Bab 3. Masa Kecil Kailla.

Keesokan paginya di kediaman Riadi Dirgantara.

Tampak Donny asisten Pak Riadi sedang menikmati secangkir kopi di teras samping sembari sesekali menggoda Sekar, anak gadisnya Bu Sari yang tinggal di kediaman Riadi Dirgantara juga.

Selain Donny, Bu Sari sekeluarga, beberapa security yang berjaga di gerbang depan juga tinggal tempat Riadi. Hanya Sam saja, asisten sekaligus sopirnya Kailla yang tetap bolak-balik pulang ke rumahnya setiap hari.

“Masih libur sekolahnya, Sekar?” tanya Donny sambil menyesap kopi hitamnya.

“Masih, Mas Donny,” jawab Sekar singkat sambil menyiram tanaman di halaman samping rumah.

“Lama juga. Sudah hampir sebulan. Kalau begini, bisa-bisa kamu lupa jalan ke sekolah. Hahaha,” canda Donny.

Tak lama berselang, Sam menghampiri dan ikut bergabung.

“Wih, mantap ini, Bro! Kopi ditemani pisang goreng sudah paling pas,” ucap Sam memilih duduk di depan Donny

“Sekar, tolong buatkan Abang Sam kopi hitam juga, ya. Jangan terlalu banyak gulanya nanti Abang diabetes. Yang membuatkan kopi sudah manis, kalau ditambah gula jadi kemanisan” godanya sambil mengedipkan mata ke arah Sekar.

“Wah, menabuh genderang perang nih!” ucap Donny melihat kelakuan Sam yang menggoda Sekar.

“Bujang lapuk seperti dirimu tidak pantas untuk Sekar, Bro. Nah, Kalau si Indah puspa bangsa, pembantu Pak Hidayat Blok B24. Cocok itu.” Sam meledeknya.

Donny langsung bergidik ngeri. Bukan rahasia lagi, kalau Indah yang dimaksud dari dulu selalu mengejar Donny. Sejak masih gadis sampai sekarang sudah menjanda.

Tak lama Sekar pun menghampiri sambil membawa secangkir kopi panas.

“Ini, Mas ... kopinya,” ucap Sekar meletakkannya di atas meja.

“Terima kasih, Cantik." Sam langsung menyambar kopi dan menyesap kopi buatan Sekar.

“Nah, ini pas rasanya. Pas dibawa ke pelaminan. Hehehe." Sam terkekeh menggoda Sekar yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah.

“Bro, apa kamu tahu ... kemarin Non Kailla mengerjai Pak Pram lagi,” cerita Donny.

“Bagaimana ceritanya, Bro?” tanya Sam penasaran.

“Minuman Pak Pram dicampur bubuk cabai. Parah si Non Kailla. Sejak dulu tidak berubah. Kenakalan Non Kailla di atas rata-rata,” jawab Donny menggeleng kepala.

“Terus, berhasil?” tanya Sam lagi.

Donny menggeleng, “Non Kailla yang akhirnya menyesap minuman buatannya sendiri. Sepertinya si Non lupa kalau minuman itu sudah dicampur bubuk cabai.”

Uhuk ... Uhuk

Sam tersedak saat menyesap kopinya. “Hahaha. Asli ini lucu, sayang aku melewatkannya,” jawab Sam kemudian. Nada sesal mendominasi di dalam kalimatnya, terbayang wajah usil Kailla yang terkena batunya.

“Non Kailla dari dulu nakalnya ... em." Donny berhenti sejenak, tatapannya menerawang.

"Tapi sebenarnya anaknya baik sekali. Tidak pernah aneh-aneh. Sama kita yang kerja di rumah itu baik,” cerita Donny sambil mengingat masa lalu anak majikannya.

“Non Kailla itu besar di tangan asistennya. Dulu sebelum jadi asistennya Pak Riadi, aku lama ditugaskan menjaga Non Kailla.Dari zaman TK, SD, SMP sampai SMA. Kalau di rumah, yang menjaga si Non itu Bu Sari dan Bu Ida," jelas Donny sambil mengenang masa kecil Kailla.

“Bu Ida yang sekarang bekerja di tempat Pak Pram?” tanya Sam penasaran.

Donny mengangguk,“ Itu ada ceritanya kenapa Bu Ida pindah kerja ke tempat Pak Pram.”

“Mama Non Kailla itu meninggal saat melahirkan. Aku tidak begitu jelas. Kecelakaan atau apa, aku tidak begitu paham juga.” Donny mulai bercerita.

“Tapi, saat itu Bapak tidak ada di Indonesia, Pak Pram yang mengurus semuanya,” lanjutnya lagi.

“Non Kailla itu yang merawat kita-kita di sini. Kecilnya nakal sekali, namanya juga anak-anak. Apa lagi Non Kailla jarang bisa berkumpul dengan Bapak. Bapak dan Pak Pram itu dulu 'kan sibuk di kantor. Apa lagi Bapak, jarang sekali bertemu Non Kailla. Kalau ada keperluan di sekolah, Pak Pram yang mengurusi semuanya. Seperti ambil rapor, rapat orang tua murid bahkan sering dipanggil karena Non Kailla bikin masalah di sekolah,” cerita Donny panjang lebar.

“Dulu kalau Bapak libur, Non Kailla itu bisa seharian menempel dengan Bapak, tidak mau lepas lagi. Dari bangun tidur sampai mau tidur malam. Tapi, sayangnya Bapak itu jarang bisa libur," ujar Donny terlihat sedih.

Sam hanya mengangguk.

“Seingatku, waktu itu Non Kailla masih SD, lupa kelas berapa. Bapak sedang sibuk, mau buka cabang baru di Surabaya. Jadi setiap hari selama tiga minggu, Non Kailla tidak pernah bertemu Bapak. Bapak pulang, Non Kailla sudah tidur. Bapak berangkat ke kantor, Non Kailla belum bangun. Akhirnya, Non Kailla merengek minta bertemu. Setiap telepon, selalu Pak Pram yang angkat. Bapak sibuk sekali, tidak ada waktu.

“Terus?” tanya Sam penasaran.

“Aku juga tidak tahu bagaimana ceritanya sampai Non Kailla bisa keluar rumah. Tiba- tiba, tetangga depan menggedor pintu gerbang depan, mengabari security kalau Non Kailla memanjat pohon mangga yang di tikungan jalan. Kamu tahu, kan?

Sam mengangguk.

"Dan parahnya, tidak mau dibujuk turun."

“Astaga!” ujar Sam ternganga. Ia tidak menyangka Kailla kecil sampai senakal itu.

“Non Kailla maunya Bapak. Tidak mau dibujuk turun sama yang lain. Akhirnya, Pak RT yang telepon Bapak, suruh Bapak pulang buat bujuk Non Kailla turun. Kita semua dimarahi Bapak. Apalagi Non Kailla, sampai dipukul Bapak pakai ikat pinggang.”

“Bapak pasti marah sekali, sampai Bapak memukul Non Kailla,” ucap Sam.

“Ya, Bapak malu juga waktu itu,” jelas Donny singkat.

“Kasihan juga sih, tapi kita cuma bawahan mana berani melawan Bapak waktu itu. Untung ada Pak Pram, langsung gendong Non Kailla, bawa keluar.”

“Karena itu, makanya Non Kailla dibawa Pak Pram menginap di apartemennya. Nah, itu asal mula Bu Ida bisa pindah kerja ke tempat Pak Pram. Awalnya buat jaga Non Kaila di sana. Setelah kejadian itu, kalau Bapak keluar kota, Non Kailla dititipkan ke tempat Pak Pram.”

“Non Kailla kecil kasihan juga, ya.” ujar Sam. Ia baru bekerja belakangan ini, sejak Kailla mulai masuk kuliah. Jadi ia tidak mengetahui cerita masa kecil majikannya.

“Oh ya, dulu juga pernah sembunyi di belakang kursi mobil. Waktu itu aku mau ke kantor Bapak, mengantar berkas yang tertinggal.” Donny mengingat lagi.

“Sudah sampai kantor, tiba-tiba Non Kailla ikut turun dari pintu belakang mobil. Langsung lari ke dalam kantor, cari bapak. Mana Bapak lagi rapat, dia merengek masuk ke ruang rapat. Maunya duduk di pangkuan Bapak.” Donny menggaruk kepalanya, mengingat kebodohannya waktu itu.

“Hahaha. Pasti habis dimarahi Bapak.” Sam tertawa terbahak-bahak.

“Bukan lagi. Kalau diingat-ingat, kenapa bisa tidak sadar kalau ada anak kecil ikut masuk ke dalam mobil.”

“Cuma kalau sama Pak Pram memang sering diajak ke kantor. Kalau sedang tidak begitu banyak pekerjaan, Pak Pram yang jaga Non Kailla di kantor," jelas Donny.

“Dipikir-pikir, Non Kailla kecil mirip sekali dengan Marsha, ya? Haha,“ ujar Sam sambil tertawa terbahak-bahak memegang perutnya membayangkan kenakalan Kailla.

PLAK.

***

Terima kasih dukungannya.

Terpopuler

Comments

M.azril maulana

M.azril maulana

setelah cerita bara dan Bella langsung mampir kesini,di cerita bara aja kailla dan pram bikin penasaran 😊👍

2022-10-19

1

Nur Lizza

Nur Lizza

kurang nya kasih sayang akhirny kaila nakal bgt

2022-09-16

0

Ahmad F

Ahmad F

aku ngulang baca lagi...habis kangen kaela pram...

2022-07-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan Tokoh.
2 Bab 2. Tragedi Telur Ceplok.
3 Bab 3. Masa Kecil Kailla.
4 Bab 4. Marsha and The Bear
5 Bab 5. Gara Gara Om
6 Bab 6. Hei Gadis Kecil! Om Minta Maaf
7 Bab 7. Menunggu Memanggil Daddy
8 Bab 8. Tolong Nikahi Kailla
9 Bab 9. Om Memata - Matai Ku!
10 Bab 10. Jaga Jarak 5 Meter!
11 Bab 11. Ambil Semua Isi Dompet Om
12 Bab 12. Dion Satrio
13 Bab 13. Masa Lalu Om
14 Bab 14. Kenangan Masa Lalu Om
15 Bab 15. Merindukan Mama
16 Bab 16. Pesta
17 Bab 17. Terjebak
18 Bab 18. Akan Menikahi Kailla
19 Bab 19. Mengunjungi Mama
20 Bab 20. Menikahlah Dengan Pram
21 Bab 21. Berjanjilah Untuk Mencintaiku
22 Bab 22. Dennis Wijaya
23 Bab 23. Adik Ipar
24 Bab 24. Beraninya Kamu!
25 Bab 25. Anak Daddy atau Anak Om
26 Bab 26. Sungguh Menggemaskan!
27 Bab 27. Debaran yang tidak biasa
28 Bab 28. Melupakan Cincin Pertunangan
29 Bab 29. Kebelet Nikah
30 Bab 30. Expired
31 Bab 31. Pernyataan Cinta Dion
32 Bab 32. Calon Suami Kailla
33 Bab 33. Gadis Itu Milikku
34 Bab 34. Membawa Kailla Bersamaku
35 Bab 35: Aku Melarangmu Memakainya
36 Bab 36 : Kai, Aku mencintaimu
37 Bab 37 : Anita
38 Bab 38 : Penyesalan Pram
39 Bab 39 : Kamu Dimana Sayang
40 Bab 40 : Aku Kehilangan Dia
41 Bab 41 : Anita Mantan Pacarku
42 Bab 42 : Konsultasi ke Dokter SpOG
43 Bab 43 : Rumah Sakit
44 Bab 44 : Anita Hamil
45 Bab 45 : Dad Bangun!
46 Bab 46 : Andi Wijaya
47 Bab 47 : Maafkan Aku Kai
48 Bab 48 : Kailla Ku
49 Bab 49 : Lelaki Bertanggung Jawab
50 Bab 50 : Dipepetin Om
51 Bab 51 : Aku menyayangimu Om!
52 Bab 52 : Aku Menginginkanmu
53 Bab 53 : Kekagetan Bu Ida
54 Bab 54 : Merindukan Mama 2
55 Bab 55 : Tidak Mau Menikah
56 Bab 56 : Cincin Nikah
57 Bab 57 : Pil KB
58 Bab 58 : Sekarang Kamu Istriku!
59 Bab 59 : Ketindihan!
60 Bab 60 : Ke Bandung
61 Bab 61 : Kailla Diculik
62 Bab 62 : Dimana Istriku?
63 Bab 63 : Tunggu Aku Menikahi Om-mu
64 Bab 64 : Anita Menggila
65 Bab 65 : Aku Yang Akan Menceraikannya!
66 Bab 66 : Itu Bukan Anakku
67 Bab 67 : Ketukan Di Pintu
68 Bab 68 : Tidak Mau Ditinggal
69 Bab 69 : Aku Masih Menunggumu
70 Bab 70 : Bersaing Dengan Riadi Dirgantara
71 Bab 71 : Wasiat
72 Bab 72 : Rahasia Daddy
73 Bab 73 : Heels
74 Bab 74 : Sahabat Lama
75 Bab 75 : Jaga Jarak Aman
76 Bab 76 : Berhitung
77 Bab 77: Jangan Marah Lagi
78 Bab 78 : Hanya Teman Kuliah
79 Bab 79: Kita Selesaikan Dulu
80 Bab 80 :Asisten Kesayangan
81 Bab 81 : Rahasia Kailla
82 Bab 82 : Pembalasan Sam
83 Bab 83 : Love You All The Time
84 Bab 84 : Kunti VS Siluman Harimau
85 Bab 85 : Aku Siapamu?
86 Bab 86 : Austria, I’m Coming
87 Bab 87 : Gadis Penerjemah
88 Bab 88 : Diusir Dari Mobil
89 Bab 89 : Kejutan di Pagi Hari
90 Bab 90 : Maafkan Aku
91 Bab 91 : Mogok Makan
92 Bab 92 : Aku Bisa Gila
93 Bab 93 : Terimakasih Sayang
94 Bab 94 : Pelaku Pembakaran Foto Ketua OSIS
95 Bab 95 : Daddy Tidak Pernah Salah
96 Bab 96 : Pasta Dan Steak
97 Bab 97 : Kailla Mulai Berulah Lagi
98 Bab 98 : Di Ruang Rapat
99 Bab 99 : Kabur Sesaat
100 Bab 100 : Mulai Membantah
101 Bab 101 : Hadiah Ketiga Untuk Pram.
102 Bab 102 : Alasan Memanggil Sayang
103 Bab 103 : Pencuri Ponsel
104 Bab 104 : Ketahuan
105 Bab 105 : Isi Hati Pieter
106 Bab 106 : Milik Riadi Dirgantara
107 Bab 107 : Mencari Tau
108 Bab 108 : Membatalkan Kerjasama
109 Bab 109 : Cinta Tidak Butuh Alasan
110 Bab 110 : Membuat Bekal
111 Bab 111 : Cemburu
112 Bab 112 : Cemburu Jilid II
113 Bab 113: Pilihan Sulit
114 Bab 114 : Perang Masih Berlanjut
115 Bab 115 : Akhir Dari Perang
116 Bab 116 : Pengawal Baru
117 Bab 117 : Takdir Putri Riadi Dirgantara
118 Bab 118 : Mengantar Bekal Makan Siang
119 Bab 119 : Semangkok Bakso Panas
120 Bab 120 : Rasa Yang Tidak Bisa Diungkapkan
121 Bab 121 : Berkenalan Dengan Winny
122 Bab 122 : Kailla Tidak Sadarkan Diri
123 Bab 123 : Aku Tidak Mau Kamu Berkelahi
124 Bab 124 : Mengalahkan Riadi
125 Bab 125 : Test pack
126 Bab 126. Mama, aku harus bagaimana?
127 Bab 127 : Menjadi Lebih Manja Dan Sensitif
128 Bab 128 : Pram Meradang
129 Bab 129 : Mencoba Kabur
130 Bab 130 : Pisah Ranjang
131 Bab 131 : Kailla Sakit
132 Bab 132. Penyesalan Dan Janji Pram
133 Bab 133 : Membuat Perhitungan.
134 Bab 134 : Merindukan Pram
135 Bab 135 :Aku Sedang Bermimpi
136 Bab 136 : Kekagetan Bu Ida Jilid II
137 Bab 137 : Berburu Semangkok Bakso
138 Bab 138 : Mulai Mengajari Kailla
139 Bab 139 : Lupa Jalan Pulang
140 Bab 140 : Tamu Di Pagi Hari
141 Bab 141 : Aku Tidak Mencintainya
142 Bab 142 : Aku Yang Akan Menendangnya
143 Bab 143 : Kejutan
144 Bab 144 : Non Kailla, I’m Coming
145 Bab 145 : Tidak Mau Ketiduran Di Pesawat
146 Bab 146 : Membuat Masalah
147 Bag 147 : Aku Mau Pulang
148 148 : Cireng Untuk Pram
149 Bab 149 : Pesan Misterius
150 Bab 150 : Anakmu Merindukan Daddynya
151 Bab 151: Aku Mencintai Kalian
152 Bab 152 : Nasi Uduk Bebek Goreng
153 Bab 153 : Main Petak Umpet Sampai Tua
154 Bab 154 : Lapis Legit
155 Bab 155 : Aku Lembur
156 Bab 156 : Dimana Suamiku
157 Bab 157 : Aku Mencintai Suamiku Reynaldi Pratama
158 Bab 158 : Cukup Punya Satu Anak Saja
159 Bab 159 : Pesan Misterius Kembali
160 Bab 160 : Sarapan Buatan Kailla
161 Bab 161 : Visual
162 Bab 162 : Berkunjung Ke Rumah Winny
163 Bab 163 : Kepiting Saos Padang
164 Bab 164 : Sam vs Pram
165 Bab 165 : Kembali Ke Jakarta
166 Bab 166 : Rumah Baru Di Pinggir Laut
167 Bab 167 : Teman Baik Pram
168 Bab 168. Tidak Ada Pengulangan Cerita
169 Bab 169 : Sedikit Rahasia Daddy
170 Bab 170 : Menantu Tidak Tahu Diri
171 Bab 171 : Berkunjung Ke Makam Mama
172 Bab 172 : Alarm Pengganggu
173 Bab 173 : Nasi Campur Gagal Total
174 Bab 174 : Tolong Bantu Aku Sayang
175 Bab 175 : Ikut Rapat
176 Bab 176 : Main Bola Lagi Yuk!
177 Bab 177 : Mencari Tahu
178 Bab 178 : Carikan Tiket Untukku!
179 “Bab 179 : Aku Tidak Pergi Sekarang
180 Bab 180 : Tanda Kemerahan
181 Bab 181 : Sam, Tunggu Aku Di Sini!
182 Bab 182 : Macan Tua & Macan Betina
183 Bab 183 : I Love You
184 Bab 184 : Susul Aku ke Bali
185 Bab 185 : Kamu Putraku!
186 Bab 186 : Bali
187 Bab 187 : Salah Membawa Pakaian
188 Bab 188. Mengerjai Pram
189 Bab 189. Kelakuan Sam dan Kailla
190 Bab 190. Niat Terselubung Kinar
191 Bab 191. Jangan Terlalu Mencintaiku
192 Bab 192. Seperti Nonton Piala Dunia
193 Bab 193. Rujak Buah Membawa Petaka
194 Bab 194. Dua Orang Yang Membenci Kailla
195 Bab 195. Kemarahan Pram
196 Bab 196. Perlawanan Kailla
197 Bab 197. I’m Ok! I’m Fine!
198 Bab 198. Masa Lalu Riadi
199 Bab 199. Pulang Ke Rumah
200 Bab 200. Daddy Ikhlas
201 Bab 201. The End
202 Pengumuman
203 Masih ada yang menunggu di sinikah?
204 Pengumuman
Episodes

Updated 204 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan Tokoh.
2
Bab 2. Tragedi Telur Ceplok.
3
Bab 3. Masa Kecil Kailla.
4
Bab 4. Marsha and The Bear
5
Bab 5. Gara Gara Om
6
Bab 6. Hei Gadis Kecil! Om Minta Maaf
7
Bab 7. Menunggu Memanggil Daddy
8
Bab 8. Tolong Nikahi Kailla
9
Bab 9. Om Memata - Matai Ku!
10
Bab 10. Jaga Jarak 5 Meter!
11
Bab 11. Ambil Semua Isi Dompet Om
12
Bab 12. Dion Satrio
13
Bab 13. Masa Lalu Om
14
Bab 14. Kenangan Masa Lalu Om
15
Bab 15. Merindukan Mama
16
Bab 16. Pesta
17
Bab 17. Terjebak
18
Bab 18. Akan Menikahi Kailla
19
Bab 19. Mengunjungi Mama
20
Bab 20. Menikahlah Dengan Pram
21
Bab 21. Berjanjilah Untuk Mencintaiku
22
Bab 22. Dennis Wijaya
23
Bab 23. Adik Ipar
24
Bab 24. Beraninya Kamu!
25
Bab 25. Anak Daddy atau Anak Om
26
Bab 26. Sungguh Menggemaskan!
27
Bab 27. Debaran yang tidak biasa
28
Bab 28. Melupakan Cincin Pertunangan
29
Bab 29. Kebelet Nikah
30
Bab 30. Expired
31
Bab 31. Pernyataan Cinta Dion
32
Bab 32. Calon Suami Kailla
33
Bab 33. Gadis Itu Milikku
34
Bab 34. Membawa Kailla Bersamaku
35
Bab 35: Aku Melarangmu Memakainya
36
Bab 36 : Kai, Aku mencintaimu
37
Bab 37 : Anita
38
Bab 38 : Penyesalan Pram
39
Bab 39 : Kamu Dimana Sayang
40
Bab 40 : Aku Kehilangan Dia
41
Bab 41 : Anita Mantan Pacarku
42
Bab 42 : Konsultasi ke Dokter SpOG
43
Bab 43 : Rumah Sakit
44
Bab 44 : Anita Hamil
45
Bab 45 : Dad Bangun!
46
Bab 46 : Andi Wijaya
47
Bab 47 : Maafkan Aku Kai
48
Bab 48 : Kailla Ku
49
Bab 49 : Lelaki Bertanggung Jawab
50
Bab 50 : Dipepetin Om
51
Bab 51 : Aku menyayangimu Om!
52
Bab 52 : Aku Menginginkanmu
53
Bab 53 : Kekagetan Bu Ida
54
Bab 54 : Merindukan Mama 2
55
Bab 55 : Tidak Mau Menikah
56
Bab 56 : Cincin Nikah
57
Bab 57 : Pil KB
58
Bab 58 : Sekarang Kamu Istriku!
59
Bab 59 : Ketindihan!
60
Bab 60 : Ke Bandung
61
Bab 61 : Kailla Diculik
62
Bab 62 : Dimana Istriku?
63
Bab 63 : Tunggu Aku Menikahi Om-mu
64
Bab 64 : Anita Menggila
65
Bab 65 : Aku Yang Akan Menceraikannya!
66
Bab 66 : Itu Bukan Anakku
67
Bab 67 : Ketukan Di Pintu
68
Bab 68 : Tidak Mau Ditinggal
69
Bab 69 : Aku Masih Menunggumu
70
Bab 70 : Bersaing Dengan Riadi Dirgantara
71
Bab 71 : Wasiat
72
Bab 72 : Rahasia Daddy
73
Bab 73 : Heels
74
Bab 74 : Sahabat Lama
75
Bab 75 : Jaga Jarak Aman
76
Bab 76 : Berhitung
77
Bab 77: Jangan Marah Lagi
78
Bab 78 : Hanya Teman Kuliah
79
Bab 79: Kita Selesaikan Dulu
80
Bab 80 :Asisten Kesayangan
81
Bab 81 : Rahasia Kailla
82
Bab 82 : Pembalasan Sam
83
Bab 83 : Love You All The Time
84
Bab 84 : Kunti VS Siluman Harimau
85
Bab 85 : Aku Siapamu?
86
Bab 86 : Austria, I’m Coming
87
Bab 87 : Gadis Penerjemah
88
Bab 88 : Diusir Dari Mobil
89
Bab 89 : Kejutan di Pagi Hari
90
Bab 90 : Maafkan Aku
91
Bab 91 : Mogok Makan
92
Bab 92 : Aku Bisa Gila
93
Bab 93 : Terimakasih Sayang
94
Bab 94 : Pelaku Pembakaran Foto Ketua OSIS
95
Bab 95 : Daddy Tidak Pernah Salah
96
Bab 96 : Pasta Dan Steak
97
Bab 97 : Kailla Mulai Berulah Lagi
98
Bab 98 : Di Ruang Rapat
99
Bab 99 : Kabur Sesaat
100
Bab 100 : Mulai Membantah
101
Bab 101 : Hadiah Ketiga Untuk Pram.
102
Bab 102 : Alasan Memanggil Sayang
103
Bab 103 : Pencuri Ponsel
104
Bab 104 : Ketahuan
105
Bab 105 : Isi Hati Pieter
106
Bab 106 : Milik Riadi Dirgantara
107
Bab 107 : Mencari Tau
108
Bab 108 : Membatalkan Kerjasama
109
Bab 109 : Cinta Tidak Butuh Alasan
110
Bab 110 : Membuat Bekal
111
Bab 111 : Cemburu
112
Bab 112 : Cemburu Jilid II
113
Bab 113: Pilihan Sulit
114
Bab 114 : Perang Masih Berlanjut
115
Bab 115 : Akhir Dari Perang
116
Bab 116 : Pengawal Baru
117
Bab 117 : Takdir Putri Riadi Dirgantara
118
Bab 118 : Mengantar Bekal Makan Siang
119
Bab 119 : Semangkok Bakso Panas
120
Bab 120 : Rasa Yang Tidak Bisa Diungkapkan
121
Bab 121 : Berkenalan Dengan Winny
122
Bab 122 : Kailla Tidak Sadarkan Diri
123
Bab 123 : Aku Tidak Mau Kamu Berkelahi
124
Bab 124 : Mengalahkan Riadi
125
Bab 125 : Test pack
126
Bab 126. Mama, aku harus bagaimana?
127
Bab 127 : Menjadi Lebih Manja Dan Sensitif
128
Bab 128 : Pram Meradang
129
Bab 129 : Mencoba Kabur
130
Bab 130 : Pisah Ranjang
131
Bab 131 : Kailla Sakit
132
Bab 132. Penyesalan Dan Janji Pram
133
Bab 133 : Membuat Perhitungan.
134
Bab 134 : Merindukan Pram
135
Bab 135 :Aku Sedang Bermimpi
136
Bab 136 : Kekagetan Bu Ida Jilid II
137
Bab 137 : Berburu Semangkok Bakso
138
Bab 138 : Mulai Mengajari Kailla
139
Bab 139 : Lupa Jalan Pulang
140
Bab 140 : Tamu Di Pagi Hari
141
Bab 141 : Aku Tidak Mencintainya
142
Bab 142 : Aku Yang Akan Menendangnya
143
Bab 143 : Kejutan
144
Bab 144 : Non Kailla, I’m Coming
145
Bab 145 : Tidak Mau Ketiduran Di Pesawat
146
Bab 146 : Membuat Masalah
147
Bag 147 : Aku Mau Pulang
148
148 : Cireng Untuk Pram
149
Bab 149 : Pesan Misterius
150
Bab 150 : Anakmu Merindukan Daddynya
151
Bab 151: Aku Mencintai Kalian
152
Bab 152 : Nasi Uduk Bebek Goreng
153
Bab 153 : Main Petak Umpet Sampai Tua
154
Bab 154 : Lapis Legit
155
Bab 155 : Aku Lembur
156
Bab 156 : Dimana Suamiku
157
Bab 157 : Aku Mencintai Suamiku Reynaldi Pratama
158
Bab 158 : Cukup Punya Satu Anak Saja
159
Bab 159 : Pesan Misterius Kembali
160
Bab 160 : Sarapan Buatan Kailla
161
Bab 161 : Visual
162
Bab 162 : Berkunjung Ke Rumah Winny
163
Bab 163 : Kepiting Saos Padang
164
Bab 164 : Sam vs Pram
165
Bab 165 : Kembali Ke Jakarta
166
Bab 166 : Rumah Baru Di Pinggir Laut
167
Bab 167 : Teman Baik Pram
168
Bab 168. Tidak Ada Pengulangan Cerita
169
Bab 169 : Sedikit Rahasia Daddy
170
Bab 170 : Menantu Tidak Tahu Diri
171
Bab 171 : Berkunjung Ke Makam Mama
172
Bab 172 : Alarm Pengganggu
173
Bab 173 : Nasi Campur Gagal Total
174
Bab 174 : Tolong Bantu Aku Sayang
175
Bab 175 : Ikut Rapat
176
Bab 176 : Main Bola Lagi Yuk!
177
Bab 177 : Mencari Tahu
178
Bab 178 : Carikan Tiket Untukku!
179
“Bab 179 : Aku Tidak Pergi Sekarang
180
Bab 180 : Tanda Kemerahan
181
Bab 181 : Sam, Tunggu Aku Di Sini!
182
Bab 182 : Macan Tua & Macan Betina
183
Bab 183 : I Love You
184
Bab 184 : Susul Aku ke Bali
185
Bab 185 : Kamu Putraku!
186
Bab 186 : Bali
187
Bab 187 : Salah Membawa Pakaian
188
Bab 188. Mengerjai Pram
189
Bab 189. Kelakuan Sam dan Kailla
190
Bab 190. Niat Terselubung Kinar
191
Bab 191. Jangan Terlalu Mencintaiku
192
Bab 192. Seperti Nonton Piala Dunia
193
Bab 193. Rujak Buah Membawa Petaka
194
Bab 194. Dua Orang Yang Membenci Kailla
195
Bab 195. Kemarahan Pram
196
Bab 196. Perlawanan Kailla
197
Bab 197. I’m Ok! I’m Fine!
198
Bab 198. Masa Lalu Riadi
199
Bab 199. Pulang Ke Rumah
200
Bab 200. Daddy Ikhlas
201
Bab 201. The End
202
Pengumuman
203
Masih ada yang menunggu di sinikah?
204
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!