Chapter 15 : Bau Yang Menggoda

Bau harum menggoda memenuhi sekitar alun-alun kota, Dian dengan terampilnya membolak balikkan yakisoba yang ia buat dan langsung memperoleh pelanggan pertama dengan cepat.

"Permisi, tolong yakisoba large nya 1." Pinta Pelanggan.

"Segera datang!" Balas Dian.

Jam 11.30 siang, pembukaan pertama kios Yaki-Soba telah dimulai, Dian sebagai penanggung jawab utama kios sekaligus kepala dapur sedang membuatkan yakisoba dengan keterampilan yang luar biasa.

Para pelanggan mulai berdatang satu per satu, mereka penasaran dengan bau enak dari kios Yaki-Soba dan mulai mengantri untuk memesan.

Hanya ada satu menu di Yaki-Soba dan 3 pilihan yang tersedia, yaitu ukuran small, medium, dan large. Yaki-Soba belum membuka menu lain selain yakisoba itu sendiri, karena ini masih hari pertama.

"Terima kasih sudah membeli!" Ucap salah seorang karyawan perempuan di sebelah Dian.

Dian tidaklah bekerja sendiri di kios, terdapat beberapa karyawan lainnya yang membantunya. Namun tugas utama memasak itu sendiri hanya dilakukan oleh Dian.

"Tolong 2 small yakisobanya!" Ucap pelanggan 2

"Aku mau 1 large yakisoba dong!" Ucap pelanggan 3

"2 medium dan 1 large yakisobanya tolong." Ucap pelanggan 4

"Kapten, banyak pesanan telah datang!" Ucap karyawan 1.

*Crak Crak Crak

Dian dengan terampil langsung menaruh yakisoba yang sudah jadi ke tempat masing-masing dan menaruh bahannya lagi dengan cepat. Ia sangatlah fokus sampai-sampai keringat mulai bercucuran dari dahinya.

[Ding! Kemampuan Memasak +1]

[Ding! Kemampuan Memasak +1]

"Gila, pria di sana terampil banget masaknya." Ucap salah seorang pelanggan yang melihat Dian sedang memasak.

Hanya dalam waktu 20 menit setelah pembukaan pertama, antrian kios sudah memanjang hingga ke ujung. Dian sedikit kewalahan karena ia terus menerus memasak tanpa berhenti sama sekali.

"Kapten, kita kehabisan stok sayur di sini!" Ucap karyawan 2.

"Bisakah tolong belikan lagi di minimarket terdekat? tagihannya ditaruh saja di rekening Bu Rina." Ucap Dian.

"O-oke!" Balas Karyawan 2.

Kios mulai kehabisan stok karena pesanan yang tidak pernah berhenti, semua karyawan pun langsung diberi tugas masing-masing untuk membelikan bahan-bahan yang sudah mulai habis.

"Gila, rasa apa ini? yakisobanya enak sekali!" Ucap salah satu pelanggan.

"Sepertinya aku mau nambah lagi, namun menunggu antriannya sendiri sudah sampai sehari kayaknya." Ucap pelanggan lain.

Dian tersenyum puas mendengar tanggapan pelanggan di sekitarnya, dia terus memasak dan memasak hingga membuat kios sudah sepenuhnya ditutupi oleh pelanggan sampai membuatnya sesak napas.

"Kapten, stok mie sudah datang!" Ucap karyawan 3

"Kalau begitu langsung taruh di kotak plastik, taruh di sebelahku agar aku dapat mengambilnya dengan cepat." Ucap Dian sambil terus memainkan kape besinya.

"Siap bos!" Balas Karyawan 3

Uang terus mengalir tanpa henti, pesanan sudah menumpuk bagaikan hujan. Para kios lain di sebelah Yaki-Soba mellirik iri ke arah keramaian yang berkumpul di sekitarnya.

"Cih, Kios baru apa sih itu? ganggu banget kios yang lain asli." Ucap karyawan kios lain.

"Iya tuh, ga tau diri banget. Masa baru buka hari pertama udah nyuri pelanggan tempat lain sih." Ucap seorang karyawan lagi yang lain.

Dian yang terlalu fokus memasak tidak sadar dengan tatapan iri mereka. Dia terus dibanjiri pesanan sekaligus notifikasi sistemnya yang tidak pernah berhenti.

[Ding! Kemampuan Memasak +1]

[Ding! Kemampuan Memasak +1]

[Ding! Kemampuan Memasak +1]

[Ding! Kemampuan Memasak ditingkatkan ke level 'Ahli', Pencapaian saat ini [4/500]

"Hah? sudah naik secepat ini?" Gumam Dian terkejut karena level memasaknya sudah ditingkatkan ke level Ahli yang merupakan level tertinggi yang pernah ia dapat.

Terpopuler

Comments

Jun_Ho

Jun_Ho

tunggu si MC gak sekolah????

2023-08-26

2

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor 😛😀💪👍👍

2023-08-09

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Hari pertama menjual Yakisoba, ternyata laris manis tanjung kimpul... sampai antrian membludak dan panjang bangeett...😛😀💪👍👍👍

2023-08-09

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Keluarga Sederhana
2 Chapter 2 : Mendapat Sistem
3 Chapter 3 : Memperoleh Exp! Tingkat Kemahiran ditingkatkan!
4 Chapter 4 : Rasa Ini?!
5 Chapter 5 : Lomba Berhadiah!
6 Chapter 6 : Lomba Memasak Babak 2
7 Chapter 7 : Babak Final
8 Chapter 8 : Lupa
9 Chapter 9 : Seorang perempuan dan ketiga berandalan
10 Chapter 10 : Aku mengenalnya
11 Chapter 11 : Senyuman Mematikan
12 Chapter 12 : Tamu yang mengejutkan
13 Chapter 13 : Ajakan dan Angka yang Fantastis
14 Chapter 14 : Coba Buatkan
15 Chapter 15 : Bau Yang Menggoda
16 Chapter 16 : Stok Habis! Penghasilan Yang Menakjubkan!
17 Chapter 17 : Rekening Bank
18 Chapter 18 : Membeli Motor
19 Chapter 19 : Motor Siapa Itu?
20 Chapter 20 : Rencana Beasiswa
21 Chapter 21 : Paman Casey
22 Chapter 22 : Tantangan Mengejutkan
23 Chapter 23 : Ding! Ding! Ding!
24 Chapter 24 : Bertani
25 Chapter 25 : Pasar Tirta
26 Chapter 26 : Wanto
27 Chapter 27 : Membeli Peternakan
28 Chapter 28 : Deal Pertama
29 Chapter 29 : +1 Peternakan
30 Chapter 30 : Membeli Transportasi
31 Chapter 31 : Fendy
32 Chapter 32 : Sunbright Supplier
33 Chapter 33 : Kemampuan Berkendara+1
34 Chapter 34 : Rencana Licik
35 Chapter 35 : Segitu Doang? Lemah
36 Chapter 36 : Senyuman Puas Hakiki
37 Chapter 37 : Gangguan lainnya
38 Chapter 38 : Jangan-jangan...
39 Chapter 39 : Permanent Partnership
40 Chapter 40 : Jamuan
41 Chapter 41 : Kenyataan yang tidak terduga
42 Chapter 42 : Senyuman Licik
43 Chapter 43 : Plan Kedepan Dan Telepon
44 Chapter 44 : Perbuatan Yang Keterlaluan
45 Chapter 45 : Perayaan dan Rasa Khawatir
46 Chapter 46 : Masuk ke dalam
47 Chapter 47 : Pembalasan Dian
48 Chapter 48 : Cerita yang sebenarnya
49 Chapter 49 : Ayah dan Anak
50 Chapter 50 : Rencana
51 Chapter 51 : Negosiasi dan Telepon Kepanikan
52 Chapter 52 : Protes dan Mafia?
53 Chapter 53 : Dian dan rencana mengenai Mafia
54 Chapter 54 : Melunasi Hutang, Beatrice Bergabung Dalam Tim
55 Chapter 55 : Membuat Jaringan Mafia, Tanggerang.
56 Chapter 56 : Membentuk Otot
57 Chapter 57 : Transformasi Dian menjadi Pria Sejati
58 Chapter 58 : Persiapan
59 Chapter 59 : Joy
60 Chapter 60 : Ala Karte
61 Chapter 61 : Rencana Dian
62 Chapter 62 : Uang adalah kekuatan
63 Chapter 63 : Informasi Valid
64 Chapter 64 : Pistol yang menempel di Dahi
65 Chapter 65 : Dian dan Ketakutan Roy
66 Chapter 66 : Dian menjadi pemimpin tertinggi White Boys
67 Chapter 67 : Perkembangan dan Berita Mengejutkan
68 Chapter 68 : Penawaran Maria
69 Chapter 69 : Rencana pembuatan Kasino
70 Chapter 70 : Bisnis Casino dan Badai baru
71 Chapter 71 : Kerusuhan di Kasino
72 Chapter 72 : Rose
73 Chapter 73 : Yeremiah dan Pengkhianatan
74 Chapter 74 : Perlawanan
75 Chapter 75 : Deklarasi Perang
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Chapter 1 : Keluarga Sederhana
2
Chapter 2 : Mendapat Sistem
3
Chapter 3 : Memperoleh Exp! Tingkat Kemahiran ditingkatkan!
4
Chapter 4 : Rasa Ini?!
5
Chapter 5 : Lomba Berhadiah!
6
Chapter 6 : Lomba Memasak Babak 2
7
Chapter 7 : Babak Final
8
Chapter 8 : Lupa
9
Chapter 9 : Seorang perempuan dan ketiga berandalan
10
Chapter 10 : Aku mengenalnya
11
Chapter 11 : Senyuman Mematikan
12
Chapter 12 : Tamu yang mengejutkan
13
Chapter 13 : Ajakan dan Angka yang Fantastis
14
Chapter 14 : Coba Buatkan
15
Chapter 15 : Bau Yang Menggoda
16
Chapter 16 : Stok Habis! Penghasilan Yang Menakjubkan!
17
Chapter 17 : Rekening Bank
18
Chapter 18 : Membeli Motor
19
Chapter 19 : Motor Siapa Itu?
20
Chapter 20 : Rencana Beasiswa
21
Chapter 21 : Paman Casey
22
Chapter 22 : Tantangan Mengejutkan
23
Chapter 23 : Ding! Ding! Ding!
24
Chapter 24 : Bertani
25
Chapter 25 : Pasar Tirta
26
Chapter 26 : Wanto
27
Chapter 27 : Membeli Peternakan
28
Chapter 28 : Deal Pertama
29
Chapter 29 : +1 Peternakan
30
Chapter 30 : Membeli Transportasi
31
Chapter 31 : Fendy
32
Chapter 32 : Sunbright Supplier
33
Chapter 33 : Kemampuan Berkendara+1
34
Chapter 34 : Rencana Licik
35
Chapter 35 : Segitu Doang? Lemah
36
Chapter 36 : Senyuman Puas Hakiki
37
Chapter 37 : Gangguan lainnya
38
Chapter 38 : Jangan-jangan...
39
Chapter 39 : Permanent Partnership
40
Chapter 40 : Jamuan
41
Chapter 41 : Kenyataan yang tidak terduga
42
Chapter 42 : Senyuman Licik
43
Chapter 43 : Plan Kedepan Dan Telepon
44
Chapter 44 : Perbuatan Yang Keterlaluan
45
Chapter 45 : Perayaan dan Rasa Khawatir
46
Chapter 46 : Masuk ke dalam
47
Chapter 47 : Pembalasan Dian
48
Chapter 48 : Cerita yang sebenarnya
49
Chapter 49 : Ayah dan Anak
50
Chapter 50 : Rencana
51
Chapter 51 : Negosiasi dan Telepon Kepanikan
52
Chapter 52 : Protes dan Mafia?
53
Chapter 53 : Dian dan rencana mengenai Mafia
54
Chapter 54 : Melunasi Hutang, Beatrice Bergabung Dalam Tim
55
Chapter 55 : Membuat Jaringan Mafia, Tanggerang.
56
Chapter 56 : Membentuk Otot
57
Chapter 57 : Transformasi Dian menjadi Pria Sejati
58
Chapter 58 : Persiapan
59
Chapter 59 : Joy
60
Chapter 60 : Ala Karte
61
Chapter 61 : Rencana Dian
62
Chapter 62 : Uang adalah kekuatan
63
Chapter 63 : Informasi Valid
64
Chapter 64 : Pistol yang menempel di Dahi
65
Chapter 65 : Dian dan Ketakutan Roy
66
Chapter 66 : Dian menjadi pemimpin tertinggi White Boys
67
Chapter 67 : Perkembangan dan Berita Mengejutkan
68
Chapter 68 : Penawaran Maria
69
Chapter 69 : Rencana pembuatan Kasino
70
Chapter 70 : Bisnis Casino dan Badai baru
71
Chapter 71 : Kerusuhan di Kasino
72
Chapter 72 : Rose
73
Chapter 73 : Yeremiah dan Pengkhianatan
74
Chapter 74 : Perlawanan
75
Chapter 75 : Deklarasi Perang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!