Bukan hal aneh apabila semua orang terkejut. Desa mereka sangat kekurangan laki-laki!
Terhitung sensus tahunan yang baru keluar tahun lalu, desa mereka hanya mempunyai laki-laki sejumlah 80 orang yang mana semua tercampur dari yang tua, paruh baya, dewasa, remaja dan anak-anak. Dalam perbandingan 1 : 3 orang antara laki-laki dan perempuan.
Gana juga sengaja tidak memberitahu siapapun tentang jenis kelamin bayinya saat masih dikandung. Dokter tua di desa telah mengingatkan, bayi laki-laki mudah meninggal dalam kandungan. Maka dari itu banyak wanita hamil tidak akan sesumbar menyebutkan jenis kelamin yang mereka kandung. Itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan.
Ini dimulai ketika negeri Gollum dibagi menjadi tiga wilayah. Atas, menengah dan bawah. Dua yang pertama mempunyai sumber daya alam mineral dan aura khusus untuk diresapi oleh akar spritual ditubuh yang dipunyai oleh laki-laki. Menyebabkan angka kelahiran anak laki-laki di sana sangat tinggi.
Selain minim aura khusus untuk diserap akar spritual, wilayah bawah Gollum juga tidak punya sumber mineral. Besi dan sejenisnya sangat mahal karena dibeli di perbatasan antara wilayah bawah dan menengah. Bahkan untuk memasak dan menggoreng semua rakyat disini menggunakan semacam batu pipih tipis atau wadah yang terbuat dari tanah liat.
Syukurlah, Yang Maha Agung telah merahmati kami. Walau tidak ada sumber daya alam mumpuni, tanah-tanah di wilayah bawah sangatlah subur. Apapun jenis tanaman yang ditanam akan tumbuh rimbun. Sayangnya makanan-makanan yang mereka hasilkan hanya dapat dimakan atau dijual sesama rakyat wilayah bawah.
Manusia yang tinggal di wilayah menengah atau atas hanya memakan elixir yang membuat mereka kenyang dalam kurun waktu tertentu. Tidak perlu repot masak atau bolak-balik ke kamar mandi, sisa waktu itu dipakai untuk berlatih meningkatkan akar spritual ilahi mereka.
Bukan tidak mungkin bayi laki-laki di wilayah bawah Gollum untuk lahir, hanya saja persentase nya sangat kecil. Lalu melahirkan jenis kelamin perempuan juga sama tidak mudahnya. Walau tidak akan gugur, kehamilan sangat langka di benua Gollum bagian wilayah bawah.
Disebutkan dalam catatan kuno, masyarakat yang terlahir di dalam wilayah bawah negeri Gollum merupakan kasta terendah yang mudah terancam punah. Tubuh mereka tidak memiliki akar spritual, menyebabkan tidak dapat meminum elixir atau menyerap aura untuk meningkatkan kekuatan akar spritual.
Demi menjaga tatanan keamanan, orang-orang terkuat yang tinggal di wilayah atas berkumpul dan menciptakan arai pembatas yang melingkupi wilayah bawah. Siapapun itu, mau pendekar, penyihir, ras elf/ iblis bahkan makhluk roh yang masuk ke dalam tidak dapat menggunakan sihir atau kekuatan tubuh, arai yang dilewati sebelum memasuki wilayah bawah diciptakan untuk menyegel dan baru bisa dilepaskan ketika pergi.
Orang-orang yang tinggal di wilayah bawah pun tidak duduk diam dan menunggu. Agar manusia tidak punah, para perempuan di wilayah bawah Gollum mencari akal. Akhirnya ditemukan sebuah bahan obat yang dapat membuat mereka tidak menopause. Meski beresiko merusak tubuh atau nyawa, setiap wanita paruh baya atau tua akan mempertahankan kandungan mereka.
Kepala desa sangat senang. Ini kabar baik.
Sudah delapan bulan sejak bayi laki-laki terakhir lahir di desa mereka. Semua membuat barisan ke arah tertentu dan bersujud. Ini sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih pada sang pencipta.
Selama ada anak laki-laki yang lahir di desa mereka, itu menunjukkan bahwa desa mereka akan mempunyai hasil panen dan terhindar kemarau panjang.
Batuk. Kepala desa bertanya, "sudahkah kamu menentukan nama? Aku punya banyak referensi buku kalau kamu memerlukan."
Gana melambaikan tangan menolak. "Sudah ditentukan sebelum anak kami lahir. Fang. Nama nya adalah Fang!"
Setelah beberapa percakapan singkat, Gana mengambil sekeranjang telur rebus yang semalaman dirinya buat. Membagi satu persatu pada tetangga yang datang dan tersisa lima butir untuk diberikan kepada kepala desa.
"Kepala desa, aku akan merepotkan dirimu. Anakku perlu dibuatkan akta kelahiran, tolong temani aku ke kota besok atau lusa. Bisakah?"
"Besok saja. Kamu datang ke rumahku sebelum jam sepuluh pagi. Kita pergi dengan gerobak sapi ku." Kata kepala desa. Lima butir telur rebus yang dirinya dapatkan dibungkus dalam lipatan daun, dan dia pergi dengan langkah ringan.
Mengantar semua orang pergi satu-persatu, Gana ingat tugas penting yang harus dikerjakan. "Sayang, aku akan ke tempat Manda sekarang!"
"Hmm. Hati-hati membawa semua barang itu." Ucap Aira dari dalam kamar dengan suara pelan.
Gana membawa seekor ayam, dua puluh lima butir telur dan juga beberapa koin tembaga untuk diberikan pada Manda. Bayarannya sangat tinggi, itu wajar bagi para dokter atau bidan yang berhasil menyelamatkan nyawa.
Sebagai anggota keluarga yang istrinya telah dibantu dan melahirkan secara selamat, Gana juga menambahkan sekantung besar beras. "Manda!"
Panggilan Gana terdengar sampai beberapa tetangga keluar untuk mengintip. Manda yang dipanggil baru saja menjemur pakaian, membuka grendel kunci pada pintu pagar.
"Ini masih begitu pagi. Untuk apa datang awal begini?"
Gana menggeleng tidak setuju. "Aku terlalu bersemangat. Ini bayaran untuk bantuan mu kemarin, aku ucapkan terimakasih lagi."
Manda yang melihat ayam dilepas di pekarangan rumahnya melongo. "Gana, Ka, kamu cukup bayar dengan uang saja."
"Aku tidak kekurangan ini. Ambil untuk dirawat. Telurnya bisa dimasak tiap dua hari sekali dan membantu meremajakan kesehatan. Aku pulang ya."
Tetangga yang mengintip menggelengkan kepala. Si Gana terlalu menghamburkan banyak hal. Walau membayar bidan harus tinggi, lima puluh koin tembaga sudah cukup! Ditambah ayam, telur dan juga kantung beras, laki-laki itu sangat boros.
Kabar bahwa Gana membayar banyak hal jadi perbincangan di desa. Istri kepala desa yang mendengar gosip juga merasa tidak puas. Ada anak-anak dirumah, mengapa tidak menyimpannya sendiri.
Kepala desa adalah pria yang seumuran dengan Gana. Diusia awal empat puluhan dirinya telah menjabat sebagai kepala desa selama dua tahun terakhir.
"Berhenti berkomentar. Gana memberi itu semua pasti juga setelah banyak pertimbangan. Jangan pedulikan kekayaan orang lain!"
Dimarahi oleh suaminya, istri kepala desa menunduk malu lalu membawa putrinya yang baru berumur sepuluh tahun untuk membantu masak di dapur.
***
Aira tidak bosan mencium wajah putranya yang kini berusia seminggu. "Fang."
Merasa namanya dipanggil, Fang yang belum leluasa menggerakkan tulang leher melirik dengan sudut mata. Tawa wanita aneh membuat dia sedikit kesal.
"Putraku sangat lucu."
Fang. Nama aslinya kembali dipakai untuk tubuh baru ini. Cara pengucapan bahkan penulisan nya pun sama. Mencirikan kalau dirinya mempunyai ikatan dengan masa lalu.
Hanya saja Fang sedikit terganggu. Bahasa yang digunakan orang-orang disini sangat berbeda dari bahasa asal tempat dirinya pernah tinggal.
Dan semakin dirinya bertanya-tanya, perkataan Gana tentang mencatat tanggal lahirnya dan melapor pada pejabat pemerintahan membuat Fang menangis. Aira yang belum mendengar bayinya menangis kencang kebingungan.
Menggendong tidak membantu.
Memberi susu juga tidak membantu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Ricki Ricki
lanjut
2023-09-18
0
mochamad ribut
up
2023-08-04
0
mochamad ribut
lanjut
2023-08-04
0