Di dalam perjalanan, suasananya sangat hening dan sunyi. Tidak ada percakapan yang memecahkan suasana senyap di dalam mobil. David yang fokus menyetir, dan pria dingin yang duduk di sampingnya hanya memejamkan matanya.
Keira sebenarnya tidak terlalu peduli, dia sangat menyukai suasana yang seperti ini. Menyandarkan punggungnya, Keira menopang dagunya dan melihat pemandangan di luar jendela. Sesekali matanya yang berwarna coklat akan melirik pria di sampingnya.
Wajahnya yang tampan terlihat pucat, dengan rahang yang tegas, bulu mata yang lentik dan hidung yang mancung. Seluruh orang itu terlihat sempurna, membuat kaum hawa yang melihatnya akan tergila-gila.
Merasakan tatapan panas seseorang ke arahnya, Xavier membuka kelopak matanya perlahan. Lalu menoleh kesamping.
"Sudah puas melihatku, hm." Suaranya yang serak dan rendah terdengar magnetis di telinga Keira.
Terciduk sedang melihatnya, Keira bertatap langsung dengan iris mata gelap pria itu, seperti jurang maut tak berujung yang sangat menghanyutkan.
"Si-siap yang melihatmu." Tidak ingin pria itu melihatnya malu, Keira langsung memalingkan mukanya ke jendela.
Xavier melihat wanita di sebelahnya dengan tatapan dalam dan penuh arti. Lalu memejamkan matanya lagi dengan senyum tipis di sudut bibirnya.
Setelah wanita itu masuk ke dalam mobilnya, dia mencium wangi mawar berasal dari wanita itu yang sangat menenangkannya. Membuat dia tanpa sadar tertidur sebentar.
Sudah berapa lama dia tidak merasakan perasaan tenang seperti ini.
"Emm…meskipun kamu sudah mencari tahu tentangku. Tapi, aku ingin memperkenal diriku secara langsung, karena kita akan menjadi sepasang suami istri. Aku Keira Adelina Oliver, umurku sekarang 25 tahun. Mungkin lebih muda darimu."
Mendengar suara lembut wanita itu, Xavier perlahan membuka matanya, lalu melirik ke samping dan melihat lengan putih ramping yang terulur di depannya.
Dia kemudian menerima jabatan tangannya. Xavier merasakan tangan Keira yang lembut dan mungil digenggamannya. Terlihat sangat rapuh, jika dia menambahkan kekuatannya mungkin tangannya akan remuk.
"Xavier Grayson Chester, 34 tahun." Setelah menyebutkan namanya, Xavier langsung melepaskan jabatan tangannya.
Mendengar umur pria yang akan menjadi suaminya, Keira merasa terkejut dan syok. Dia tidak percaya, pria yang terlihat masih muda sudah berumur 34 tahun. Dia kira umur mereka hanya sebatas selisih 2 atau 3 tahun, tapi ternyata 9 tahun.
Melihat wajah Keira yang terlihat terkejut dan tercengang, Xavier mengangkat sebelah alisnya. Merasa penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh otak kecilnya.
"Ada apa?"
"Ti-tidak, aku hanya terkejut mendengar umurmu,"ucap Keira canggung, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Meskipun kemarin dia mencari informasi tentang calon suaminya. Tapi, web pencarian itu hanya menampilkan prestasi dan kabar berita mengenai kejadian yang dialaminya. Tidak ada berita tentang biodatanya.
"Aku tidak menyangka dia akan setua ini, pantas saja dia menyetujui pernikahan ini. Karena dia perjaka tua,"gumam Keira rendah, sambil melirik wajah pria itu.
Keira tidak menyadari, perkataannya akan terdengar oleh mereka. Meski dia sudah menurunkan nadanya, tapi pendengaran mereka sangat bagus ditambah dengan suasana mobil yang senyap.
Wajah Xavier langsung menggelap saat mendengar perkataan yang menohok. Matanya yang dingin menatap pelaku yang membicarakannya.
Melihat wajah tuannya yang dingin dari kaca spion, David hanya berdoa untuk keselamatan Nona Keira.
"Apa saya sangat tua?"tanyanya sembari tersenyum mencoba untuk tidak menakutinya.
Tapi, berbeda dengan penglihatan Keira. Dia melihat senyum Xavier yang terlihat sangat menyeramkan. Keira dengan gugup mengangguk lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak! Kamu tidak tua, kamu terlihat lebih muda dariku,"ucapnya buru-buru.
Matanya yang berwarna coklat penuh keseriusan saat menatap Xavier, seolah apa yang dia katakan adalah kebenarannya.
Melihat tangan besar yang terentang di depannya, Keira memejamkan matanya dengan takut-takut. Jantungnya berdetak kencang.
Apa dia akan memukulku? Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menghajarnya?.
Tapi, kejadian yang dia bayangkan tidak terjadi. Keira malah merasa tangan seseorang tengah mengusap lembut kepalanya.
Membuka matanya perlahan, Keira melihat senyum menawan dan tatapan lembut pria itu.
Melihat senyum tuannya dari kaca spion, David sangat terkejut dia tanpa sadar menginjak rem mobil secara mendadak.
Keira yang tidak siap dengan pemberhentian yang tiba-tiba, seluruh tubuhnya akan membentur kursi depan. Dia dengan pasrah menutup mata, menunggu rasa sakit yang akan datang.
Namun, yang terjadi selanjutnya bukan rasa sakit yang dialaminya. Tapi pelukan kuat yang melindungi tubuhnya. Mencium wangi cendana di sekelilingnya, Keira perlahan membuka matanya dan bertemu dengan tatapan dalam pria itu.
Tersadar dengan posisi intimnya, Keira langsung menjauhkan dirinya. Dengan wajah yang bersemu merah, Keira mengucapkan terima kasih dengan gugup.
"Te-terima kasih."
Melihat wanita itu yang menjauh, Xavier menatap tangannya yang kosong. Saat dia membawa Kepelukannya, Xavier merasakan tubuhnya yang lembut dan wangi, membuat dia merasa nyaman dan tidak ingin melepaskannya.
Melihat pelaku yang membuat mereka seperti itu, dengan tatapan tajam Xavier melihat asistennya dengan dingin.
"Maaf Tuan, Nona, saya tidak berhati-hati karena ada kucing yang melintas." Di bawah tatapan maut dari tuannya, David hanya ingin menangis tanpa air mata. Lagian sejak kapan tuannya yang dingin tersenyum lembut seperti itu pada makhluk yang berjenis kelamin wanita.
"Juga, Tuan kita sudah sampai."
•••••
Setelah setengah jam berhasil mendapatkan sertifikat nikah, kini mereka berjalan keluar dari gedung. Menatap terik panas matahari di atas kepalanya, Keira lalu melihat buku nikah di tangannya. Dia tidak percaya, kalau dia benar benar sudah menjadi istri pria di depannya.
Menatap wanita yang sudah menjadi istrinya berhenti di tempat, Xavier berkata tidak puas.
"Apa yang kamu lakukan berdiri di sana."
"Ah.. Ya maaf." Tersadar dari lamunannya, Keira segera berjalan ke depan lalu membantu mendorong suaminya yang duduk di kursi roda.
"Hari ini kita akan pergi ke mana?"
"Pulang."
"Ke rumahmu?"
"Hm."
"Tapi aku belum menyiapkan keperluanku."
"Tidak perlu, aku akan meminta asistenku untuk menyiapkan semua kebutuhanmu."
"Apa itu tidak merepotkanmu?"
Dengan malas Xavier menjawab,"Tidak."
"Kalau begitu terima kasih."
"Hm."
•••••
Akhirnya setelah satu jam diperjalanan, kini mereka sudah sampai di villa megah namun terlihat sepi, seperti tidak berpenghuni dan letaknya juga jauh dari keramaian dan hiruk pikuk ramainya ibu kota.
Meskipun diasingkan oleh keluarganya, namun mereka tidak memperlakukan Xavier dengan buruk, mereka memberikan villa megah yang jauh dari keramaian. Dan beberapa pelayan dan supir untuk membantu kebutuhannya sehari-hari.
"Apa ini akan jadi rumah kita?"tanya Keira saat melihat rumah mewah di depannya. Ini lebih mewah daripada rumah ayahnya sendiri.
" Ya."
"Tuan, Nyonya mari kita masuk."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Jamayah Tambi
Ah lelaki tetap muda wp umurnya berapa.Kalau sihat.Lainl/CoolGuy/ah klu dia sakit.
2024-11-01
0
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku umur 34 tahun masih muda, umur 40han aja masih muda,mana mungkin umur 34 udah tua..😄
2023-12-16
0
꧁꧁❁꧂꧂Biyung E Wirashada꧁꧁❁꧂꧂
suka.. bahasa nya yg tdk bertele²... 👄💬
2023-12-11
3