Bab 15

Saat ini mereka berada di Outdoor sekolah, untuk mengumumkan hasil pemenang lomba lari antar kelas. Keira duduk di kursi barisan tengah yang disediakan oleh sekolah untuk para orang tua. Duduk di sampingnya adalah seorang wanita muda dengan perawakan yang langsing dan glamor.

Iris matanya yang berwarna coklat melihat ke atas panggung, di mana seorang pria muda yang diyakini sebagai MC itu tengah berbicara untuk menyambut para tamu dan mengumumkan siapa pemenang dalam lomba lari.

"Oke tanpa menunggu waktu lama lagi, mari kita umumkan siapa pemenang juara 3 sampai juara 1," ucap MC dengan semangat yang tinggi.

"Ini dia juara tiga dan dua dimenangkan oleh… Kenzo dan Ezra!"

Tepuk tangan meriah terdengar dari bawah menyambut kedatangan kedua orang itu di atas panggung.

"Selanjutnya untuk juara pertama dimenangkan oleh…"

Keira menyandarkan punggungnya di kursi dengan santai, perhatiannya tidak pernah lepas dari atas panggung menunggu anaknya naik ke atas panggung. 

"Apa kamu tau siapa juara pertamanya?"tanya Keira pada Keenan yang duduk di sebelahnya. 

"Saya tidak tahu, memangnya siapa?" tanyanya seraya menatap Keira dengan iris matanya yang hitam, dari balik kacamata yang bertengger manis di hidungnya.

Lucas juga menatap Keira dengan wajah kecilnya yang penasaran.

Melihat dua wajah kecil dan besar yang penasaran, Keira senyum sombong.

"Tentu saja Shaka."

"Shaka."

Suaranya bersamaan dengan suara MC yang mengumumkan nama pemenang juara pertama.

"Lihat benarkan,"ujar Keira bangga, dia kemudian mengambil ponselnya dan mengabadikan momen putranya memenangkan juara.

Lucas yang melihat Keira yang tersenyum bangga ketika memotret Shaka, sangat iri. Wajahnya terkulai sedih, dia juga dulu mempunyai ibu. 

Keenan yang merasa suasana hati anaknya tidak benar, menghela nafas panjang. Dia mengulurkan tangannya yang besar  dan mengusap kepala berbulu Lucas.

"Tidak apa apa, kan ada Ayah" kata keenan lembut.

Mendengar ucapan ayahnya Lucas mendongak ke atas dan melihat tatapan Keenan yang lembut. Lalu mengangguk lembut. 

Dia kemudian memeluk ayahnya erat dan menyembunyikan wajah kecilnya di leher Keenan.

Keenan mengelus punggung Lucas dengan lembut, wajah yang tadinya lembut kini digantikan dengan tatapan datar dan dingin.

...****************...

Setelah acara selesai, kini mereka berjalan bersama menuju gerbang depan dan parkiran

"Ada apa denganmu?" tanya Keira heran pada Shaka yang selalu menghindarinya.

Mendengar pertanyaan ibunya Shaka hanya mendengus kesal, lalu berjalan terlebih dahulu dengan Lucas.

Setelah perkenalan tadi kini mereka cukup akrab, apalagi Lucas dan Shaka yang selalu menempel. Keira juga baru tau kalau Keenan baru saja pindah dari luar negeri dan akan bekerja di rumah sakit milik keluarganya, dia juga lulusan dari universitas terkenal di luar negeri dan berprofesi sebagai dokter. 

Keira juga pernah melihat beritanya di TV, kalau dia berhasil menyembuhkan seorang pasien yang menderita lumpuh kaki permanen. Namun sampai sekarang mereka tidak tau siapa pasien ini karena Keenan menyembunyikan identitasnya dari publik.

"Ada apa dengannya?" Keira sangat bingung dengan perubahan emosi putranya yang tiba-tiba. 

"Mungkin karena perkataanmu saat di taman," timpal Keenan, membantu menjawab kebingungan  Keira. 

"Apa iya,"ucapnya ragu pada dirinya seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. 

Dia kira ucapan marah yang dilontarkan Shaka hanya bercanda, ternyata beneran. Keira juga menyadari setiap dia berbicara dengannya Shaka selalu mengabaikannya. 

Dengan perasaan bersalah Keira akan meminta maaf pada putranya saat sampai di rumah. 

Karena gedung sekolahnya sangat luas, dibutuhkan beberapa menit untuk berjalan keluar gedung ataupun ke parkiran 

"Mobil saya ada di sini, apa kamu mau pulang bersama kami? " tawar Keenan.

"Ah tidak usah terima kasih, aku akan pergi ke gerbang menunggu supir," tolak Keira halus.

Saat Keira hendak membawa Shaka pergi ke depan, dering ponsel menghentikan langkahnya. Keira segera menjawab telepon dari sopirnya.

"Halo Nyonya maaf saya tidak menjemput anda, mobilnya mogok di jalan."

"Oh iya tidak papa aku akan pulang naik taksi."

"Bagaimana kalau saya menelpon Tuan dan meminta Tuan memanggil asisten David untuk menjemput Nyonya."

"Tidak usah pak Dani aku naik taksi saja."

"Kalau begitu hati-hati nyonya, sekali lagi saya minta maaf."

"Iya."

Setelah menutup teleponnya, Keira melihat  waktu di ponselnya yang menunjukan pukul 04.15 sore. Ternyata sudah sore, dia tidak tau bagaimana kabar Xavier yang sedang sakit. Meskipun ada bibi dan David yang mengurusnya dia masih tetap khawatir.

"kenapa? " tanya Keenan melihat raut wajah khawatir Keira.

"Oh… ini mobil sopirnya mogok jadi aku akan pulang naik taksi," jawab Keira tersenyum canggung.

"Kalau begitu ayo pulang bersama kami."

"Ah… tidak usah," tolak Keira halus dia tidak mau merepotkan orang lain.

"Gapapa, lagian jam segini jarang ada taksi yang lewat."

Keira juga tau setiap sore jarang sekali ada taksi yang lewat, namun dia mencoba peruntungannya. Tapi kalau tidak ada, dia juga kasihan melihat Shaka yang sudah kelelahan.

"Kalau begitu terima kasih," ucap Keira tidak lagi menolak. 

......................

Dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil sangat sunyi. Tidak ada suara anak yang mengoceh, karena kedua anak itu sudah tertidur pulas sambil menyenderkan kepalanya satu sama lain, terlihat sangat lucu dan manis.

"Em…kamu pernah bilang jika aku butuh bantuan kamu bisa membantuku," tanya Keira hati-hati memecah kesunyian di dalam mobil.

"Ya saya akan membantumu selagi itu dalam jangkauan saya," jawab Keenan tenang.

"Aku pernah melihat berita mu di TV, kamu berhasil menyembuhkan orang yang didiagnosa lumpuh selamanya dan bisa kembali berjalan dengan normal. Apa kamu juga bisa membantuku menyembuhkan suamiku," jelas Keira.

"Tenang saja aku akan membayarnya berapapun itu, selagi suamiku sembuh,"ucap Keira buru-buru takut dia salah paham.

Keenan menghentikan laju mobilnya karena  rambu lalu lintas, lalu menoleh ke samping melihat Keira yang gugup tampak sangat lucu. 

"Aku bisa membantumu, tapi aku harus memeriksa dulu bagaimana kondisi suamimu,"ucapnya tenang lalu menjalankan mobilnya kembali setelah lampu hijau menyala. 

"Kalau begitu setelah aku memberitahu suamiku, aku akan langsung menelponmu."

"Tidak masalah."

"Aku akan berusaha untuk menyembuhkan suamimu."

"Terima kasih,"ucap Keira penuh rasa syukur. 

Mobil itu kembali sunyi, Keenan yang fokus menyetir dan Keira dengan suasana hati senang. Memikirkan bagaimana nanti suaminya bisa sembuh dan berdiri lagi seperti sediakala, membuat dia sangat bahagia dan menantikan kesembuhan suaminya. 

Keenan melirik wanita di sampingnya yang tersenyum bahagia. 

Terpopuler

Comments

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

/CoolGuy/

2024-11-01

0

Evy

Evy

ternyata suaminya sudah sembuh ya...

2024-01-09

0

keysha Azzahra

keysha Azzahra

dan ane yaqin kalk s keenan dr ny xaiver deh,,dia cm pura2krna alsan tertntu

2023-12-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!