Ketika Alvin selesai bicara, dia menatap tablet itu dengan diam. Dia seperti seolah sedang menunggu sesuatu. Tapi setelah beberapa saat dia tidak mendapat respon apapun, wajah Alvin tampak kecewa. Kemudian matanya juga terlihat sayu, dengan bibirnya yang tampak melengkung ke bawah. Dia tampak sangat kesepian dan menyedihkan.
'Apa dia memang bicara dengan Papa nya? Apakah dia kecewa karena dia tidak menerima balasan dari Papanya itu?' tanya Tiara dalam hati.
Tiara merasa tidak tahan melihat Alvin yang seperti itu. Dia tampak berpikir sejenak sebelum perlahan mendekat ke arah Alvin dan bertanya padanya.
"Alvin apa yang kau katakan kepada ayah... eh tidak, maksudku Papamu?" Tanya Tiara.
Alvin berbalik, jadi punggungnya menghadap Tiara. Dia tidak menanggapi Ucapan Tiara. Melihat hal itu, Tiara hanya bisa bergerak ke sisi lain Alvin dan melanjutkan bicaranya.
"Alvin, kau itu luar biasa. Kau tahu bagaimana caranya menggunakan benda itu. Aku sendiri tidak tahu caranya. Apakah kau bisa mengajariku? Aku sangat ingin belajar memainkan benda itu." Ucap Tiara.
Alvin mendengus dan berbalik lagi. Dia berusaha keras untuk tidak memandang wajah Tiara.
Tiara pun menyeringai. Dia lalu dengan sabar kembali bergerak lagi dan mulai mengucapkan kata-kata manisnya tanpa ragu.
"Alvin yang lucu. Alvin yang tampan. Alvin yang manis. Alvin yang baik. Tolong ajari aku cara menggunakan benda itu. Setelah aku tahu cara menggunakannya, maka aku bisa menggunakannya untuk bicara dengan Papa mu. Bukankah itu bagus? Tolong ajari aku Alvin yang baik." Ucap Tiara.
Tiara terus berusaha bersikap semanis mungkin. Hingga akhirnya Alvin mulai bereaksi dengan matanya yang melototi Tiara dengan pipinya yang tampak mengembung.
"Kau bohong! Kau tahu cara menggunakannya. Kau dulu bermain dengan ponselmu itu sepanjang waktu." Ucap Alvin ketus.
Alvin pernah melihat Tiara mengirim pesan suara kepada seseorang saat dia pergi minum-minum sebelumnya.
'Ponsel! Apa itu ponsel?' tanya Tiara dalam hati.
Tiara tampak bingung. Jadi dia hanya bisa menjelaskan kepada Alvin.
"Alvin, aku tidak bohong padamu. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana cara menggunakan benda itu. Aku terluka sebelumnya dan aku melupakan semuanya. Aku kehilangan ingatanku. Jadi aku tidak tahu bagaimana melakukan apa-apa lagi. Lihat saja cedera yang aku dapat ini." Ucap Tiara.
Apa yang dikatakan Tiara tampak begitu mengejutkan bagi Alvin. Jadi dia memandang Tiara dengan penuh selidik. Tiara menunjuk ke arah kakinya yang tampak memar dan ada memar juga di wajahnya yang berwarna ungu. Tiara berusaha keras untuk membuat Alvin bisa percaya kepadanya.
"Dengar Alvin. Aku memang benar-benar terluka hingga membuat aku lupa ingatan. Artinya aku lupa segalanya. Jadi aku tidak sepintar Alvin sekarang." Ucap Tiara.
Alvin menatap luka Tiara sambil mengepalkan tangannya. Setelah dia tidak bicara sejenak, dia lalu mulai bicara pada Tiara.
"Aku akan mengajarimu sekali saja. Jika kau tidak dapat mengingatnya setelah aku mengajarimu, maka aku tidak akan mau mengajarimu lagi." Ucap Alvin.
Tiara menganggukkan kepalanya dengan gembira.
"Baiklah, terima kasih Alvin sayang." Ucap Tiara.
Alvin berbalik untuk mengambil tablet dan mendorongnya ke arah Tiara. Dia tampak seperti enggan mengajari Tiara. Namun kemudian dia menunjuk ke arah tombol speaker dan mulai bicara.
"Kau hanya perlu menekan yang ini saat berbicara. Maka Papa akan mendengarkan mu." Ucap Alvin.
Tiara sangat penasaran dengan benda yang bisa digunakan untuk bicara itu. Jadi dia ingin belajar cara menggunakannya karena dia akan hidup di dunia ini mulai sekarang. Jadi dia perlu mempelajari hal-hal seperti ini.
Dia pun mulai memperhatikan Alvin dengan serius. Dia mengamati bahwa yang ada di ponsel itu adalah gambar Alvin. Dalam salah satu gambar itu Alvin tampak sedang menggigit ceker ayam dan di gambar yang lainnya Alvin tampak tidur dengan nyenyak dan hal itu terlihat sangat menggemaskan bagi Tiara hingga dia ingin sekali mencubit pipi Alvin yang gemuk itu.
Alvin terdengar berdecak kesal melihat Tiara yang malah fokus pada gambar itu.
Dia lalu berkata, "itu foto profil Papa dan yang ini adalah foto profilku. Papa yang mengambil fotonya." Ucap Alvin.
'Foto? Profil? Apa maksud semua itu?' tanya Tiara dalam hati.
Tiara melihat foto-foto itu dengan takjub. Semakin dia melihat foto itu, semakin dia menyadari bahwa Alvin dan Papa nya tampak begitu manis. Tiara juga merasa bahwa keterampilan menggambar orang-orang yang ada di dunia saat ini sangat ajaib, karena orang yang ada di gambar terlihat sangat mirip dengan orang yang sebenarnya.
Ketika Alvin melihat Tiara terus menatap fotonya, wajah Alvin tampak memerah. Dia memaksa dirinya untuk menjaga ekspresi di wajahnya agar terlihat datar.
Dia lalu berkata, "apakah kau masih ingin belajar menggunakan ponsel? Jika tidak, jangan buang waktuku. Aku sangat sibuk."
Tiara kembali fokus dan menjawab, "aku ingin belajar Alvin. Aku akan mempelajarinya sekarang. Jadi, apakah kau hanya perlu menekan ini dan bicara disini?" Ucap Tiara.
Pria kecil itu mengangguk dan menekan tombol speaker untuk mendemonstrasikannya di depan Tiara.
"Papa... Papa, ini aku Alvin." Ucap pria kecil itu lalu melepaskan tombol ketika dia selesai bicara.
Setelah itu, Alvin kemudian menoleh ke arah Tiara dan kembali bicara padanya.
"Seperti itulah caranya. Saat Papa melihatnya, maka dia bisa mendengar apa yang kita katakan. Ayo kau coba saja." Lanjut Alvin.
"Ah... aku..." Ucap Tiara menggosok tangannya.
Tiara tidak tahu harus berbuat apa. Lagi pula, apa yang harus dia katakan kepada suaminya, yang sebenarnya adalah pria yang sama sekali tidak pernah ditemuinya itu. Apa hal yang baik untuk bisa dia katakan kepada pria itu.
'Apa mungkin aku harus mulai dengan mengucapkan hai padanya?' ucap Tiara.
Tiara merasa sedikit gugup dan juga sedikit bersemangat pada saat yang bersamaan. Dia mengulangi apa yang ingin dia katakan beberapa kali di dalam kepalanya. Setelah memastikan bahwa dia sudah siap, dia perlahan bergerak untuk menekan tombol di ponsel itu.
Namun sebelum dia menyentuhnya, sebuah tangan yang begitu gemuk menghentikannya. Tiara pun lantas dengan bingung menatap ke arah Alvin.
Alvin tampak menggembungkan pipinya dan melototi Tiara lagi.
"Kau harus bicara dengan baik pada Papa. Kau tidak boleh menyumpahi Papa. Kau juga tidak boleh bertengkar dengannya. Jika tidak... jika tidak..."
Alvin tidak bisa memikirkan hal lain untuk dia katakan lagi. Jadi dia hanya mengayunkan kakinya yang tampak besar itu dengan canggung.
Tiara lalu berkedip. Butuh waktu beberapa saat baginya untuk memahami apa arti dari ucapan Alvin tadi.
Dia pun berpikir, 'mungkinkah pemilik asli dari tubuh kurus ini memperlakukan suaminya dengan buruk dan sering memaki dan berdebat dengan suaminya. Apakah itu alasan mengapa Alvin mengatakan hal tadi?' tanya Tiara dalam hati.
Tiara terus bertanya-tanya tentang mengapa pemilik asli dari tubuhnya itu mengutuk suaminya. Tiara juga berpikir karena sekarang dia sudah menikah, jadi dia harus membantu suaminya itu untuk mengajari anak-anaknya dan memperlakukan mereka dengan baik karena itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri yang baik.
Ibunda Tiara selalu mengatakan hal itu padanya sejak dia masih kecil. Jadi Tiara pun kembali berpikir, mengapa pemilik asli dari tubuhnya itu memperlakukan suami dan anaknya dengan sangat buruk? Kecuali jika suaminya itu adalah orang jahat.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Elly Sari Narulita
Tiara... Tiara....
kamu frustasi apa...maaf ya kamu udah jelek tapi kelakuan kamu kasar sama anakmu 🤭
2023-09-22
0
Nenk NOER
Lanjut Thor..
2023-07-14
0