Fang mengeluh dalam hati. Tubuhnya saja yang mirip balita! Tapi umur sebenarnya hampir seusia Gana. Mengayun-ayunkan kaki, manik gelap Fang menemukan aura gelap yang melewati arai.
Ras iblis kah?
"Ayah, mengapa ada lengkungan cekung di langit?"
Fang bertanya setelah Gana selesai memotong semua rumput di lahan sawah dan membawa dirinya duduk di bawah naungan pohon.
Mengambil kendi air, Gana menuang air pada gelas bambu untuk Fang minum lalu membawa putranya itu duduk di atas pangkuannya. "Lengkungan cekung itu arai pelindung wilayah tempat kita tinggal."
Fang bertanya seolah ingin mengetahui dan belajar banyak hal. "Kenapa ada arai? Apakah akan ada pertempuran seperti yang dicontohkan para paman pada pesta dirumah paman Luhan?"
"Tidak ada pertempuran. Arai ini berfungsi menahan atau menyegel sementara bakat para makhluk ras yang memiliki kekuatan ilahi atau sihir untuk tidak dapat menggertak pribumi"
"Apakah arai ini abadi?"
Gana mendesah. Anak-anak sangat suka bertanya. Akan tetapi dia masih dengan sabar menjelaskan.
"Tidak abadi. Setiap lima puluh tahun sekali akan ada ahli sihir yang datang untuk memperbaiki dan memperbaharui arai pelindung. Hati-hati"
Fang minum air sampai-sampai pakaiannya basah. Gana mengambil sapu tangan yang ditaruh dalam saku bajunya, membersihkan sisa air pada tubuh Fang.
"Sudah. Ayah berhenti mengeringkan, kulit leherku sakit!" Fang mencoba bangkit dari pangkuan Gana.
Gana melipat sapu tangan dan mengantonginya kembali. "Hush, ayah mengelap air sangat lembut."
Fang tidak berani nakal. Dulu trik ini berhasil membuat Gana merasa bersalah dan berhenti mendekati nya, hanya saja karena sering digunakan akhirnya diketahui kalau dirinya berpura-pura. Tetap duduk diatas pangkuan Gana, Fang menyenderkan kepala di atas dada bidang Gana.
Sebentar lagi usia tubuh ini berumur dua tahun. Fang yang ingin lepas dari pantauan dua orang tua protektif tidak bisa pergi kemanapun seorang diri. Anak-anak sangat langka, tidak sedikit pelaku penculikan akan menghampiri. Kekhawatiran inilah yang membuat setiap rumah tangga yang mempunyai anak akan berhati-hati membesarkan anak mereka.
"Ayah, darimana asal penyihir itu?" Fang kembali membuka obrolan.
Gana mengipasi Fang dengan topi lebar terbuat dari anyaman bambu, "penyihir itu berasal dari wilayah atas negeri Gollum."
"Wilayah atas? Apa itu?"
"Cukup bertanya nya! Saat ulang tahun kamu yang ke lima, ayah akan membiarkan kamu bersekolah di sekolah kabupeten, simpan pertanyaan ini untuk ditanyakan pada guru mu nanti."
***
Dimalam hari setelah semua orang tidur, Fang melempar selimut lalu perlahan turun dari dipan kasur. Berjalan ringan, Fang berhenti ketika Gana bergerak untuk membalik badan.
Membuka pintu kamar, Fang mengambil jaket kapas miliknya, penampakan aura gelap yang melewati arai perbatasan membangkitkan rasa penasarannya.
Dalam kegelapan tanpa pencahayaan, Fang berjalan seorang diri. Mengabaikan serangkaian suara jangkrik, Fang berdiri tepat di penghujung arai.
Di garis luar arai sekelompok ras iblis tengah berkumpul dan menggali tanah. Memicingkan mata, Fang melihat kalau apa yang ditanam oleh ras iblis adalah semacam batu merah.
Apa itu?
Fang duduk di tanah, menyilangkan kaki, otaknya dipaksa mengingat semua informasi dari buku yang pernah dia lihat dan baca. Segala macam bentuk dan warna batu yang pernah dia lihat, tidak ada satupun dari mereka yang mirip dengan apa yang ditanam oleh ras iblis.
Sosok Fang yang kecil menarik perhatian salah satu ras iblis. Berkata pada rekannya, "hey lihat, bukankah itu anak manusia?"
Semua pandangan kini melihat pada Fang.
Tidak ada rasa takut, Fang bangun, menepuk sisa kotoran pada celananya, kemudian tersenyum cerah. "Hai!"
"Dia tidak takut?"
"Anak ini sungguh manusia? Mengapa tidak takut akan penampilan kita?"
Fang memperlihatkan delapan gigi putih susunya. "Apa yang kalian kubur disana?"
"Gawat. Anak itu melihat apa yang kita kerjakan?!"
Dentuman kasar menyentak arai pelindung. Fang mundur karena reflek. Iblis itu terlihat tersinggung sekarang.
"Kalian mengubur batu merah. Kalian berencana merusak arai pelindung?"
Lima ras iblis yang ketahuan makin berekspresi jelek. Salah satu dari mereka mengeluarkan bola api dari telapak tangan, melemparkan ke arah Fang namun bola api terpental. Arai pelindung masih berfungsi, Fang makin melebarkannya senyum.
"Anak ini! Siapa kamu?!"
Bara, pemimpin dari kelompok iblis maju untuk bertanya. Ekspresinya yang mengerikan terlihat lebih menakutkan ketika dia datang dan memukul-mukul arai pelindung.
Fang yang dekat akhirnya bisa melihat keseluruhan wajah iblis. Dia! Fang kenal iblis ini. Baramun. Salah satu jendral terpercaya raja iblis yang akan merusak arai dan mengambil alih wilayah bawah.
"Baramun?"
Kali ini lima orang tercengang. "Bos, dia mengenal siapa kamu!"
Bara yang terkejut sedikit membungkuk, tatapan tajam menghunus seolah ingin melubangi tubuh Fang.
"Darimana kamu tahu nama lengkap ku?"
Tubuh gembul Fang maju, dibatasi garis tipis arai sebagai batas, Fang membuat pola aneh yang tidak berwujud. Lima pasang mata begitu fokus, dan ekspresi mereka semakin jelek.
"Sialan. SIAPA KAMU SEBENARNYA!"
Fang yang puas berbalik pergi. Pertemuan dirinya dengan iblis telah membuka ingatan kabur yang sempat Fang lupakan.
"HEY KAMU! KEMBALI KEMARI!" Baramun terus memukul-mukul tameng pelindung, dua tanduk yang disembunyikan muncul di atas kepalanya. Empat bawahan Baramun juga telah menunjukkan keaslian tubuh mereka.
Segera matahari akan terbit. Tidak dapat tinggal lama, lima iblis harus kembali. Namun mereka membuat catatan, bocah balita yang mereka temui barusan harus ditangkap! Rahasia dan rencana ras mereka telah diketahui tanpa mereka sadar.
"Kapan pintu masuk ke wilayah bawah dibuka?" Tanya Baramun.
"Tahun depan. Tepat lima tahun jadwal pintu masuk ke sana terbuka."
"Burta, kembali dan gambar wajah anak itu. Tahun depan kita akan kembali dan menangkapnya. Raja iblis pasti ingin bertanya tentang beberapa hal padanya."
Terbang menghindari arah matahari terbit, lima pasang sayap mengepak menuju sudut lembah.
***
Fang mendorong pintu kamar. Untung sekali dua orang tuanya tidur nyenyak. Mengambil posisi ditengah, Fang menarik selimut dan melanjutkan tidur.
Setengah jam kemudian Aira terbangun. Ayam yang dipelihara di rumah sudah berkokok, menyenggol Gana bangun, suami istri itu bergegas bangun dan bersiap.
Musim membajak sawah adalah waktu tersibuk bagi petani. Aira bertugas di rumah untuk menyemai bibit sampai tumbuh tunas sedangkan Gana akan turun ke sawah untuk membalik tanah.
Fang yang tidak tidur mengucek mata, memanggil Aira dan dibawa untuk mandi dan berganti pakaian.
"Aneh, mengapa ada banyak tanah berlumpur di bagian bawah celanamu?"
Fang terdiam. Terlalu gelap ketika dirinya keluar dari rumah jadi Fang tidak begitu memperhatikan jalanan. "Ibu, celana baru?"
Aira terkekeh. "Kamu mau celana baru lagi? Bulan ini ibu sudah menjahit tiga pakaian untukmu, masih kurang?"
Fang yang digelitik berusaha menghindar, tawanya memenuhi rumah. Gana yang mengambil kayu untuk memasak ikut bergabung dan memandikan putranya bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mochamad ribut
up
2023-08-04
0
mochamad ribut
lanjut
2023-08-04
0
Marely García Villanueva
Wah!
2023-07-19
2