โกฬโโฝโถโ โ โ Reading๐
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ใก
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Kicauan burung terdengar merdu, semburat mentari pagi memancar ke arah seorang Pria. Wajahnya terlihat begitu tampan, seakan mentari pagi menyinarinya agar dilihat oleh dunia. Bahkan bola matanya yang berwarna merah terlihat mencolok.
Hanya dengan pakaian kasual saja, tubuhnya mengikat aura pesona yang luar biasa.
Pria itu adalah Felipe, ia memberikan senyuman lebar, membuat Natasya terpana melihatnya. Warna merah kemerahan perlahan muncul di wajah bagian pipinya.
"Se-- sedang apa kau?" tanya Natasya berusaha mencairkan suasana.
Felipe menggeleng pelan, menatap Natasya yang berada di lantai atas dari taman.
Tanpa berpikir panjang, wanita itu segera menghampiri Felipe. Jantungnya berdebar dalam setiap langkah mendekati Pria tersebut.
"Kenapa kau masih berada disini? Cepat bersiap-siap, sebentar lagi kita harus menemui orang tuaku," tutur Natasya. Ia menarik lengan Felipe dan di bawanya masuk ke dalam.
"Kau mau membawaku kemana?" pertanyaannya menghentikan langkah Natasya.
"Kau harus mengganti pakaianmu. Kebetulan semalam asistenku sudah membelinya," cakapnya.
......................
Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya menurunkan kecepatannya tepat di depan kediaman Gu.
Seorang Pria berpakaian hitam keluar lalu membukakan pintu belakang. Dua orang keluar dari dalamnya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Penampilannya yang elegan mampu memikat beberapa orang di sana, termasuk orang tua Natasya.
"Selamat pagi, Ayah, Ibu ... " sapa Natasya lalu memeluk keduanya.
"Selamat pagi, Natasya. Apa ini Pria yang kau maksud?" balasnya sembari bertanya.
Ia menunjuk seseorang di sebelah Natasya, dia adalah Felipe.
Pria itu tersenyum lebar, wajahnya terlihat lebih sempurna di bandingkan sebelumnya.
"Iya, namanya adalah Felipe Theodoros," Natasya memperkenalkan. Ketiga orang itu lantas saling menyapa.
Tak berselang lama, mereka telah berkumpul di ruang keluarga. Beberapa gelas minuman dihidangkan oleh salah seorang asisten rumah tangga.
"Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?" tanya tuan Jason Gu, selaku ayah dari Natasya Gu.
"Su-- sudah sekitar ... 4 bulan."
"Apa itu artinya kau menduakan Richard?"
"Begitulah ... Ayah tau sendiri, kan? Aku tidak pernah sekalipun mencintainya. Hanya Ayah dan ibu saja yang memaksaku untuk bertunangan dengan pria itu."
Tepat saat Natasya mengungkapkannya, Richard datang dengan makanan di tangannya. Sekotak makanan itu kontan jatuh berserakan di lantai kediaman Gu.
Beberapa orang sontak menoleh, mereka mendapati Richard yang ternganga mendengarnya.
"Apa maksud dari semua ini?" Pria itu berjalan dengan angkuh mendekati sofa.
"Richard, kau tenang dulu. Aku masih harus memastikan sesuatu," imbuh tuan Jason serius.
Pria itu lantas duduk dengan perasaannya yang kacau, menatap Natasya yang duduk bersebelahan dengan pria bernama Felipe.
"Felipe, apa kau adalah anak dari keluarga kaya, atau ...."
"Entahlah, aku bahkan tidak tau tinggal dimana," sela Felipe yang kontan membuat Natasya serta beberapa orang terkejut.
Tuan Jason berdalih menatap Natasya, wajahnya menunjukkan raut tak suka. Tubuh wanita itu seketika bergetar hebat bak terkena serangan listrik.
*PLAK!!*
Tamparan keras mengenai wajahnya yang cantik. Natasya memegangi pipinya yang terlanjur membekas.
Perlahan cairan bening keluar dari kedua bola matanya. Ia menatap iba sang ayah dengan mulut yang bergetar.
Ibu, Felipe, serta Richard terkejut bukan main melihat perlakuan tuan Jason pada putrinya, lantaran ia tak pikir panjang untuk menampar Natasya dihadapan banyak orang.
Wanita itu lantas berlari menaiki anak tangga, tak sekalipun ia menoleh.
"Su-- suamiku, apa yang kau lakukan padanya? Kenapa kau menamparnya?" tanya nyonya Bianca, dia adalah ibu dari Natasya.
"Apa dia sudah gila, ha?! Mengenalkan pria miskin sepertinya pada kita!?"
"Tapi itu ...."
"Jika saja Felipe ini kaya, aku pasti mau menerimanya!!"
Felipe berjalan keluar dari kediaman Gu tanpa berpamitan, ia bahkan meninggalkan Natasya yang tengah menangis.
Ternyata kepergiannya diikuti oleh Richard yang juga keluar. Pria itu menarik lengan Felipe lalu di dorongnya pada dinding.
"Apa yang kau mau?" tanya Felipe dingin.
Richard menyeringai mendengar perkataannya, seolah dia adalah pria yang hebat.
"Kau ... hanya Pria miskin, tapi berlagak sok kaya! Berani-beraninya kau memiliki hubungan dengan Natasya yang berasal dari keluarga Konglomerat. Hahaha, tidak tau malu," cibirnya membuat Felipe geram.
Ia mengepalkan kedua tangannya lalu memukul Richard. Pukulannya membekas di wajah pria itu.
"Hai, kau! Berani sekali me--."
*BUGH!*
Untuk yang kedua kalinya Felipe kembali memukul Richard. Merasa semuanya telah usai, ia memutuskan untuk segera kembali ke tempatnya.
Sementara itu, tuan Jason yang menyesali perbuatannya, memutuskan untuk menemui buah hatinya.
Ia mengikuti langkah Natasya yang sebelumnya berlari ke lantai dua. Sosok wanita dengan paras cantik itu nampak tengah menangis tersedu-sedu di sebuah ruangan.
Tanpa berpikir panjang tuan Jason membuka pintu ruangan tersebut dan mendapati putrinya.
"Natasya ... maafkan Ayah ... " ucapnya sembari terus berjalan mendekati Natasya.
"Aku mau Ayah keluar."
"Tapi Natasya, Ayah benar-benar minta maaf kare--."
"Karena apa? Karena sudah menamparku? Kenapa harus menyesal?"
"Sebenarnya, jika kau mengenalkan Ayah pada pria kaya-raya, mungkin aku bisa mempertimbangkannya. Tapi sekarang, lihat dia ...."
"Kenapa Ayah hanya mencari pria dengan banyak uang? Apakah uang lebih penting dariku?"
"Kau!"
"Pukul lagi saja aku!"
Tuan Jason menghela nafas panjang, ia lantas keluar dari ruangan Natasya. Nampaknya, putrinya itu sama sekali tak berpihak pada Richard, melainkan berpihak pada Felipe.
......................
Setelah dua hari berlalu, kediaman Gu nampaknya tengah disibukkan oleh beberapa hal. Natasya yang hanya terdiam di kamarnya dalam kurun waktu 2 hari, kini menampakkan sosoknya.
Ia menuruni anak tangga, mendapati beberapa asisten sedang menyiapkan banyak hidangan. Wajahnya terlihat bersinar meskipun tak memakai riasan.
Kini ia kembali dipertemukan oleh sang ayah. Keduanya berpapasan pada anak tangga, membuat Natasya enggan untuk menatapnya.
"Natasya ... " panggilnya. Ia meraih pergelangan tangan putrinya.
Wanita itu diam tak berkutik, ia sama sekali tak membuka mulutnya, ataupun menatap sang ayah.
"Ayah sudah memutuskan, untuk ... menyetujui hubungan kalian. Dan hari ini aku mengundang Felipe ke rumah," ungkapnya menyita perhatian Natasya.
Matanya terbelalak kaget, ia merasa apa yang di dengarnya kali ini hanyalah lelucon.
"Ah ... Ayah tidak perlu membuatku tersenyum, lagipula aku tidak akan percaya."
"Sebaiknya sekarang kau bersiap-siap, tak lama lagi pria itu akan datang, tunggu saja." Tuan Jason berjalan meninggalkan Natasya.
Wanita itu memandang kepergian ayahnya yang terus berjalan menjauh, lalu kembali menuruni anak tangga untuk sampai di taman.
๐๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ...
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ณ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ... ๐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
kโKโ Bโฦ ษณฯ ษพ ๐๐ฅโเผ๐๐ ๐โ๐ยง
ya elah ini bapak maen tampar ajah ๐๐๐๐
uang bisa dicari pak , udah kaya juga masih ajah mikir uang uang dan uang
lah ketemu sama Filipe dimana itu ๐ค๐ค๐ค
2023-06-28
0
Bandatte
hahaseneng
2023-06-24
1
Betrice
mampur Richard kena tinju haha
2023-06-24
1