nyonya Bella berpura-pura sedih.
Melihat drama yang memuakan di depannya Xavier merasa sangat jengah dan mulai tidak sabar.
"Sekarang sudah melihat kondisi saya kan? kami tidak akan tinggal lebih lama. Ayo kembali,"ajak Xavier pada mereka bertiga.
"Berhenti!"
Mereka bertiga yang sudah berdiri langsung duduk kembali. Keira melihat tuan James yang sangat marah dengan muka yang memerah dan urat leher yang menonjol.
Melihat mereka yang sudah duduk kembali, tuan James langsung mengatur nafasnya dan menenangkan emosinya.
"Ayah dengar kamu memenjarakan Zio?" tanya tuan James menatap tajam Xavier.
"Ya jadi apa, masalah?" jawab Xavier santai tanpa beban.
"Dia keluargamu juga, kenapa kamu sangat kejam!" teriak nyonya Bella tidak tahan lagi sambil menunjuk Xavier dengan wajah yang berlinang air mata.
"Dia bukan keluargaku!" teriak William tiba-tiba dipenuh amarah. Dia benar-benar sudah muak dengan kepura-puraan wanita tua di depannya.
"William! apakah begitu caramu berbicara pada ibumu!" bentak tuan James, lalu merangkul istrinya yang menangis ke dalam pelukannya.
"Dia bukan ibuku!" tegasnya sembari mengepalkan tinjunya kuat. William menatap pasangan paruh baya di depannya dengan penuh kebencian. Dia benar-benar sudah muak pada ayahnya yang selalu membela wanita itu.
"William!"
"Diam!"
Xavier yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara, kesabarannya sudah habis, dia benar-benar jengkel melihat pertengkaran di depannya. Tak ada lagi harapan untuk ayah bajingannya yang brengsek.
Akhirnya suasana langsung hening, Keira yang hanya diam akhirnya tidak tahan lagi dan lekas berdiri sambil membawa Shaka yang tubuhnya gemetar ketakutan. Keira membungkuk di telinga Xavier dan membisikkan sesuatu.
Xavier langsung mengalihkan perhatiannya pada putranya yang bersembunyi di pelukan Keira. Dia langsung memerintahkan seorang pelayan yang tidak jauh dari mereka.
"Pelayan."
"Ya Tuan."
"Bawa Nyonya pergi berkeliling."
"Baik Tuan, mari Nyonya."
Keira langsung mengikuti di belakang pelayan itu sambil menggendong Shaka, pertengkaran itu benar-benar tidak baik bagi anak. Jadi Keira langsung memutuskan untuk pergi jalan-jalan menelusuri rumah mewah ini. Dia tidak peduli meski akan dicap tidak sopan oleh mereka. Toh dia juga tidak akan tinggal di sini.
Dan dia juga percaya bahwa Xavier akan dapat dengan mudah menyelesaikan permasalahan ini.
Mereka berjalan berkeliling melihat pemandangan taman. Tamannya juga sangat indah dengan dihiasa bermacam-macam spesies bunga, dan pohon-pohon hijau. Melihat ayunan yang tidak jauh dari jarak mereka saat ini, mata Keira berbinar.
"Sayang lihat, ada ayunan kamu mau main ayunan gak?"
Mendengar kata ayunan Shaka langsung mengangkat kepalanya dari pundak Keira, dia mengikuti arah tunjuk ibunya dan benar saja dia melihat ayunan itu.
"Mau main gak?" tawar Keira saat melihat putranya yang sangat tertarik melihat ayunan itu.
Shaka langsung mengangguk semangat, dia benar-benar sangat tergiur dengan ayunan itu.
"Kalau begitu ayo."
Keira langsung berlari menuju ayunan. Pelayan yang tadi juga mengikutinya, takut mereka akan tersesat. Keira langsung mendudukan Shaka di ayunan lalu mendorongnya perlahan.
"Hahaha ibu lebih kencang," teriak Shaka disertai dengan tawa bahagia.
"Kalau begitu pegang erat baby boy."
"Ya."
Keira langsung mendorongnya lebih kencang sehingga membuat Shaka tertawa lepas melupakan rasa takutnya.
"Siapa kamu…"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Jamayah Tambi
Siapa
2024-11-01
0
Bastard_🗡️
mungkin matanya abis kecolok sapu deh makanya buta
2024-02-04
1