Episode 13 [Menyesal]

โ—กฬˆโ‹†โ’ฝโ’ถโ“…โ“…โ“Ž Reading๐Ÿ

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š”๐šŽ๐š‹๐š’๐š“๐šŠ๐š”๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐š๐šŠ๐š•๐šŠ๐š– ๐š–๐šŽ๐š–๐š‹๐šŠ๐šŒ๐šŠ ใ‹ก

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Hembusan angin terdengar memenuhi telinga. Hanya langit biru serta awan putih yang terlihat, seakan tak ada kehidupan di dalamnya.

Hingga akhirnya, beberapa jam berlalu. Sebuah pesawat yang berasal dari Lous Island mendarat di bandara. Seorang wanita yang tengah tertidur lelap lantas di bangunkan oleh seorang pria di sebelahnya.

Keduanya kemudian turun dari pesawat, lalu keluar dari area bandara. Pria itu menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat.

"Natasya, kenapa sejak tadi kau diam saja?" tanya pria itu, dia adalah Richard. Sementara wanita yang duduk bersebelahan dengannya bernama Natasya.

"Tidak apa-apa, aku hanya lelah saja." Natasya berdalih menatap luar jendela.

Hanya kendaraan umum yang terlihat memenuhi seisi jalanan.

Tak berselang lama, mereka sampai di sebuah kediaman. Natasya turun dari mobil diikuti oleh Richard. Keduanya lantas masuk ke dalam kediaman tersebut.

Beberapa orang langsung menyambut kedatangan mereka dengan hangat, termasuk orang tua Natasya. Namun wanita itu tak menggubrisnya, ia tetap fokus menginjakkan kakinya menuju ruang kamar.

"Ada apa dengan Natasya, ngomong-ngomong dimana Felipe? Kenapa Richard yang pulang bersamanya?" tanya nyonya Gard. Raut wajahnya tampak khawatir.

"Sudah, jangan pedulikan hal itu. Semalam Natasya yang bilang sendiri kalau Felipe ada urusan, jadi aku menyuruh Richard menjemputnya," lontar tuan Gard, pandangannya fokus pada Richard.

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Sudah beberapa hari berlalu sejak kepulangannya dari Lous Island. Tapi, bahkan Felipe tak menampakkan sosoknya di hadapan Natasya sekalipun. Setiap harinya wanita itu termenung, pikirannya hanya ingin menunggu sosok Felipe kembali, walau pria itu tak pernah lagi terlihat.

Keramaian yang terjadi di pusat kota menarik perhatian sejumlah orang. Mereka berbondong-bondong mengelilingi sebuah mobil truk dengan makanan siap saji di dalamnya.

Di tempat itu terdapat banyak orang yang saling berebut antrian. Dari kejauhan tampak seorang pria tengah memperhatikannya, dengan wanita di sebelahnya.

"Kenapa kau menatap truk itu? Apa kau menginginkan makanan?" tanya wanita itu, rambutnya bergelombang dengan warna merah bata.

"Aku hanya ingin mencobanya. Kelihatannya makanan itu lezat."

"Aโ€“ apa?! Sejak kapan kau tertarik dengan makanan manusia? Apakah sejak hari itu?"

"Jangan banyak bertanya. Jika kau juga mau makanannya, kita ke sana bersama-sama," cetus pria itu, pria dengan bola mata merahnya, dia adalah Felipe.

Wanita yang berdiri tegak di sebelahnya lantas mengikuti langkahnya dari belakang. Mereka berjalan mendekati truk di pusat kota yang tengah ramai pelanggan.

Keduanya tentu harus menunggu antrian panjang untuk bisa membelinya.

Terik matahari siang yang begitu panas perlahan membakar kulit Felipe serta wanita di sebelahnya.

Mereka saling menatap satu sama lain, berharap antrian akan segera berakhir.

"Ah, Felipe โ€ฆ kulitmu memerah," ucap Reatha, wanita itu.

"Kau juga. Apa sebaiknya kita pergi saja? Tapi kita tidak mungkin pergi sekarang, antriannya sudah menipis," paparnya.

Pandangannya tertuju pada sebuah tempat dengan pohon besar. Ia lantas menarik lengan Reatha lalu di bawanya mendekat.

"Di sini lumayan."

Setelah cukup lama menunggu antrian, akhirnya mereka bisa mendapatkan beberapa makanan siap saji.

Sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Dengan seorang wanita serta supir di dalamnya. Pandangan wanita dalam mobil itu tampak mengarah ke luar jendela.

Bola matanya terbelalak kaget, lalu menyuruh supirnya untuk memperlambat laju mobil mereka.

"Perlambat jalan mobilnya!"

"Ah, baโ€“ baik, Nona."

Begitu mendapati sosok Felipe dengan beberapa makanan di tangannya, Natasya kontan membulatkan kedua bola matanya.

"Pak, tolong berhenti, aku melihat seseorang," perintah Natasya.

"Tapi Nona, ini jalan raya. Kita tidak mungkin bisa berhenti sembarangan."

"Ah, baiklah. Kita lanjutkan perjalanannya."

Tak berselang lama, wanita itu akhirnya sampai di tempat tujuannya. Ia berada di lantai dasar di sebuah perusahaan besar. Kakinya melangkah menuju lift.

Setelah sampai di lantai atas, ia keluar lalu membuka sebuah pintu bertuliskan direktur di depannya.

"Natasya, apa yang membuatmu datang kesini?" tanya tuan Jason, ayah Natasya.

"Aku tau Ayah yang sudah merencanakan semuanya. Dan aku ingin hidup mandiri tanpa bantuan dari arah," tuturnya. Perkataan Natasya kontan membuat sang ayah terkejut.

"Apa maksudmu?!" Pria itu memukul mejanya, kemudian bangkit dari kursi tempatnya duduk.

"Aku sudah kecewa dengan Ayah, yang selalu memaksaku bertunangan dengan Richard. Tapi saat aku lebih memilih Felipe, Ayah tidak setuju dan merencanakan hal lain."

"Tidak! Bagaimanapun aku sudah membesarkanmu. Aku tidak mau jika kau ingin hidup mandiri!"

"Ayah! Tapi aku sudah besar, jangan selalu mencemaskanku!" Tanpa ia sadari, perlahan cairan bening keluar dari matanya.

"Aku tidak setuju!" Tuan Jason membalikkan badannya, menatap pemandangan di luar jendela.

Kota dengan bangunan-bangunan tinggi, serta kendaraan umum yang melaju dengan bebas. Bahkan, ada banyak hal yang mengerikan dibalik indahnya sebuah dunia.

Bagaimana mungkin tuan Jason menyetujui jika putrinya lebih memilih untuk hidup mandiri, setelah sekian lama ia berusaha menutupi bagaimana kejamnya dunia.

Setelah ia kembali membalikkan badannya memandang Natasya, wanita itu sudah tak lagi berada di sana. Sosoknya menghilang dari pandangan tuan Jason dalam sekejap.

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Natasya berlari keluar dari perusahaan ayahnya, dengan tangisan yang tak kunjung reda. Ia berlari tanpa arah, mengikuti kemanapun kakinya melangkah.

Sampai akhirnya, ia berhenti di sebuah tempat kecil diantara dua gedung di sebelahnya. Ia menatap sekeliling, tak mendapati apapaun selain tempat sampah di sana.

Dua orang yang baru saja tiba di tempat tersebut kontan menyita perhatiannya. Pandangannya tak luput dari dua orang itu. Mereka berjalan beriringan, dengan senyuman indah yang terukir di bibir keduanya.

"Feโ€“ lipe โ€ฆ " panggilnya lirih.

Salah satu diantara dua orang itu lantas menoleh, ia mendapati seseorang dengan wajah yang familiar. Namun pria dengan nama Felipe itu tak mempedulikannya, seakan tak menganggap bahwa Natasya ada.

"Felipe!!!" teriaknya menghentikan langkah kaki dua orang itu.

"Kau tunggu disini, biar aku yang mengurusnya," ucap Reatha. Dia berjalan mendekati Natasya. Kedua mata mereka saling bertemu.

"Apa yang kau mau darinya? Sudah jelas Felipe tidak peduli denganmu."

"Minggir, aku ingin berbicara dengannya."

"Stt, tidak semudah itu, Natasya. Kau yang membuat Felipe menjauh darimu, jadi kau juga harus menjauhinya, sekarang kau mengerti?" Reatha menatapnya sinis, lalu berjalan meninggalkan Natasya.

"Felipe, ini hanya salah paham. Aku melakukannya karena aku khawatir identitasmu yang sebenarnya akan terungkap!" teriak Natasya.

Namun tampaknya Felipe tetap menganggapnya tidak ada. Pria itu bahkan menggenggam tangan wanita di sebelahnya. Mereka berjalan melewati Natasya dengan air mata yang tak kunjung reda.

๐Ÿ‚๐™ฑ๐šŽ๐š›๐šœ๐šŠ๐š–๐š‹๐šž๐š—๐š ...

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐šž๐š—๐š๐šž๐š” ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š”๐šŠ๐š›๐šŽ๐š—๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐š’๐š—๐š’ ๐šœ๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š”๐šž๐š๐š’ ๐š•๐š˜๐š–๐š‹๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐šž๐š•๐š’๐šœ ๐š—๐š˜๐šŸ๐šŽ๐š•. ๐™ณ๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŽ๐šŒ๐š’๐š• ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š™๐šž๐š— ๐šœ๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š ๐š‹๐šŽ๐š›๐š‘๐šŠ๐š›๐š๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š๐š’ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š•๐š˜๐š‘ ... ๐Ÿ

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!