Damian menundukkan kepalanya memandang wajah Emelie. Menarik paksa tangan wanita itu agar berdiri dari duduknya.
“Ayo kita pulang. Jangan ulangi lagi perbuatan seperti ini! jika Putri Emelie tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi.” Damian mencengkram kuat tangan Emelie. Menyeret paksa wanita itu.
“Zeroun, terima kasih karena sudah menjaganya dengan baik. Saya harus segera pulang.” Damian mengukir senyuman di hadapan Zeroun.
Zeroun beranjak dari duduknya, menatap wajah Emelie dengan seksama.
“Senang bisa membantu anda, Damian.”
Tanpa banyak kata lagi, Pangeran Damian membawa Emelie pergi. Pria itu memperlakukan Emelie dengan sangat kasar. Lukas memandang wajah Zeroun yang sejak tadi memperhatikannya dengan wajah kasihan.
“Maafkan saya, Bos. Saya harap, anda membiarkan wanita itu pergi saat ini.” Lukas tidak ingin bosnya berada dalam masalah yang begitu berat.
Berhadapan dengan Damian, sama saja berhadapan dengan aparat negara secara langsung. Sejak dulu, Gold Dragon tidak pernah melawan aparat negara saat menjalankan bisnis. Semua berjalan lancar tanpa hambatan.
Zeroun melangkahkan kakinya ke arah tangga. Pria itu ingin segera masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Menenangkan pikirannya untuk melupakan kejadian menyedihkan yang ada di depan matanya tadi.
Lukas berjalan ke arah pintu untuk mengantar kepergian Pangeran Damian dan Putri Emelie. Pria itu berhenti di depan pintu dengan wajah dingin ciri khasnya. Memandang wajah Emelie yang sangat sedih dari balik kaca mobil. Satu klakson di bunyikan sebelum mobil itu melaju dengan cepat.
“Maafkan saya, Putri Emelie. Kami tidak bisa menolong anda saat ini.” Lukas juga diselimuti rasa kasihan. Pria itu juga merasa bersalah saat menyerahkan Putri Emelie ke tangan pria yang kasar seperti Damian.
Lukas memandang ke beberapa pengawal yang berjaga di depan.
“Kirim orang untuk mengikuti mereka. Pastikan Putri Emelie dalam keadaan selamat saat meninggalkan Hongkong.”
“Baik, Bos.” Dua pengawal berlari menuju mobil untuk menjalankan perintah Lukas.
Lukas menarik napas dalam saat melihat mobil bawahannya. Pria itu memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam kamar dan menemui Zeroun Zein.
Mobil yang ditumpangi Damian dan Emelie melaju dengan cepat. Wanita itu masih menagis dengan wajah sedih. Napasnya benar-benar sesak ketika mendengar kabar kepergain pria yang sangat ia sayangi selama ini.
Sesekali ia menyeka air matanya sendiri dengan tangan. Wanita itu memandang foto yang masih ada di tangannya.
“Sayang, jangan sedih.” Damian menarik tangan Emelie untuk memeluk wanita itu.
“Jangan sentuh Aku!” bantah Emelie. Wanita itu mendorong tubuh Damian agar menjauhi dirinya.
“Aku sangat membencimu, Damian. Kenapa kau harus hadir di dalam hidupku. Aku tidak ingin menikah.” Emelie membuang tatapan matanya dari wajah Damian.
“Sayang, kita hanya perlu menikah. Setelah menikah kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan. Aku tidak akan melarangmu untuk mengelilingi dunia ini. Kenapa kau tidak pernah menghargai ketulusan hatiku ini.” Damian mengambil rambut Emelie. Mencium aroma rambut Emelie.
“Kau sangat mirip dengan seorang pengemis yang selama ini kami jual. Sungguh menjijikkan.” Damian menghempaskan rambut Emelie.
Emelie tidak lagi ingin banyak mengeluarkan kata. Hatinya cukup berduka saat itu. Ia tidak ingin berdebat dengan pria seperti Damian.
Mobil yang ditumpangi Damian dan Emelie berhenti mendadak. Beberapa mobil berbaris di tengah jalan untuk menghalangi mereka.
Damian memejamkan matanya sambil menarik napas. Pria itu mengumpat di dalam hati saat melihat beberapa pembunuh bayaran yang di kirim Adriana.
“Sayang, tunggu di sini. Aku akan membereskan penghalang jalan kita. Ingat, jangan lari lagi.” Damian mengukir senyuman keci sebelum keluar dari dalam mobil.
Pengawal yang ada di belakang mobil Damian juga turun. Kempat pria itu berjalan ke arah musuh yang menghalangi.
“Katakan pada wanita yang mengirim kalian. Jangan menghalangi saya. Saya tidak suka jika ia terlalu ikut campur.” Damian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Wajah-wajah musuhnya yang ada di hadapannya, sangat menyakinkan dirinya kalau mereka dikirim oleh Adriana.
“Maaf, Pangeran. Kami dibayar untuk menjalankan tugas.” Beberapa pria mengeluarkan senjata api untuk mengamcam Damian.
Beberapa pengawal Damian juga mengeluarkan senjata.
“Kalian tidak akan berani membunuh saya,” Damian Berjalan mendekati gerombolan pembunuh bayaran itu.
DUARR!
Satu tembakan dilepas ke atas langit untuk mengancam Damian. Pertarunganpun di mulai. Damian memukul satu persatu pria itu dengan kaki. Hingga pintol yang di genggam terlepas. Beberapa pengawal Damian menembaki pembunuh bayaran yang berjumlah banyak itu.
Di dalam mobil, Emelie menyaksikan pertarungan itu. Hatinya diselimuti ketakutan. Suara tembakan terdengar dimana-mana. Membuat telinga menjadi sakit. Emelie menutup kedua telinganya dengan tangan. Tidak ada yang bisa ia bela saat itu. Kedua bela pihak hanya merugikan dirinya.
Emelie keluar dari dalam mobil tanpa sepengetahuan Damian. Wanita itu lebih memilih pulang ke Inggris sendirian daripada harus bersama Damian. Ia berlari dengan cepat meninggalkan keributan itu. Masuk ke dalam rerumputan yang ada di pinggiran jalan.
Satu persatu musuh mulai kalah. Beberapa pengawal Damian juga ada yang tewas. Hanya tersisa dirinya dan satu pengawal yang menjadi supir pribadinya.
DUARR!
Satu tembakan dilepas pembunuh bayaran itu di kaki kiri Damian. Membuat Damian merasakan sakit dan terjatuh di jalanan. Tanpa menunggu lama lagi, pembunuh itu berlari ke arah mobil untuk merebut Emelie. Matanya terbelalak kaget, saat melihat Emelie tidak ada di dalam mobil.
“Cari Putri Emelie!” perintah pria itu kepada beberapa bawahannya yang tersisa.
Damian mengepal kuat tangannya menahan amarah.
“Pangeran, apa yang harus kita lakukan?” Pengawal itu berwajah panik saat melihat darah yang mengucur deras di kaki Pangeran Damian.
“Kita kembali ke Monako. Biarkan saja orang-orang itu membunuh wanita sial itu.” Damian memperhatikan luka tembak di kakinya.
“Baik, Pangeran.” Pengawal itu membantu Damian berdiri. Membawa tubuh Damian masuk ke dalam mobil.
Mobil itu melaju dengan cepat menuju ke arah bandara. Pengawal itu melirik Damian yang terlihat kesakitan.
“Pangeran, sebaiknya kita ke rumah sakit untuk mengobati luka anda.”
“Saya tidak ingin ada yang tahu, kalau kita berada di Hongkong untuk menjemput Emelie. Itu akan merusak reputasi saya. Siapkan Dokter di pesawat.” Damian terlihat banyak kehilangan darah. Wajahnya mulai pucat.
“Baik, Pangeran.”
“Pastikan kepada pembunuh bayaran yang dikirim Adriana untuk membunuh Emelie. Aku akan mengambil kesempatan bagus ini.” Damian mengukir senyuman licik.
“Baik, Pangeran.”
Pengawal yang dikirim Lukas memberi tahu semua kejadian itu kepada Lukas. dua pasukan Gold Dragon itu terus mengikuti langkah Emelie dari belakang. Emelie berlari ke arah kota. Wanita itu berencana bersembunyi di rumah susun yang sempat ia tinggal.
Langkahnya terhenti, saat beberapa pembunuh bayaran itu menghalangi langkahnya. Emelie berjalan mundur dengan wajah pucat karena takut. Dari kejauhan, dua pasukan Gold Dragon berlari untuk melindungi Emelie. Lagi-lagi baku tembak terjadi.
DUARR! DUARR!
Berulang kali terdengar suara tembakan antara pembunuh bayaran dengan Gold Dragon. Emelie berjalan mundur. Satu pukulan mengenai kepalanya, hingga membuat kepalanya mengeluarkan darah. Wanita itu terjatuh di atas rerumputan. Memandang ke arah gerombolan orang yang bertarung sebelum memejamkan mata. Emelie tidak lagi sadarkan diri. Wanita itu pasrah dengan semua yang terjadi kepada dirinya malam itu.
Udah banyak up-nya... Vote yg banyak ya...😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Devi Handayani
semoga putri emilie ditolong pangeran zeroun😌😌😌
2023-06-21
0
Samsuna
kasihan Emilie
2022-10-22
0
Mella Soplantila Tentua Mella
siaa yaaa yg memukul emelia...apa orang suruhan lukas atau pembunuh bayaran
2022-10-08
0