Part 20 - Dunia Sempit

Aku tersentak kaget ketika mengetahui ayah dan Pak Colin saling mengenal sejak dulu. Jika dilihat dalam durasi lama, foto ini terlihat seperti di luar negeri, bukan di kota ini. Pemandangannya begitu indah sangat jelas membuktikan foto ini diambil di luar negeri. Spontan aku mengembalikan foto ini kepada Pak Colin.

Namum saat Adrian memandangi foto itu, ia membulatkan matanya dengan sempurna sambil menunjuk seorang pria yang berdiri tepat di samping Pak Colin dengan tatapan kebingungan. "Itu ... kan ayahku."

Aku terkejut mendengarnya. "Itu ayahmu?“

Adrian merespons mengangguk pelan.

Lalu, tatapanku beralih pada Pak Colin untuk memastikannya. "Berarti selama ini Bapak mengenal ayah kami berdua?"

Adrian menatapku sambil menggarukkan kepalanya kebingungan. "Tunggu sebentar! Jadi sebenarnya ayah kita berdua itu sudah saling mengenal sejak dulu?"

"Bisa dikatakan begitu sih. Aku tidak menyangka ayah kita sudah saling mengenal tanpa sepengetahuan kita," balasku sambil bertopang dagu.

Pak Colin tersenyum tipis menunjuk dua pria berdiri di sebelah Pak Colin. "Dua pria ini yang berdiri di sebelah saya itu adalah sahabat lama saya."

"Sahabat lama, Bapak?" tanyaku memastikannya sambil memiringkan kepalaku.

"Sewaktu dulu kami bertiga selalu pergi bersama ke mana pun kami pergi. Pertemanan kami dimulai sejak saya masih menduduki bangku SMA. Ayah kalian memiliki sifat yang sangat mirip yaitu semangat dan ceria. Tapi sayangnya, kenangan terakhir dari kami bertiga yang tersisa hanya foto ini saja," ungkap Pak Colin menceritakan semuanya pada kami panjang lebar.

Mendengar cerita itu, aku memasang raut wajah iba. Aku juga semakin merindukan ayah apalagi membayangkan karakter ayah yang selalu baik padaku. "Bapak pasti sangat merindukan ayah saya."

"Sampai sekarang, saya masih sangat merindukan Peter sejak dia menghilang entah ke mana. Foto ini diambil saat seminggu sebelum Peter menghilang."

Adrian menampakkan wajah serius tiba-tiba. "Saya boleh bertanya tentang pendapat Bapak?"

"Iya silakan, ada apa?"

"Menurut Bapak, apakah ayah saya sungguh melakukan penggelapan dana perusahaan? Saya hanya menanyakan pendapat Bapak saja karena saya masih mencurigai sampai sekarang bahwa ayah saya bukan pelaku sebenarnya."

Tampak kerutan pada dahi Pak Colin. "Mana mungkin Randy melakukan hal semacam itu. Saya sangat percaya Randy tidak akan melakulan hal itu. Biasanya dia hidup dengan jujur dan disiplin. Dia ditangkap sebagai tersangka penggelapan dana perusahaan pasti dia dijebak seseorang yang sangat dendam dengannya. Sebenarnya saya tidak rela melihat Randy ditangkap seperti itu."

"Pasti Bapak sampai saat ini sangat kesepian karena ditinggal oleh kedua sahabat Bapak."

Pak Colin menepuk pundakku dan Adrian. "Sekarang saya sudah tidak merasa kesepian lagi. Karena ada kalian berdua yang saya anggap sebagai Peter dan Randy. Wajah kalian sangat mirip dengan ayah kalian sehingga saya teringat dengan mereka."

"Saya dan Adrian akan selalu menemani Bapak. Bila terjadi sesuatu, Bapak bisa menghubungi kami berdua," tawarku dengan senyuman ramah.

"Kami selalu siap sedia setiap saat. Bapak tenang saja," lanjut Adrian percaya diri.

"Terima kasih atas tawaran kalian barusan. Kalian memang sangat baik dan perhatian seperti ayah kalian."

Setelah kami berbincang panjang lebar dengan Pak Colin hingga sore, kami semua berpamitan dengan Pak Colin untuk pulang ke rumah. Sebelum kami berpisah, kami berempat berbincang sebentar di luar restoran.

"Dunia memang sempit ya," ujar Tania tertawa kikuk.

"Aku bahkan sampai batuk tersedak gara-gara mendengar perbincangan kalian dengan Pak Colin," lontar Nathan dengan matanya terbelalak.

"Aku dan Penny juga bahkan tidak tahu bahwa ayah kami bersahabatan sewaktu dulu," tutur Adrian menatapku tersenyum manis.

Tania menyipitkan mata. "Hmm entah ini suatu kebetulan atau tidak. Sepertinya memang kalian sudah ditakdirkan bertemu dan berhubungan dekat."

Nathan mengamati jam tangannya hingga membulatkan matanya dengan sempurna seperti lupa dengan sesuatu yang penting. "Omong-omong, aku harus pulang ke rumahku sekarang. Aku harus membantu ibuku."

"Baiklah kalau begitu aku juga mau pulang deh. Aku ingin beristirahat untuk mengisi tenagaku lagi." Tania juga berpamitan sambil menepuk punggungnya.

Nathan dan Tania memasuki mobil mereka. Kini hanya tersisa aku dan Adrian masih berdiri di luar restoran. Sebenarnya aku mengetahui Adrian terus tersenyum ceria dari tadi ketika mendengar bahwa ayah kami ternyata saling berhubungan dekat. Mengamati senyumannya terlihat manis, membuatku ingin tersenyum juga.

"Penny, sepertinya kita memang cocok berhubungan sebagai sahabat setia," ungkapnya.

"Karena ayah kita juga bersahabatan sama seperti kita," sahutku lembut.

Adrian menghembuskan napas lesu. "Namun sayangnya ayah kita saat ini berpisah."

"Tidak apa-apa, Adrian. Yang penting hubungan persahabatan kita masih terus terikat dengan kuat."

"Maka dari itu kita harus menjaga hubungan kita. Jangan seperti waktu itu!" Adrian mencubit pipiku bertenaga membuatku kesakitan.

Aku memanyunkan bibir sambil mengelus pipiku bekas dicubit. "Iya, aku sudah kapok bertengkar denganmu."

Sejenak aku menatap arlojiku mengingat aku sudah menyita waktu banyak. "Omong-omong, aku harus kembali ke rumahku sekarang. Ibuku bisa memarahiku kalau pulang larut malam."

"Baiklah, kalau begitu aku juga ingin pulang ke kediamanku."

Setibanya di rumah, aku langsung melanjutkan penyelidikan kasus pembunuhan Ray. Kamarku saat ini sangat berantakan penuh dengan kumpulan foto-foto kasus yang terjadi saling berkaitan. Aku mengambil berbagai warna spidol untuk menggambar skema motif pelaku yang ada di pikiranku. Tepat sebelum Ray diracuni, Ray mengatakan kepadaku bahwa ayahku masih hidup saat ini. Lalu ia juga berkata bahwa aku harus berhati-hati dengan logo bunga Magnolia bersayap. Apakah logo ini merupakan kunci dari kasus pembunuhan ini?

Dengan sigap aku membuka laptopku dan mencari logo tersebut. Aku menelusuri internet melakukan pencarian logo tersebut namun tidak ditemukan hasilnya. Aku menggarukkan kepalaku kesal dengan situasi sekarang.

Tiba-tiba ada ide cemerlang terlintas dalam pikiranku. Apa mungkin ibu masih menyimpan dokumen-dokumen ayah dulu? Besok pagi aku harus mencari dokumen ayah di ruang penyimpanan sekaligus membantu ibu membersihkan rumah.

Keesokan paginya, usai membersihkan diriku dan sarapan, aku langsung pergi menuju ruang penyimpanan dan mencari dokumen milik ayah. Namun dokumennya tidak ada walaupun aku sudah mencarinya di mana pun. Ibu yang melihatku sedang mencari dokumen ayah hingga membuat rumah sangat berantakan langsung menghembuskan napasnya kasar menatapku tajam seperti ingin menerkamku.

"Penny! Bukankah kamu ingin membantu ibu membereskan rumah! Kenapa kamu yang membuat rumah ini menjadi semakin berantakan!" Ibu memarahiku hingga telingaku terasa panas sekarang.

"Maaf Bu, nanti aku akan membereskannya kembali seperti semula. Aku sedang mencari dokumen ayah tapi tidak ada di ruang penyimpanan," sahutku lemas sambil menyeka keringat yang melekat pada wajahku.

"Ibu sudah membuangnya sejak dulu. Lagi pula ayahmu tidak pernah membawa pulang dokumen yang penting."

Aku ingin berteriak kencang, namun mustahil aku membentak ibu. "Yah! Ibu gimana sih, masa dokumen ayah dibuang begitu saja!"

"Ayahmu sudah menghilang sejak lama. Kenapa kamu tiba-tiba membutuhkan dokumennya sekarang?" tanya ibumelipat kedua tangannya di depan dada.

"Siapa tahu kasus yang sedang aku selidiki sekarang itu berhubungan dengan ayah," jawabku dengan polos. Aku tidak ingin mengatakan kepada ibu mengenai hal yang sebenarnya terlebih dahulu sebelum aku mendapatkan bukti yang kuat.

Ibu menjitak kepalaku sambil memberikan sapu untukku. "Ada-ada saja kamu ini! Daripada kamu memikirkan hal yang aneh lebih baik kamu membantu ibu membersihkan rumah sekarang!"

Aku memutar bola mata menggenggam gagang sapu lemas. "Iya, Bu. Aku bantu ibu sekarang supaya ibu tidak darah tinggi."

"Kamu barusan bilang apa pada ibu? Ibu akan darah tinggi?"

Aku tertawa kikuk. "Tidak, Bu. Mungkin tadi hanya angin lewat saja."

Aku membulatkan mataku dengan sempurna mengamati banyak kertas berserakan di lantai hingga membuat ibu marah padaku tadi. Saat aku sedang menyapu, tidak sengaja tubuhku terjatuh ke lantai. Namun aku merasa ada sesuatu yang melekat pada kakiku. Dengan sigap aku mengambil selembar kertas itu dan ternyata adalah foto yang sama seperti milik Pak Colin di restoran. Tapi ini aneh sekali. Kenapa foto ini bisa ada di rumahku? Padahal ini diambil tepat sebelum ayahku menghilang. Aku berlari dan memanggil ibu lagi.

"Ibu! Ibu!" teriakku memanggil ibu.

"Aduh, Penny! Kamu berisik sekali! Sampai sekarang kamu masih belum selesai membereskannya?"

"Ibu mendapatkan foto ini dari mana?" tanyaku sambil menunjukkan foto kepada ibu.

"Oh, foto ini. Teman ayahmu yang bernama Colin yang memberikan foto ini saat kamu masih remaja."

Raut wajah ibu kembali murka melihat rumah ini masih berantakan. "Sudahlah, kamu lanjutkan bereskan semua sampah berserakan daripada kamu bermalasan terus!"

Dua jam kemudian, aku memasuki kamarku dan melanjutkan penyelidikanku lagi hingga larut malam. Foto ini, sepertinya ada sesuatu dibalik semua ini. Apakah kasus penggelapan dana ayahnya Adrian juga berhubungan dengan hilangnya ayahku juga? Kalau sungguh saling berkaitan satu sama lain, bisa jadi Pak Colin menjadi target pelaku juga. Pak Colin bisa dalam bahaya suatu hari nanti.

drrt...drrt...

Ponselku berbunyi tiba-tiba saat aku sedang di tengah fokus bekerja. Aku mengambil ponselku dan mengangkat panggilan teleponnya dari Pak Colin.

"Halo Pak, ada apa menelepon saya?"

"Ada ... yang menerobos masuk restoran saya," Suara Pak Colin terdengar ketakutan lewat telepon.

"Apa? Bapak tunggu di sana dulu. Saya akan ke sana sekarang juga," ucapku panik sambil menutup panggilan teleponnya.

Aku langsung berlari keluar rumah dan mengendarai mobilku menuju ke sana.

Terpopuler

Comments

🤍

🤍

Hadir dengan boom like..

2021-09-08

1

W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎

W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎

awas pak colin kenapa napa

2021-02-15

1

S Anonymous

S Anonymous

Mendarat 5 like lagi👍

2021-02-15

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Kota yang Damai
2 Part 2 - Kasus Pembunuhan Pertama
3 Part 3 - Kind Hearted Prosecutor
4 Part 4 - Pencarian Pak Tommy
5 Part 5 - Partner Kerja yang Peduli
6 Part 6 - Targetnya Adalah Aku
7 Part 7 - The Reason
8 Part 8 - First Gift From Him
9 Part 9 - Terungkap
10 Part 10 - Luka yang Membekas
11 Part 11 - Healed
12 Part 12 - Teror
13 Part 13 - Iblis
14 Part 14 - Masa Kritis
15 Part 15 - Best Gift Ever
16 Part 16 - It's Not Over Yet
17 Part 17 - Our Friendship Is Over
18 Part 18 - Cold Hearted Girl
19 Part 19 - Best Friend
20 Part 20 - Dunia Sempit
21 Part 21 - Sudah Lama Tak Berkunjung
22 Part 22 - Jebakan
23 Part 23 - Interogasi
24 Part 24 - Chip Misterius
25 Part 25 - Versailles
26 Part 26 - Topeng yang Dilepas
27 Part 27 - I'm Right Here For You
28 Part 28 - Keberadaan Ayah
29 Part 29 - Bertemu Ayah
30 Part 30 - Bodyguard
31 Part 31 - Kartu Cadangan
32 Part 32 - Pengejaran
33 Part 33 - Menyusup
34 Part 34 - Kerja Sama Tim
35 Part 35 - Pilihan
36 Part 36 - Melarikan Diri
37 Part 37 - I Promise To Protect You
38 Part 38 - Masa Kritis Kedua Kalinya
39 Part 39 - Akhir Persidangan
40 Part 40 - Be My Girlfriend
41 Part 41 - Date With Him
42 Part 42 - Keributan di Pagi Hari
43 Part 43 - Pendatang Baru
44 Part 44 - Persaingan yang Ketat
45 Part 45 - Ucapan Menusuk
46 Part 46 - Barang Korban yang Menghilang
47 Part 47 - Menginap
48 Part 48 - Pelaku Mengintaiku
49 Part 49 - Polisi yang Mencurigakan
50 Part 50 - Bangun Kesiangan
51 Part 51 - Pernyataan Kesaksian
52 Part 52 - Like Shining Star
53 Part 53 - Permintaan Maafku yang Tulus
54 Part 54 - Artikel yang Terkubur
55 Part 55 - Sulk
56 Part 56 - Perkelahian dengan Pelaku
57 Part 57 - Pelaku yang Mengincar Tania
58 Part 58 - Sakit Perut
59 Part 59 - Reporter Yulia dalam Bahaya
60 Part 60 - I Need You
61 Part 61 - Harga Diri yang Busuk
62 Part 62 - Berkas Kasus yang Akhirnya Ditemukan
63 Part 63 - Jealous
64 Part 64 - Psikopat Sesungguhnya
65 Part 65 - Berdebat
66 Part 66 - Strategi Darurat
67 Part 67 - Botol Obat Misterius
68 Part 68 - Rekaman CCTV
69 Part 69 - Tertangkap Basah
70 Part 70 - Merelakannya
71 Part 71 - Perasaan Sebenarnya
72 Part 72 - Penyakit Josh
73 Part 73 - Tabrak Lari
74 Part 74 - Kejujuran
75 Part 75 - You're My Only Love
76 Part 76 - Tidak Berdaya
77 Part 77 - Motif Pembunuhan
78 Part 78 - Find Him
79 Part 79 - Heart To Heart
80 Part 80 - Aku Memercayaimu
81 Part 81 - Kemenangan
82 Part 82 - Yes Or No
83 Part 83 - Special Surprise
84 Part 84 - Family
85 Part 85 - Two Love Birds
86 Part 86 - My Best Sweetheart
87 Part 87 - Forever Love You
88 Part 88 - Happy Life
89 Part 89 - Only With You
90 Part 90 - My Wish
91 Part 91 - Welcome To Queenstown
92 Part 92 - Eternal Love
93 Special Part 1 - Best Mom and Dad
94 Special Part 2 - I Miss You
95 Special Part 3 - Stick With You
96 Special Part 4 - Let's Play!
97 Special Part 5 - Always Perfect
98 Special Part 6 - Fina In Action
99 Special Part 7 - Because Of You
100 Special Part 8 - Reveal
101 Special Part 9 - Arrest
102 Special Part 10 - In My Heart
103 S2 : Part 1 - Special Day For Us
104 S2 : Part 2 - Always Be Happy With You
105 S2 : Part 3 - My Number One
106 S2 : Part 4 - I Will Miss My Daughter
107 S2 : Part 5 - Korban Menghilang Lama
108 S2 : Part 6 - Kecurigaan Fina dan Hans
109 S2 : Part 7 - Insiden Baru Lagi
110 S2 : Part 8 - Interogasi Nielsen
111 S2 : Part 9 - Ini Tidak Mungkin
112 S2 : Part 10 - Terlepas Tuduhan
113 S2 : Part 11 - Kebenaran Tas Sekolah
114 S2 : Part 12 - Terbunuh
115 S2 : Part 13 - Diremehkan
116 S2 : Part 14 - Our Strength
117 S2 : Part 15 - Target Selanjutnya
118 S2 : Part 16 - Target untuk Memancing Kami
119 S2 : Part 17 - Super Jealous
120 S2 : Part 18 - Call With My Daughter
121 S2 : Part 19 - Sweet Like Chocolate
122 S2 : Part 20 - Kaki Tangan Pelaku
123 S2 : Part 21 - Penghilang Stress
124 S2 : Part 22 - Weekend tidak Menyenangkan
125 S2 : Part 23 - Only Him Can Make Me Happy
126 S2 : Part 24 - Sepotong Pecahan Puzzle
127 S2 : Part 25 - Teman yang Selalu Nyawanya Terancam
128 S2 : Part 26 - Musuh Sebenarnya
129 S2 : Part 27 - Adrian's Mission
130 S2 : Part 28 - Tipuan Maut
131 S2 : Part 29 - Saksi Mata
132 S2 : Part 30 - Nightmare
133 S2 : Part 31 - Gosip
134 S2 : Part 32 - Dissociative Identity Disorder
135 S2 : Part 33 - Tersinggung
136 S2 : Part 34 - Care About You
137 S2 : Part 35 - Bad Feeling
138 S2 : Part 36 - You're My Best Hero
139 S2 : Part 37 - I Love You With All My Heart
140 S2 : Part 38 - Please Come Back To Me!
141 S2 : Part 39 - Precious Moment
142 S2 : Part 40 - Worrying You
143 S2 : Part 41 - Something Strange
144 S2 : Part 42 - Duel
145 S2 : Part 43 - Mission Planning
146 S2 : Part 44 - Secret Mission
147 S2 : Part 45 - Playing Role
148 S2 : Part 46 - Nothing Can Keep Us Apart
149 S2 : Part 47 - Mission Accomplished
150 S2 : Part 48 - My Vitamin
151 S2 : Part 49 - Play With Victoria
152 S2 : Part 50 - The Warmth Of My Little Family
153 S2 : Part 51 - Good Memories
154 S2 : Part 52 - Together Forever
155 Message From Author and Special Thanks
156 Special Anniversary - Visual Character and Other
157 TERBIT CETAK GOOD PARTNER
Episodes

Updated 157 Episodes

1
Part 1 - Kota yang Damai
2
Part 2 - Kasus Pembunuhan Pertama
3
Part 3 - Kind Hearted Prosecutor
4
Part 4 - Pencarian Pak Tommy
5
Part 5 - Partner Kerja yang Peduli
6
Part 6 - Targetnya Adalah Aku
7
Part 7 - The Reason
8
Part 8 - First Gift From Him
9
Part 9 - Terungkap
10
Part 10 - Luka yang Membekas
11
Part 11 - Healed
12
Part 12 - Teror
13
Part 13 - Iblis
14
Part 14 - Masa Kritis
15
Part 15 - Best Gift Ever
16
Part 16 - It's Not Over Yet
17
Part 17 - Our Friendship Is Over
18
Part 18 - Cold Hearted Girl
19
Part 19 - Best Friend
20
Part 20 - Dunia Sempit
21
Part 21 - Sudah Lama Tak Berkunjung
22
Part 22 - Jebakan
23
Part 23 - Interogasi
24
Part 24 - Chip Misterius
25
Part 25 - Versailles
26
Part 26 - Topeng yang Dilepas
27
Part 27 - I'm Right Here For You
28
Part 28 - Keberadaan Ayah
29
Part 29 - Bertemu Ayah
30
Part 30 - Bodyguard
31
Part 31 - Kartu Cadangan
32
Part 32 - Pengejaran
33
Part 33 - Menyusup
34
Part 34 - Kerja Sama Tim
35
Part 35 - Pilihan
36
Part 36 - Melarikan Diri
37
Part 37 - I Promise To Protect You
38
Part 38 - Masa Kritis Kedua Kalinya
39
Part 39 - Akhir Persidangan
40
Part 40 - Be My Girlfriend
41
Part 41 - Date With Him
42
Part 42 - Keributan di Pagi Hari
43
Part 43 - Pendatang Baru
44
Part 44 - Persaingan yang Ketat
45
Part 45 - Ucapan Menusuk
46
Part 46 - Barang Korban yang Menghilang
47
Part 47 - Menginap
48
Part 48 - Pelaku Mengintaiku
49
Part 49 - Polisi yang Mencurigakan
50
Part 50 - Bangun Kesiangan
51
Part 51 - Pernyataan Kesaksian
52
Part 52 - Like Shining Star
53
Part 53 - Permintaan Maafku yang Tulus
54
Part 54 - Artikel yang Terkubur
55
Part 55 - Sulk
56
Part 56 - Perkelahian dengan Pelaku
57
Part 57 - Pelaku yang Mengincar Tania
58
Part 58 - Sakit Perut
59
Part 59 - Reporter Yulia dalam Bahaya
60
Part 60 - I Need You
61
Part 61 - Harga Diri yang Busuk
62
Part 62 - Berkas Kasus yang Akhirnya Ditemukan
63
Part 63 - Jealous
64
Part 64 - Psikopat Sesungguhnya
65
Part 65 - Berdebat
66
Part 66 - Strategi Darurat
67
Part 67 - Botol Obat Misterius
68
Part 68 - Rekaman CCTV
69
Part 69 - Tertangkap Basah
70
Part 70 - Merelakannya
71
Part 71 - Perasaan Sebenarnya
72
Part 72 - Penyakit Josh
73
Part 73 - Tabrak Lari
74
Part 74 - Kejujuran
75
Part 75 - You're My Only Love
76
Part 76 - Tidak Berdaya
77
Part 77 - Motif Pembunuhan
78
Part 78 - Find Him
79
Part 79 - Heart To Heart
80
Part 80 - Aku Memercayaimu
81
Part 81 - Kemenangan
82
Part 82 - Yes Or No
83
Part 83 - Special Surprise
84
Part 84 - Family
85
Part 85 - Two Love Birds
86
Part 86 - My Best Sweetheart
87
Part 87 - Forever Love You
88
Part 88 - Happy Life
89
Part 89 - Only With You
90
Part 90 - My Wish
91
Part 91 - Welcome To Queenstown
92
Part 92 - Eternal Love
93
Special Part 1 - Best Mom and Dad
94
Special Part 2 - I Miss You
95
Special Part 3 - Stick With You
96
Special Part 4 - Let's Play!
97
Special Part 5 - Always Perfect
98
Special Part 6 - Fina In Action
99
Special Part 7 - Because Of You
100
Special Part 8 - Reveal
101
Special Part 9 - Arrest
102
Special Part 10 - In My Heart
103
S2 : Part 1 - Special Day For Us
104
S2 : Part 2 - Always Be Happy With You
105
S2 : Part 3 - My Number One
106
S2 : Part 4 - I Will Miss My Daughter
107
S2 : Part 5 - Korban Menghilang Lama
108
S2 : Part 6 - Kecurigaan Fina dan Hans
109
S2 : Part 7 - Insiden Baru Lagi
110
S2 : Part 8 - Interogasi Nielsen
111
S2 : Part 9 - Ini Tidak Mungkin
112
S2 : Part 10 - Terlepas Tuduhan
113
S2 : Part 11 - Kebenaran Tas Sekolah
114
S2 : Part 12 - Terbunuh
115
S2 : Part 13 - Diremehkan
116
S2 : Part 14 - Our Strength
117
S2 : Part 15 - Target Selanjutnya
118
S2 : Part 16 - Target untuk Memancing Kami
119
S2 : Part 17 - Super Jealous
120
S2 : Part 18 - Call With My Daughter
121
S2 : Part 19 - Sweet Like Chocolate
122
S2 : Part 20 - Kaki Tangan Pelaku
123
S2 : Part 21 - Penghilang Stress
124
S2 : Part 22 - Weekend tidak Menyenangkan
125
S2 : Part 23 - Only Him Can Make Me Happy
126
S2 : Part 24 - Sepotong Pecahan Puzzle
127
S2 : Part 25 - Teman yang Selalu Nyawanya Terancam
128
S2 : Part 26 - Musuh Sebenarnya
129
S2 : Part 27 - Adrian's Mission
130
S2 : Part 28 - Tipuan Maut
131
S2 : Part 29 - Saksi Mata
132
S2 : Part 30 - Nightmare
133
S2 : Part 31 - Gosip
134
S2 : Part 32 - Dissociative Identity Disorder
135
S2 : Part 33 - Tersinggung
136
S2 : Part 34 - Care About You
137
S2 : Part 35 - Bad Feeling
138
S2 : Part 36 - You're My Best Hero
139
S2 : Part 37 - I Love You With All My Heart
140
S2 : Part 38 - Please Come Back To Me!
141
S2 : Part 39 - Precious Moment
142
S2 : Part 40 - Worrying You
143
S2 : Part 41 - Something Strange
144
S2 : Part 42 - Duel
145
S2 : Part 43 - Mission Planning
146
S2 : Part 44 - Secret Mission
147
S2 : Part 45 - Playing Role
148
S2 : Part 46 - Nothing Can Keep Us Apart
149
S2 : Part 47 - Mission Accomplished
150
S2 : Part 48 - My Vitamin
151
S2 : Part 49 - Play With Victoria
152
S2 : Part 50 - The Warmth Of My Little Family
153
S2 : Part 51 - Good Memories
154
S2 : Part 52 - Together Forever
155
Message From Author and Special Thanks
156
Special Anniversary - Visual Character and Other
157
TERBIT CETAK GOOD PARTNER

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!