โกฬโโฝโถโ โ โ Reading๐
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ใก
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Hari berganti hari. Kala itu musim panas tiba. Beberapa orang mengambil cuti di hari kerja mereka, sementara para siswa-siswi sedang menikmati hari libur panjang mereka.
Terlihat Natasya tengah memilih pakaian di dalam lemarinya. Cukup banyak pakaian miliknya yang membuat ia bingung harus memakai yang mana. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengenakan salah satu pakaian musim panas.
Usai menyibukkan diri dengan beberapa koleksi pakaian miliknya, Natasya duduk pada sebuah sofa di ruang santai.
Ia meneguk segelas jus di mejanya, dengan sebuah ponsel di tangan.
"Hmm, akhir-akhir ini sepertinya aku terlalu santai. Mungkin aku harus mencari pekerjaan untuk menghidupi diriku sendiri?" pikir Natasya, ia melipat bibirnya.
"Ah, tapi aku malas bekerja."
Ia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu berjalan meninggalkan beberapa barangnya. Setelah kembali ke ruang santai, sebuah pesan yang baru saja masuk kontan membuatnya terkejut setengah mati.
Kedua matanya terbelalak kaget dengan tubuhnya yang bergetar hebat. Tanpa berpikir panjang, ia menuju garasi rumahnya dan mengendarai salah satu mobil.
Tak berselang lama, akhirnya ia sampai ditempat tujuan. Natasya tergesa-gesa turun dari mobilnya. Keringat dingin tampak bercucuran di sekujur tubuhnya, membuat pakaian musim panas yang ia kenakan tampak basah.
Wanita itu berlari secepat mungkin masuk ke dalam sebuah kediaman. Kedua bola matanya melihat sekeliling termasuk lantai atas. Hingga akhirnya ia menemukan sepasang suami istri tengah menuruni anak tangga.
"Ayah!! Ibu!!" teriaknya seraya berlari menghampiri orang tuanya.
"Keโ kenapa kau ada di sini, Natasya?" tuan Jason bertanya, dalam sekejap raut wajahnya berubah.
"Sebenarnya kenapa?!! Kenapa, Ayah?!! Kenapa kalian tidak mengatakannya padaku sejak awal?!!" cakap Natasya dengan air mata yang bercucuran membasahi wajahnya.
"Darimana kau mengetahui jika keluarga kita bangkrut?"
"Richard โฆ Richard yang memberitahuku. Dia mengirim pesan padaku." Natasya menundukkan kepalanya.
Di waktu yang bersamaan, sosok Richard datang dengan angkuhnya. Ia menginjakkan kaki di kediaman keluarga Gu, lalu memperlihatkan senyuman sinis yang terukir di wajahnya.
"Sekarang kau sudah tidak mempunyai apapun, Natasya. Bagaimana jika kau menikah denganku? Setelah itu kehidupanmu dengan harta akan kembali," tutur Richard seraya merangkul bahu wanita di sebelahnya.
Natasya tak menggubris, ia berlari keluar dari kediaman orang tuanya. Terlihat beberapa orang mulai memasuki bangunan besar itu, lalu mengeluarkan satu persatu barang di dalamnya.
"Suamiku, kita harus bagaimana? Rumah ini sudah di jual, sementara aset-aset perusahaan sudah lama kau jual. Dan lagi, kemarin kau menjual seluruh sahamnya," lontar nyonya Bianca, ia memperlihatkan ekspresi kecewa.
"Tenanglah, kita masih punya rumah milik Natasya. Aku bisa menjualnya untuk melunasi beberapa hutangku, lalu sisanya bisa kita gunakan untuk mencari rumah di apartemen."
"Itu tidak mungkin, Natasya tidak akan mau tinggal di apartemen kecil!!" Wanita itu berjalan pergi.
Sementara tuan Jason hanya bisa terdiam mematung, memandang setiap orang yang keluar dengan barang-barang dari rumahnya.
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Dua hari telah berlalu, tampaknya tuan Jason tak lagi memiliki kekayaannya selain rumah Natasya yang tersisa. Ia memandang wajah putrinya, lalu menunduk dengan kedua tangan yang saling terikat.
"Natasya โฆ " panggil tuan Jason lirih.
"Katakan apa mau Ayah."
"Sepertinya kita harus menjual rumahmu, dan mencari rumah di apartemen kecil. Semua itu untuk menutupi hutang yang selama ini Ayah tanggung," ungkapnya.
"Apa?! Tinggal di rumah apartemen kecil? Apa Ayah bercanda??"
"Hanya itu satu-satunya cara yang Ayah miliki, Natasya."
"Tidak!! Aku menolaknya!!" Natasya bangkit dari duduknya, lalu dengan cepat melangkah meninggalkan sang ayah.
"Jika sejak awal kau bertunangan dengan Richard dan bukan Felipe, kehidupan kita tidak akan berubah!!!" teriak tuan Jason yang seketika menghentikan langkah kaki Natasya.
Wanita itu menoleh, lalu berkata, "Baiklah, jual saja rumah ini. Dibandingkan aku harus berhubungan dengan pria gila seperti Richard!!" Ia kembali melanjutkan langkahnya yang terhenti.
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Matahari tampak mulai tenggelam, tergantikan oleh bulan serta awan oren yang biasa disebut senja. Sore itu burung-burung beterbangan dengan bebasnya di langit, menembus awan dan menerjang udara.
Sementara di bawah terlihat sosok Natasya dengan kedua orang tuanya, mereka berdiri tegak di sebuah bangunan tua. Bangunan yang hanya ditinggali oleh orang-orang miskin saja.
Satu persatu barang mereka keluarkan dari mobil. Sementara Natasya dengan santainya berjalan mendahului kedua orang tuanya, ia bahkan meninggalkan barang-barang miliknya.
"Cepat buka pintunya, Natasya sudah menunggu," kata nyonya Bianca dengan beberapa koper di tangannya, ia tampak kesulitan dengan barang bawaannya.
"Ah, iya โฆ." Tuan Jason membukakan pintu rumah apartemen mereka.
Rumah yang berada di sebuah bangunan tua, dengan fasilitas yang tak memadai. Bahkan lantainya terlihat begitu kotor, dengan dinding yang juga dipenuhi oleh coretan.
"Arghh!! Apa kita benar-benar harus tinggal di sini?! Ini benar-benar โฆ arghh!" gerutu Natasya seraya menarik rambut panjangnya.
Ia terlihat begitu stres dengan apa yang terjadi. Kehidupannya yang begitu bahagia, meskipun hanya duduk santai dengan banyak pemasukan uang, kini berbalik 180 derajat.
Tampaknya ia tak bisa menerima apa yang terjadi. Kehidupan yang tak pernah di inginkannya entah kenapa harus ia rasakan.
Natasya berbaring di atas ranjang yang bahkan tak berbusa. Rasanya seperti berada di atas tumpukan sampah daur ulang.
"Kenapa? Kenapa aku harus hidup menderita seperti ini? Apakah aku tidak pernah bersyukur sebelumnya?" pikir Natasya sembari menghela nafas panjang.
Ia melihat wajahnya pada layar ponsel yang gelap. Terlihat begitu kacau.
"Bagaimana dengan Felipe? Sudah lebih dari satu minggu aku tidak pernah bertemu dengannya, dan disaat seperti ini dia tidak mungkin bisa menemukanku!!"
Natasya berbaring, menatap langit-langit kamar yang kumuh. Perlahan ia memejamkan kedua bola matanya, berharap bisa tidur dengan nyenyak di atas ranjang yang terasa seperti tumpukan sampah.
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Malam pun tiba. Natasya terbangun ditengah malam. Ia melihat ruangan yang begitu berbeda, bahkan ia bisa merasakan aura yang juga berbeda.
Suara ketukan jarum jam terdengar begitu menggema di ruang kamarnya. Ia menatap jam yang terpampang di dinding, lalu perlahan bangkit dari ranjangnya.
Kakinya melangkah menuju ruangan lain di rumah apartemennya, karena sebelumnya ia bahkan belum berkeliling. Udara yang panas ia rasakan, tak sama seperti saat berada di rumah lamanya.
Setelah cukup lama berkeliling ruangan, akhirnya ia memutuskan untuk kembali tidur, meskipun kedua bola matanya tak bisa terpejam.
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Satu minggu telah berlalu. Dalam waktu satu minggu itu Natasya rasa seperti satu tahun berada di rumah barunya. Ia bahkan tak melakukan apapun selain berbaring di atas ranjang.
Sore itu Natasya yang baru saja kembali setelah keluar mencari udara segar, mendapati kedua orang tuanya yang tengah berkelahi hebat.
Ia melihat sosok ayahnya yang kejam terlihat lebih kejam dari sebelumnya. Pria itu bahkan berani memukul istrinya, perbuatan jahat yang belum pernah ia lakukan seumur hidup.
Dengan cepat Natasya berlari menghampiri keduanya, berusaha melerai perkelahian hebat yang terjadi di antara ayah serta ibunya.
๐๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ...
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ณ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ... ๐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments