Episode 12 [Rencana Richard]

โ—กฬˆโ‹†โ’ฝโ’ถโ“…โ“…โ“Ž Reading๐Ÿ

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š”๐šŽ๐š‹๐š’๐š“๐šŠ๐š”๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐š๐šŠ๐š•๐šŠ๐š– ๐š–๐šŽ๐š–๐š‹๐šŠ๐šŒ๐šŠ ใ‹ก

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Malam yang sunyi, malam dimana hari terakhir Natasya berada di Lous Island setelah tiga hari berlibur.ย 

Tampaknya, ia mulai membereskan beberapa barang-barang bawaannya.ย 

Sementara Felipe sedang pergi keluar mencari camilan untuk Natasya.ย 

Wanita itu berjalan keluar, lalu mengambil beberapa stok makanan di dalam kulkas. Wanita itu duduk sembari memegangi kepalanya yang berdenyut, lalu meneguk setiap tetes kopi dalam gelasnya.ย 

Tiba-tiba saja seseorang menekan bel ruangan dari luar, wanita itu lantas beranjak mendekati pintu.ย 

Ia mendapati seorang pria dengan masker hitam di wajahnya, serta topi yang di kenakannya.ย 

Ia memandang dalam sosok pria di hadapannya, wajahnya terlihat begitu familiar walau mengenakan masker.ย 

"Richard?" panggilnya.ย 

Perlahan pria itu melepas maskernya, lalu menunjukkan wajahnya yang terbalut kain. Senyum licik terukir di wajahnya, tatapannya terlihat begitu sinis.ย 

"Ternyata kau bisa mengenaliku secepat itu, ya?"

"Kenapa kau ada di sini? Bagaimana bisa??"

"Itu semua berkat ayahmu," tutur Richard. Natasya membulatkan matanya.ย 

"๐˜š๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฉ. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ," gumam Natasya, wanita itu melangkah mundur.ย 

Pria yang tengah berdiri tegak di pintu perlahan mendekatinya. Berjalan dan terus berjalan hingga berhadapan dengan Natasya.ย 

Ia membisikkan sesuatu pada telinga wanita itu, membuat tubuh Natasya terdiam mematung.ย 

Tak lama berselang, sosok Felipe kembali dengan dua bungkus plastik hitam di tangannya. Ia berjalan mendekati sebuah ruangan dengan pintu yang tengah tertutup rapat.ย 

"Naโ€“." Felipe membuka pintu kamar Natasya, lalu mendapati wanita yang disebut sebagai Natasya tengah berduaan dengan pria lain, pria yang begitu di kenalnya.ย 

"Ah, hai โ€ฆ Felipe โ€ฆ akhirnya kau pulang juga. Dimana camilannya?" tanya Natasya, seolah tak ada yang terjadi di antara mereka.ย 

"Siapa dia? Richard? Kenapa dia bisa ada di sini, dan โ€ฆ berduaan denganmu?" tanyanya dengan wajah datar.ย 

"Itu rahasia โ€ฆ kau boleh keluar sekarang. Tolong tutup pintunya, ya. Ada yang sedang aku lakukan dengan Richard," kata Natasya, wanita itu lantas memeluk pria bernama Richard.ย 

Senyuman licik terukir wajah pria itu, dengan pandangan angkuh menatap Felipe. Perlahan Felipe berjalan mundur, lalu menutup pintu ruang kamar Natasya.ย 

"Haha โ€ฆ lihat wajahnya tadi. Dia terlihat kecewa sekali, Naโ€“."

"Hentikan, sekarang giliranmu untuk keluar. Aku ingin sendirian," perintah Natasya, ia melepas pelukannya pada pria itu.ย 

"Ah, baiklah. Jangan lupa untuk besok, ya."

Di lain sisi, Felipe tengah memandang bulan yang bersinar malam itu. Perlahan cairan bening keluar dari matanya tanpa ia sadari.ย 

Pandangannya tak luput dari bulan yang begitu cantik, sebuah keajaiban yang bisa bersinar di malam yang gelap.ย 

"Ah, kenapa aku menangis?" Ia mengusap air matanya, lalu tersenyum kecut penuh kekecewaan.ย 

"Apa sekarang aku sudah mencintai wanita itu? Tidak, aku tidak boleh mencintai manusia. Aku begini hanya untuk balas budi padanya. Di masa lalu, kau lah yang terindah bagiku." Felipe berjalan meninggalkan tempatnya.ย 

ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Esok pun tiba, hari yang baru setelah matahari kembali terbit.ย 

Pagi itu Natasya tampak disibukkan oleh pekerjaannya, merapikan beberapa pakaian kedalam koper miliknya.ย 

Bola matanya beberapa kali memandang setiap sudut ruangan, mencari seorang pria dengan bola mata berwarna merah. Namun nampaknya sejak pagi pria itu tak terlihat di penginapan.ย 

Setelah lebih dari satu jam berlalu, akhirnya Natasya usai mengemasi pakaiannya.ย 

Tiba-tiba saja suara dering ponsel berbunyi, ia meraih ponselnya yang berada di atas meja untuk menerima panggilan dari seseorang. Tertera nama ayah di layar ponselnya.ย 

"Halo, Ayah โ€ฆ selamat pagi โ€ฆ " sapa Natasya pada sambungan telepon.ย 

"Pagi, Putriku. Ngomong-ngomong Ayah sudah membelikanmu dua tiket untukmu dan Felipe. Kalian harus berangkat jam sembilan," papar sang ayah.ย 

Wanita itu berdalih menatap jarum jam yang terpampang di dinding kamarnya. Kurang empat puluh menit lagi baginya untuk penerbangan.ย 

"Baiklah, aku matikan teleponnya. Di sini sudah hampir jam sembilan," ucapnya. Ia langsung mematikan sambungan telepon tersebut, bahkan sebelum ayahnya berkata untuk yang terakhir kalinya.ย 

Wanita itu memegang keningnya, lalu menggeleng pelan.ย 

"Sepertinya ayah menyuruh Richard untuk tidak membawa-bawa namanya. Tapi mungkin Richard sengaja menyebut nama ayah."

Ia bangkit dengan koper di tangannya. Begitu keluar dari kamar, Natasya berpapasan dengan seorang pria yang tengah di tunggu-tunggu. Dia adalah Felipe.ย 

Pria itu menatap dingin wajah Natasya, pandangan yang sama seperti saat pertemuan pertama mereka.ย 

"Hai, sudah mengemasi barang-barangmu? Kita harus ke bandara sekarang."

"Kau duluan saja, Richard sudah menunggumu di luar penginapan," kata Felipe ketus.ย 

Ia berjalan masuk ke ruangan lain untuk mengemasi barang-barangnya sendiri. Sementara Natasya pergi keluar dan meninggalkannya.ย 

Tiga puluh menit berlalu, dan mereka sudah sampai di bandara kota tersebut. Tersisa waktu sepuluh menit lagi sebelum pesawat mereka terbang.ย 

Natasya menoleh, mencari sosok Felipe yang sampai saat ini belum terlihat. Wajahnya terlihat cemas.ย 

"Natasya, kau mencari Felipe ya? Dia tidak akan punya waktu untuk sampai di bandara dengan cepat. Tinggalkan saja dia," cibir Richard, ia meraih bahu Natasya.ย 

"Singkirkan tanganmu dariku!" wanita itu langsung mendorong tubuh pria di sebelahnya, lalu bergumam, "Mungkin ayah sengaja mengabariku secara mendadak, agar Felipe tidak mempunyai kesempatan untuk kembali."

Ia lantas berjalan mengikuti Richard di depannya. Perlahan kakinya melangkah memasuki pesawat, dan berharap Felipe akan segera tiba.ย 

Namun tampaknya pria bernama Felipe itu tak mempunyai kesempatan untuk sampai lebih cepat ke bandara. Sosoknya sama sekali tak terlihat di luar maupun di dalam pesawat.ย 

"Natasya, tersenyumlah. Jangan memperlihatkan raut tidak menyenangkan seperti itu. Lagipula ini juga demi kebaikan kekasihmu itu."

"Benar, ini semua demi kebaikannya."

"Pintar sekali โ€ฆ."

Sementara itu, sepasang mata memperhatikan pesawat yang beberapa detik lalu terbang. Raut kecewa terpampang di wajahnya. Di waktu bersamaan, seseorang merangkul bahunya dari belakang.ย 

"Apa yang aku bilang benar, bukan? Dia itu manusia, dan tidak seperti kita โ€ฆ vampir."ย 

Felipe menoleh, mendapati seorang wanita bernama Reatha. Wanita yang pada malam itu bersamanya.ย 

"Jangan membuatku kecewa. Ada baiknya jika kau menghiburku," lontar Felipe, bola matanya tampak berkaca-kaca.ย 

"Aku akan menghiburmu dengan syarat kau tidak akan bertemu dengannya lagi. Janji?" Reatha mengulurkan jari kelingkingnya.ย 

"Ah, entahlah. Singkirkan jarimu itu."

Hari yang seharusnya berlangsung menyenangkan ternyata malah sebaliknya. Wanita yang kini berada di dalam pesawat penuh harapan agar mereka bisa kembali bersama, lalu menghabiskan waktu berdua di kota sebelumnya.ย 

Namun sayangnya, ancaman yang diberikan oleh Richard mampu membuatnya goyah. Ia terpaksa melakukan apa yang pria itu inginkan demi kebaikan Felipe, pria yang mengisi hatinya saat ini.ย 

๐Ÿ‚๐™ฑ๐šŽ๐š›๐šœ๐šŠ๐š–๐š‹๐šž๐š—๐š ...ย 

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐šž๐š—๐š๐šž๐š” ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š”๐šŠ๐š›๐šŽ๐š—๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐š’๐š—๐š’ ๐šœ๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š”๐šž๐š๐š’ ๐š•๐š˜๐š–๐š‹๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐šž๐š•๐š’๐šœ ๐š—๐š˜๐šŸ๐šŽ๐š•. ๐™ณ๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŽ๐šŒ๐š’๐š• ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š™๐šž๐š— ๐šœ๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š ๐š‹๐šŽ๐š›๐š‘๐šŠ๐š›๐š๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š๐š’ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š•๐š˜๐š‘ ... ๐Ÿ

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!