Emma adalah Putri Emelie. Wanita yang kabur dari pesta pernikahan keluarga kerajaan yang ada di Monako. Hatinya menolak untuk menikah dengan Pangeran Damian saat itu.
Dengan penuh upaya, ia berhasil kabur dari gedung kerajaan yang dijaga oleh ratusan pengawal bersenjata. Semua itu berkat bantuan adiknya bernama Adriana.
Putri Adriana membantu Emelie menggantikan peran sang kakak sebagai memperlai wanita.
Momen ini memang bukan pertama kalinya ia kabur dari kerajaan. Emelie sudah sangat sering kabur dari dalam kerajaan. Namun, semua yang ia lakukan hanya sia-sia. Tidak ada seorangpun yang mau membantunya untuk bersembunyi.
Setiap orang yang menemui keberadaannya, selalu memberi tahu pihak kerajaan untuk memperoleh upah. Zeroun adalah orang pertama yang berhasil membawa Putri Emelie pergi meninggalkan Kota Monako.
Kesempatan itu tidak akan di sia-siakan oleh Putri Emelie. Ia kembali memikirkan rencana untuk bisa menjauh dari hidup Pangeran Damian selama-lamanya.
“Baju ini lumayan bagus, walau harganya tidak sama seperti yang pria itu belikan.”
Emelie memutar-mutar tubuhnya di depan cermin dengan senyuman yang cantik. Rambutnya yang bergelombang menambah kecantikannya pagi itu.
“Aku harus menemui pria yang tadi. Sepertinya ia pemilik rumah ini.” Emelie melangkah ke arah pintu. Jantungnya berdebar cepat karena kaget, saat melihat Lukas berdiri tegab tepat di depan pintu.
“Kau? kenapa kau berdiri di situ. Mengagetkan saja!” Emelie mengelus dadanya sambil mengatur napas.
“Ikut aku.” Lukas memutar tubuhnya berjalan meninggalkan wanita itu.
Pria ini sama seperti pengawal-pengawal yang ada di Monako.
Dengan berat hati, Emelie mengikuti langkah kaki Lukas dari belakang.
Lukas membawa Emelie ke arah meja makan. Di meja itu telah tersedia aneka makanan yang bisa menggugah selera.
“Sebaiknya kau makan. Setelah itu kembali ke kamar. Jangan keluar dari kamar, sebelum kau menerima perintah untuk keluar.” Lukas berjalan pergi meninggalkan meja.
“Aku salah, pria ini jauh lebih menyeramkan dari pada pengawal di Monako!” Emelie menarik satu kursi untuk duduk. Ia memilih beberapa menu untuk sarapan paginya saat itu.
“Makanan di Hongkong juga sangat enak.” Emelie memegang perutnya yang sudah merasa kenyang.
Emelie menarik napas kasar, saat mengingat perintah Lukas untuk menyuruhnya kembali ke kamar.
“Apa pria itu berniat untuk mengurungku? Setelah dia berhasil mengetahui identitasku ia bisa memberikanku dengan Pangeran Damian dengan imbalan yang besar. Rencana licik, aku sudah bisa membaca jalan pikirannya.” Emelie masih duduk tenang di meja makan.
Tatapan matanya teralihkan pada Zeroun yang baru saja turun dari tangga. Beberapa pengawal menunduk hormat saat Zeroun berpapasan langsung dengannya.
“Pria itu. Ya, pria itu pemilik rumah ini!” Emelie beranjak dari duduknya, berlari kencang untuk menemui Zeroun dan mengajaknya berbicara.
“Tuan, apa saya boleh meminta sesuatu dari anda?” Emelie mengukir senyuman untuk menggoda Zeroun pagi itu.
“Bukankah sudah ku bilang, setelah makan kembali ke kamar. Kenapa kau melanggar perkataanku.” Lukas mengepal kuat tanganya saat melihat Emelie berdiri di hadapan Zeroun.
“Katakan,” jawab Zeroun singkat.
“Aku tidak ingin merepotkan anda. Terima kasih karena sudah menolong saya, apa anda bisa memberi saya sejumlah uang? saya akan pergi dari rumah ini dan tidak menyusahkan hidup anda lagi.” Wanita itu memandang wajah Zeroun dengan penuh percaya diri.
Pria ini memiliki rumah yang begitu besar. Ia pasti orang kaya dan memiliki banyak uang.
“Lukas.”
“Ya, Bos.” Lukas berjalan ke samping Zeroun.
“Berikan wanita ini uang, biarkan dia pergi dari rumah ini.” Zeroun melanjutkan langkah kakinya.
“Baik, Bos.” Lukas menunduk hormat.
“Terima kasih, Bos,” teriak Emelie dengan wajah berseri-seri.
“Apa kau mengejekku?” Lukas menggenggam kuat lengan Emelie hingga membuat wanita itu mejadi kesakitan.
“Tuan, Aku tidak mengejekmu. Kau memanggil pria itu dengan sebutan Bos. Aku hanya mengikutimu untuk menghormati pria itu.” Emelie terus berusaha melepas genggaman Lukas.
Lukas melepas tangan Emelie, “Ini uang yang kau minta. Pengawal akan mengantarmu pergi dari rumah ini.” Mengeluarkan sejumlah uang di hadapan Emelie.
“Terima kasih. Saya selalu berdoa semoga Anda dan Bos anda itu selalu ada di dalam lindungan yang maha kuasa.” Emelie menerima uang itu dengan hati berseri-seri.
“Cepat pergi dari sini! Bos Zeroun tidak menyukaimu ada di sini terlalu lama.” Lukas beranjak pergi mengikuti langkah Zeroun menuju mobil di halaman depan.
“Pria yang sombong! Aku akan memberimu hukuman nanti.” Emelie melipat kedua tangannya.
“Mari, Nona. Saya akan mengantar anda pergi.” Satu pengawal membungkuk hormat.
Emelie mengikuti langkah pengawal itu dari belakang. Pengawal itu membuka pintu untuk memberi Emelie jalan. Sebelum masuk ke dalam mobil, Emelie memperhatikan wajah Zeroun yang sedang berdiri tegab di depan semua pasukan Gold Dragon.
“Pria yang baik.” Emelie mengukir satu senyuman sebelum masuk ke dalam mobil.
Mobil itu melaju dengan kencang meninggalkan halaman luas perumahan Zeroun Zein. Hati Emelie dipenuhi bunga-bunga karena sangat bahagia, bisa terlepas dari cengkraman Pangeran Damian Adalson.
“Petualangan baru saja di mulai,” teriak wanita itu, hingga membuat dua pengawal yang ada di bangku depan meliriknya dari balik spion.
Emelie menyadari tatapan pengawal itu. Ia menutup mulutnya dengan tangan, sebelum mengalihkan tatapannya kearah jendela kaca.
Aku harus bisa menemukan tempat persembunyian di kota ini.
***
Monako, Kediaman Pangeran Damian.
“Adriana, apa yang kau lakukan? dimana Emelie?” Damian menggenggam erat tangan Adriana.
“Pangeran, kenapa kau tidak mau menikah denganku. Bukanya kita ....” ucapannya terhenti.
“Adriana, Kau bukan anak kandung dari kerajaan ini. Jika menikah denganmu Aku tidak akan bisa memperluas daerah kekuasaanku.”
“Kenapa kau sangat tega denganku, Damian!” teriak Adriana tidak terima.
“Jangan bicara terlalu kencang. Jika ada yang mendengar perkataanmu, itu akan menimbulkan masalah baru.” Damian membungkam mulut Adriana dengan satu tangan.
“Setelah Aku menikah dengan Emelie dan berhasil mendapat kepercayaan raja. Aku akan membunuh Emelie, menyingkirkan wanita itu dari dunia ini untuk selama-lamanya.” Mata Damian berubah licik.
“Benarkah?” Adriana mulai mempercayai perkataan Damian.
“Tentu saja, Sayang. Hanya kau wanita yang sangat aku cintai.”
Damian menarik tubuh Adriana ke dalam pelukannya. Mencium bibir Adriana yang merah dengan begitu rakus. Satu tangannya juga mulai menurunkan resleting gaun yang kini di kenakan Adriana.
“Apa kita harus melakukannya di sini?” tanya Adriana penuh keraguan.
“Ini rumahku, tidak akan ada orang yang bisa mengganggu kita.” Damian mengangkat tubuh Adriana ke atas tempat tidur.
Meletakkannya secara perlahan.
“Aku sangat mencintaimu, Adriana.” Damian melanjutkan aksinya untuk menguasai tubuh Adriana saat itu. Menyisakan jejak kepemilikan di seluruh tubuh wanita berkulit putih itu.
Adriana memejamkan kedua matanya, saat pria itu berhasil memasukinya. Cintanya kepada pangeran Damian, membuat dirinya rela melakukan apapun permintaan Damian.
Bahkan keperawanan yang satu-satunya ia miliki, rela ia berikan dengan suka rela.
Tidak ada satu orangpun yang mengetahui hubungan gelap antara Pangeran Damian dengan Putri Adriana. Hanya mereka berdua yang tahu apa yang sudah terjadi di antara mereka selama ini.
Putri Adriana adalah anak angkat di dalam keluarga kerajaan. Saat Adriana berusia 1 tahun, ia ditemukan di depan gerbang dengan keadaan yang memprihatinkan. Saat itu usia Emelie masih 3 tahun. Dengan rasa kasihan, Ibunda Emelie membawa Adriana kecil ke dalam istana, memberikan status putri kepada Adriana.
Emelie dan Adriana hidup dengan penuh bahagia di dalam keluarga kerajaan. Semua yang di dapat oleh Emelie, Adriana juga mendapatkannya. Keduanya juga saling menyayangi layaknya kakak adik. Tidak ada yang mengetahui identitas asli Adriana. Semua pengawal yang sempat mengetahui rahasia Adriana sudah dibunuh oleh Raja agar tidak menimbulkan masalah.
Hingga suatu ketika, Adriana mendengar perbincangan Raja dan Ratu. Mereka mengatur ahli waris atas nama Emelie, karena hanya Emelie putri kandung yang mereka miliki. Saat itu, Adriana sangat sedih dan kecewa dengan keadaan yang menimpah hidupnya.
Adriana pergi meninggalkan Istana dan bertemu dengan Pangeran Damian. Sejak pandangan pertama, keduanya sudah saling mencintai. Pangeran Damian juga memiliki niat untuk melamar Adriana saat itu. Namun, takdir berkata lain. Kedua orang tua Pangeran Damian bukan melamar Adriana justru melamar Emelie. Karena mereka tahu, Emelie adalah pewaris sah kerajaan.
Sejak saat itu, Pangeran Damian mulai berakting untuk mengejar-ngejar cinta Emelie. Tapi, mendekati Emelie tidak semudah mendekati Adriana.
Menolak menikah dan masih ingin bersenang-senang di luar istana. Membuat Emelie selalu saja menolak pernikahanya dengan Pangeran Damian. Sejak detik itu, aksi kabur-kaburan Emelie di mulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
卂ㄩ尺ㄖ尺卂
dih cocok lah si murahan sama si licik
2023-04-01
0
卂ㄩ尺ㄖ尺卂
ada yah cewek kerajaan macam emelie ini🤣🤣🤣
2023-04-01
0
indah_kajoL
wow hubungan yg rumit
2021-09-19
0