Emelie menganggukkan kepalanya pelan, “Cukup berhasil.”
“Saya tidak ingin mencari masalah dengan anda. Anda sudah membiarkan saya pergi semalam. Kenapa sekarang harus menangkap saya lagi? anda terlihat pria yang baik tapi dalam sekejab anda berubah menjadi pria yang sangat menakutkan.” Emelie melanjutkan perkataannya.
“Tidak ingin mencari masalah? Apa anda bisa menjelaskan kepada saya. Kenapa Polisi Monako ingin anda segera kembali ke kota itu?” Zeroun meletakkan pistol itu kembali ke atas meja.
Emelie tertegun mendengar perkataan Zeroun. Wanita itu sudah menebak di dalam hatinya. Kalau Zeroun memang akan ikut mendapat masalah saat membawa dirinya kabur dari Monako.
“Mereka ingin menjual saya. Saya sudah bilang, kalau saya hanya seorang pengemis. Di Kota itu, pengemis akan dijual untuk dijadikan budak. Oknum polisi itu bekerja sama dengan beberapa agen rahasia.”
Emelie memang berbohong soal identitas dirinya. Tapi, wanita itu berkata jujur soal perdagangan manusia yang terjadi di Monako. Tidak ada banyak wanita di kota itu. Kota itu dipenuhi dengan jenis kelamin laki-laki. Hanya sekitar 15 persen jumlah wanita di kota itu. Kebanyakan, wanita lemah yang ada di Monako akan di jual ke agen-agen rahasia untuk dijadikan budak.
Zeroun sempat percaya dengan perkataan Emelie. Sebelumnya pria itu memang sudah tahu, nasip beberapa wanita yang ada di Monako.
“Mereka tidak ingin Saya memberi tahu kepada dunia perbuatan licik mereka. Itu alasannya mereka ingin menangkap saya. Ketika sudah berhasil menemukan saya, mereka akan membunuh saya.” Emelie menundukkan kepalanya. Memasang wajah sedih. Berharap Zeroun dan Lukas percaya dengan ceritanya saat itu.
Handphone Zeroun yang tergeletak di atas meja berdering. Pria itu memandang ponselnya sebelum mengambil ponsel itu. Zeroun mengerutkan dahinya, saat melihat nomor asing muncul di layar ponselnya.
“Siapa ini?” tanya Zeroun dengan wajah tidak suka.
[Apa kau melupakan sahabat barumu ini, Zeroun Zein?] ucap Pangeran Damian dari kejauhan.
“Pangeran Damian,” sambung Zeroun dengan wajah sedikit bingung.
[Ya, kau memang orang yang hebat. Bisa mengenali seseorang hanya dengan suara.] Terdengar tawa renyah Pangeran Damian dari kejauhan.
Emelie hanya diam untuk mendengarkan percakapan kedua pria itu. Ia semakin yakin, kalau Zeroun Zein sudah mengetahui identitas aslinya.
Sudah ku duga sejak awal. Pria ini sudah bekerja sama dengan Pangeran Damian. Dasar pria, tidak ada yang bisa dipercaya. Sepertinya liburanku di Hongkong akan segera berakhir.
Keluh Emelie di dalam hati dengan wajah pasrah. Jika Pangeran Damian sudah turun tangan langsung, wanita itu tidak akan bisa lari lagi. Ia hanya bisa pasrah, mengikuti Pangeran Damian pulang.
“Apa ada yang salah dengan bisnis kita? hingga membuat Pangeran Damian harus menghubungi saya secara langsung.” Zeroun menatap wajah Emelie yang masih menunduk.
[Malam ini saya akan tiba di Hongkong untuk berjalan-jalan. Apa anda tidak keberatan, jika saya berkunjung ke rumah anda, Tuan Zeroun Zein? saya dengar di rumah anda ada sesuatu yang menarik.]
“Tentu saja, saya tidak keberatan. Anda boleh datang kapanpun anda suka. Pintu rumah ini selalu terbuka untuk menyambut anda, Pangeran Damian.”
[Baiklah, sampai jumpa nanti malam. Tuan Zeroun Zein. Saya harap, anda menjaganya dengan baik.] Panggilan terputus.
Zeroun menatap layar ponselnya dengan wajah serius sebelum meletakkan ponsel itu di atas meja.
“Apa seorang Pangeran akan turun tangan langsung untuk menjemput seorang pengemis?" Zeroun menaikan satu alisnya.
"Apa itu tidak terlalu beresiko untuk reputasinya?” Zeroun bersandar di sofa dengan kedua tangan yang diletakkan di atas sandaran sofa.
“Saya tidak ingin mengatakan apapun kepada anda. Nanti malam juga saya akan pulang dengan pria itu. Semua orang di dunia ini sama!” Emelie beranjak dari duduknya.
“Rela melakukan apa saja demi uang,” sambung Emelie dengan kedua bola mata yang dipenuhi kecewa.
“Jaga ucapan anda!” teriak Lukas tidak terima.
“Apa? apa yang harus saya jaga? sudah ada ribuan orang yang saya temui dan semua sama saja. Demi uang rela menghilangkan hati nuraninya sebagai manusia, bahkan,”
“Hentikan ucapan anda!” Lukas berjalan untuk memberi hukuman kepada Emelie.
Zeroun mengangkat satu tangannya untuk menghentikan Lukas. Pria itu beranjak dari duduknya, menatap wajah Emelie dengan seksama.
“Lalu, apa yang harus saya lakukan? Pangeran Damian meminta tolong kepada saya untuk menjaga anda. Sedangkan anda, apa anda ada meminta tolong kepada saya untuk melindungi anda?” ucap Zeroun dengan begitu tenang.
Emelie tertegun mendengar perkataan Zeroun. Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau Zeroun akan mengatakan hal seperti itu.
Zeroun berjalan mendekati posisi Emelie.
“Anda benar. Hampir seluruh orang di dunia ini hidup dengan uang. Jadi wajar saja, jika semua orang rela melakukan apapun demi uang. Tapi, untuk hati nurani yang baru saja anda katakan itu.” Zeroun menyipitkan kedua bola matanya.
“Jika tidak punya hati nurani, saya sudah membiarkan anda tergeletak di jalanan Monako. Atau ada pilihan kedua, saya menyerahkan anda kepolisi Monako yang sangat menginginkan anda.” Zeroun berada sangat dekat dengan Emelie. Wajah mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Emelie tidak lagi bisa mengeluarkan kata. Wanita itu hanya bisa diam seribu bahasa.
“Lukas, kurung wanita ini di kamar. Aku akan menyerahkannya kepada Pangeran Damian nanti malam.” Zeroun beralih dari posisinya. Pria itu berjalan pergi ke arah pintu tanpa peduli lagi dengan Emelie.
Emelie menatap punggung Zeroun dengan wajah sedih.
“Saya Putri Emelie dari Kerajaan Inggris. Saya adalah pengantin Pangeran Damian yang kabur saat pesta pernikahan.” Satu tetes air mata menetes membasahi wajah Emelie.
Zeroun menghentikan langkah kakinya. Tapi, tubuhnya belum berbalik arah. Pria itu lebih memilih mendengarkan cerita Emelie sambil membelakanginya.
“Saya tidak ingin menikah secepat ini. Saya hanya ingin bersenang-senang di luar. Mengelilingi dunia dengan penuh kebebasan. Pernikahan kami adalah perjodohan dari kedua kerajaan demi keuntungan masing-masing. Pernikahan ini sangat merugikan saya. Saya hanya ingin menikah dengan pria yang saya cintai. Tapi, semua sia-sia. Jika Raja sudah memutuskan pria yang cocok dengan Putri yang mereka miliki. Maka, dalam waktu singkat pernikahan itu akan terjadi.” Emelie menarik napasnya yang terasa berat. menghapus beberapa tetes air matanya.
“Saya tidak pernah mempermasalahkan perjodohan itu lagi. Tapi, sebelum menikah saya hanya ingin berkeliaran bebas. Karena saya tahu, setelah saya menikah nanti, saya akan menjadi burung yang berada di dalam sangkar emas. Hidup bergelimang harta tapi tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan.”
Emelie kembali duduk disofa yang sempat ia duduki. Kakinya terasa sangat lemah ketika wanita itu mengungkapkan isi hatinya.
Zeroun tidak lagi banyak mengeluarkan kata. Pria itu menarik pintu untuk meninggalkan Emelie dan Lukas di dalam ruangan berukuran luas itu. Lukas menatap kepergian Zeroun. Penjelasan Emelie sudah cukup jelas saat itu.
“Nona, ikut dengan saya.” Lukas berjalan mendekati Emelia untuk membawa wanita itu ke dalam kamar.
Emelie mendongakkan wajahnya memandang wajah Lukas. Dengan wajah lelah, ia berdiri. Senyum penuh kepahitan ia ukir untuk menutupi hatinya yang dipenuhi luka. Emelie mengikuti langkah Lukas meninggalkan ruangan itu. Wanita itu sudah pasrah dengan takdirnya saat ini.
Satu hal yang masih melekat di dalam ingatannya. Kalau Zeroun Zein adalah pria yang baik. Tidak sama dengan pria lain.
Apa Aku harus memohon padanya saat ini agar dia mau menolongku? Sudahlah, lupakan. Aku tidak ingin berlama-lama di rumah pria menyeramkan seperti pria ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Mella Soplantila Tentua Mella
bang zeroun aku padamu 💖💗💝💞💟💓👈👈😍😘😍😘😍😘
2022-10-08
0
Iin Ismail
diiihhh lukas bawaannya emosi mulu siihh. mengsebalkan
2021-09-11
0
Yayuk
sukaa bgettt karakter zeroun zain🥰🥰🥰❤️
2021-08-20
0