Episode 5

Cherry bolak-balik berguling secara tidak jelas, dia menarik dan membuka selimut tapi ia tetap tidak bisa tidur, lalu ia bangkit dari tidurnya dan mengacak kepalanya.

"ahhhhh..... Bisa gila aku lama kelamaan," keluhnya melempar bantal.

"Aku harus menelpon kak Aksa, pasti dia bisa kasih aku solusi," ucapnya mengambil ponsel di atas meja.

Cherry mencari kontak kakaknya dan menekan nomor tersebut.

"Halo, ada apa Cherry?" tanya Aksa dengan suara berat dari belahan dunia.

"Gak apa-apa," jawabnya cepat.

"kau belum tidur? bukannya di sana sudah pukul 3 pagi? Kau begadang?" tanya Aksa.

"Cherry enggak bisa tidur. Bang Cherry kangen sama abang," jawab Cherry sedikit lesu.

"Baru beberapa jam kakak pergi. Kangen atau kau lagi ada masalah?" goda Aksa.

"Kok Abang tau sih, aku lagi ada masalah," decak Cherry menendang selimut.

"Dari nada suaramu saja kakak tahu kamu lagi ada masalah," papar Aksa.

"Bang, apa aku boleh cerita?"

"Cerita aja, mana tahu aku bisa bantu," balas Aksa.

"Bang, papa ingin aku jadi dokter," ucap Cherry lesu.

"Terus Cherry bilang apa ke papi?"

"Cherry enggak ada bilang apa-apa, kalau bisa milih Cherry ingin bersantai tanpa mikir apapun," jawabnya gembira.

"Cher, papi pasti ingin yang terbaik buat kamu. Coba kamu pikirkan sekali lagi dengan pikiran yang santai, kalau bisa kamu riset dengan pergi ke rumah sakit gitu," saran Aksa berharap Cherry mengerti.

"Kakak sama aja macam papa, enggak pernah ngertiin Cherry," teriaknya mematikan panggilan secara sepihak.

Cherry melempar ponselnya di atas kasur, ia menarik selimut menutupi tubuhnya.

"Pada mikirin masa depan yang belum pasti lebih baik tidur," putusnya mematikan lampu kamar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dua orang pria yang sedang menikmati sarapan dengan pemandangan keindahan kota Paris yang disajikan melalui jendela kamar.

"Kenapa? Cherry yang telpon?" tanya Rafael seraya minum secangkir espresso.

"Iya, biasa ada masalah sama papi," jawab Aksa memasukkan sup ke mulutnya.

Sup yang dimakan Aksa ialah Soupe a l’oignon adalah sajian berupa sup hangat yang terbuat dari kuah sapi bertekstur kental dengan tambahan potongan bawang putih.

"Cherry ingin lanjut kemana?" tanya Rafael tiba-tiba.

"Engga tahu, dia bilang papa suruh dia jadi dokter," jawabnya acuh.

"Om David, engga kirim dia ke luar negeri kan?"

"Kenapa? takut Cherry pergi jauh," goda Aksa.

"Tidak, aku cuma penasaran saja," balas Rafael sedikit gugup.

"Bilang aja kali suka. Aku setuju jika Cherry bersamamu," ucap Aksa.

"Kau bisa aja bercanda."

"Aku serius, perjuangkan adikku dan jaga dia baik-baik," ujar Aksa secara tegas.

"Ngapain sih kita bahas Cherry. Ayo siap-siap sebentar lagi kita inspeksi perusahaan," ujar Rafael mengalihkan pembicaraan.

Aksa mendengar itu langsung mengecek laptopnya, dan fokus pada monitor. Rafael sedikit lega karena Aksa tidak membicarakan tentang Cherry.

...****************...

Seorang gadis berbaring di atas tempat tidur mengamati langit-langit, ia mengusap rambutnya kasar.

"Kenapa aku terus kepikiran dengan tawaran Katya! Engga, aku tidak boleh terima bagaimanapun aku sudah banyak berhutang budi padanya," ucap Auris.

Ia tidak bisa tidur, ia bolak balik berguling namun tidak ada tanda-tanda ia akan tertidur.

"Apa aku ke tempat Katya aja besok? sial besok hari peringatan Tante Irene waktunya Katya dan keluarganya," ujarnya sedikit kecewa.

Auris berjalan tidak tentu arah dengan penampilan yang begitu kacau, bajunya acak-acakan, roknya yang robek bibirnya berdarah, dan wajahnya terluka. Orang-orang terus melihat ke arahnya dan berpikir ia orang gila namun melihat seragam sekolahnya orang juga berpikir ia habis ikut tawuran.

Ia berjalan tanpa peduli apa yang orang-orang pikirkan dan katakan untuknya sampai kakinya berhenti di sebuah jembatan, ia memandang ke bawah, arus air begitu deras dan tekanannya cukup tinggi.

"Mungkin ini yang terbaik," ucapnya memanjat pembatas.

Seorang gadis remaja melihat apa yang dilakukan Auris, ia memilih melewatinya saja namun tidak dengan hati nuraninya.

Ia menarik tangan Auris dan membuat ia jatuh ke atas aspal.

"Apa yang kau lakukan!" teriak Auris.

"Kau masih bertanya apa yang aku lakukan? Kau pikir aku mau menolong mu? Kau merusak pandanganku," teriak gadis itu satu oktaf.

Auris matanya berkaca-kaca dan ia malah menangis, hal ini membuat gadis itu sedikit jengkel.

"Kenapa kau menangis? Aku tidak ada berbuat apa-apa padamu?"

"Aku menangis karena kau aku tidak jadi pergi ke alam lain," balas Auris mengusap matanya.

Orang-orang memandang mereka berdua, gadis remaja itu tidak tahan pada tatapan orang padanya, ia menarik tangan Auris untuk berdiri.

"Berdiri, kenapa bajumu seperti ini? Orang akan pikir kau orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa," ucapnya memasang cardigan di tubuh Auris.

Gadis itu membawa Auris pergi dari sana, mereka berjalan sampai mereka beristirahat di depan mini market.

"Ini minum," ucapnya mengulur sebotol air mineral di depan Auris.

Auris mengambilnya ia meminum air itu dan juga menyiram wajahnya.

"Kau gila, aku menyuruhmu minum bukan menyiram wajahmu," pekiknya.

"Aku memang gila, makanya menjauh dariku," balas Auris sedikit serak.

Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar dan mengusap rambutnya ke belakang.

"Kalau kau mau mengakhiri hidupmu pikirkanlah ibumu yang sedang menunggumu di rumah, apa kau bisa bayangkan betapa hancurnya dia jika kau benar-benar bunuh diri, dia akan merasa gagal menjaga anaknya," teriaknya tepat di hadapan Auris.

"Kenapa hidup tidak adil padaku? Kenapa harus aku yang mengalami ini?" teriak Auris sedikit terisak.

Gadis itu memilih membiarkan Auris menangis setelah ia merasa Auris cukup tenang ia mengeluarkan sebuah sapu tangan.

Auris memandangnya dan menerima sapu tangan itu, "terima kasih," ucapnya.

"Terima kasih sudah menyelamatkan hidupku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku betul-betul mengakhiri hidupku," ucap Auris tulus.

"Aku hanya kebetulan lewat. Kenalkan namaku Katya Angelina Wilson, kau bisa panggil aku Katya," ujarnya mengulur tangannya.

Auris membalas jabat tangan Katya, "Auris," jawabnya.

Auris mengingat kembali pertemuannya dengan Katya dan ia tidak akan pernah melupakan kebaikan yang dilakukan Katya padanya.

"Di antara semua orang yang aku temui cuma Katya yang mau mengulurkan tangannya ke arahku. Aku cukup tahu diri untuk tidak membebaninya lagi," ucapnya memeluk boneka beruang.

Auris berdiri berjalan mendekat ke meja rias, ia membuka laci dan mengeluarkan selembar foto.

Ia menatap foto seorang gadis yang berpose di depan menara Eiffel tersebut dengan penuh kebencian, "karena dirimu hidupku hancur. Aku berjanji akan membalas mu suatu hari nanti dan aku akan selalu berdoa semoga hidupmu dipenuhi dengan penderitaan," ucapnya meremas foto itu.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118: The End
119 Cerita baru
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118: The End
119
Cerita baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!