Dari kejauhan, Zeroun dan Lukas memandang sekeliling Aula yang sudah tidak lagi tenang. Zeroun memandang wajah Pangeran Damian dari kejauhan. Ia tahu, apa yang saat ini di rasakan oleh Pangeran Damian.
“Bos, sebaiknya kita keluar dari tempat ini. Acara pernikahan ini sepertinya gagal.” Lukas berbisik di telinga Zeroun.
“Kita ke Kasino.” Zeroun memutar tubuhnya dan meninggalkan pesta pernikahan kerajaan itu.
Zeroun berjalan dengan tenang meninggalkan aula istana menuju ke arah luar. Lukas mengikuti langkah Zeroun dari belakang.
Sesekali ia memperhatikan beberapa pengawal yang berdiri tegab untuk memberi keamanan pada keluarga Kerajaan.
Ini pertama kalinya aku menghadiri pesta kerajaan. Pesta ini terlihat begitu megah dan mewah.
Lukas kembali memperhatikan dekorasi-dekorasi mewah yang menghiasi ruangan itu. Ia berjalan lebih dulu saat langkah Zeroun hampir mendekati mobil.
Beberapa pasukan Gold Dragon menunduk hormat saat melihat Zeroun keluar dari dalam gedung. Lukas membuka pintu mobil untuk memberi jalan kapada Zeroun agar masuk ke dalam mobil.
Dengan langkah cepat, Lukas mengambil alih dan melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Menembus terik matahari yang masih cerah menuju ke arah Kasino terbesar yang ada di Kota Monako
Kasino
Setelah beberapa menit, mobil yang di tumpangi Zeroun berhenti di depan pintu masuk kasino. Beberapa pelayan membukakan pintu mobil Zeroun dan menyambut kedatangannya.
Sejak awal, Pangeran Damian memang sudah mengutus orang untuk menyambut kedatangan Zeroun di kasino miliknya itu.
Zeroun mendongakkan kepalanya, memandang gedung yang menjulang tinggi ke atas langit biru. Ia memajukan langkah kakinya untuk masuk dan memeriksa isi kasino itu. Pria berjas resmi menunduk menyambut Zeroun.
“Selamat siang, Tuan Zeroun. Siang ini, saya mewakili Pangeran Damian, akan mengatur kerja sama yang pernah di tawarkan oleh Pangeran Damian sebelumnya.”
“Pangeran Damian tidak bisa menemui anda saat ini,” sambung pria itu lagi.
“Ya, saya mengerti.” Zeroun melangkah masuk untuk melihat isi kasino itu.
Di dalam kasino, terdapat banyak pria bertubuh tinggi dan tegab yang berbaris. Selain sebagai sarana judi, gedung kasino itu juga memiliki hotel berbintang. Zeroun diberi tawaran untuk menginap di salah satu kamar mewah yang ada di kasino itu.
Namun, Zeroun menolak tawaran itu. Ia lebih memilih untuk segera pulang ke Hongkong setelah menyelesaikan urusan kerja samanya dengan Pangeran Damian.
“Tuan, silahkan duduk.” Pria itu membuka satu kursi di hadapan Zeroun.
“Terima kasih,” jawab Zeroun singkat.
Pria itu juga duduk di salah satu kursi yang ada. Mengeluarkan beberapa berkas yang harus di tanda tangani Zeroun siang itu.
“Tuan, ini berkas kerja sama anda dengan Pangeran Damian.” Pria itu menyodorkan berkas di hadapan Zeroun.
Tanpa menunggu perintah, Lukas mengambil berkas itu dan memeriksa isinya dengan seksama. Ia meletakkan berkas itu kembali di hadapan Zeroun.
“Semua aman, Bos,” ucap Lukas pelan.
Zeroun mengambil pulpen yang tersedia dihadapannya. Menandatangani isi berkas itu dengan tenang. Ia meletakkan pulpen itu di atas kertas yang baru saja ia tanda tangani.
“Katakan pada Pangeran Damian. Saya harus segera kembali ke Hongkong.” Zeroun beranjak dari duduknya.
“Baik, Tuan. Terima kasih atas waktu anda.” Pria itu mengambil berkas yang baru saja di tandatangani Zeroun. Memberikan berkas itu kepada pengawal yang berdiri di belakangnya.
“Mari,Tuan. Saya antar anda berkeliling.”
Pria itu memberi jalan kepada Zeroun untuk menjelajahi isi kasino yang di miliki Pangeran Damian.
Beberapa meja bar panjang terletak di sudut ruangan. Bagian tengah ruangan di isi dengan aneka permainan. Mesin Slot, Poker, Blackjach hingga taruhan judi lainnya memenuhi bagian tengah ruangan. Siang itu Kasino masih sunyi tanpa pengunjung. Tempat itu biasa di kunjungi pada malam hari.
Pada siang itu Zeroun lebih leluasa menjelajahi Kasino dan memeriksa aneka minuman beralkohol yang sudah ia kirim ke dalam Kasino itu.
“Pelanggan kami sangat menikmati minuman Alkohol milik anda. Wine ini memiliki rasa yang berbeda dari Wine yang sebelumnya kami miliki.” Pria itu menuang wine milik Zeroun ke dalam gelas Kristal.
“Terima kasih,” Zeroun mengambil gelas Kristal itu meneguknya perlahan.
“Kami akan sangat senang, jika anda mau menginap malam ini, Tuan. Kami akan menyiapkan kamar terbaik untuk anda.” Pria itu masih berusaha membujuk Zeroun agar mau menginap di salah satu kamar hotel.
“Terima kasih atas tawarannya, Tuan. Tapi, malam ini saya harus kembali ke Hongkong.” Zeroun mengukir senyuman tipis, sebelum meletakkan gelas Kristal di atas meja.
“Saya tidak lagi bisa memaksa anda, Tuan. Saya harap anda tidak bosan untuk berkunjung ke kota kami ini.” Pria itu berjalan mengikuti langkah Zeroun.
“Saya permisi dulu, Tuan.” Zeroun tersenyum ramah.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, Tuan.” Pria itu membungkuk hormat.
“Sama-sama.” Zeroun berjalan ke arah mobil. Pintu mobil sudah di buka oleh beberapa pelayan yang bekerja di kasino itu.
Lukas memandang wajah pelayan-pelayan itu sebelum melajukan mobilnya. Ia menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang.
“Bos, masih ada waktu untuk berjalan-jalan. Apa anda ingin melihat-lihat laut Monako?” Lukas memperhatikan wajah Zeroun dari balik spion.
“Kita akan mengunjungi surga Monako sebelum kembali ke Hongkong.” Zeroun tersenyum sebelum memandang ke arah luar jendela.
Mobil yang ditumpangi Zeroun melewati Kota kecil yang ada di Monako. Setiap pinggiran jalan, terdapat cafe-cafe kecil untuk tempat makan dan minum. Tidak jauh dari tempat itu, berbaris beberapa tokoh yang menjual aneka barang.
Beberapa saat kemudian, mobil Zeroun sudah meninggalkan kota kecil itu. Lukas menambah laju mobilnya melewati jalanan yang mengahadap langsung ke arah laut. Beberapa kapal yang sedang berlayar juga terlihat jelas dari jalan itu.
“Hentikan mobilnya.” Zeroun memandang ke arah laut yang biru.
Lukas memberhentikan mobilnya di pinggiran jalan. Beberapa mobil Gold Dragon juga berhenti di belakang mobil Zeroun.
“Tuan, apa anda ingin berjalan-jalan ditempat ini?” Lukas memandang ke arah jalan batu yang berkelok dan menanjak.
“Ya, aku ingin berkeliling di tempat ini. Jangan ikuti aku.” Zeroun membuka pintu mobil dan berdiri di samping mobil.
Lukas dan pasukan Gold Dragon berdiri di belakang Zeroun.
“Bos, ini bukan wilayah kita. Ijinkan saya menemani anda,” ucap Lukas sambil menundukkan kepala.
“Apa kau tidak percaya padaku, Lukas?” Zeroun memandang wajah Lukas dengan tatapan dingin.
“Maafkan saya, Bos.” Wajah Lukas dipenuhi rasa bersalah.
“Jangan ada satu orangpun yang berani mengikutiku!” perintah Zeroun untuk yang terakhir kalinya.
“Baik, Bos!” jawab Lukas dan pasukan Gold Dragon bersamaan.
Dengan santai, Zeroun berjalan kearah depan. Ia terlihat sangat menikmati pemandangan kota Monako sore itu. Ia terus berjalan mengikuti jalan setapak yang menghubungkan dirinya dengan gedung bawah tanah.
Gedung itu terlihat sunyi tanpa pengunjung. Zeroun memperhatikan gedung itu dengan seksama.
“Gedung ini sepertinya sebuah jalan di bawah tanah,” ucap Zeroun sambil terus berjalan mendekati peta yang terpampang di dinding.
Zeroun membaca peta bawah tanah itu dengan seksama, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.
“Kota ini sangat unik. Walaupun kecil, tapi memiliki tempat yang begitu luas di bawah tanah.” Zeroun memandang jam yang melingkar di tangannya.
“Sudah waktunya untuk berangkat ke bandara.” Zeroun memutar tubuhnya dan berjalan kembali ke arah depan. Namun, langkahnya terhenti, saat seorang wanita menabrak tubuhnya dengan begitu kuat. Hingga wanita itu terjatuh di permukaan lantai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Mella Soplantila Tentua Mella
siapa wanita yg menabrak zeroun
2022-10-08
0
🌹🌺gemini🌺🌹
putri emelie past
2021-02-13
0
Kustri
salah paham nie ama pangeran monako..bakal jd perang nie
2021-02-07
0