โกฬโโฝโถโ โ โ Reading๐
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ใก
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Beberapa hari setelah makan malam keluarga Gu dengan Felipe berlangsung, semakin hari suasana semakin berubah. Mulai dari sikap orang tua Natasya, hingga Richard yang jarang menemuinya.
Itu semua terjadi karena hubungan antara Natasya dengan Felipe tak lagi bisa diremehkan. Sejak makan malam beberapa hari berlangsung, mereka sudah resmi menjalin hubungan.
Pagi hari di perusahaan Leadership Companion, perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan terkaya juga terbesar di Kota mereka.
Dua orang nampak tengah duduk bersebelahan. Satu di antaranya memeluk lengan pria yang duduk di sebelahnya, mereka adalah Natasya dan Felipe.
Senyuman manis terukir diwajah wanita itu, lantaran menghadap sang Direktur perusahaan, yakni tuan Jason Gu sendiri.
"Ayah akan menghadiri rapat sekarang, kalian jangan dulu pulang sebelum Ayah kembali, mengerti?" tegas tuan Jason.
Natasya mengangguk pelan, memandang pria berusia 40 tahunan itu beranjak dari kursinya.
"Sekarang, apa kau bisa melepaskanku?" tanya Felipe, pandangannya hanya tertuju pada Natasya seorang.
"Ah, i-- iya maaf. Sekarang Ayah sedang pergi, kita bisa berhenti berpura-pura," cakapnya.
Wanita itu meraih secangkir kopi panas di atas meja. Begitu dirasa suasananya kurang cocok jika harus meminum kopi panas, ia memutuskan untuk membeli minuman dingin diluar.
"Felipe, kau tunggu disini sebentar. Aku akan membeli minuman dingin, apa kau juga mau?" Natasya menawarkan. Pria tampan itu hanya menggeleng, seperti yang biasa di lakukannya.
......................
Setelah 15 menit berlalu, Natasya kembali ke sebuah ruangan dimana Felipe tengah menunggunya. Bukannya berjalan dengan santai, wanita itu justru berlari terbirit-birit menghampiri Felipe.
*DUGH!*
Minuman di tangannya kontan terlempar. Tubuhnya terkapar pada dada bidang Felipe yang lebar. Ia merasakan dingin pada tubuh pria itu. Tangannya perlahan meraba otot tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan?" Felipe memperlihatkan tatapan tajam, kedua bola matanya yang berwarna merah membuat tubuh Natasya bergetar.
"A-- aku tidak sengaja. Tadi aku melihat Richard di luar, sepertinya dia melihatku berlari ke ruangan ini," ungkap Natasya.
Felipe melihat ke luar ruangan, lalu mendapati pria yang disebut-sebut sebagai Richard.
Tanpa berpikir panjang, pria itu menarik lengan Natasya.
Ia meletakkan tubuh wanita itu di atas pangkuannya. Mata mereka saling bertemu, tak satupun dari mereka membuyarkan pandangan itu.
Hingga pada masanya, Richard mendapati Natasya yang tengah beradu mesra dengan Felipe, pria yang sangat di bencinya.
"A-- apa yang kau lakukan?" tanya Natasya.
"Jangan melihat ke arah lain, tetap menatapku," bisiknya.
Natasya tak membangkang, ia tetap menatap Felipe seorang. Richard yang mengetahuinya merasa geram, ia mengepalkan kedua tangannya, lalu beranjak pergi.
"Minggir!" bentak Felipe yang kontan membuat Natasya heran.
"Sebenernya apa maumu?! Tiba-tiba menarikku, lalu menyuruhku menyingkir!"
......................
Langit malam mulai terlihat. Angin berhembus kencang melewati gedung-gedung besar. Suasana sunyi perlahan terasa, bahkan kendaraan umum di jalanan semakin berkurang.
Natasya menaiki lift menuju lantai dasar dengan beberapa orang. Ia berada di barisan paling depan. Matanya hanya tertuju pada layar ponsel yang ia genggam, hingga akhirnya lift sampai di lantai dasar.
Wanita itu keluar, lalu mendapati Felipe dengan tubuh kekarnya. Pria itu terlihat sempurna, dengan ketampanan serta tubuhnya yang tinggi.
Bahkan beberapa wanita yang berpapasan dengannya seakan terpesona dengan kesempurnaan yang ia miliki.
Nastaya terus berjalan mendekati Felipe yang berdiri di pintu mobil.
Pria itu membukakan pintu untuk wanitanya sebelum ia masuk. Felipe menyalakan mobil, lalu perlahan menginjak gas mobilnya.
Perjalanan menuju kediaman Gu hanya membutuhkan waktu beberapa menit, hingga akhirnya mobil mereka diparkiran di dalam garasi.
Keduanya masuk ke dalam rumah, berjalan beriringan dengan tangan yang saling terikat.
"Selamat malam, Natasya, Felipe ... ayah sudah menunggu kalian di sebelah sini," sapa nyonya Bianca seraya mempersilahkan keduanya untuk menemui tuan Jason.
"Ayah, kenapa kau memanggil kami untuk datang kesini?" tanya Natasya sembari duduk, diikuti oleh Felipe.
"Aku sudah memutuskan agar besok kalian bertunangan. Bagaimana?"
Keduanya terkejut bukan main. Mata Natasya terbelalak mendengarnya, bahkan ia tak bisa menggerakkan bibirnya untuk menyangkal.
"Kalian setuju, kan?"
"Itu ...."
"Tunggu, aku akan bicara dengan Felipe sebentar. Ayo ikut!" Wanita itu menarik tangan Felipe dengan kasar.
Ia membawanya menjauh dari ruangan tersebut. Setelah memastikan bahwa keadaan aman, ia memulai pembicaraannya dengan Felipe.
"Kenapa bisa jadi seperti ini? Heuh ...." Natasya memegangi dahinya, lalu menggeleng pelan dengan kedua mata tertutup.
"Jadi, apa rencanamu selanjutnya?"
"Eee ... aku harap kau memakluminya. Untuk saat ini terima saja, aku akan membayarmu lebih banyak."
Felipe tak berpikir panjang. Ia menganggukkan kepalanya dengan mantap, seakan sudah siap menerima takdirnya.
"Tapi ...." Tatapan Natasya tertuju padanya. Entah perkataan apa yang akan muncul dari bibir pria itu.
"Jangan menyesal karena sudah menjadikanku tunanganmu."
"Apa maksudmu?"
"Lupakan."
......................
Malam yang tak bisa ditebak takdirnya telah usai. Pagi ini telah menggantikan hari Natasya yang tak sesuai rencananya.
Namun siapa sangka jika hari yang baru ini malah membawanya jauh ke neraka.
Ia terbangun di atas ranjang yang berbeda, menatap langit-langit kamar yang asing baginya.
Perlahan Natasya bangkit. Ia mendapati beberapa wanita yang siap untuk mengurusnya.
"๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข-๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต, ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ต๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ?" gumam Natasya.
"๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช."
Beberapa jam telah berlalu. Suara bising terdengar di seisi ruangan kediaman Gu. Banyak orang yang sudah ramai berkumpul, memenuhi ruangan tersebut.
Nampaknya, acara pertunangannya diadakan semewah mungkin. Hal ini sudah tentu akan menghebohkan publik serta menggemparkan Kota, setelah mengetahui bahwa Natasya membatalkan pertunangannya dengan Richard.
Dua orang terlihat tengah berdiri saling berhadapan. Tatapan mereka sama sekali tak buyar, memandang wajah masing-masing.
Pria itu, Felipe. Wajahnya yang tampan menarik perhatian para tamu yang berkunjung. Mereka bersorak-sorai saat Felipe memakaikan cincin pada jari Natasya.
......................
Tak berselang lama, acara itu telah usai. Kini Natasya tengah duduk sembari bersandar pada sofa. Ia nampak kelelahan, tubuhnya seakan tak berdaya.
*Kriet*
Suara yang berasal dari pintu menarik perhatiannya. Seorang pria yang begitu sempurna berjalan mendekatinya.
Ia duduk di sebelah Natasya, lalu memandangnya tak biasa.
"Bagaimana?" tanyanya membuat Natasya bingung.
"Apanya?"
"Kau pasti lelah, butuh sedikit hal untuk menyemangati?" Felipe menyeringai.
Ia mendekatkan wajahnya pada leher Natasya. Perlahan taringnya muncul dibalik tubuh Natasya.
Ia menggigit wanita itu dengan penuh semangat, lalu menghisap darahnya.
"Felipe, apa yang kau lakukan?! Cepat menyingkir dariku!" tegas Natasya, tangannya dengan kuat mendorong tubuh Felipe.
"Ugh, apa yang kau lakukan padaku tadi? Apa kau menggigitku? Kenapa rasanya pegal sekali." Ia memegangi lehernya yang terasa sakit.
๐๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ...
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ณ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ... ๐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
kโKโ Bโฦ ษณฯ ษพ ๐๐ฅโเผ๐๐ ๐โ๐ยง
wah rencana nya keluar jauh dari alur nya ๐๐๐๐๐
kenapa Natasya di hisap darah nya Filipe , apa mau kamu jadiin wanita vampir ๐ค๐ค๐ค๐ค
2023-06-28
0
Kim Nayoung
minimal lanjutkan
2023-06-25
0
Clarisa
dt tunggu upnya say
2023-06-24
0