Menangkap lebih dari selusin semut bermulut tajam, Fang akhirnya ingat apa nama jenis semut ini. Semut tentara! Keberadaan habitat semut tentara biasanya ditemukan di hutan atau lokasi-lokasi yang jauh dari keberadaan pemukiman manusia.
Kembali dengan semut tentara, Fang lucu sendiri melihat iblis yang biasanya terlihat arogan kini terlihat lebih mirip tunawisma cacat. "Sedikit perih. Tapi lebih baik kan daripada lukamu membusuk? Tahan sebentar."
Baramun tidak tahu ada jenis serangga kecil yang dapat dijadikan bahan menjahit luka. "Siapa namamu?"
Tangan Fang terhenti di udara, "Aku belum memperkenalkan namaku? oh, Fang. Namaku Fang!"
Baramun melamun, lalu rasa perih digigit menyentak, meringis kesakitan namun tangan Fang sangat cekatan. Luka sobek pada wajah Baramun tertutup.
"Aku tidak mengumpulkan cukup semut. Sebentar, aku akan mencari lagi" Pada bagian bahu yang robek, lusinan semut sudah dipakai semua. Fang berjalan ke arah sarang semut lagi dan mengambil lebih banyak semut tentara.
Pekerjaan telaten Fang terlihat jelek. Semut-semut yang digantung untuk menutup luka terlihat tidak beraturan. Fang yang bodoh nyengir, "Lukamu pasti meninggalkan bekas luka yang jelek. Tapi kamu adalah Iblis. Bekas luka ini menambah daya kesuraman dan kesadisan! Cukup keren."
"Aku menjadi jelek?" Sepasang mata Baramun memerah. Dia belum menemukan pasangan, jika memang meninggalkan jejak luka yang tidak sedap dipandang, bukankah ini menghambat dirinya untuk beregenerasi!
Menggaruk kepala malu. Fang mengambil salah satu tangan Baramun dan duduk lebih dekat. "Berapa usiamu?"
Alis Baramun terajut tidak puas. Anak ini sungguh-sungguh menyikapinya seolah penatua. "Jangan campuri urusan ku."
"Berusia dua puluh tahun?" Tebakan Fang tepat sasaran. Baramun memang iblis muda. "Wajahmu begitu langka." Terlihat tua dari usia sebenarnya, tapi Fang tidak berani mengatakan terang-terangan atau iblis ini akan menangis sungguhan.
"Kamu bukan anak-anak sungguhan kan?"
Fang tidak menyangkal dan juga tidak menjawab. Baramun yang terus menunggu menarik tangannya yang digenggam kesal. "Aku terluka karena ingin datang untuk menangkap kamu dan menyerahkan pada rajaku."
"Kuro..Dia masih terlihat seperti bocah?"
Baramun semakin penasaran pada Fang. "Bagaimana kamu tahu?"
Terkekeh penuh misteri, Fang mengambil ranting. Menulis dengan bahasa kuno milik iblis. Mata Baramun membulat tidak percaya. Sebelumnya Fang menulis sebuah gambar untuk identitas Kuro, dan sekarang anak ini malah menggambar identitas kelompok mereka.
"Aku juga tahu kalau kalian akan merebut wilayah bawah. Tapi tahukah kamu, itu akan berakhir dengan kegagalan."
"Mustahil!! Rajaku telah menyusun rencana ini bertahun lamanya dan telah mematangkan setiap langkah sampai sejauh ini. Kamu pasti berhasil!"
Fang tidak gentar dan terus berbohong. "Tidak. Kalian akan kalah. Penyihir yang akan kalian bunuh ketika memperbaharui arai tidak terkalahkan dan akan membunuh Kuro."
Berapa lama ketika raja iblis terlahir kembali? Ribuan tahun? jutaan tahun? Kelompok iblis yang kehilangan raja mereka akan menjadi lemah lebih dari setengah kekuatan.
Baramun pucat. "Sungguh?"
"Kapan-kapan bawa rajamu bertemu dengan ku. Aku punya rencana yang lebih baik. Daripada menyatakan perang, bukankah lebih mudah hidup berdampingan?"
***
Setiap hari setelah kedua orang tua Fang pergi membajak sawah, Fang akan menemui Baramun yang demi sedikit pulih. Membaca pikiran iblis muda ini sangat mudah. Heran juga mengapa bisa menjadi jendral dan kaki tangan terpercaya Kuro.
Baramun yang di cap sebagai iblis bodoh dan naif sekarang tinggal di dalam gua berukuran sedang. Akhir-akhir ini Baramun sudah terbiasa makan makanan manusia, dan selalu menghabiskan setiap makanan yang dibawakan Fang untuknya.
"Besok kepala semut-semut ini bisa dilepaskan. Kondisi kakimu, apakah sudah bisa dipakai berjalan?"
Sebelah kaki Baramun patah dan tulangnya belum sepenuhnya terpasang. Baramun menggeleng, luka-lukanya baru pulih sebagian.
"Mengapa makanan yang kamu bawa lebih sedikit dari kemarin?"
Mata jernih Fang menyipit.
"Yah terimakasih." Baramun makan dalam kegetiran. Perutnya tidak pernah makan cukup setelah datang ke dalam wilayah bawah.
"Ngomong-ngomong, kelompok iblis kalian masih tinggal di lembah Droid? Lebih bagus pindah. Seorang ahli pedang dari wilayah atas akan membawa ratusan orang untuk merampok kalian."
Baramun heran, "berita ini kongkrit? Tempat kami sangat sulit ditemukan dan juga banyak jebakan terpasang."
"Terkadang manusia lebih mengerikan daripada iblis itu sendiri. Kamu pikir kenapa harus ratusan orang yang datang?"
Baramun menjawab tanpa berpikir. "Untuk mengambil lebih banyak harta kami?"
Fang menepuk kepala Baramun, "Dasar bodoh!" Fang tidak lagi menahan diri. Iblis ini lebih cocok untuk diam. Sekali membuka mulut, IQ jongkoknya terlihat tanpa pamrih.
"La, lalu kenapa datang dengan banyak orang?"
Maha Agung, ciptaan mu ini sangat bodoh. Bagaimana mungkin kamu jadikan dia salah satu jendral terhebat dalam buku sejarah! Keluh Fang sebari menatap langit nan luas.
"Ahli pedang yang kukatakan bernama Albert. Keturunan langsung dari bangsawan berdarah murni. Kedua orangtuanya juga mempunyai hubungan dekat dengan raja yang memimpin pada saat ini."
Setelah perampokan itu terjadi, kelompok iblis semakin menaruh dendam. Tidak dapat mengalahkan manusia yang tinggal di wilayah atas atau menengah, mereka beralih membunuh manusia lemah yang tidak tersangkut paut. Wilayah bawah hancur total. Genangan darah menjadi tontonan biasa selama lebih dari satu tahun ketika perang itu berlangsung.
"Alasan banyak orang yang diboyong, bukankah kamu mengatakan banyak jebakan tersembunyi di lembah Droid? Orang-orang dijadikan batu loncatan, menyisakan selusin orang terkuat untuk menjadi pemilik akhir dari hasil rampokan yang di jarah."
"Manusia seperti kalian lah yang lebih cocok dikatakan sebagai biadab!"
Fang tidak tersinggung.
Lalu mulai mengubah cara pandang Baramun. "Akan tetapi tidak dari semua manusia begitu kejam. Contoh nya manusia yang tinggal di wilayah bawah. Kami berintegrasi dan berinteraksi dalam kedamaian dan tidak mementingkan diri sendiri. Bukan karena kami tidak mempunyai kekuatan ilahi pada tubuh kami, tetapi karena untuk menghindari pecahnya perang saudara."
"Kamu juga pasti tahu sulitnya mempunyai anak disini. Kami tidak boleh punah, tatanan dunia akan miring jika diisi oleh orang terkuat saja untuk tinggal."
"Kamu membujuk ku agar menghentikan rajaku mengambil alih wilayah bawah?"
Iblis ini tidak sepenuhnya bodoh. Fang melirik malas pada wajah Baramun. "Tidak perlu membunuh atau mengusir kami. Kalian bisa tinggal berdampingan dengan kami!"
"Hah?! Bisakah seperti itu?"
Menepuk bagian pakaian yang kotor karena duduk di tanah, Fang berkata "Besok kita lanjutkan lagi percakapan hari ini. Ayah dan ibuku akan kembali dar membajak sawah."
"Yak manusia. Fang! Selesaikan dulu obrolan ini."
***
"Fang?"
Panggilan terdengar dari dalam rumah. Fang bernafas lega, untungnya dia segera kembali sebelum Gana mencarinya.
"Ini aku."
"Darimana saja kamu? Kenapa tidak tinggal di rumah seperti yang kamu katakan?" Gana mencerca, Fang mengorek telinganya lesu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Buang Sengketa
Fang si bocil jiwa leluhur ubah sejarah 🤣🤣
2023-07-28
1