โกฬโโฝโถโ โ โ Reading๐
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ใก
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Sorak-sorai terdengar menggema di sebuah hotel. Lampu dengan warna yang berbeda memancar ke segala arah. Tampaknya hotel itu dipenuhi oleh sejumlah orang berpengaruh di kota mereka.
Keheningan terjadi saat setelah sepasang kekasih datang. Mereka berjalan beriringan dengan tangan yang saling terikat. Berbagai mata ternganga memperhatikan keduanya. Dengan paras cantik dan tampan yang tak tertandingi.
Mereka adalah Natasya dan Felipe. Keduanya memperlihatkan senyuman lebar pada sejumlah orang di dalam hotel tersebut. Banyak orang menyambut dengan hangat kedatangan mereka.
"Selamat datang, Nona Natasya dan Tuan Muda Felipe. Silahkan lewat sini," seseorang mengarahkan jalan untuk keduanya.
Kini mereka berjalan mengikuti langkah orang tersebut. Hingga akhirnya berhenti di ruang utama acara pesta diadakan.
"Natasya!!" teriak seorang pria membuat Natasya menoleh.
"Akhirnya kau datang juga. Ayahmu sudah menunggu di ruangan itu, sebaiknya kita segera kesana," katanya dengan angkuh. Ia menarik lembut lengan wanita itu, lalu di bawanya menjauh dari Felipe.
"Ah, sudah kuduga aku akan sendirian." Felipe berdalih menatap sekeliling, mendapati sekelompok wanita yang berjalan menghampirinya.
Mereka tak mungkin membiarkan sosok tampan seperti Felipe seorang diri. Tentu mereka mengambil kesempatan agar bisa mengobrol dengannya.
Sementara itu, tampaknya Natasya serta Richard memasuki ruangan dimana tuan Jason berada. Keduanya masuk, lalu mendapati seorang pria berpakaian rapi tengah duduk.
Ia tersenyum mendapati keduanya, dan mempersilahkan Natasya serta Richard untuk duduk di sofa ruangan tersebut.
"Kenapa Ayah memanggilku?" Natasya bertanya.
"Setelah acara pembukaan, kalian akan menjadi orang spesial. Jadi bersiaplah, jangan pergi kemana-mana," tuturnya yang kemudian meneguk segelas kopi.
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Tak lama setelah acara pembukaan pesta dimulai, seperti yang tuan Jason katakan sebelumnya, mereka akan menjadi tamu spesial malam itu.
Keduanya berdiri bersebelahan, lalu memperkenalkan diri masing-masing. Natasya tampaknya melihat sekeliling mencari seorang pria dengan bola mata merah.
"Natasya, lihat kedepan dan tersenyum. Jangan melihat ke arah lain," bisik Richard.
"Tunggu disini, aku akan segera kembali." Wanita itu berjalan meninggalkan Richard seorang diri.
Ia mencari sosok Felipe yang entah berada di mana. Setelah mencarinya cukup lama, akhirnya Natasya mampu menemukan Felipe dengan empat wanita di sekelilingnya.
Mereka tampak bercanda, membuat Natasya geram melihatnya. Wanita itu lantas berjalan menghampiri Felipe dengan beberapa wanita lainnya.
"Sudah selesai bercandanya?"
"Natasya? Ah, aku sedang menunggumu. Apa sudah selesai?"
"Sudah seโ leโ sai! Jadi, ayo kita masuk!" Natasya menarik kasar lengan Felipe lalu di bawanya masuk ke dalam hotel.
Acara berlangsung cukup lama, dan kini tersisa acara yang paling akhir. Semuanya duduk dan menikmati wine pada meja masing-masing. Begitu juga dengan Natasya, ia duduk bersama dua orang pria di sebelahnya. Mereka adalah Felipe dan Richard.
"Natasya, biar aku saja yang menuangkan untukmu," kata Richard sembari menyeringai penuh kemenangan menatap Felipe.
Sementara Felipe hanya duduk terdiam memandang beberapa botol wine di mejanya. Ia bahkan tak menyentuhnya sekalipun.
"Jangan minum terlalu banyak, aku khawatir kau akan mabuk seperti hari itu," lontar Felipe membuat Richard mengernyitkan dahinya sesaat.
Ketiganya bangkit dengan gelas di tangan masing-masing, namun tidak untuk Felipe. Ia berdiri tegak memandang sejumlah orang yang juga menikmati wine mereka.
Seorang wanita yang berjalan melewatinya tak sengaja tersandung. Tangannya memegang gelas yang berisi penuh dengan wine, sementara Natasya yang berdiri di sebelahnya terkena tumpahan minuman wanita itu.
Namun tidak setelah Felipe menghalanginya. Ia memeluk erat sosok Natasya, membuat mereka berada dalam jarak yang dekat. Tampaknya, jas yang ia kenakan menimbulkan aroma tak sedap.
"Ah, maโ maafkan saya, Tuan. Saya tidak sengaja," ucapnya memelas.
"Tidak masalah. Natasya, aku ke toilet sebentar."
"Iya, jangan terlalu lama, ya."
Felipe lantas berjalan menjauhi kerumunan di ruang utama. Ia mendekati lift yang sedang kosong, lalu menekan salah satu di antara banyaknya tombol.
Sudah lebih dari dua puluh menit sejak kepergian Felipe. Tampaknya, Natasya menunggunya sedari tadi. Ia melihat setiap sudut ruangan berharap Felipe akan segera kembali.
"Natasya, bagaimana jika kita minum satu botol wine lagi?" Richard mengusulkan. Tangannya meraih sebotol wine, lalu dituang ke dalam gelas miliknya.
"Hmm, boleh. Sedikit saja."
Beberapa jam berlalu dengan cepat. Beberapa orang tampak keluar dari hotel dan memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Sementara Natasya terlihat mabuk berat.
Ia berjalan dengan pandangan yang sudah kabur. Tak tau kakinya melangkah kemana. Sampai akhirnya, sosok Richard muncul dengan senyuman yang terukir di wajahnya.
"Apa kau mabuk?" tanyanya yang kemudian meraih tangan Natasya.
"Kurasa tidak, karena seingatku aku hanya minum dua gelas saja."
Richard menyeringai, lalu membawanya masuk ke dalam ruangan pada hotel tersebut. Natasya hanya mengikuti langkahnya untuk beristirahat.
Semantara Felipe baru saja kembali setelah beberapa jam kepergiannya. Ia melihat kesana kemari mencari sosok Natasya yang tak terlihat. Bahkan dalam keadaan ruangan yang sudah mulai sepi.
Felipe berjalan melewati beberapa orang yang tersisa, lalu menghentikan asisten tuan Jason.
"Maaf, apa kau melihat Natasya?" tanyanya.
"Belum lama aku melihatnya datang ke lantai lima."
"Sendirian, atau โฆ."
"Tidak, dia bersama tuan Richard."
Felipe merubah pandangannya, lalu dengan cepat berjalan mendekati lift menuju lantai lima.
Setelah sampai pada lantai dimana Natasya berada, ia cukup kebingungan untuk mencari ruangannya.
Beberapa orang tampak baru saja keluar dari salah satu kamar. Sementara kamar yang lainnya masih tertutup rapat.
"Ah, dia berada di ruangan mana? Tidak mungkin aku mengganggu orang lain untuk mencari Natasya," pikirnya sembari menggeleng pelan.
Pria itu berjalan melewati beberapa ruang kamar dengan pintu tertutup. Tampaknya, ia cukup kewalahan mencari keberadaan Natasya yang pergi bersama Richard.
Setelah beberapa menit berlalu, dan dirinya masih belum mendapati sosok Natasya, akhirnya Felipe memutuskan untuk menunggu satu persatu orang keluar.
Hingga pada akhirnya, hanya satu kamar yang tersisa. Ia berharap bahwa Natasya berada di ruangan tersebut.
Perlahan tangannya mengetuk pintu kamar yang tertutup rapat.
Namun tak ada jawaban dari orang di dalamnya. Felipe lantas membuka paksa ruang kamar tersebut. Benar saja, ia mendapati Natasya yang tak terbalut kain pada tubuhnya, begitu juga dengan Richard.
Pandangan pria bersurai kuning kecoklatan itu tampak kesal.
"Kenapa kau masuk sembarangan?!" tanya Richard geram, ia meraih kemejanya.
Pria itu bangkit dari atas tubuh Natasya, lalu berjalan mendekati Felipe.
"Aku bertanya padamu, kenapa kau masuk sembarangan?!!"
"Memangnya tidak boleh, ya? Jika wanitaku bermain dengan pria lain, apakah aku harus diam saja melihatnya?" Felipe menyeringai, memperlihatkan empat taring miliknya.
Bola matanya seketika berkilau seperti permata. Ia mendorong keras tubuh Richard hingga terkapar di lantai hotel.
"Sepertinya kau memberi obat pada minuman Natasya? Karena aku sudah mengingatkannya untuk tidak terlalu banyak minum," ucap Felipe.
๐๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ...
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ณ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ... ๐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments