Ch. 18: Mulut Penuh Kebohongan

"Kamu mau mendengar ringkasan atau keseluruhan cerita?"

Baramun makin heran. "Apa bedanya?"

Fang memegang kening. Tanduk yang hilang sepertinya mempengaruhi IQ Baramun.

"Kapan tandukmu tumbuh kembali?" Menyedihkan selalu terlihat bodoh.

"Mungkin dua tahun sampai tiga tahun. Tapi bentuknya tidak akan sebagus yang hilang." Baramun berkata sedih sebari menyentuh bekas potongan tanduk yang terpotong miring. Kalaupun tumbuh indah, ukurannya tidak akan sebesar yang dulu.

"Hey, jangan alihkan topik pembicaraan. Cepat ceritakan tentang manusia bernama Albert dan bagaimana kami para iblis bisa hidup berdampingan dengan kalian para manusia."

Rangkaian karangan cerita dikatakan. Ekspresi Baramun berkali-kali berubah, dari yang aneh, khawatir lalu ketidak percayaan.

Albert merupakan pendekar pedang berusia tiga puluhan. Kenyataannya orang ini memang masuk ke lembah Droid, tapi tidak berhasil mencuri apapun. Seratus lebih orang meninggal akibat terluka, keracunan dan terbunuh.

Berita kematian kelompok pencari harta di lembah Droid sampai ke seluruh penjuru dataran Gollum. Bukannya menuding kebodohan kelompok yang dibawa Albert, manusia egois menyebutkan bahwa iblis lah yang terlalu kejam dan membantai mereka semua.

Fang menceritakan kebohongan demi kebohongan. Baramun yang curiga diawal malah tercuci otaknya.

"Albert menemukan tempat tinggal kalian. Sebuah singgasana terlihat ketika mereka masuk ke dalam, iblis tidak dapat menang melawan."

"Kamu sendiri menjadi cacat sungguhan. Sebelah matamu rusak dan kalian para iblis hidup dalam keterasingan untuk bersembunyi dari kejaran."

Tangan Baramun terbuka dan mengepal. Kami adalah ras berusia ratusan bahkan ribuan tahun kalah dalam sekali pertempuran?!

"Kami benar-benar kalah?"

"Kalian benar-benar kalah."

Sosok Baramun menjadi layu. "Rajaku, apa yang akan terjadi padanya?"

Lidah Fang hampir tergigit. Raja iblis..versi apa yang terlihat wajar untuk diceritakan sebagai pihak yang kalah? Fang menundukkan kepala, menyembunyikan ekspresi berpikir nya. Tapi Baramun menjadi salah paham.

"Rajaku mati?!!"

Fang terkejut. Baramun menangis seperti bocah. "Hey, kenapa menangis. Sekarang rajamu masih hidup dan menendang, apa yang kamu tangisi!"

"Tapi rajaku akan mati!"

Menutup telinga. Raungan Baramun menakuti kelinci dan beberapa binatang yang tengah mencari makan. Penduduk desa yang mendengar suara menakutkan mengira ada harimau yang turun dan bergegas kembali ke rumah untuk bersembunyi.

"Dimana anak itu?!" Gana yang mengunci pintu rumah baru sadar kalau putranya tidak ada di rumah. "Fang!!!!!"

"Jangan meraung lagi! Orang di desa akan salah paham mengira binatang buas telah turun gunung."

Baramun yang akan melolong terhenti. "Dimana manusia Albert itu tinggal? Aku akan mencarinya dan membunuh manusia itu duluan."

"Kamu tidak akan bisa. Tempat tinggal Albert sangat dekat dengan istana kerajaan wilayah atas. Kamu ingin mengalahkan musuh atau bunuh diri?"

"Lupakan saja kalau begitu." Baramun kemudian teringat hal lain. "Tentang iblis dan manusia dapat hidup berdampingan, bagaimana caranya?"

"Menikah satu sama lain. Punya anak bersama, menghabiskan masa tua dengan melihat anak-anak tumbuh dewasa."

"Kamu membodohi aku!"

Fang meloncat mundur untuk menghindar dari pukulan Baramun. "Apa aku terlihat bercanda? Aku serius! Manusia dan iblis bisa menikah dan punya anak bersama."

Kasus ini sering terjadi di masa depan. Ras iblis yang menyamar sesekali bandel dan menculik manusia untuk dinikahi. Mempunyai anak, iblis yang tidak sanggup melepaskan anak-anak mereka mengunci manusia itu untuk terus tinggal sampai anaknya dewasa.

Lebih mirip prostitusi sebenarnya, manusia yang melihat kehidupan mereka lebih baik setelah tinggal bersama iblis menjadi patuh dan terus melahirkan.

"Kamu pikir iblis tidak bisa jatuh cinta pada manusia? Kamu lupa kalau rajamu Kuro dilahirkan dari ayah manusia?"

Baramun shock. Di, dia tidak tahu kalau rajanya masih mempunyai ayah dari golongan manusia. "Serius?"

Ck, Fang sekarang lebih mirip guru sejarah. Menceritakan semua berita yang asli atau yang dia karang.

"Ibu Kuro yang tidak mau dinikahkan kepada salah satu jendral kepercayaan Raja iblis sebelumnya kabur dari rumah. Ditengah pelarian, ayah Kuro yang menebang pohon di hutan bertemu dengan ibu Kuro. Kisah selanjutnya kamu pasti mengerti, dua ras berbeda jatuh cinta dan menghabiskan malam bersama."

"Sembilan bulan kemudian Kuro lahir. Raja iblis yang mendapat kabar putrinya melahirkan bayi setengah manusia tidak terima dan membunuh ayah Kuro. Terlalu sedih, ibu Kuro juga bunuh diri di hari yang sama."

Baramun terdiam. Jadi inilah alasan mengapa raja sebelumnya tidak mengatakan apapun ketika membawa Kuro datang kelembah Droid.

"Rajamu tidak tahu kalau dia setengah manusia. Kamu juga tidak perlu memberitahu nya. Terkadang lebih baik diam."

***

Luka-luka Baramun sembuh dan dia dapat mengembalikan penyamarannya. Tengah malam buta Fang mengantar Baramun pergi. Di depan pintu masuk desa, Fang kecil menyuruh Baramun sedikit membungkuk.

"Aku tahu kamu masih bimbang. Manusia dan iblis terdengar aneh kan? Kamu akan mengerti nanti, hehehe"

Setelah merebut wilayah bawah, Baramun jatuh cinta pada manusia dan menculiknya. Akhir kisahnya tidak terlalu bagus. Wanita itu mengigit lidahnya sampai mati saat malam pernikahan mereka.

Baramun cepat-cepat pergi. Semakin lama dia tinggal, semakin percaya dia.

***

"Kamu mengelap apa?"

Gana mengambil benda yang terus diusap Fang. "Batu jenis apa ini?"

Fang mencoba merebut kembali. Meloncat-loncat untuk meraih tapi tubuh kerdilnya tidak bisa melampaui. "Ayah kembalikan batu ku!"

"Pelit sekali. Ambil ini juga."

Menyerahkan baru hijau, Gana juga memberi batu kuning yang sudah lama disimpan.

???

Fang melihat ke dua telapak tangannya yang memegang dua batu. Hebat!!!

Fang memeluk kaki Gana manja. "Ayah, apakah aku pernah memuji kamu tampan?"

Senang rasanya.

Tiga batu sudah dia dapatkan.

Tinggal batu berwarna biru yang harus dicari. Fang yang memasukan dua batu ke dalam dompet kain terbangun dari lamunan. "Kemana?"

Gana dan Aira tengah membahas sekolah mana yang harus di datangi Fang. "Kamu ingin sekolah di desa sebelah atau kota kabupaten?"

"Aku tidak mau sekolah!!" Sepasang kaki kecil Fang ingin kabur tapi kerahnya tertangkap. Gana memukul sekali pantat Fang.

"Apa maksudmu tidak mau sekolah! Kamu harus pergi."

"Tidak mau. Aku tidak mau! Ibuuuuu, buuuuu"

Aira menoleh ke arah lain. Ayah dan anak selalu membuat adegan. "Aku akan memasak. Kalian teruskan saja."

"Tidak, ibuuuuu. Bayimu dianiaya!!! Buuuu"

"Siapa yang kamu panggil bayi?! Hampir berusia lima tahun, malulah!"

"Masih lama untuk aku berumur lima tahun! Baru sebulan lalu aku merayakan ulang tahun ke empat ku. Ayah, kamu lepaskan!"

***

Baramun yang keluar dari wilayah bawah dijemput oleh dua bawahannya.

"Bos!" Dua pasang mata terlihat cemas. Baramun yang melepaskan penyamaran manusianya memperlihatkan satu tanduk yang hilang.

"Apakah anak yang anda cari melukaimu?!"

"Jangan bicara disini. Kembali dulu."

Episodes
1 Ch. 01: Pemindahan Jiwa
2 Ch. 02: Kelahiran Putra
3 Ch. 03: Bayinya Bernama Fang
4 Ch. 04: Catatan Sipil
5 Ch. 05: Sejarah Singkat Wilayah Bawah
6 Ch. 06: Derita Fang
7 Ch. 07: Episode Kecil
8 Ch. 08: Baramun Sang Jendral
9 Ch. 09: Bakpao Isi Kacang Hijau
10 Ch. 10: Fang Doyan Makan
11 Ch. 11: Kota Kabupaten
12 Ch. 12: Dipukul
13 Ch. 13: Pecahan Memori
14 Ch. 14: Pesta Singkat
15 Ch. 15: Kamu Masih Hidup?
16 Ch. 16: Lebih Akrab dengan Baramun
17 Ch. 17: Sengaja Mengabaikan
18 Ch. 18: Mulut Penuh Kebohongan
19 Ch. 19: Berburu Kelinci
20 Ch. 20: Baramun Pindah
21 Ch. 21: Membawa Baramun Ke Kota Kabupaten
22 Ch. 22: Pasangan Elf
23 Ch. 23: Ternyata Keturunan Elf
24 Ch. 24: Pergi Sekolah
25 Ch. 25: Hukuman Part 1
26 Ch. 26: Hukuman Part 2
27 Ch. 27: Cengeng
28 Ch. 28: Mengunjungi Juan Part 1
29 Ch. 29: Mengunjungi Juan Part 2
30 Ch. 30: Monster Level Surgawi
31 Ch. 31: Kejutan Tak Terduga
32 Ch. 32: Jatuh Koma
33 Ch. 33: Awal
34 Ch. 34: Keluar dari Wilayah bawah
35 Ch. 35: Berlatih di Ruang Dimensi Mimpi
36 Ch. 36: Tiga Tahun Berlalu
37 Ch. 37: Membujuk
38 Ch. 38: Penjual Pil
39 Ch. 39
40 Ch. 40: Membayar
41 Ch. 41: Kelicikan
42 Ch. 42: Akademi Sihir Grade S Part 1
43 Ch. 43: Akademi Sihir Grade S Part 2
44 Ch. 44: Naik Level
45 Ch. 45:
46 Ch. 46: Ekor
47 Ch. 47: Peringkat
48 Ch. 48
49 Ch. 49
50 Ch. 50
51 Ch. 51
52 Ch. 52
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Ch. 01: Pemindahan Jiwa
2
Ch. 02: Kelahiran Putra
3
Ch. 03: Bayinya Bernama Fang
4
Ch. 04: Catatan Sipil
5
Ch. 05: Sejarah Singkat Wilayah Bawah
6
Ch. 06: Derita Fang
7
Ch. 07: Episode Kecil
8
Ch. 08: Baramun Sang Jendral
9
Ch. 09: Bakpao Isi Kacang Hijau
10
Ch. 10: Fang Doyan Makan
11
Ch. 11: Kota Kabupaten
12
Ch. 12: Dipukul
13
Ch. 13: Pecahan Memori
14
Ch. 14: Pesta Singkat
15
Ch. 15: Kamu Masih Hidup?
16
Ch. 16: Lebih Akrab dengan Baramun
17
Ch. 17: Sengaja Mengabaikan
18
Ch. 18: Mulut Penuh Kebohongan
19
Ch. 19: Berburu Kelinci
20
Ch. 20: Baramun Pindah
21
Ch. 21: Membawa Baramun Ke Kota Kabupaten
22
Ch. 22: Pasangan Elf
23
Ch. 23: Ternyata Keturunan Elf
24
Ch. 24: Pergi Sekolah
25
Ch. 25: Hukuman Part 1
26
Ch. 26: Hukuman Part 2
27
Ch. 27: Cengeng
28
Ch. 28: Mengunjungi Juan Part 1
29
Ch. 29: Mengunjungi Juan Part 2
30
Ch. 30: Monster Level Surgawi
31
Ch. 31: Kejutan Tak Terduga
32
Ch. 32: Jatuh Koma
33
Ch. 33: Awal
34
Ch. 34: Keluar dari Wilayah bawah
35
Ch. 35: Berlatih di Ruang Dimensi Mimpi
36
Ch. 36: Tiga Tahun Berlalu
37
Ch. 37: Membujuk
38
Ch. 38: Penjual Pil
39
Ch. 39
40
Ch. 40: Membayar
41
Ch. 41: Kelicikan
42
Ch. 42: Akademi Sihir Grade S Part 1
43
Ch. 43: Akademi Sihir Grade S Part 2
44
Ch. 44: Naik Level
45
Ch. 45:
46
Ch. 46: Ekor
47
Ch. 47: Peringkat
48
Ch. 48
49
Ch. 49
50
Ch. 50
51
Ch. 51
52
Ch. 52

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!