Ctasss,....
Suara itu menggema di sebuah ruangan ,suara cambukan yang menggema di sana begitu menakutkan membuat beberapa Pelayan di sana menggigit bibir bawahnya.
"Heiiii apa tangan mu itu terluka? Hah?, ohhhh atau mungkin kau mau menggantikan posisinya ?" ujar Wanita itu sambil tertawa puas.
" Ampun Nyonya ,saya tidak akan lagi melakukan hal itu, baik akan saya perkuat cambukan nya!!"
ctass,..,ctasss
Lagi dan lagi suara itu terdengar nyaring,sedangkan Wanita Pelayan yang bersimpuh dan di ikat tali pada kedua tangan nya hanya bisa pasrah menahan perih pada punggungnya.
BRAKKKK
Suara dentuman pintu yang di buka paksa dari luar terdengar dari pintu,Gadis berusia 16 tahun itu masuk dengan begitu marah dengan tangan terkepal erat dan kuku jari memutih.
Apalagi melihat pelayan yang wajah nya begitu menyedihkan,luka sobek di punggung nya begitu jelas dan dalam wajah nya terdapat dua tamparan jelas membengkak membentuk jari belum lagi kondisi tubuhnya yang ringkih membuat amarah dari gadis itu tak dapat terbendung.
Segera ia berjalan menuju ke arah pengawal yang memegang cambuk itu merebutnya dengan paksa,dan kemudian menendang nya dengan begitu kuat sampai Pemuda yang tidak terlalu tinggi itu menabrak ke arah dinding ruangan itu.
"akhh uhukkk!!" ia terbatuk darah menandakan tendangan itu begitu keras.
"FRANSISCA " bentak sang Bibi dengan suara tercekat ,ia tak menyangka bahwa keponakan yangg selama ini yg hanya bisa bermanja,dan polos itu ...tiba tiba menjadi sosok yg sangat menyeramkan.
"Kenapa bibi? Apa kau ingin merasakan hal yang sama humm?!," tanya nya dengan wajah menyeringai lebar .
Membuat para pelayan,pengawal serta semua orang di sana terdiam takut ?merinding? Itulah yg mereka rasakan tiba tiba saja atmosfer di ruangan itu menurun drastis.
Membuat sang bibi diam tak berkutik...'aura ini, Kakak?'
Tiba tiba ia merasakan bahwa yang berada di depan nya ini bukan anak polos dan manja yang selama ini bisa ia gertak,tidak!! Dia tidak sepolos itu ,belum lagi mata hazzel nya yang menatap tajam dan penuh intimidasi ke arah nya membuat ia sedikit banyak merasakan aura sang Kakak yang dulu.
Jangan kan untuk berbicara bahkan sekedar bernapas saja udara disana seakan akan akan habis.
Sisca berjalan ke arah sang Bibi,melangkah sedikit demi sedikit membuat sang Bibi mau tidak mau berjalan mundur kebelakang .
Satu langkah Sisca berjalan maka Bibi nya itu akan melangkah mundur dua langkah menjaga jarak darinya.
Ia berusaha menetralkan wajahnya' aku kan Bibi nya kenapa seakan akan aku bersalah disini astaga!! Kenapa tiba tiba aku menjadi bodoh? Lagi pula Anak sialan ini adalah keponakan ku,dan aku orang tua yang harus ia hormati benar!!'.
DengAn pemikiran itu ia pun mencoba menatap berani ke arah Sisca yang menatap tajam dan penuh aura membunuh ke arah nya.
" Apa?! Kenapa kau menatap aku seakan akan aku ini bawahan hah?! Aku adalah anak sah keluarga Han dan salah satu tetua yang harus kau hormati jangan melangkahi batasan mu Sisca ,ingat statusmu di sini ?!."
Sisca tersenyum miring dan berhenti melangkah," Ooh yah?! Bibi ku yg manis apa kau ingin tahu sesuatu, Hm?!" ia menaik turunkan alisnya.
" A..apa?!." Entah mengapa hanya rasa takut yang ia rasakan sekarang amarah dan kesombongan nya tadi menguap entah kemana !!.
Sisca berjalan mendekat dia membisikan sesuatu dan seakan di sambar petir wajah nyonya Cho (panggilan hormat sang bibi) pucat pasi .' dari mana ia tahu tidak..tidak mungkin' Ia menjerit tak terima di dalam hati menatap tak percaya pada keponakan nya.
Sambil memain kan rambut sang Bibi yang digerai itu memain kan nya dan sedikit mengecilkan suara nya yang hanya bisa di dengar oleh mereka berdua di sana
" Jaga batasan mu Bibi ku sayang atau aib mu akan aku bongkar kau tau resiko yang akan kau terima setelahnya!?!"
" Ahhhh Aku hampir lupa singkirkan pakaian perdana Mentri itu dari dalam lemarimu Bibi,sebelum paman cengyu( panggilan hormat untuk suami dari bibi nya) datang kalau tidak ck ck aku tidak bisa berbuat apa-apa hm !?".
Setelahnya dia sedikit menjinjit menyamakan tinggi badan nya kemudian berbisik.
"Jangan ganggu orang orang ku,atau kau akan merasakan akibat nya mata di balas mata apa kau paham? jaga dirimu baik-baik sebelum aku mengirim kalian keluar dari kediaman bangsawan Han." setelah nya ia menegakan badan nya.
" bukan begitu nyonya cho ? Hm ?".
Sisca tersenyum namun bagi bibinya itu seperti senyuman iblis yang bisa kapan saja menyeret tubuhnya ke neraka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
kereennnllahhh...alea alias siska juga jagoan
2024-10-31
0
Ayano
Berasa dipukul pakai penggaris
2023-12-09
0
Yan
sampai ke sini blink kejappp 😂. Bergenre barat tapi nama2 tokoh kok pd cina/korea sih. Baru aja merasa puas akan jln crita nya.
2023-08-01
2