Mobil yang ditumpangi Emelie berhenti di pinggiran taman. Satu pengawal turun untuk membukakan pintu mobil. Emelie menurunkan kakinya secara perlahan.
Wanita yang berstatus sebagai putri itu menatap takjub keramaian kota Hongkong di pagi hari.
“Apa ini yang dinamakan menikmati surga Dunia,” ucapnya dengan senyum bahagia.
“Maaf, Nona. Kami hanya ditugaskan untuk membawa anda sampai di sini. Setelah ini, anda harus menjaga diri anda baik-baik.” Pengawal itu menunduk hormat sebelum masuk ke dalam mobil.
Emelie tersenyum dan melambaikan tangan ke arah mobil itu. Satu klakson di hidupkan sebelum mobil itu jalan meninggalkan Emelie.
“Kota Hongkong! Aku datang,” teriak Emelie penuh kegirangan.
Emelie berjalan-jalan memasuki keramaian kota Hongkong. Ia masuk ke salah satu departemen store untuk membeli beberapa pakaian ganti dan makanan.
“Pria itu memberiku uang yang banyak. Bahkan bisa menghidupi kehidupan selama 1 bulan penuh.” Emelie menatap setumpuk uang yang ada di genggamannya.
“Aku harus membeli baju yang sedikit bagus.”
Emelie masuk ke salah satu toko baju merk ternama. Penampilannya yang terlihat biasa membuat dirinya tidak di sambut dengan ramah oleh karyawan tokoh.
Emelie memasang wajah tidak suka saat beberapa pelayan itu menatapnya sebelah mata.
Ketika aku sudah kembali ke kerajaan, aku akan membeli toko ini dan memecat kalian semua.
Umpat Emelie di dalam hati dengan wajah tidak suka.
Emelie mengambil beberapa gaun yang ia suka. Membawanya menuju kasir untuk membayar gaun itu. Telinganya terasa semakin panas saat ia mendengar beberapa karyawan berbisik tentang dirinya.
“Lihatlah wanita itu, ia pasti memiliki uang banyak karena mengejar om-om,” ucap pelan wanita yang satu.
“Mungkin saja dia menjual dirinya hanya untuk membeli baju yang mahal,” ucap wanita lainnya.
Emelie hanya bisa menarik napas mendengarkan perkataan karyawan-karyawan toko itu. Ia tidak ingin mencari masalah di Hongkong.
Bagaimanapun juga, Hongkong bukan rumahnya. Hongkong adalah tempat ia berlari dari kejaran anggota kerajaan yang memaksanya untuk menikah.
Emelie keluar dari toko itu dengan beberapa paper bag yang ada di genggamannya. Wajahnya berseri-seri saat bisa menghirup udara bebas tanpa ada pengawal kerajaan yang mengikutinya.
“Ok, setelah ini aku harus mencari tempat tinggal yang baru.”
Emelie melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Departemen store itu. Ia menuju ke arah lingkungan yang dipenuhi banyak orang berlalu lalang. Emelie menghampiri beberapa pria yang berdiri untuk menanyakan tempat kontrakan terdekat di sekitar situ.
“Permisi, apa anda tahu dimana letak kontrakan yang ada di dekat sini?” tanya Emelie dengan begitu sopan.
Pria-pria itu menatap wajah Emelie dengan tatapan licik. Satu pria berbisik sesuatu di telinga temannya.
“Tentu, mari ikuti kami. Ada tempat yang bisa menjadi tempat tinggalmu, Nona.” Pria itu memimpin jalan di depan, sedangkan pria lainnya berjalan mengikuti Emelie dari belakang.
“Aku rasa, ketiga pria ini bukan orang yang baik.” Emelie merasakan sesuatu yang berbeda dari sikap ketiga pria itu.
Pria-pria itu membawanya melewati jalanan sunyi dan kotor. Kanan kiri jalan itu hanya ada gedung yang tinggi menjulang. Pria itu menghentikan langkah kakinya dan memutar tubuhnya. Senyuman licik terpancar dari bibirnya.
“Di sini tempatnya,” ucap pria itu dengan santai.
“Ini bukan rumah, ini hanya gang sempit.” Emelie memperhatikan keadaan sekelilingnya.
“Ini tempat kita untuk bersenang-senang cantik.” Satu pria dengan lancang menyentuh tangannya.
“Lepaskan aku! aku akan melaporkan ini kepada bosku. Apa kalian tahu, aku sedang melakukan misi penting saat ini.” Emelie melangkah mundur untuk menghindari sentuhan pria-pria itu.
“Bos?" Pria itu tertawa terbahak-bahak, saat mendengar ancaman yang baru saja diucapkan oleh Emelie.
“Siapa nama Bos anda, Nona. Katakan?” tanya pria itu dengan wajah sombong.
“Aku yakin, kalian akan berlari ketakutan saat mendengar namanya.” Emelie memasang wajah penuh kemenangan. Ia tahu, rencananya saat ini akan berhasil.
“Katakan!” teriak pria itu tidak suka.
“Bos Zeroun,” ucap Emelie santai.
“Atau kalian ingin bertemu dengan Bos Lukas?” ucap Emelie lagi.
Ketiga pria itu melangkah mundur saat mendengar nama Zeroun dan Lukas.
Tidak ada sembarang orang yang berani menyebutkan nama itu. Ketiga pria percaya, kalau Emelie adalah bagian dari Gold Dragon. Geng Mafia terbesar yang memegang wilayah Hongkong.
“Maafkan kami, Nona. Kami tidak tahu, kalau anda adalah bagian dari Mafia Gold Dragon. Maafkan kami.” Ketiga pria itu bersujud di depan Emelie.
Mafia? Gold Dragon? ternyata aku di tolong oleh ketua mafia Gold Dragon. Sungguh kebetulan. Tapi aku bisa menjual nama geng mafia ini untuk melindungi diri selama berada di Hongkong.
“Baiklah, aku akan memaafkan kalian. Tapi, sebaiknya kalian bilang sama semua orang jahat yang ada di wilayah ini untuk tidak menggangguku!” Emelie melipat kedua tangannya dengan tatapan sombong.
“Baik, Nona.” Pria itu berdiri dari sujudnya.
“Sekarang, beri tahu aku dimana aku bisa menyewa sebuah tempat tinggal yang aman dan murah.”
“Mari, Nona. Kami tahu satu tempat yang cocok untuk anda.” Pria itu kembali memimpin jalan.
Emelie tersenyum bahagia, ingin sekali saat itu ia tertawa terbahak-bahak untuk melampiaskan rasa bahagianya. Hanya saja ia masih menahan semua itu.
Pemimpin Gold Dragon, Zeroun. Bawahan Zeroun adalah Lukas.
Emelie berjalan dengan langkah kaki yang sangat ringan karena bahagia.
Beberapa saat kemudian, tiga pria itu membawa Emelie masuk ke dalam gedung. Gedung itu seperti rumah susun. Terdapat banyak pria dan wanita di tempat itu.
Anak-anak kecil juga terlihat berlalu lalang dan bermain-main di lapangan yang ada di depan gedung.
“Tempat apa ini?” tanya Emelie pelan.
“Nona, jika anda ingin melaksanakan misi. Tempat ini akan sulit untuk dilacak oleh musuh,” jawab satu pria.
“Apa tempat ini aman?” tanya Emelie penuh keraguan. Ia memperhatikan lingkungan yang tidak sama dengan kehidupannya selama di kerajaan.
“Tentu saja aman. Kami bertiga juga tinggal di gedung ini.” Pria itu berjalan mendekati pria tua yang duduk di sebuah meja. Membisikkan kepada pria itu kalau Emelie adalah bagian dari anggota mafia Gold Dragon.
Pria itu dengan cepat beranjak dari duduknya. Membungkuk hormat di hadapan Emelie.
“Mari, Nona. Suatu kehormatan untuk saya, karena Gold Dragon bisa berada di rumah kontrakan saya yang kecil ini.” Pria tua itu membawa Emelie ke salah satu pintu kamar.
“Ini Nona, Anda bisa tinggal di dalam kamar ini. Jika anda butuh sesuatu, anda bisa mengatakannya kepada saya.” Pria tua itu tersenyum ramah.
“Berapa harga sewanya perbulan?” tanya Emelie pelan.
“Jangan sungkan, Nona. Anda bisa tinggal di sini secara gratis. Hanya saja, anda harus bilang kepada Bos Gold Dragon untuk mengirim orang melindungi tempat saya ini dari para rentenir.” Pria itu memasang wajah yang tidak terbaca lagi.
“Baiklah, aku akan menyampaikan permintaan kecilmu itu nanti. Sekarang aku mau istirahat dulu.”
“Silahkan, Nona. Silahkan.” Pria tua itu membukakan pintu untuk Emelie.
Emelie melangkah masuk ke dalam kamar, dan menutup pintu kamar itu dengan cepat.
“Sepertinya dalam waktu dekat aku akan memiliki banyak masalah karena sudah menggunakan identitas pria itu.” Emelie menyandarkan tubuhnya di balik pintu dengan napas yang tidak teratur.
“Aku hanya sebentar ada di Hongkong, setelah ini aku akan pergi ke tempat lain dan pindah ke tempat lainnya. Mungkin aku tidak akan menimbulkan masalah untuk pria itu nantinya.”
Emelie memperhatikan kamar berukuran kecil yang kini ada di hadapannya. Hanya ada tempat tidur, satu kipas dan kamar mandi di dalamnya. Lagi-lagi Emelie menarik napas dalam saat meratapi kehidupannya saat ini.
“Seharusnya aku berlibur dengan fasilitas kerajaan, kalau saja keluarga Pangeran Damian tidak melamarku secepat itu.”
Dengan berat hati, Emelie mendekati tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di atas kasur itu. Memejamkan mata untuk istirahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Tita Amelia
masig setia sama zeroun
2021-04-15
0
Afifah Sudarman
hongkongnya daerah mana tuh thor,aq pernah kerja di hongkong 10 th🤗
2021-03-10
0
M 🐼
Dri awal bca novel serena n daniel sya lebih suka karakter zeroun
N sya jgk lebih suka karakter Emma dri pda serena, lebih dpet ajah karakter nya entah lah pendapat org kan beda2 y
2021-02-28
0