Setelah mengucapkan beberapa ancaman Sisca berbalik ke arah Aneya yang menatap nya dengan mata berkaca kaca dan senyuman yang masih terpatri di wajah nya.
" Apa kau masih bisa berdiri Ane" ujar nya ingin rasanya Sisca menangis melihat keadaan pelayan yang menjadi Sahabat satu satunya ini,namun dia tidak bisa menunjukan itu di depan orang yang membenci nya tepat di belakang nya itu .
" Bisa Nona...saya bisa bangun terima kasih " ujarnya berkaca kaca ia terharu dengan kebaikan sang Nona walaupun ia hanya Pelayan sang Nona tidak pernah membentak apalagi memukulnya walau iya sering membuat kesalahan.
"Kalian berdua kemari!?" menunjuk ke arah Dua Pelayan yang berada di pojok ruangan itu, Segera setelahnya buru buru kedua pelayan itu bergegas ke arah Sisca tanpa di minta 2 kali.
"Kami Nona pertama." Cicit mereka berdua dengan kepala tertunduk.
" Bawa Aneya ke kamar nya dan ingat...perlakukan dia dengan baik dan bantu ia membersihkan diri serta oleskan obat untuknya apa kalian mengerti!!." Tegasnya menatap pada ke dua orang itu tanpa ingin di bantah .
"Baik Nona Pertama" segera setelahnya mereka memapah Aneya ke kamar nya keluar dari sana sedangkan sang Bibi hanya berdiri di pojokan tanpa berniat untuk pergi ia hanya masih mencerna dari mana? Dan sejak kapan ? Alea tau bahwa ia memiliki "Hubungan gelap" dengan perdana mentri di kekaisaran ini .
Sisca pergi tanpa peduli orang di belakang dia sedang membuat rencana membungkam Sisca untuk selamanya.
'Tidak tidak ada seorang pun yg boleh tau' ia menggigit kuku jarinya setelah nya ia memandang dan mengkode ke arah pelayan dan pengawal tadi untuk segera angkat kaki dari sana.
Setelah beberapa saat ia kembali ke Kamar pribadinya.
Brakkkkk
Suara pecahan kaca dan beberapa tumpukan kertas ia hempaskan begitu saja ke tanah karna amarahnya.
"Wanita sialan itu ,sudah berani mengancam ku!! Tidak ...tidak ada yg boleh tau aku akan segera melenyapkan dia yahh!! Dengan dia menghilang maka kebenaran ini akan ikut terkubur bersama nya ,.!!?".
Ia kemudian mengambil sebuah surat bergegas menulis surat .setelahnya Ia meminta pelayan nya mengirim ke Kediaman Perdana Mentri Aslan.
" Hati hati jangan sampai ada yg tau perihal surat ini Andoya ,kalau tidak nyawamu beserta keluargamu akan aku habisi,apa kau paham?!!" tekan nya.
"Baik...baik Nyonya akan segera saya laksanakan,permisi."
Setelah kepergian Pelayan itu dia baru sedikit bernapas lega " Yahhh benar biarkan Aslan yg menangani Wanita sialan itu untukku , kalau tidak bukan hanya aku yg akan hancur tetapi juga Dia."
Sebenarnya dia memiliki dua anak 1 anak laki laki nya yang Ia adopsi dulu untuk menjadi sekedar pancingan untuk mendapat kan keturunan,rencana nya ia akan membuang Anak itu setelah tidak berguna lagi namun rasa keibuan nya muncul saat Airon menyelamatkan nya dari seorang bandit saat akan pergi mengembalikan Airon.
Jadi dia memutuskan membesarkan anak kecil itu,anaknya yg ke 2 bernama "Vexna agara HAN" Nona ke dua Keluarga HAN saat ini ia sedang berada di di perbatasan karna dihukum oleh Ayahnya.
Menurut kabar ia akan pulang dalam beberapa hari lagi, Ia berbeda 5 bulan dengan Sisca membuat dia dan Sisca tidak berbeda jauh perawakan nya. jika Sisca cantik dengan rambut coklat dan mata hazzel nya maka Vexna memiliki rambut berwarna perak persis seperti kepunyaan sang ibunda.
Menurut rumor yang beredar ,Ia sangat di cintai oleh Pangeran Nick selaku Pangeran ke tiga kekaisaran begitupun dengan nya,.hanya saja ia selalu di tekan oleh sang sepupu siapa lagi kalau bukan si biang onar ke sayangan kita "Fransisca agara HAN".
Sedangkan di tempat lain tepat di atas tempat tidur ,Sisca sedang memutar otak untuk membalaskan dendam atas kesakitan dari Aneya,ia tidak terima jika ada orang yang dengan sengaja menyakiti orang nya.
Tepat tadi pagi setelah ia bangun tidur,ia tidak mendapati pelayan pribadinya,biasanya Aneya akan selalu membangunkan dia dan tak pernah telat ,makanya ia berbalik dan mencarinya.
Betapa murka nya dia saat tahu bahwa sang pelayan sedang di hukum cambuk karna kelalaian dia yang tak sengaja menjatuhkan cangkir teh ke arah bibinya.
Sang bibi bukan hanya memaki nya ,dia memukulnya dan menyeret dia untuk dihukum cambuk 30 x.
" Lihat saja akan kuberikan pembalasan yang lebih kejam dari hal yang kau lakukan besok lihat saja siapa yang akan menangis mengganti kan Aneya,aku akan membuatmu menderita DASAR NENEK SIHIR!!. " ia sangat marah bukan hanya pada Bibi sialan nya itu tetapi juga diri nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments