Berdiri di dekat gajebo, Keira melihat seorang pria kecil tengah tertidur pulas. Tujuannya datang ke gajebo adalah untuk bersantai, tapi malah melihat anak kecil tidur di sini.
Jadi yang aku lihat di balkon tuh anak kecil ini. Tapi ini anak siapa bisa ada di sini.
Duduk di samping anak itu, Keira menatap wajah anak itu. Wajahnya yang kecil terlihat sangat tampan dan imut, apalagi saat mulut kecil semerah ceri itu terbuka sedikit saat tertidur, pipinya yang chubby di hiasi rona merah.
Keira tidak tahan saat melihat wajah imutnya, membuat dia sangat gemas. Tangannya terulur ingin mengelus rambut halus bocah itu.
Merasakan tangan lembut seseorang tengah mengelus kepalanya, Shaka perlahan membuka matanya. Pandangannya yang buram hanya melihat siluet seseorang tengah menatap dirinya. Mengerjapkan matanya beberapa kali perlahan pandangan itu menjadi jelas, dan alangkah terkejutnya saat melihat wajah cantik secantik peri di hadapannya.
"Ka-kamu… kamu… siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini, apa yang kamu lakukan di tempat ini?" Dengan ekspresi terkejut di wajah mungilnya, shaka bertanya beruntun pada wanita di hadapannya.
"Aku yang harusnya nanya bocah, kenapa kamu bisa di sini?"
"Karena ini rumah Ayahku!"
Berarti ini anaknya Xavier, astaga! Aku tidak hanya menikah dengan perjaka tua tapi juga harus menjadi ibu tiri. Kehidupan macam apa ini. Sejak kapan Xavier mempunyai anak, bukannya dia tidak pernah menikah.
Keira merasa pusing dengan kebenaran yang diketahuinya. Dia tidak tau bagaimana harus menjadi ibu, bagi anak instan di depannya.
"Kamu siapa?" Shaka menatap orang asing yang linglung di depannya dengan heran. Sejak kapan orang asing bisa masuk ke rumah ayahnya.
Tunggu! Bukankah ayah pergi untuk menikah. Berarti wanita cantik ini… istri barunya!
Memicingkan mata bulatnya, Shaka menelisik wanita itu dari atas sampai ke bawah.
Apa dia akan menjadi ibu tiri yang kejam seperti yang diceritakan teman-temanku.
Melihat wajah menelisik anak itu, Keira merasa tidak nyaman. Ada apa dengannya, kenapa sampai seperti memperhatikannya.
"Ada apa?"
"Apa kamu Istri baru Ayah? Apa kamu juga akan menjadi Ibu tiriku?"tanya Shaka beruntun.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan anak itu, Keira hanya mengangguk lesu.
" Ya, siapa namamu?"
"Shaka, Shaka Leonard Chester."
"Oh halo aku Keira, kamu bisa memanggilku apa saja,"ucapnya, lalu mengelus kepala berbulu Shaka yang lembut.
Merasakan elusan lembut di kepalanya, wajah Shaka memerah malu. Ini pertama kalinya seseorang mengelus kepalanya.
"Apa kamu akan menjadi Ibu tiri yang jahat seperti di film,"cicitnya lembut, seraya menundukkan kepalanya.
Mendengar cicitan lembut Shaka, Keira langsung tertawa terbahak-bahak. Apa yang dipikirkan anak ini.
Mendengar suara tawa Keira seperti sedang mengejeknya, Shaka merasa malu. Wajahnya yang imut saat ini sangat merah seperti tomat. Melihat wanita itu tidak mau berhenti tertawa, Shaka langsung membekap mulutnya dengan kedua tangan mungilnya.
"Kamu, diam!"
"Oke Oke aku diam."
Keira melepaskan tangan Shaka dari mulutnya lalu menggenggamnya, dengan senyum hangat dia mengelus kepala Shaka.
"Tenang saja aku tidak jahat kok, aku akan berusaha jadi Ibu yang baik."
"Tapi, kenapa Ayahmu tidak cerita kalau dia sudah punya anak."
Mendengar ucapan Keira, Shaka hanya tersenyum miris.
"Karena aku hanya anak angkat. Yang diambil olehnya di jalanan."
Keira sangat terkejut anak seimut ini mempunyai masa lalu yang seperti itu. Dia kira, jika anak ini bukan anak kandung Xavier, mungkin anak kerabat Xavier yang diambil olehnya.
"Apa kamu akan mengabaikanku setelah mengetahui fakta kalau aku anak angkatnya." Matanya yang jernih menatap Keira dengan polos.
Melihat mata jernih dan polos anak itu, Keira merasakan sakit yang tumpul di hatinya.
Apa anak ini sering diabaikan. Tapi, kenapa? Kenapa anak seimut ini ditelantarkan. Jika saja aku tau siapa orang tua kandungnya, aku pasti akan menghajarnya.
Keira mengangkat anak itu untuk duduk di pangkuannya. Tangannya yang ramping mengusap rambut lembut Shaka, lalu mencium keningnya.
"Kenapa? Kenapa aku harus mengabaikan anak imut sepertimu. Dengar sayang, sekarang aku adalah Ibumu oke, ingat aku Ibumu,"ucapnya dengan penuh penekanan disetiap katanya, sambil menunjuk dirinya.
Menatap mata coklat wanita itu yang terlihat tulus dan tidak ada kebohongan, Shaka mengangguk malu-malu. Dia memberanikan diri untuk memeluk ibu barunya, tidak ada penolakan dari ibunya. Shaka langsung memeluknya erat lalu menyembunyikan wajahnya di leher ibu.
"Terima kasih… Ibu,"gumam Shaka lembut.
Ternyata nama ibu tidak seburuk itu.
Keira mengusap punggung kecil Shaka yang terlihat rapuh, lalu mencium kepalanya bertubi-tubi.
Ternyata seperti ini rasanya dipeluk, sangat nyaman dan hangat membuat dia tidak ingin melepaskannya.
Karena pengalaman masa kecilnya, membuat dia anak berumur lima tahun itu tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua kandungnya sendiri. Dia hanya anak yang tidak diinginkan yang lahir atas kesalahan orang tuanya.
°°°
"Tuan, pelaku yang mengemudikan mobil truk pada malam itu menghilang setelah dia jatuh ke jurang. Tim kami telah menelusuri hutan di bawah jurang itu, namun nihil pelaku itu tidak ditemukan. Tapi, pada saat ditelusuri lebih teliti, kami menemukan beberapa jejak kaki orang. Kemungkinan pelaku itu sudah dibawa pergi dan mungkin kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa, pasti ada orang dibalik semua ini."
Setelah menyelesaikan laporannya, David menatap tuannya yang tengah mengamati pemandangan di luar jendela.
Menatap dari belakang, sosok tuannya sangat suram, dingin, dan kesepian. Meski duduk di kursi roda, punggungnya sangat tegak tanpa mengurangi aura wibawanya.
Setelah mendengar laporan asistennya wajahnya sangat suram dengan aura membunuh yang pekat.
"Cari tau sampai dapat, jangan biarkan mereka lolos,"suaranya sangat rendah dan dingin dengan niat membunuh yang kental.
"Baik Tuan."
Setelah David pergi, tatapannya yang dalam menatap ke arah dua orang di bawah yang berada di halaman belakang.
•••
"Ibu… "
"Ya sayang, ada apa?"tanya Keira lembut.
Saat ini dia berada di kamar putranya, untuk menemaninya tidur. Setelah kejadian di taman, kini Shaka selalu menempel padanya, tidak ingin jauh-jauh darinya.
"Emm… tiga hari lagi sekolah akan mengadakan perlombaan antar kelas, aku menjadi perwakilan lomba lari dan semua orang tua di undang untuk datang ke sekolah. Emm… apa Ibu mau… datang?"ucap Shaka gugup, matanya berkeliaran tak menentu, tubuhnya sangat tegang takut ibunya akan menolak dia.
Merasakan tubuh kecil Shaka yang tegang, Keira mengusap lembut punggung kecilnya untuk tenang, lalu mengecup dahinya singkat.
"Tentu saja, kenapa tidak,"ucapnya lembut seraya tersenyum hangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Erna Ladi Yanti
mksih thor cerita x sangt menarik dan aku sangt suka.semangt thor
2023-12-04
5
bea ofialda
Kapan update lagi?
2023-07-19
2
Yusuo Yusup
Dahsyat, author kita hebat banget bikin cerita yang fresh!
2023-07-19
1