Emelie berlari dengan cepat. Ia tidak lagi berani melihat ke belakang. Tidak tahu ada atau tidak orang yang mengejarnya. Wanita itu mengeluarkan seluruh tenaga yang ia miliki untuk menghindari kejaran Lukas. Emelie bukan wanita yang mudah lelah. Berlari memang sudah menjadi hobinya sejak dulu.
Dari kejauhan, Pasukan Gold Dragon mengeluarkan satu suara tembakan. Emelie tidak terlalu peduli, wanita itu sudah biasa mendengar ancaman seperti itu. Ia terus berlari dan mencari tempat bersembunyi. Memasuki perkebunan yang tidak terawatt yang terletak di pinggiran Danau. Emelie memilih untuk bersembunyi di semak-semak yang rimbun.
Pasukan Gold Dragon terus saja berlari mencari Emelie. Mereka tidak menyadari kalau Emelie sudah bersembunyi di suatu tempat yang tidak terlihat.
Dengan napas terengah-engah, Emelie menelan salivanya. Bibirnya terlihat kering dengan baju yang basah. Keringat berkucur deras di tubuhnya.
“Aku harus bersembunyi lagi, mereka pasti ingin mengembalikanku ke pria itu lagi.” Emelie menekuk kedua kakinya, bersandar di bawah pohon. Memandang danau hijau yang terbentang di hadapannya. Wanita itu mengukir senyuman manis.
“Tempat yang sangat indah,” ucap Emelie dengan suara pelan.
“Apa kau sudah puas memandang Danau itu?”
Emelie terperanjat kaget. Perlahan ia memutar kepalanya untuk melihat sumber suara yang menyapa dirinya. Lagi-lagi ia harus tertangkap saat berusaha kabur.
“Aku hanya bermain-main di tempat ini. Apa yang kau lakukan di sini? apa kau ingin menikmati Danau ini juga, Bos Lukas.” Senyum Emelie mengembang dengan terpaksa. Wanita itu memperhatikan satu persatu wajah pasukan Gold Dragon yang begitu menyeramkan.
Lukas memandang handuk yang masih melilit di kepala Emelie. Pria itu mengangkat satu alisnya.
Apa wanita ini sudah biasa kabur-kaburan seperti ini. Larinya sangat kencang dan … handuk itu.
Lukas tidak lagi ingin banyak basa-basi. Tanpa menunggu lama lagi, ia menarik tangan Emelie secara paksa. Menyeret tubuh wanita itu untuk ikut dengannya.
“Sakit, hei sakit!” teriak Emelie tidak terima sambil memukul-mukul tangan Lukas.
Lukas melepaskan cengkraman tangannya. Menatap kedua bola mata Emelie dengan tatapan membunuh.
“Aku bisa jalan sendiri. Aku tidak akan kabur lagi.” Emelie menundukkan kepalanya sambil melepaskan handuk yang melilit di kepalanya.
“Aku keluar untuk mengeringkan rambut di bawah sinar matahari. Apa kau pikir aku kabur darimu?” Emelie mencoba untuk menantang Lukas.
“Apa aku ada bilang kalau anda kabur, Nona?” Lukas memandang wajah Emelie dengan seksama.
Emelie menunduk karena sudah kalah debat pagi itu. Melirik dengan penuh hati-hati saat Lukas mulai memutar tubuhnya. Pria itu berjalan dengan langkah cepat menuju mobil. Emelie berada di belakang Lukas dengan wajah pasrah. Sementara pasukan Gold Dragon berada di belakang Emelie untuk menjaga agar wanita itu tidak lagi kabur.
Lukas membuka pintu mobil, menatap wajah Emelie dengan tatapan tidak terbaca. Tanpa ingin membantah lagi, Emelie masuk ke dalam mobil. Lukas yang mengambil alih kemudi mobil itu langsung.
Beberapa mobil hitam milik pasukan Gold Dragon terlihat berbaris di belakang mobil Lukas. Kelima mobil itu melaju dengan cepat menuju ke rumah utama Zeroun Zein.
***
Inggris.
Di sebuah kamar luas bercat merah muda. Ada banyak barang-barang mewah milik wanita di kamar itu. Foto-foto dua wanita yang sangat akrab, memenuhi dinding kamar bercat merah muda itu. Di tengah-tengah ruangan, terdapat tempat tidur big size dengan badcover berwarna merah muda.
Semilir angin terlihat masuk melalui jendela yang terbuka hingga memenuhi isi kamar. Membuat gorden tipis berwarna merah muda itu berterbangan karena terdorong angin. Suasana siang hari yang menyejukkan mata.
Adriana melamun di depan meja rias sambil menyisir rambutnya. Suara pintu terbuka membuat dirinya terperanjat kaget. Bibirnya tersenyum manis, saat melihat pria yang masuk ke dalam kamarnya.
“Sayang,” ucapnya dengan nada yang lembut.
Adriana beranjak dari duduknya. Memeluk tubuh Damian dengan penuh kerinduan. Tanpa permisi, wanita itu mengecup bibir Damian dengan penuh kelembutan.
“Aku sangat merindukanmu.” Senyum manis mengembang di bibirnya.
“Aku juga merindukanmu. Tapi kita tidak bisa sering-sering bertemu di tempat ini. Ada banyak mata-mata di sini.” Damian memegang dagu Adriana.
“Sayang, apa wanita itu sudah ditemukan?” tanya Adriana penuh selidik.
“Dia masih ada di Hongkong. Aku akan segera menemukannya.” Damian mengecup bibir Adriana.
“Aku harus pergi untuk mencari Emelie. Berita meninggalnya Raja akan menyebar di seluruh media yang ada di dunia ini. Emelie pasti akan keluar dari tempat persembunyiannya. Dia akan kembali pulang ke Inggris secepatnya.”
“Kenapa kau tidak membunuhnya di Hongkong saja. Kenapa ia harus kembali ke sini.” Adriana mengalungkan kedua tangannya di leher Damian.
“Sayang, tenang saja. Apa kau tidak percaya padaku?” Damian mengukir senyuman penuh arti.
“Aku percaya padamu.” Senyum Adriana mengembang lagi.
“Aku pergi dulu.” Damian mengecup bibir Adriana lagi sebelum pergi meninggalkan kamar. Sementara Adriana, mengukir senyuman licik.
“Maaf Pangeran Damian. Tapi aku tidak percaya padamu. Aku akan mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh wanita itu.”
.
.
.
.
Damian berjalan turun melalui tangga. Beberapa pengawal miliknya telah mengikuti dari belakang. Pria itu berjalan menuju ke arah mobil yang sudah di siapkan. Satu pengawal membukakan pintu mobil untuk memberi jalan kepada Damian untuk masuk ke dalam. Pria itu duduk dengan begitu tenang.
Mobil melaju dengan begitu cepat meninggalkan istana Emelie. Diikuti beberapa mobil pengawal yang selalu melindunginya.
“Apa sudah ditemukan?” ucap Damian sambil memandang ke arah jalan depan.
“Belum, Pangeran. Kami sudah memeriksa rumah pria yang menyelamatkan Putri. Tapi, Putri tidak ada di rumah itu.” Pria berbadan tegab, duduk di samping Damian.
“Apa pria itu menyembunyikannya? atau Emelie kabur dari rumah itu?” Damian memandang keluar jendela.
“Sepertinya putri kabur, Pangeran,” jawab Pria itu dengan penuh hati-hati.
“Apa pria itu tidak tahu identitas Emelie?” tanya Damian dengan ekspresi datar.
“Sepertinya tidak, Pangeran. Saya mendengar jelas percakapan pria itu dengan polisi Hongkong yang kami kirim.”
“Apa Hongkong itu sangat luas, hingga kalian tidak bisa menemukannya.” Damian menatap wajah pria itu dengan wajah menahan amarah.
“Maafkan saya, Pangeran.” Pria itu menunduk ketakutan. Memegang foto Zeroun dengan gemetar.
Damian memperhatikan foto Zeroun yang lagi di genggam. Merampas foto itu dengan wajah tidak suka.
“Pangeran, itu foto pria yang membawa Putri kabur ke Hongkong.”
Damian tersenyum kecil, “Atur keberangkatan ke Hongkong sekarang juga. Aku ingin mengunjungi teman baruku di sana.”
“Baik, Pangeran.”
Damian menatap foto Zeroun Zein lagi. Mengatur napasnya dengan normal.
“Zeroun Zein, ketua mafia Gold Dragon.”
“Benar, Tuan. Pasukan elit kita tidak berhasil menangkapnya.” Pria itu menceritakan semua pristiwa yang terjadi kepada Damian. Sementara Damian hanya tertawa mendengar cerita itu.
“Pasukan elit kau bilang? bahkan seluruh polisi Monako bisa ia bunuh dengan satu tangannya.” Damian menatap pria itu.
“Untuk mengalahkannya kita tidak perlu kekerasan. Pria ini sangat berbahaya, kau tidak akan pernah bisa menghirup udara bebas lagi, jika berani mencari masalah dengannya.”
“Apa pria ini sangat berbahaya Pangeran?” tanya pria itu dengan wajah tidak percaya.
Damian tersenyum kecil sebelum menjawab pertanyaan orang kepercayaannya itu. Pria itu mencengram kuat foto Zeroun Zein, hingga foto itu berubah kusut.
“Tapi, siapapun orangnya. Kalau ia berani menghalangi jalanku, ia juga harus siap menerima konsekuensi yang ada.”
Mobil itu menuju ke arah bandara. Damian tidak lagi ingin mengulur waktu, ia ingin segera menemukan Emelie. Karena hanya Emelie yang ia butuhkan saat ini. Pria itu benar-benar bertekad, kalau malam ini ia akan berhasil menemukan Emelie dan membawa wanita berstatus tunangannya itu pulang ke Inggris.
💗Like dan Vote💗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Mella Soplantila Tentua Mella
percaya diri kmu damian
2022-10-08
0
Maia Mayong
Adriana g tau diri .
2021-08-28
1
Nurul Fajriyah
anak pungut gk tau diri..
2021-03-01
1