"Ja...jangan guru tolong bertahan," racau seorang Pemuda yang terbaring di atas ranjang mewah itu entah apa yang membuat dia berkeringat dingin sampai keringat membasahi dahinya .
"GURU...TIDAKKKKKK!!"
Ia terbangun dengan keringat membanjiri tubuhnya,napasnya memburu lagi dan lagi sudah hampir 5 tahun terakhir ia tak bisa tidur dengan nyenyak.
Ia masih terbayang tragedi yang menimpa Guru nya beserta Istrinya yang terbunuh di medan perang, Lagi dan lagi Ia masih terbayang adegan di mana Gurunya meminta Ia untuk pergi dari sana karna musuh yang mengepung mereka.
"Guru..maafkan Azran Guru.'' Satu tetes mengalir di pipinya karna rasa bersalah nya terhadap Guru nya yah orang itu adalah T**homas adra han**.
Ayah dari sahabat nya Jamess mungkin di seluruh kekaisaran Norby ini tidak ada yg tau tentang kebenaran cerita dari kematian sang Guru.
Hanya empat orang yang mengetahui tentang kejadian itu dia,James,Sang kaisar dan Adnan saja yg mengetahui tentang kejadian sebenarnya,saat di mana sang Guru yang memberikan tubuhnya sebagai tameng dari orang yg ingin menusuk sang putra mahkota dari belakang .
"Azran pergilah jangan sampai kau tertangkap uhhhuk !!." Dia memuntahkan seteguk darah napasnya tersengal senggal karna kesakitan yang Ia terima .
"Tidak Guru tolong bertahan,tolong jangan pergi aku mohon guru.?!" Adnan yang masih berusia sekitar 17 tahun itu menangis sesegukan tak ada yang akan percaya bahwa ia adalah Putra Mahkota kerajaan Norby.
Apalagi jika melihat nya kacau seperti saat ini,baju yang tergores compang camping,baju zirah nya terlepas entah kemana dengan pedang tergeletak disamping sang Guru yang sekarat dan Ia yang memapah dan meletakan sang Guru di pangkuan nya.
"Jangan seperti ini Pu ... putra mahkota!,tolong hamba melakukan ini untuk kekaisaran Norby ini,saya ...uhukkkk,..saya melakukan ini demi Kamu jangan sia siakan apa yang hamba korbankan,lari sebelum mereka kembali dan tahu kalau disini ada penerus Tahta ...tolong!"
Sambil memohon beliau menengadah ke pada murid yang telah ia anggap sebagai Anak nya sendiri itu
Putra Mahkota hanya menangis perih menahan sesak di dadanya.
Itu karna ia keras kepala hanya karna ia ingin membantu Gurunya ia datang.
Walau awalnya sang Guru sangat marah karena Azran tak mau mengikuti apa yang ia perintahkan untuk tidak terlibat didalam pertempuran ini.
Yah disaat itu Sang Putra Mahkota memakai topeng silver yang selalu ia kenakan ketika keluar dari istana ia ingin membantu sang Guru .
Memusnahkan musuh yang memblokade hampir setiap sudut dari tempat peperangan itu ,tapi naas di sela pertarungan mereka ada 1 orang yang masih hidup dan berniat menusuk Sang Putra Mahkota.
Tanpa pikir panjang Sang Guru pun menjadikan dirinya tameng agar Azran tidak terkena pedang tersebut.
Sontak hal itu membuat Sang Putra Mahkota mematung di tempat.
Belum pulih dari keterkejutan nya orang itu kembali menusuk berniat membunuhnya,lagi dan lagi sang Guru menyeret tubuhnya dan sekali lagi ia menepis pedang prajurit musuh itu dan menikam tepat ke area jantungnya sehingga ia mati di tempat.
Putra Mahkota yang tersadar segera memeluk sang Guru dan menangis seperti orang gila Ia tidak tau harus berucap apa?
Tubuh gurunya penuh dengan luka, Ia menatap nanar pada sang Guru yang meminta nya pergi berulang kali, " Kau harus ingat hiduplah,tetap bernapas dan jangan biarkan dia menang hanya karna membunuh ku"
Itulah pesan terakhir sang Guru ,sebelum terbujur kaku.ia tidak mengerti siapa yang dimaksud dengan guru nya itu.
Sebelum Ia mencerna semua nya dari arah belakang seorang Wanita berlari tergopoh gopoh sambil meraung.
"Tidakkkkk!! Tidak Thomas kau tidak boleh mati tidak bisa!!! Aku tidak mengijinkan mu." Ia menangis meraung bak orang kesetanan melihat laki laki di depan nya yang sangat ia cintai pergi begitu saja .
"Kau harus hidup Brengsek..kau tidak boleh mati sebelum aku!!" tekan nya mengguncang tubuh yang telah memucat dibawah nya.
Sang Putra Mahkota terdiam mematung.wajahnya pucat pasi, Ia memang pandai membantai orang dan siapa saja yang menyinggung nya.
Tidak ada seorangpun di kekaisaran ini yang tidak tau hal itu, tetapi untuk pertama kali ,untuk pertama kali ada orang yang bersedia menjadi tameng untuknya Ia terbiasa dibunuh,di racun,ataupun di fitnah tapi tidak pernah ada yang seperti Gurunya yang melindunginya .
Ia kemudian terduduk di tanah
Menatap Dua orang di depan nya ia merasa bersalah,apa yang akan ia lakukan sekarang??apa yang akan ia beritahu pada Jamess??apa?? Raung nya dalam hati.
Air mata tak bisa di bendung oleh nya!! Untuk pertama kali nya ia menangis dari kecil ia dilatih untuk tidak merasakan sakit.
Menerima dan berusaha bangkit dengan usahanya,tidak ada yang membantu nya
Sang Kaisar dan Permaisuri menjadikan hatinya batu.
Walaupun mereka menyayanginya namun hanya obsesi agar ia menjadi sempurna di mata semua orang yang ia rasakan.
Tetapi Gurunya??ia adalah sahabat,orang tua dan orang yang pertama kali tidak mengeluh ketika ia melakukan kesalahan. Ia tulus tak memandang sang Putra Mahkota di ajari pedang di usian nya yang baru 7 tahun Ia di paksa memegang pedang kayu.
Sang ayah selalu mendoktrin nya sempurna mau tidak mau dan suka tidak suka membuat Ia tumbuh menjadi pribadi yang keras dan kaku.
Tubuhnya lemas tak bertenaga...air mata tak bisa ia bendung saat mengenang sang Guru.
Belum Ia terima karna keterkejutan dari kematian sang Guru ia mendengar suara "'srakkkkkkk" tepat di depan nya .
Matanya membola tepat di depan nya Istri dari Gurunya bunuh diri dengan cara menggorok lehernya.
James tak bisa lagi bertahan suaranya serak,kematian Dua orang yang disebabkan oleh nya.
Hanya karna dia !!.mengguncang Dunia nya.
BRUKKK
iapun terjatuh dan pingsan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
ya ampun istrinya malah bunuh diri. bukannya bangun dan bergerak tuk balas dendam ini malah memilih mati....wajarlah makanya anaknya juga bodoh...tergantilah dg alea
2024-10-31
0