Keesokan harinya tekad Sisca memberikan pelajaran untuk Nyonya Cho benar benar ia lakukan,Tanpa di ketahui oleh orang orang seperti biasa ia menyelinap keluar dari kediaman bangsawan Han.
Sisca berjalan cepat ke arah Hutan,yang berada di selatan Pasar tidak ada yang menyadari kehadiran nya di sana, ia berjinjit dan membungkuk beberapa kali mencari benda yang ingin ia temukan di sana .
Menurut penjual obat yang kemarin ia datangi bahan bahan yang ia butuhkan untuk membuat rencana nya berjalan lancar akan ia temukan di Hutan keramat ini.
Ahhh ya Hutan keramat yang sedang Sisca datangi adalah Hutan yg menurut penduduk setempat jarang dan seringkali tak ada yang cukup berani kesana,karna ada beberapa hal magis yang mendiami tempat itu menyebabkan beberapa daun langka yang Sisca butuhkan berada disini.
Membuat mata idola kita Berbinar "hahahah dasar mereka itu hal magic apa? Hewan buas apa? Yang ada di sini penuh dengan harta Ohhh astaga bukan kah itu Pohon Rengas wahhhhhh akhirnya ketemu juga kau. " Ia cekikikan membayangkan apa yang ia akan lakukan sebelum bertemu Putra Mahkota nanti malam.
Ia akan sedikit memberi hadiah pada Bibi kesayangan nya .
Oh astagaa benar benar beruntung!! Iapun bersenandung mengambil beberapa bahan yang ia butuhkan terutama ,untuk hadiah sang Bibi kesayangan nya itu .
Setelahnya iapun segera bergegas kembali sebelum sang kakak kembali dari istana,jika tertangkap bisa di pastikan ia akan mendapatkan hukuman dari sang Kakak apabila ketahuan ohhh jangan lupa laki laki tua dan tampan nya juga akan merajuk karna kenakalan nya.
" Hufffhhh syukurlah aku lolos." sambil meraba jantung nya yang berdetak kencang karna sempat akan di pergoki oleh kakak nya yang datang untuk memperingatinya agar tak mencari masalah dengan sang Bibi .
"Jangan khawatir k' aku akan jadi Anak baik" ujar Sisca dengan wajah polos padahal otaknya sedang merencanakan rencana jahat nya itu .
Setelah selesai di mandikan oleh beberapa pelayan serta di rias dengan gaun sederhana yang ia pesan dari sang perancang busana favoritnya.
" Akhirnya selesai juga,Yeay!!" sorak nya semangat mendapati sebuah bubuk yg telah ia racik khusus untuk sang Bibi kesayangan nya .
" Tunggu saja Bi kau akan tahu berhadapan dg ku sama saja berhadapan dengan malaikat maut".
'Akhhhhhh tidak tidak,bukan malaikat maut tetapi mimpi buruk mu Bibi hahaha" ia tertawa persis seperti psikopat.
"aishhhhhh aku harus segera istirahat rasanya tulang tulang ku akan putus tiba tiba .." Segera ia baringkan tubuhnya menutup mata dan berlabuh ke alam mimpi.
\*MALAM PEMBALASAN
Tepat di kegelapan malam seorang Wanita yang memakai topeng dan baju serba hitam berjalan pelan ke arah kamar Nyonya Cho,ia mengintip ke arah jendela kamar Nyonya Cho dan seperti dugaan nya Sepi .
Dia mengedarkan pandangannya kemudian tepat di atas tempat tidur seorang MANGSA aishhhhh kenapa kesan nya Sisca orang jahat !.
"Lihatlah apa nanti kau akan bisa menunjukan wajahmu itu lagi Bibi." Ia pun melumpuhkan dua orang penjaga di depan kamar kediaman Nyonya Cho hanya bermodalkan 2 jarum akupuntur yang ia lesatkan dari jarak jauh ke arah leher mereka.
Membuat ia bersorak riang dalam hati " akhhhh sepertinya kemampuan ku masih bisa di andalkan. " Ia segera masuk dengan suara yang begitu pelan .
Dapat di lihatnya Wanita itu sedang tidur sendiri ," apakah dia hanya sendiri? Paman kemana? bukan kah ia sudah kembali?" ujarnya bergumam pelan.
Setelah menyingkirkan pikiran tidak tentu itu ia kembali membidik 1 jarum lg "sett" .
'Wahhh memang kemampuan ku ini benar-benar hebat hahaha,tepat dan akurat" berjalan ke arah lemari ia mengeluarkan bubuk yang sedari tadi Ia bawa.
Kemudian memakai sarung tangan yang ia siapkan membubuhkan nya ke beberapa pakaian Nyonya Cho setelah selesai ia menatanya kembali ,dan berjalan ke arah tempat tidur Nyonya Cho.
Ia sedikit menunduk membubuhkan beberapa di area bantal setelahnya ia buru buru mencabut jarum dari tubuh Nona Cho dan beranjak keluar tak lupa pula mencabut dua jarum dari penjaga pintu Nyonya Cho .
Saat telah keluar dari kediaman bangsawan Han dia pun bernapas lega, "Hahaha kita lihat besok secantik apa wajah dan mulut itu, aishhhh tak sabar menunggu besok rasanya". Tetapi ia harus bergegas menuju ke arah Danau kemarin.
Kalau tidak laki laki itu akhhhhh bukan ,PUTRA MAHKOTA itu akan emosi dan berniat memenggal lehernya .
Saat memikirkan itu sontak ia memegang lehernya dan bergidik ngeri.ia meringis memikirkan nasibnya "Glukk" ia meneguk ludah nya kasar.
Akhhh ia lupa dengan bencana yang ia ciptakan kemarin," Hahhhhh berdoalah Aleaaaa PUTRA MAHKOTA itu tuli sehingga tidak mendengar omong kosong mu kemarin!" .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments