Sekarang Alea sedang duduk di depan meja rias nya,ia sedang menatap pantulan wajahnya di cermin Alea akui wajah di depan nya ini sangatlah cantik.bahkan ia memiliki kecantikan yang di inginkan oleh wanita di zamannya.
Hari hari yang Alea jalani disini terasa sedikit kaku apalagi ia merasa asing di sini tak terasa sudah seminggu ia berada di sini,sang Kakek dari pemilik tubuh ini begitu memanjakan nya.
Beberapa hal terutama keluarga memang bukan lah Sesuatu yang penting bagi orang lain,namun baginya di temani orang lain untuk mengobrol saja adalah sesuatu yang benar-benar baru untuknya.
Di Dunia Alea dulu Dia memiliki segalanya Harta,kedudukan,namun tidak dengan yang namanya Teman ataupun Keluarga,Papa dan Mama nya dulu begitu sibuk terkadang mereka bertemu 6 bulan sekali itupun jika mereka sama sama berada di kota itu.
Kebersamaan nya dengan sang Kakek, sedikit banyak membuat kehangatan di hatinya.
Di sini setidak nya ada sang Kakek yang akan menemaninya sedangkan Kakak dari pemilik tubuh ini, Ia belum pernah bertemu katanya ia sedang sibuk Di Istana.
Namun lamunannya buyar saat seseorang mengetuk pintu.
.
tok,.tok,.tok
" Nona apa saya boleh masuk?,"ucap Aneya seraya menggedor pintu kamar.
"masuklah, "ujar Alea tak bersemangat segera setelahnya pintu kamar terbuka, Aneya masuk membawa beberapa tumpukan kertas yang membuat Alena mengernyit kan dahinya bingung.
Melihat Nonanya kebingungan Aneya pun menjelaskan.
"Nona ini adalah beberapa surat dari Nona Nona bangsawan yg mengundang Nona Pertama untuk ke acara perjamuan teh,apa Nona bisa memilih beberapa agar hamba bisa mengatur beberapa pakaian yang cocok ?," ujar Aneya panjang lebar.
Alea bukan tidak mengerti tentang undangan undangan pesta minum teh ini hanya saja dia tau dari cerita cerita kerajaan kolosal yang pernah ia lihat di drama drama oppa oppa nya, Dia hanya takut untuk memulai langkah dan takut membuat kesalahan.
Melihat Nona nya tidak menjawab Aneya ragu ragu berucap," Nona apa Nona tidak bisa?atau masih kurang sehat?."tanya Aneya khawatir.
Melihat pelayan nya seperti ini membuat Alea mau tidak mau menggeleng sambil terus tersenyum kecil.
"Tidak apa apa,simpan saja di atas tempat tidur oh ya Aneya dimana kakak ku?,apa dia belum pulang?.".
"Saya rasa belum Nona,."ujar Aneya sambil menyimpan surat surat tersebut.
"baiklah bantu aku mandi setelah nya kirimkan aku beberapa Pelayan ada yang ingin aku sampaikan setelah nanti bersiap siap!"
"baik Nona,silahkan" Alea pun berjalan menuju kamar mandi sambil memikirkan hal yang sama berulang-ulang kali.
Setelah beberapa saat Alea pun selesai bersiap siap ,ia akan melakukan beberapa hal terutama di halaman kediaman nya yang suram ini.sebelum melangkah lebih jauh baiknya mulai dari halaman nya saja, kan?
Lagipula ia belum tau seluk beluk tentang hidup seorang Fransisca,jadi dia tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.
Ia pun berjalan beberapa langkah ,langkahnya yang anggun dengan gaun indah berwarna navi dan riasan tipis di wajahnya membuat auranya menguar anggun, Aneya dibelakang ia pun sedikit bingung dengan perubahan Nona nya.
Biasa nya ia akan berlarian dan sambil membentak beberapa Pelayan yang walaupun bekerja dengan baik tetap saja akan salah di matanya dan lagi Nona nya biasanya berpenampilan menor dengan penampilan yang sangat glamor tapi apa sekarang?. ahhh Aneya hampir lupa Nona muda nya kan kehilangan ingatan nya.
Walaupun bingung Aneya tetap mendampingi sang Nona Di sepanjang jalan senyum sang Nona tak pernah lepas dari bibirnya membuat beberapa Pelayan berteriak histeris karna kecantikan sang Nona mereka,kecantikan yang menguar terlihat alami apalagi dengan riasan tipis diwajahnya membuat ia semakin terlihat anggun.
Sesampainya di halaman Alea duduk di salah satu kursi disana dengan beberapa Dayang yang sudah siap karna tadi katanya Nona Pertama memanggil mereka,Ada beberapa pelayan yang berkeringat dingin.
Bukan tanpa alasan Nona mereka ini sering kali melakukan kekerasan bahkan sering kali mereka di maki hanya karna kesalahan sepele,membuat beberapa pelayan meneguk ludah takut akan nasib mereka.
"Apa kalian tau kenapa kalian di panggil kesini?" ujar Alea dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya yg cantik membuat para Pelayan tertegun sejenak .
'sejak kapan Nonanya terlihat sangat cantik dan anggun secara bersamaan? biasanya hanya wajah sombong dan arogan yang ia tujukan tapi apa ini?' begitulah isi pikiran para pelayan itu.
"Tii..tidak Nona,apa ...apakah kami melakukan hal yang membuat Nona marah?." ujarnya tergagap takut dihukum oleh sang majikan.
"Kalian ini,apakah aku terlihat marah?,"
"Ti..tidak Nona!" ujar mereka serempak Alea hanya mengangguk sebentar setelahnya dia mengedarkan pandangannya ke arah para Pelayan setelahnya ia memanggil seseorang.
" Kamu yang disana...maju ke depan. " yang di panggil terpaku di tempat wajahnya pucat.
'Ya tuhan aku akan mati hari ini? kesalahan apa yang kulakukan?' ia ingin menangis saat itu juga karna pasti ia melakukan kesalahan dan akan di hukum cambuk oleh sang majikan .
Melihat Pelayan itu tidak bergerak membuat Alea sedikit emosi dan berteriak
"Apa kamu tidak mendengar kata kataku!!."Alea berteriak ia harus mendalami karakternya sebagai Fransisca ini,kalau tidak akan banyak orang yang curiga jika ia terlalu lembut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Dewi Kania
hadir thor
2023-09-14
2
Alya
semangat k author
2023-08-28
0
༅⃟⚜️🅺🅴🅸ʷᵃʳᵃˢ✅
masukan ya 🤭🤭
disini latar belakng kerajaan, jadi kata "majikan" lebih baik di ganti dengn nona/nyonya. Terima kasih 🙏😊
2023-08-15
0