Episode 7 : Sebenarnya Siapa Dia?

โ—กฬˆโ‹†โ’ฝโ’ถโ“…โ“…โ“Ž Reading๐Ÿ

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š”๐šŽ๐š‹๐š’๐š“๐šŠ๐š”๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐š๐šŠ๐š•๐šŠ๐š– ๐š–๐šŽ๐š–๐š‹๐šŠ๐šŒ๐šŠ ใ‹ก

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Suasana yang begitu hening, tak ada satupun suara yang terdengar selain suara jarum jam yang terus berputar menimbulkan suasana menyeramkan.

Malam itu Natasya sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Bahkan sekalipun ia mencoba untuk menutup rapat-rapat kedua matanya, hanya beban yang ia rasakan.

Tubuhnya berguling-guling kesana kemari, mencari posisi yang sempurna agar bisa terlelap.

"Heuh ...." Wanita itu bangkit lalu bersandar pada ranjang. Ia menatap jarum jam yang terpampang di dinding kamarnya.

"Kenapa leherku masih sakit? Apa karena ini pertama kalinya ada yang menggigit leherku?" pikir Natasya. Ia meraba lehernya yang membekas, kemudian berjalan mendekati cermin.

Natasya memperhatikan bekas gigitan Felipe pada cermin, nampaknya luka yang ia alami cukup serius.

"Apa mungkin aku tidak bisa tidur karena gigitan ini? Tapi sepertinya bukan, mungkin saja aku kelelahan ...." Ia berjalan keluar dari kamarnya.

Menuruni anak tangga yang cukup panjang, lalu berhenti di sebuah ruangan yang tak lain dapur.

Natasya meraih sebotol susu dalam kulkas, lalu di tuangkannya pada gelas. Ia meneguk hingga bersih, tak setetes pun ia sisakan.

Setelah merasa lebih nyaman, wanita itu kembali ke kamarnya. Ia mencoba untuk memejamkan kedua bota matanya serapat mungkin.

...----------------...

Hembusan angin masuk melalui celah lubang udara. Udara yang begitu dingin Natasya rasakan, membuat wanita itu membuka lebar-lebar kedua matanya.

Pandangannya tertuju pada jendela yang masih tertutup rapat. Ia bangkit dari ranjang dengan langkah sempoyongan.

"Ugh, kepalaku sakit sekali. Apa aku sakit?" pikir Natasya.

Ia kemudian memasuki ruang kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah usai, ia melanjutkannya dengan mengenakan pakaian sederhana serta make-up natural.

Natasya menatap layar ponselnya yang berwarna hitam, lalu di raihnya dalam pangkuan kursi.

Karena merasa lelah yang berlebihan, wanita itu kembali meletakkan ponselnya di atas meja. Ia berbaring pada ranjang untuk beristirahat.

......................

Siang hari di sebuah rumah sakit ternama, seorang wanita dengan parasnya yang cantik nampak keluar dari ruang pengobatan.

Pakaian serta make-up nya yang sederhana, sudah tentu wanita itu adalah Natasya. Ia memegangi keningnya sembari berjalan menuju tempat parkir.

Kakinya berjalan tak beraturan, seolah ia akan terjatuh dalam hamparan lantai rumah sakit.

"Kenapa semakin lama kepalaku semakin terasa sakit? Ini pasti ada hubungannya dengan bagian leherku yang Felipe gigit kemarin," keluhnya seraya terus berjalan.

Ia sampai ditempat parkir dalam keadaan yang kurang baik, lantaran mobilnya berada di antara dua mobil.

Natasya menggeleng pelan, lalu mendapati Richard yang ternyata salah satu pemilik dari mobil di sebelahnya.

Ia melambaikan tangannya, memanggil Richard yang berada di tempat parkir. Pria itu lantas menghampiri Natasya dengan penuh semangat.

"Natasya, kenapa kau berada di rumah sakit? Apa kau sedang sakit atau ...."

"Apa kau bisa mengantarku pulang? Rasanya aku tidak kuat jika harus pulang sendirian," sela Natasya dengan pandangan yang sudah kabur.

Melihat kondisi Natasya yang kurang baik, Richard lantas membawanya masuk ke dalam mobil. Wanita itu hanya terdiam mengetahui bahwa Richard membawanya pada mobil yang salah.

Setelah cukup lama berada di perjalanan, akhirnya mobil yang di tumpanginya pun berhenti di halaman rumahnya.

Natasya yang sudah terlelap dalam tidurnya lantas dibawa masuk oleh Richard. Ia membawa wanita itu ke dalam ruangan kamar.

Di letakannya Natasya pada ranjang. Rambutnya yang tergerai ke belakang membuat Richard menyadari akan gigitan yang membekas di leher wanita itu.

"Apakah ini ... ah, pasti kemarin. Seharusnya bukan dia yang melakukannya, tapi aku ... " ucapnya.

Ia memegangi dahinya seraya menggeleng pelan, dengan senyuman kecut yang terpampang di wajahnya.

Perlahan Richard mendekat, memandangi bekas luka pada leher Natasya.

Pada saat yang sama, Felipe tiba-tiba saja menampakkan sosoknya. Ia mendapati seorang pria yang tengah berada di dalam kamar yang sama dengan Natasya.

Dilihat dari belakang pun, Felipe sudah mengenal jelas siapa pria itu. Ia berjalan dengan tangan yang mengepal, lalu menarik lengan kemeja Richard.

Mata mereka saling bertemu. Namun bukan soal cinta, melainkan kebencian.

"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Felipe geram, pandangannya sama sekali tak buyar dari Richard.

"Heee ... kau bertanya apa yang sedang aku lakukan? Ngomong-ngomong, tadi aku menyentuhnya, loh ...." Richard menyeringai. Ia memperlihatkan tatapan licik pada wajahnya.

"Jangan coba-coba menyentuh Natasya, atau kau akan menerima akibat dari perbuatanmu."

Felipe mendorongnya dengan kasar, pria itu lantas terjatuh. Sikunya nampak terluka akibat gesekan dari lemari.

Ditengah perkelahian itu, tiba-tiba saja Natasya membuka matanya. Ia mendapati dua orang yang tengah berkelahi, spontan ia menjerit ketakutan.

"Kyaaaaa!!" Rupanya teriakan itu mampu menghentikan perkelahian antara Felipe dan juga Richard.

Keduanya menatap wajah wanita yang nampak kelelahan, bibirnya pucat bak seorang penyihir.

"Kau sudah bangun?" Felipe bertanya. Ia berjalan mendekati Natasya, lalu duduk bersebelahan dengan wanita itu.

"Kau ... ini semua gara-garamu!" sungut Natasya. Ia mendorong pelan tubuh Felipe.

"Apa? Kenapa kau menuduhku? Memangnya aku salah apa?"

"Itu semua karena ... ah, Richard, apa kau bisa keluar? Aku harus membahas sesuatu dengan Felipe," perintahnya. Pria dengan nama Richard itu lantas keluar.

"Sekarang kau sudah berbaikan dengannya?" tanya Felipe. Natasya berdalih menatapnya dengan sinis.

"Tadi dia sudah membantuku, jadi tidak mungkin aku kasar padanya. Dan mengenai satu hal, kemarin kau menggigitku dan sepertinya itu berdampak buruk," ungkapnya.

Ia mengusap lembut lehernya yang membekas.

"Sebenarnya, siapa kau?"

Perbincangan antara keduanya semakin mencekam. Hal yang sebelumnya dianggap remeh tidak lagi untuk saat ini.

Pria di sebelahnya menatap gelisah wajah Natasya, lalu menyeringai licik.

"Bukankah sudah ku bilang, jangan menyesal karena sudah bertunangan denganku."

"Iya, Felipe. Kemarin kau memang mengatakan hal itu, tapi aku tidak tau apa maksud dari perkataanmu."

Felipe mendorongnya hingga terkapar di atas ranjang. Ia mengangkang wanita di bawah tubuhnya. Tangannya yang cukup besar itu memegangi dagu Natasya dengan kasar.

"Apa kau yakin ingin mengetahui siapa diriku yang sebenarnya?" tanya Felipe. Ia memandang serius Natasya, kedua bola matanya nampak tak goyah sedikitpun.

"Iya! Aku ingin mengetahuinya!"

Dalam sesaat, suasana terasa hening. Felipe tak sekalipun membuka bibirnya untuk mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya.

Ia lantas melepaskan genggamannya dari dagu wanita itu, lalu beranjak turun dari ranjang. Perlahan kakinya berjalan menjauhi Natasya.

"Kau bilang kau akan memberitahuku!" teriak Natasya kontan menghentikan langkah Felipe.

Ia berhenti, lalu sedikit menoleh untuk menunjukkan setengah dari wajahnya.

"Kau terlalu lemah untuk mengetahuinya. Aku kasihan melihat wajahmu."

Wanita itu ternganga mendengarnya, tatapannya hanya tertuju pada Felipe yang terus melangkah pergi. Perlahan sosoknya menghilang dari pandangan Natasya.

๐Ÿ‚๐™ฑ๐šŽ๐š›๐šœ๐šŠ๐š–๐š‹๐šž๐š—๐š ...

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐šž๐š—๐š๐šž๐š” ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š”๐šŠ๐š›๐šŽ๐š—๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐š’๐š—๐š’ ๐šœ๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š”๐šž๐š๐š’ ๐š•๐š˜๐š–๐š‹๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐šž๐š•๐š’๐šœ ๐š—๐š˜๐šŸ๐šŽ๐š•. ๐™ณ๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŽ๐šŒ๐š’๐š• ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š™๐šž๐š— ๐šœ๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š ๐š‹๐šŽ๐š›๐š‘๐šŠ๐š›๐š๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š๐š’ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š•๐š˜๐š‘ ... ๐Ÿ

Terpopuler

Comments

kโƒŸKโƒ  BโƒŸฦˆ ษณฯ…ษพ ๐Ÿ‘๐Ÿฅ€โƒžเผ„๐‘“๐‘ ๐‘โŸ๐“œยง

kโƒŸKโƒ  BโƒŸฦˆ ษณฯ…ษพ ๐Ÿ‘๐Ÿฅ€โƒžเผ„๐‘“๐‘ ๐‘โŸ๐“œยง

Natasya kamu pingsan kaga pas lihat pilife menghilang ๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”

2023-06-28

0

Arifa

Arifa

dia itu vampir neng

2023-06-27

0

๐’ฎ๐Ÿ„โƒžโƒŸMั•ฯ…zัƒโ€‹โ€‹โ€‹แญ„

๐’ฎ๐Ÿ„โƒžโƒŸMั•ฯ…zัƒโ€‹โ€‹โ€‹แญ„

wihhh hebat keren bgt alurnya

2023-06-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!