Dream 17

Sementara itu ada dua anak adam yang tengah berdiri berdua di depan sebuah rumah mewah salah satu nya. Mereka adalah Taeyong dan Jaehyun, anggota NCT yang telah lama menghindar dari anggota nya.

Taeyong berjalan menuju pintu depan. Ia buka pintunya setelah itu dan terlihatlah Jaehyun disana dengan senyum canggungnya.

"Hehe, beneran nggak ganggu kan?" tanyanya canggung. Kedua tangannya ia taruh didepan dada.

Taeyong menggelengkan kepalanya pertanda tidak. Seketika senyuman senang langsung mengembang di bibir Jaehyun.

"Nggak, bokap lagi pergi ke tokonya diluar negeri. Biasalah perjalanan bisnis. Yuk masuk, apa mau berdiri disini aja !"

"Masuk dong bos, masa iya gue mau main ke rumah lo cuma didepan aja" balas Jaehyun. Setelah itu keduanya segera masuk kedalam.

Didalam Jaehyun memandangi rumah Taeyong dengan kagum. Tak ia sangka rumahnya bakal berubah. Terakhir ia berkunjung itu setahun yang lalu saat acara ulang tahun Taeyong. Selebihnya tidak karna anggota NCT sekarang sudah berpencar dan keduanya pun jarang bertemu dengan anggota yang lain.

"Waw rumah lo tambah mewah aja Tae" puji Jaehyun dengan mulut menganga. "Kalo gini ceritanya sih lo bakal jadi yang terkaya di antara temen lama kita. Gue sampe iri deh. Woah lihat!"

Jaehyun kegirangan kala melihat sebuah lampu gantung yang ada tepat ditengah rumah. Warnanya dan bentuknya sungguh cantik. Menambah kesan mewah di rumah ini. Ditambah dengan tangga yang menjulur indah. Bak istana saja rumah temannya ini.

"Kita ke kamar gue aja ya. Awas loh jangan lebay"

"Ya maap. Gue lagi terkagum-kagum sama rumah lo yang udah kayak istana. Nggak gue sangka lo bisa sekaya ini. Beruntung kali lo terlahir dari keluarga kayak gini"

Raut wajah Taeyong seketika berubah namun hal itu tak disadari oleh Jaehyun. Pemuda itu masih asik dengan dunianya sendiri sampe ia tak dengar ucapan Taeyong yang menyuruhnya untuk belok ke kanan.

"Lagian rumah lo banyak belok nya, masa gue mau nyasar sih!"

"Makanya jangan sok sibuk loh!" tegur Taeyong. Keduanya sudah sampai di depan kamar Taeyong. "Jae lo masuk dulu aja, gue mau ngambil makanan dibawah. Tapi ingat jangan keluyuran. Gue nggak mau tanggung jawab loh kalo lo nyasar"

"Laksanakan bos!" saut Jaehyun lalu masuk kedalam sementara Taeyong turun lagi buat bawa makanan.

Begitu sampai dalam suasananya mendadak berubah. Kamar Taeyong terlihat begitu sederhana. Dengan warna putih yang nampak dominan. Pemandangan yang pertama ditangkap pasti lukisan Taeyong. Ada beberapa yang dipajang.

Jaehyun mendekati lukisan itu satu persatu. Lukisannya sungguh unik. Berbagai manusia dengan ekspresi wajah yang tergambar satu persatu.Ada yang lagi menangis, ada yang lagi bahagia, ada yang lagi marah, ada juga yang lagi termenung sendirian.

Ada satu lukisan yang menarik perhatiannya. Sebuah lukisan dengan wajah orang-orang yang sangat ia kenali. Wajah anggota NCT. Jaehyun lama memandangi lukisan yang sepertinya sengaja di simpan oleh Taeyong di pojok kamar nya. Kondisi lukisan itupun sudah sangat usang. Oh jangan katakan kalau Jaehyun nangis karna sepertinya ia merasakan sebuah air jatuh dari matanya.

"Tae... lo masih jadi Leader nya NCT. Lo yang terbaik Tae" puji Jaehyun. Pemuda itu lalu mengusap pipinya yang sempat terkena air mata. Tak ia sangka ia secengeng ini.

Setelah puas berkeliling, pemuda Jung itu memilih duduk di kasur selagi menunggu Taeyong datang. Kalo ada yang penasaran kenapa pemuda itu ada di tempat ini maka jawabannya karna ia lagi kabur dari rumah. Ceritanya lagi ngambek sama papahnya. Biasalah masalah anak muda.

Karna lama, Jaehyun akhirnya bermain dengan ponselnya. Ia mengecek line siapa tau papahnya lagi nyariin dia.

Namun tiba-tiba ia mendengar suara gaduh dari bawah. Awalnya Jaehyun mau cuek saja. Toh inikan rumah orang, tak pantas kalo dirinya ikut campur. Tapi lama-kelamaan suara pertengkaran itu semakin nyaring di telinganya. Bahkan sampe ada yang banting gelas.

Jaehyun merangsak keluar. Begitu memastikan kalau suara itu berasal dari Taeyong, ia tak bisa sembunyi lagi. Pemuda itu melangkah menuju tangga tapi langkahnya terhenti kala melihat temannya yang tengah bertengkar dengan seorang wanita muda di sana.

Terlihat sekali kalau situasi di sana sungguh kacau. Suara Taeyong serta wanita itu saling bersautan. Makian dan cacian terdengar namun tak begitu jelas. Jaehyun terlihat sungkan untuk melerainya. Ia nampak ketakutan.

Untungnya tak lama kemudian ayah Taeyong datang yang membuat Jaehyun bisa bernafas lega. Namun ekspetasinya terlalu tinggi, ia kira ayah Taeyong bakal melerai pertengkaran itu tapi nyatanya ia malah menampar anaknya dan memaki setelah itu.

"DASAR ANAK KURANG AJAR! BERANI SEKALI GANGGU DIA HAH!?? PERGI KAU!" umpat papa Taeyong.

Jaehyun melongo tak percaya begitupun dengan Taeyong. Pemuda itu memegang pipinya yang nampak merah. Itu pasti sakit. Jaehyun berani bertaruh kalo dia yang ada diposisi itu dia pasti sudah menangis kejer lalu kabur sambil mengumpat kasar. Tapi kenyataannya itu Taeyong. Pemuda itu malah tersenyum senang membuat semua orang yang menyaksikan ketakutan. Senyum yang Taeyong buat sangat aneh dan sedikit menyeramkan. Jaehyun yang melihat itu, merasa Taeyong yang ini bukanlah Taeyong yang ia kenal.

"Dasar Anak Gila, Kenapa Malah Senyum? Pergi Ke kamar!" perintah papa Taeyong lalu diapun pergi dengan wanita itu meninggalkan Taeyong yang tengah membereskan pecahan kaca dibawahnya.

Setelah keadaan cukup tenang, Jaehyun buru-buru turun kebawah untuk mengecek keadaan Taeyong. Ia tampak begitu khawatir.

"Tae? lo baik-baik aja kan? Ada nggak yang luka?" tanyanya perhatian.

"Gue baik ko Jae, lo nggak usah terlalu khawatir. Maaf banget ya lo pasti terganggu tadi. Dan maaf gue boong soal bokap gue yang lagi pergi"

"Ya ampun Tae nggak usah minta maaf. Seharusnya gue yang minta maaf nggak tau kalo keadaan lo yang buruk kayak gini. Sejak kapan dan kenapa nggak pernah cerita sama gue?"

Taeyong tersenyum getir. "Udah nggak usah dilanjutin. Perempuan ****** kayak itu paling cuma bertahan tiga bulan dan setelah itu bakal ilang. Males ah jangan ngomong itu lagi, mending kita ke kamar gue aja!"

"Ya udah, tapi gue mau bantuin lo bawa makanannya. Jangan nolak!" titah Jaehyun. Taeyong tak bisa apa-apa. Ia akhirnya mengizinkan temannya ini buat ikut ke dapur mengambil lagi makanan yang hancur karna pertengkaran tadi.

🌱🌱🌱

Gelap dan tak terurus...

Begitu lah keadaan markas NCT sekarang. Yahh... NCT memang memiliki sebuah rumah yang mereka sewa dengan uang bersama. Dulu, mereka sangat sering tinggal di markas itu. Namun sejak Taeyong dan Jaehyun mulai menjauh dan anggota banyak yang keluar, markas itu jadi terbengkalai.

Seseorang dengan pakaian serba hitam memasuki ruangan NCT malam-malam. Dia membuka pintu ruangan menggunakan akses kartu yang hanya dimiliki oleh anggota NCT saja.

Ketika sampai didalam, komputer adalah barang yang ia cari. Begitu sudah ketemu orang itu segera menyambungkan sebuah flashdisk yang sudah ia siapkan.

Flashdisk dicolok, beberapa data didalamnya disalin ke dalam komputer. Orang itu kemudian membuka aplikasi media sosial milik NCT dan meng-aplodnya sesuatu kesana.

Setelah selesai, ia matikan seluruh peralatan yang ia gunakan tadi. Tak ketinggalan ia meninggalkan sebuah gambar emoticon tersenyum ke atas meja.

"Finish" ucapnya senang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!