Episode 19 [Datang Di waktu Yang Tepat]

โ—กฬˆโ‹†โ’ฝโ’ถโ“…โ“…โ“Ž Reading๐Ÿ

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š”๐šŽ๐š‹๐š’๐š“๐šŠ๐š”๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐š๐šŠ๐š•๐šŠ๐š– ๐š–๐šŽ๐š–๐š‹๐šŠ๐šŒ๐šŠ ใ‹ก

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Siang yang begitu terik, terlihat tiga orang tengah duduk di kursi taman, dengan minuman di tangan mereka. Ketiga orang itu adalah Natasya, Felipe serta Reatha.

Mereka tampak menikmati pemandangan siang itu di taman.

"Hmm, Natasya โ€ฆ bagaimana jika kita pergi ke rumah Felipe? Kau belum pernah ke sana, kan?" kata Reatha dengan mata berbinar binar.

"Boleh juga, lagipula aku juga penasaran dimana rumah Felipe. Ayo, kita pergi ke rumahmu."

Kedua mata Felipe terbelalak kaget, ia memandang sinis sosok Reatha yang duduk bersebelahan dengannya.

"Sepertinya tidak bisa, kebetulan hari ini aku ada urusan," tolaknya.

Perlahan ia bangkit dari kursi tempatnya duduk, lalu menarik lengan Reatha. Wanita itu dibawa pergi bersamanya.

"Seharusnya aku tidak meminta untuk datang ke rumahnya."

Tak berselang lama, ponselnya berdering. Ia lantas mengambil ponsel yang berada di dalam saku jasnya. Sebuah nama Richard tertera pada layar ponselnya, membuat Natasya enggan untuk mengangkat panggilan tersebut.

Wanita itu menghela nafas panjang dengan pandangan yang tertuju pada ponselnya. Hembusan angin sejuk yang melintas membuatnya merasa damai.

Sampai pada akhirnya, ia memutuskan untuk segera kembali ke rumahnya, dengan menggunakan taksi yang kebetulan lewat.

Perjalanan selama lima belas menit di dalam taksi membuatnya merasa lelah. Ia menatap pemandangan di luar jendela dengan hembusan angin sejuk yang masuk. Raut wajahnya tampak kecewa.

"Nona, kita sudah sampai," ucap supir taksi begitu berhenti di kediaman Natasya.

"Ah, terima kasih." Wanita itu berjalan keluar dari taksi yang di tumpanginya, lalu masuk ke dalam rumah.

Lampu-lampu di rumahnya tampak mati. Bahkan terdengar suara shower di kamar mandi yang terus menyala. Kakinya perlahan melangkah menuju sumber suara.

Namun ia tak mendapati apapaun selain air yang keluar dari shower tersebut. Tubuhnya berbalik, kedua bola matanya mendapati seorang pria dengan tubuh tinggi. Pria itu memperlihatkan senyuman lebar yang terukir di wajahnya.

"Riโ€“ Richard?! Apa yang sedang kau lakukan di rumahku?!"

Pria bernama Richard itu mendekatinya, membuat Natasya berada di sudut ruangan. Tangannya meraba dinding yang begitu dingin, ia mengalihkan pandangannya.

"Kau sangat cantik, Natasya." Richard menyentuh dagunya, membuat mata mereka saling bertemu.

Pria itu meraba sekujur tubuh Natasya, lalu menamparnya dengan keras. Sama seperti apa yang di lakukannya saat berada di kantin perusahaan.

"Kau โ€ฆ." Natasya memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan dari pria di hadapannya.

"Bukankah sakit? Jika kau merasa sakit, seharusnya kau tidak sembarangan menamparku!!" teriak Richard, ia kembali menampar Natasya untuk yang kedua kalinya.

Tak hanya sampai situ, Richard bahkan mendorong tubuh kecil Natasya hingga terkapar di lantai kamar mandi. Seluruh tubuhnya basah lantaran terkena air. Sementara itu Natasya hanya terdiam tak berkutik.

Kepalanya tertunduk ke bawah, tak berani menatap sosok Richard yang mengerikan bak seorang monster.

"Kau takut juga, ya?"

"Jangan mendekat, atau aku akan memukulmu!" tukas Natasya yang kontan membuat Richard tertawa geli.

"Haha!! Apa kau bilang? Akan memukulku?!! Jangan bercanda, tubuhmu yang lemah ini tidak mampu memukulku!"

Natasya dengan cepat bangkit lalu meraih benda berat. Ia melemparkan benda berat itu pada Richard, lalu bergegas berlari ke ruang kamarnya.

"Arghhh!!! Natasya!!!!"

Dengan cepat ia mengunci pintu kamarnya. Sosoknya bersembunyi dibalik ranjang yang tinggi.

"Aโ€“ aku harus menelepon seseorang!!" Natasya mencari ponselnya yang berada di dalam jas, namun ponsel yang ia bawa tak lagi berada dalam genggamannya.

"Jangan jangan โ€ฆ ponselku terjatuh di kamar mandi?"

"Natasya sayang, aku membawa ponselmu. Ayo keluar โ€ฆ " kata Richard dari balik pintu.

Natasya melihat sekeliling kamarnya, mendapati jendela besar yang bisa di gunakannya untuk kabur. Namun ia tak berani jika harus melompat dari ketinggian.

Wanita itu berjalan mendekati jendela kamarnya, lalu membuka jendela tersebut. Ia menggigit kuku jarinya memandang tanah di taman rumahnya.

"Apa aku benar-benar harus melompat dari sini?!"

Ia membalikkan badannya, lalu kembali melihat ke arah jendela. Dari kejauhan tampak sesuatu terbang ke arah jendela kamar, hingga terlihat jelas bagaimana sosoknya.

"Felipe? Kau bisa terbang?" tanya Natasya heran.

"Jangan pedulikan hal itu. Lebih baik sekarang โ€ฆ."

Setelah cukup lama Richard berusaha untuk membuka pintu kamar Natasya, akhirnya ia berhasil membuka pintu tersebut.

Pria itu mendapati Natasya tengah duduk di pangkuan seseorang. Ia meletakkan kedua tangannya pada leher Felipe. Mereka memperlihatkan senyuman sinis yang mampu membuat Richard mengernyitkan dahinya.

"Oh, sejak kapan kau berada di sana?" Richard berjalan mendekati keduanya.

Hingga akhirnya mereka bertiga berada dalam satu ruangan yang sama. Pandangan mereka tampak berapi-api.

"Kau sudah berani menampar wanitaku, jadi aku tidak akan membiarkanmu begitu saja," kata Felipe sembari memeluk erat sosok Natasya.

"Wah โ€ฆ menyenangkan sekali. Apa kalian sengaja memperlihatkan hal itu padaku? Natasya โ€ฆ jangan lupa bahwa dia adalah seorang vampir, apa kau tidak khawatir dia akan menggigitmu?" tuturnya dengan raut wajah angkuh.

"Tidak akan pernah!" Natasya kontan mencium bibir Felipe, keduanya sama sama terkejut.

Kedua bola mata Richard tampak terbelalak kaget, ia bahkan tersenyum kecut melihatnya.

"Ah, baiklah โ€ฆ kali ini aku akan mengalah. Tapi โ€ฆ aku akan membawanya setelah kalian bersenang-senang. Selamat tinggal, sayang โ€ฆ " papar Richard yang kemudian berjalan keluar dari kamarnya.

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Seorang wanita tampak menyibukkan dirinya di sebuah supermarket dengan pria di sebelahnya. Mereka memilih beberapa makanan siap saji untuk makan malam.

Terlihat beberapa barang yang sudah penuh di troli.

"Apa ini?" pria itu bertanya, dia adalah Felipe.

"Ini minuman kepala. Apa kau mau?"

"Mungkin aku harus mencobanya lebih dulu?" Felipe membuka tutup minuman tersebut, lalu meneguknya perlahan.

Pria itu kontan menyemburkan minumannya setelah meneguk beberapa tetes.

"Keโ€“ kenapa?"

"Rasanya aneh."

"Ah, itu artinya kau tidak menyukainya. Lebih baik kita segera membayarnya dan pulang," cakap Natasya yang kemudian mendorong troli nya.

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Usai berbelanja, Natasya mulai mencampurkan beberapa bahan untuk membuat makanan siap saji, yang hanya perlu menaburkan bumbunya saja.

Setelah lebih dari sepuluh menit ia sibuk dengan bahan makanannya, akhirnya ia menyajikannya di meja makan. Wanita itu duduk bersebelahan dengan Felipe.

Ia begitu menikmati makanan di mejanya, namun tidak untuk Felipe yang hanya memandangnya mengisi perut.

Natasya mengulurkan tangannya, dengan sendok serta makanan di atasnya.

Ia mendekatkannya pada bibir Felipe, berusaha untuk menyuapi pria tersebut.

"Apa?"

"Makanlah, rasanya enak!" kata Natasya dengan makanan penuh di dalam mulutnya.

"Benarkah? Daripada memakan makanan manusia, sepertinya lebih enak jika aku menghisap darahmu, sudah beberapa hari ini aku tidak minum darah manusia," ungkapnya sembari merubah raut wajah.

Ia terlihat begitu manis bercampur wajah tampannya.

๐Ÿ‚๐™ฑ๐šŽ๐š›๐šœ๐šŠ๐š–๐š‹๐šž๐š—๐š ...

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐šž๐š—๐š๐šž๐š” ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š”๐šŠ๐š›๐šŽ๐š—๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐š’๐š—๐š’ ๐šœ๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š”๐šž๐š๐š’ ๐š•๐š˜๐š–๐š‹๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐šž๐š•๐š’๐šœ ๐š—๐š˜๐šŸ๐šŽ๐š•. ๐™ณ๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŽ๐šŒ๐š’๐š• ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š™๐šž๐š— ๐šœ๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š ๐š‹๐šŽ๐š›๐š‘๐šŠ๐š›๐š๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š๐š’ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š•๐š˜๐š‘ ... ๐Ÿ

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!