Disebuah kamar kecil yang terasa sangat sempit. Emelie duduk di atas tempat tidur dengan kaki terlipat. Sudah hampir 2 Minggu Putri kerajaan Inggris itu mengasingkan diri di Hongkong. Besok, tahun telah berganti. Emelie memandang keluar jendela yang sudah tidak terang lagi. Mengukir senyuman tipis dibibirnya yang berwarna merah.
Besok Emelie akan pulang, Yang Mulia ....
Lukas sudah mengatur semua rencana kepulangan Emelie. Wanita itu tidak akan ada lagi di Hongkong besok malam. Rencana berkeliling dunia dengan bebas, telah ia kubur dengan begitu dalam. Emelie tidak ingin kabur-kaburan lagi. Setelah kembali ke Inggris, wanita itu bertekad untuk menuruti semua keinginan orang tuanya. Melupakan kebahagiaannya. Ia tidak ingin merasakan kehilangan lagi. Emelie ingin menjalankan kewajibannya sebagai Putri Kerajaan.
Emelie beranjak dari tempat tidur itu. Sebelum kembali ke Inggris, ia ingin menikmati pesta pergantian tahun di Hongkong. Emelie mengambil mantel cokelat yang tergantung di dinding. Berjalan dengan langkah yang sangat santai. Menuruni anak tangga untuk menuju ke arah pusat kota.
Sepanjang jalan terdengar suara bunga api. Aneka bentuk dan warna bunga api menghiasi langit Hongkong pada malam itu. Emelie berhenti di tengah-tengah kerumunan orang. Lokasi itu terbilang sangat berisik dan ramai. Semua orang mengeluarkan kata dengan wajah bahagia.
Emelie berusaha mengukir senyuman yang sama dengan yang lainnya. Menatap langit yang indah sambil membayangkan wajah kedua orang tuanya. Tiba-tiba saja, air mata meleleh dengan deras dari mata Emelie. Tanpa suara, wanita itu tidak bisa mengungkapkan isi hatinya saat ini.
Air mata itu jatuh melewati wajahnya yang tirus, sebelum jatuh dari dagu yang kurus. Angin bertiup dengan kencang dan dingin. Emelie memejamkan kedua matanya yang terasa perih. Menghirup udara yang dingin untuk kembali menenangkan pikirannya.
Suasana yang ramai itu tidak lagi terdengar olehnya. Serpihan masa lalu saat dirinya masih kecil kembali muncul. Bibirnya tersenyum kecil, dengan mata yang masih tertutup. Terlihat jelas di dalam bayangannya, saat ia masih berada di pangkuan orang tuanya. Tertawa bahagia dengan wajah polos dan manja.
Segerombolan remaja yang berlari, tiba-tiba menabrak dirinya. Emelie terjatuh di permukaan jalan.
“Maaf, maaf.” Wanita berusia 12 tahun itu terlihat ketakutan.
“Tidak apa-apa.” Emelie kembali bangkit dengan senyuman kecil.
“Kenapa Kakak menangis?” Anak remaja itu terlihat penasaran dengan air mata yang masih tersisa di wajah Emelie.
“Ini air mata bahagia,” jawab Emelie dengan senyumanya.
Bunga api mendadak meledak untuk menyinari langit Hongkong. Tahun barupun tiba. Setiap orang terlihat berbahagia menyambut tahun baru malam itu. Anak-anak terlihat melompat dengan wajah riang. Emelie melihat beberapa orang menutup telinga karena mendengar suara petasan yang memekakan telinga itu.
Suara petasan semakin lama semakin keras. Bunga api itu juga ada di mana-mana. Mendadak air mata Emelie bercucuran lagi. Setahun yang lalu, adalah momen terakhirnya merayakan tahun baru dengan keluarga yang ia cintai. Tahun ini ia harus sendirian. Di tempat asing.
“Kakak ... kakak kenapa?” Gadis kecil yang masih ada di samping Emelie terlihat ketakutan. Di tengah gemuruh petasan dan suara tawa semua orang. Emelie justru menangis sejadi-jadinya.
“Jangan menangis lagi. Jika kakak takut dengan suara petasan, kakak bisa menutup telinga seperti ini.” Gadis kecil itu mengajari Emelie cara menutup kedua telinganya.
Emelie tertawa kecil mendengar perkataan bocah itu.
“Aku harus pergi,” ucap wanita itu sambil berlari ke arah jalan depan.
Kaki Emelie terasa sangat lemah. Kedua kaki itu tidak lagi bisa menopang tubuhnya. Wanita itu jatuh berlutut dipermukaan jalan. Tangisnya lagi-lagi pecah. Emelie menangis sejadi-jadinya.
“Maafkan Emelie, Yang Mulia ....” Kedua tangannya menutupi wajah. Wanita itu tidak lagi peduli dengan keadaan sekitarnya.
Dari kejauhan. Zeroun dan Lukas berdiri di pinggiran jalan. Pasukan Gold Dragon juga ada di lokasi itu untuk mengawasi Zeroun dan Emelie. Zeroun tidak lagi berkedip memperhatikan Emelie. Pria itu memasukkan kedua tangannya di dalam saku. Tidak ingin berjalan mendekat untuk menolong Emelie malam itu. Pria itu lebih memilih untuk memperhatikan Emelie dari jarak jauh. Mengawasi dan mengamati Emelie dengan seksama. Meskipun hanya melihat, Zeroun sudah tahu dengan apa yang dirasakan Emelie malam itu.
“Bos, semua sudah dipersiapkan. Besok Putri Emelie akan kembali ke Inggris. Pihak kerajaan Inggris akan mengirim pesawat untuk menjemput Putri di Bandara Hongkong.” Lukas menjelaskan semua prosedur yang sudah ia siapkan.
“Bagus, semakin cepat dia kembali. Maka itu akan semakin baik untuk kehidupannya.” Zeroun memutar tubuhnya untuk mengalihkan pandangannya. Pria itu tidak ingin merasakan sedih juga saat melihat keterpurukan Emelie.
“Apa anda ingin pulang, Bos?” Lukas membungkukan kepalanya.
“Ya, pastikan Putri Emelie kembali dengan selamat,” jawab Zeroun singkat.
“Baik, Bos.” Lukas memberi perintah kepada beberapa pasukan Gold Dragon. Pasukan Gold Dragon di bagi menjadi dua kelompok. Sebagian menjaga Emelie, sebagian lagi mengikuti Zeroun.
Zeroun berjalan dengan tenang menuju ke arah mobil miliknya. Satu pengawal membukakan pintu untuk memberi jalan padanya. Lukas mengambil alih kemudi pada malam itu. Mobil itu melaju dengan cepat, meninggalkan keramaian yang ada di pusat kota.
Lukas memperhatikan wajah Zeroun melalu spion. Sudah beberapa hari ini Zeroun mengawasi Emelie dari jarak jauh. Membuat hati Lukas bertanya-tanya atas sikap Zeroun selama ini.
“Bos, saya juga sudah melacak pembunuh bayaran itu. Sepertinya mereka berasal dari Inggris. Ada sekelompok mafia yang bekerja sebagai pembunuh bayaran.”
“Apa kau sudah tahu, siapa pemimpin geng mafia itu?” Zeroun membuang tatapan keluar jendela.
“Saya belum berhasil mengetahui identitas aslinya, Bos. Tapi yang pasti, mafia itu dipesan oleh seseorang yang berada di dalam kerajaan. Sepertinya ada orang yang menginginkan kematian Putri Emelie.” Lukas melirik wajah Zeroun dari spion.
Zeroun tidak lagi ingin membahas masalah Putri Emelie. Pria itu memilih untuk memejamkan matanya. Lagi-lagi tahun berganti. Setahun yang lalu ia baru saja tiba di Hongkong dan bertarung dengan beberapa mafia besar untuk memperebutkan Hongkong. Di tahun ini, ia harus berhadapan dengan Mafia baru lagi.
Hidupnya tidak pernah bisa merasakan ketenangan yang abadi. Pria itu terus saja dikejar-kejar oleh pertarungan dan pembunuhan. Zeroun seperti tidak bisa menghindari pertumpahan darah. Pria itu seperti ditakdirkan untuk hidup di tengah-tengah pertarungan.
“Jangan sampai Shabira tahu semua ini ....” ucap Zeroun dengan nada yang pelan.
“Apa lagi Serena ....” sambung Zeroun masih dengan mata tertutup.
“Baik, Bos.” Lukas menambah laju mobilnya. Memperhatikan beberapa mobil Gold Dragon yang kini mengikuti mereka dari belakang.
Sepanjang jalan hanya terlihat pecahan bunga api. Warna-warni bunga api menghiasi langit Hongkong. Lukas memperhatikan bunga api yang memenuhi pinggiran jalan. Hatinya merasa sedih dengan nasip atasannya itu. Walaupun sudah mati-matian menghindari masalah. Tapi, tetap saja malasah itu datang tanpa diundang.
Bos, Saya yakin. Suatu saat nanti. Semua ini akan ada batas akhirnya. Anda bisa bahagia dengan kehidupan yang sesuai keinginan anda. Saya akan selalu ada di samping anda untuk menemani anda melewati jalan berduri ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Samsuna
Lukas yg terbaik
2022-10-22
0
hìķàwäþî
lukas setia bnr sih..
2021-08-06
0
Emai
tolong bungkus 5 ya tuk orang y seperti lukas.
2021-05-29
0